Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN BELIMBING MADU
ABSTRAK Perkembangan komoditas hortikultura terutama buah semakin diminati oleh para konsumen mengingat manfaatnya bagi kesehatan. Namun kualitas dan kuantitasnya masih belum mampu menandingi buah impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen Belimbing Madu di Desa Waringinsari Kecamatan Langensari Kota Banjar. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen belimbing madu di Desa Waringinsari Kecamatan Langensari Kota Banjar secara berkelanjutan atau continue yaitu sebanyak 30 orang konsumen. Dalam penelitian ini, digunakan beberapa analisis, yaitu analisis koefisien korelasi sederhana, analisis koefisien korelasi berganda, koefisien determinasi, uji t, uji F, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, harga, kualitas produk, dan promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen Belimbing Madu di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Selain itu, secara simultan, harga, kualitas produk, dan promosi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen Belimbing Madu di lokasi yang sama
Karakteristik Pengikut Aktif Instagram Coffee Garung Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Domisili, dan Status Pekerjaan
Media sosial Instagram sebagai media untuk kegiatan pemasaran memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam melakukan aktivitas pemasaran secara online. Coffee Garung merupakan salah satu pelaku usaha kopi lokal yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pemasarannya melalui media sosial Instagram. Melalui media sosial Instagram, Coffee Garung membagikan informasi mengenai kopi yang dikemas dalam bentuk konten foto dan video. Pengetahuan akan karakteristik pengikut akun media sosial Instagram sangat penting dalam menyusun perencanaan konten pemasaran yang sesuai agar tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik pengikut aktif Instagram Coffee Garung. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survey dan deksriptif analisis. 100 sampel ditarik secara purposive dengan kriteria pengikut Coffee Garung yang aktif berinteraksi pada konten yang diunggah. Data primer diperoleh dari para responden menggunakan kuesioner dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari berbagai studi literatur dan penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data dilakukan penyebaran kuesioner kepada responden secara daring. Data dianalisis menggunakan tabulasi distribusi frekuensi, variabel yang diukur adalah: jenis kelamin, usia, domisili, dan status pekerjaan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengikut aktif akun Instagram Coffee Garung memiliki perbandingan yang cukup rata antara pengikut laki-laki (52%) dan perempuan (48%), mayoritas berusia 21-30 tahun, berdomisili di wilayah Bandung Raya yaitu dominasi Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, dan status pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa
WARUNG STABILITAS INFLASI (WANGSIT) SEBAGAI PENGUATAN EKONOMI LOKAL MELALUI KOMUNITAS WANITA TANI (KWT) DI TASIKMALAYA
Inflasi merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program Warung Stabilitas Inflasi (WANGSIT) terhadap pengendalian inflasi dan pemberdayaan ekonomi lokal di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program WANGSIT telah memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi dan pemberdayaan ekonomi lokal di Kota Tasikmalaya. Program ini telah membantu meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi dampak inflasi terhadap masyarakat. Dengan demikian, program WANGSIT di Kota Tasikmalaya berhasil mengendalikan inflasi dan meningkatkan ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan produk pertanian dari Komunitas Wanita Tani (KWT)
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN AGROINDUSTRI KERUPUK JENGKOL (Studi Kasus Pada Agroindustri Kerupuk Mawar Snack di Desa Panaragan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis)
Agroindustri kerupuk jengkol merek “Mawar Snack” merupakan satu-satunya di Desa Panaragan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Agroindustri tersebut telah berjalan dan bertahan lebih dari empat belas tahun, namun tidak bertambah dan tidak berkurang. Maka, peneliti terdorong dalam mengetahui dan menganalisis kelayakan usahanya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui berapa biaya dan penerimaan agroindustri kerupuk jengkol, pendapatan, kelayakan serta nilai tambah agroindustri kerupuk jengkol. Studi ini didesain melalui tahapan kualitatif melalui penerapan metode studi kasus pada Agroindustri “Mawar Snack” yang diambil dengan purposive. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara deskriptif. Temuan studi ini menjabarkan bahwa biaya produksi yang dibutuhhkan yakni sejumlah Rp 5.801.726,- per satu kali tahap produksi, dan penerimaannya yakni sejumlah Rp 9.300.000,- per satu kali tahap produksi. Pendapatan yang didapat yakni sejumlah Rp 3.498.274,- per satu kali tahap produksi dan dengan R/C yakni sejumlah 1,6 atau lebih dari satu, yang artinya usaha tersebut memperoleh keuntungan dan layak diusahