Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PENDAPATAN BAWANG MERAH DI DESA GUNUNG AGUNG KECAMATAN SEMENDE DARAT TENGAH KABUPATEN MUARA ENIM
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Namun, produksi bawang merah menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan lahan, rendahnya adopsi teknologi, dan terbatasnya modal usaha. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah di desa tersebut, khususnya variabel luas lahan, tenaga kerja, modal, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 30 orang petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lahan (p = 0.000), tenaga kerja (p = 0.040), dan modal (p = 0.008) berpengaruh signifikan terhadap produksi. Sebaliknya, teknologi (p = 0.864) tidak berpengaruh signifikan. Nilai R Square sebesar 1.000 menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan seluruh variasi dalam produksi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan lahan, efisiensi tenaga kerja, dan akses terhadap modal untuk meningkatkan produksi bawang merah di daerah pegunungan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan lahan secara optimal, efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja, serta ketersediaan dan pengelolaan modal usaha merupakan faktor-faktor kunci dalam meningkatkan produksi bawang merah, khususnya di wilayah dataran tinggi. Sementara itu, rendahnya pengaruh teknologi menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas dan aksesibilitas petani terhadap inovasi pertanian agar teknologi dapat berperan lebih efektif dalam peningkatan produktivitas. Dengan demikian, strategi peningkatan produksi di daerah perbukitan perlu difokuskan pada pendekatan berbasis sumber daya lokal yang diperkuat oleh dukungan kebijakan dan pembinaan teknis yang berkelanjutan.Kata kunci: bawang merah, dataran tinggi, lahan, modal, petani, produksi, teknolog
STRATEGI PEMASARAN KERIPIK PAKIS (Studi Kasus pada Agroindustri Keripik Pakis di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)
Kabupaten Pangandaran merupakan kabupaten yang memiliki kondisi geografis yang beragam, dari pegunungan hingga kawasan pantai. Salah satu kegiatan agroindustri yang dapat dilakukan yaitu dengan mengolah tanaman hortikultura. Tanaman hortikultura yang dimaksud ialah tumbuhan pakis sayur. Usaha agroindustri keripik pakis yang pemasarannya belum optimal, menjadi daya tarik tersendiri untuk dilakukan kajian penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) faktor internal 2) factor eksternal 3) alternatif strategi pada agroindustri keripik pakis. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Alat analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Faktor internal untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan. Adapun kekuatan pada agroindustri keripik pakis yaitu keharmonisan antara pemilik dan pekerja, kondisi modal yang relative tercukupi,produk yang berkualitas baik, harga yang murah, sudah memiliki sertifikat halal, kemasan produk yang sudah bagus dan letak usaha yang strategis. Adapun kelemahan pada agroindustri keripik pakis di Desa Selasari yaitu keterbatasan dalam pencatatan keuangan, penggunaan alat produksi yang masih sederhana dan promosi belum maksimal. 2) Faktor eksternal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman. Adapun peluang pada agroindustri keripik pakis yaitu adanya kredit bagi usaha kecil, pangandaran memiliki tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan sehinggga mampu membangkitkan sektor industri makanan dan minat konsumen tinggi. Adapun ancaman pada agroindustri keripik pakis yaitu harga bahan baku yang semakin meningkat,penawaran pembeli kuat, pasokan bahan baku relatif tidak kontiniu,barang subtitusi tinggi,jaringan pemasaran pesaing lebih luas. 3) Alternatif Strategi yang relevan digunakan pada agroindustri keripik pakis di Desa selasari adalah Strategi S-T yaitu dengan mengupayakan ketersediaan bahan baku secara kontiniu dan melakukan efisiensi dalam biaya produksi
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA MELALUI UMKM KERUPUK DI DESA KOTA BARU KABUPATEN OKU TIMUR
Peran UMKM sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan pengurangan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu rumah tangga melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerupuk dalam meningkatkan perekonomian keluarga di Kota Baru, Martapura, OKU Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara mendalam kepada 15 responden yang merupakan ibu rumah tangga yang bekerja di UMKM kerupuk. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan kontribusi ibu rumah tangga terhadap pendapatan keluarga, serta pengeluaran rumah tangga yang terkait dengan kebutuhan pangan dan non-pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga yang bekerja di UMKM kerupuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga dengan rata-rata kontribusi sebesar 41%. Pendapatan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dengan proporsi pengeluaran terbesar dialokasikan untuk kebutuhan pangan, meskipun pengeluaran untuk kebutuhan non-pangan juga memegang peranan penting. Selain itu, ibu rumah tangga memiliki peran ganda, yaitu sebagai pengelola rumah tangga dan sebagai pekerja di UMKM, yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dalam mengelola UMKM, akses terhadap modal usaha yang lebih mudah, serta pengelolaan pengeluaran rumah tangga yang lebih efektif untuk mendukung kesejahteraan keluarga. Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui program pelatihan dan dukungan sosial juga sangat penting untuk memperkuat kontribusi mereka terhadap ekonomi keluarga dan komunitas
Analisis Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian dan Segmenting Targeting Positioning pada Cibugary Jakarta Timur
Cibubur Garden Dairy (Cibugary) merupakan peternakan sapi perah berbasis eduwisata yang ada di Jakarta Timur berdiri sejak 1992. Cibugary menawarkan produk olahan susu yang berasal langsung dari susu segar hasil peternakan sapi perah. Untuk mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan perlu menggunakan Strategi Bauran Pemasaran yang mencakup harga, produk, promosi, lokasi, orang, proses, bukti fisik dan Strategi Segmenting Targeting Positioning (STP) di Cibugary. permasalahan yang terjadi di Cibugary pada bauran pemasaran yaitu berupa promosi yang belum optimal dan Targeting yang belum tepat sasaran pada Strategi STP. Metode penelitian menggunakan mix metod yaitu gabungan dari metode kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel pada metode kuantitatif menggunakan accidental sampling dengan 100 responden. Pengambilan sampel pada metode kualitatif menggunakan dua key informan. Pada penelitian ini bauran pemasaran menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Analisis data pada Strategi Segmenting Targeting Positioning (STP) di Cibugary menggunakan pendekatan Kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) Harga, produk, lokasi, orang, proses, dan bukti fisik secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian konsumen. (2) Segmenting Targeting dan Positioning yang di terapkan oleh Cibugary belum berjalan dengan optimal
STRATEGI PEMASARAN GULA KELAPA DI DESA KARANGSARI KEC PADAHERANG KAB PANGANDARAN
DASMAN. 2024. STRATEGI PEMASARAN GULA KELAPA DI DESA KARANGSARI, KECAMATAN PADAHERANG, KABUPATEN PANGANDARAN. MUHAMAD NURDIN YUSUF dan TIKTIEK KURNIAWATI. Gula kelapa merupakan salah satu pemanis yang berasal dari pengolahan nira kelapa. Produksi gula kelapa yang dihasilkan oleh UMKM Jawa Barat sebesar 86.340 ton/2023 dan Kabupaten Padaherang sebesar 470 ton/2023. Desa Karangsari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Padaherang, perajin gula kelapa di Desa Karangsari masih dalam skala rumah tangga. Permasalahan yang dialami oleh para perajin yaitu pengolahannya masih tradisional, jangkauan pemasarannya sempit dan kurangnya pembukuan oleh karena itu perlu diketahui strategi yang tepat untuk dapat memasarkan gula kelapa secara maksimal sehingga para perajin memperoleh keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang ada dalam pemasaran gula kelapa serta untuk mengetahui strategi pemasaran yang ada dalam pemasaran gula kelapa di Desa Karangsari. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive dengan jumlah responden sebanyak 7 orang dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu bahan baku nira melimpah, penjualan produk mudah dan kualitas produk baik, dan kelemahan yaitu manajemen pembukuan kurang, pengolahan masih sederhana dan tradisional, belum ada kegiatan promosi dan jangkauan pemasaran masih sempit. Untuk faktor eksternal yaitu peluang yaitu pemasaran yang luas, adanya event dan pameran lokal, banyaknya pengepul dan pemasaran dengan pemanfaatan media digital, dan ancaman yaitu iklim atau cuaca buruk, pesaing, dan keterbatasan pengetahuan teknologi. Alternatif strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi SO dengan strategi optimalisasi dan peningkatan volume produksi, optimalisasi dukungan pemerintah dan pengenalan media digital. Kata Kunci: Gula Kelapa, Faktor Eksternal, Faktor Internal, Strateg
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA PADA LAHAN KERING (STUDI KASUS DI LAHAN PERHUTANI DESA GIRIMUKTI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS)
Usahatani merupakan kegiatan yang merorganisasikan sarana produksi pertanian, mengelola asset pertanian, dan teknologi dalam suatu usaha yang menyangkut bidang pertanian. Jagung merupakan komoditi pangan penting setelah padi, oleh karena itu komoditas ini sangat dibutuhkan di Indonesia karena kegunaannya yang relatif luas, terutama untuk konsumsi manusia, kebutuhan bahan pakan ternak dan bahan baku berbagai industri. Dalam menjalankan usahatani tidak akan pernah luput dari yang namanya risiko yang akan terjadi. Kegiatan produksi berkaitan erat dengan setiap budidaya, oleh karena itu risiko produksi selalu ada dalam usaha budidaya pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja usahatani jagung hibrida dan risiko produksi jagung hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Perhutani Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, menggunakan metode kualitatif dengan 9 responden yang diambil secara sensus (Sampling Total). Data yang diambil berupa identitas responden, usahatani jagung hibrida, dan risiko apa saja yang dihadapi. Analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan dan pendapatan dan untuk mengukur risiko produksi menggunakan koefisien variasi (CV).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani mengalami keuntungan dan nilai CV yang diperoleh sebesar 0,26 yang berarti risiko usahatani jagung hibrida yang dikelola oleh petani di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis memiliki risiko yang rendah.Kata Kunci : Jagung Hibrida, Risiko Produksi, Usahatan
ANALISIS DAYA SAING USAHA KOMODITAS PAKCOY INDONESIA PADA PASAR INTERNASIONAL NEGARA TUJUAN EKSPOR
Pakcoy merupakan tanaman sayuran dan termasuk famili sawi (brassicaceae). Pakcoy memiliki peluang pasar yang cukup tinggi karena permintaan masyarakat terhadap sayuran kian meningkat seiring berjalannya waktu dan dengan pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif dan kompetitif dari usahatani komoditas pakcoy di Ciparanje, dampak kebijakan yang diterapkan pemerintah terhadap komoditas pakcoy dan menganalisis Policy Analysis Matrix (PAM) terhadap komoditas pakcoy di Ciparanje. Metode yang digunakan yaitu teknik analisis menggunakan PAM. Hasil analisis menunjukan bahwa usahatani pakcoy yang dibudidayakan di Ciparanje memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Hal ini terlihat dari nilai PCR dan DCR yang memiliki nilai < 1 serta secara keseluruhan dampak kebijakan pemerintah terhadap input-output pada pengusahaan sawi pakcoy pada lahan Ciparanje Jatinangor, Sumedang Jawa Barat sudah berjalan secara efektif
STRATEGI PEMASARAN TAPE KETAN KHAS KUNINGAN (Studi Kasus Pada Toko Pusat Oleh-Oleh khas Kuningan Ibu Misrah di Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan)
Tape ketan dari Kabupaten Kuningan mempunyai ciri khas yang unik, pengemasan menggunakan daun jambu air yang dikemas dalam ember hitam, memiliki rasa tape khas terletak pada rasa manis sedikit asam yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada pemasaran tape ketan Ibu Misrah dan Merumuskan alternatif strategi pemasaran tape ketan Ibu Misrah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada agroindustri tape ketan Ibu Misrah. Responden dalam penelitian ini terdiri dari pemilik agroindustri, tenaga kerja, pemerintahan dan konsumen tape ketan yang diambil secara purposive. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT. Hasil Penelitian menerapkan pendekatan (marketing mix) 4P dan menunjukkan bahwa faktor kekuatan utamanya adalah memiliki kualitas rasa produk yang baik, bahan baku mudah didapat, tenaga kerja terampil. Kelemahan utamanya adalah produk tidak dapat bertahan lama. Faktor eksternal dalam pemasaran tape ketan. Peluangnya adalah memiliki pelanggan tetap, pangsa pasar masih luas. Ancamannya adalah kenaikan harga bahan baku. Alternatif strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh Ibu Misrah dalam memasarkan tape ketan adalah mempertahankan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tape ketan, meningkatkan produksi tape ketan, memperluas jangkauan pemasaran tape ketan.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN GULA AREN (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI GULA AREN “SARJO MAKMUR” DI DESA TANJUNGSARI KECAMATAN BANJARANYAR KABUPATEN CIAMIS)
Agroindustri di perdesaan memainkan peran penting dalam mendukung ekonomi daerah, salah satunya agroindustri gula aren. Namun, persaingan pasar sesama agroindustri gula aren dan gula lainnya telah menyebabkan harga menjadi fluktuatif dan memicu persaingan tidak sehat, sehingga membutuhkan strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam pemasaran gula aren, serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini di desain secara kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Wawancara mendalam dan observasi dilakukan pada agroindustri gula aren Sarjo Makmur di Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Agroindustri ini dipilih secara sengaja, karena secara historis telah beroperasi sejak tahun 2005. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deksriptif dengan menggunakan SWOT analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan agroindustri berasal dari produk tanpa campuran zat kimia dan kelemahan berasal dari lokasi pengambilan bahan baku serta peluang utama adalah agroindutri sudah berdiri sejak lama serta ancaman berupa produksi tidak dapat diprediksi. Skor faktor internal berdasarkan matriks IFAS sebesar 3,2 dan skor faktor eksternal berdasarkan matrik EFAS sebesar 3,1. Berdasarkan diagram SWOT diketahui bahwa titik koordinat strategi berada pada kuadran 1, yang berarti perusahaan memiliki kekuatan dan peluang yang besar. Ada empat strategi agresif yang direkomendasikan: mempertahankan kualitas, menjaga stabilitas harga jual, memanfaatkan hubungan baik dengan konsumen untuk meningkatkan pangsa pasar, dan melakukan promosi melalui media sosial
ANALISA PRODUKTIVITAS MELON SISTEM IRIGASI TETES: STUDI KASUS QSBS AL KAUTSAR CINEAM
Produksi melon yang optimal sangat dipengaruhi oleh pengelolaan faktor-faktor budidaya, terutama penggunaan pupuk dan luas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan dan jumlah pupuk terhadap produksi melon dalam sistem budidaya irigasi tetes di QSBS (Quranic Science Boarding School) Al Kautsar, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Luas lahan dan pupuk merupakan faktor penting dalam budidaya melon, di mana keduanya memengaruhi kapasitas tanam, efisiensi tenaga kerja, serta pertumbuhan tanaman secara vegetatif dan generatif. Hasil menunjukkan bahwa jumlah pupuk berpengaruh signifikan terhadap produksi (p = 0,007) dengan R² sebesar 0,624. Model eksponensial paling sesuai untuk hubungan antara varietas dan produksi (R² = 0,612), meskipun varietas tidak signifikan secara statistik dalam model Cobb-Douglas. Sebaliknya, luas lahan dan pupuk memiliki elastisitas masing-masing sebesar 0,810 dan 0,431, keduanya signifikan. Nilai return to scale sebesar 1,241 menunjukkan increasing returns to scale. Dengan demikian, luas lahan dan pupuk merupakan faktor utama dalam meningkatkan produksi melon, sedangkan pengaruh varietas memerlukan kajian lebih lanjut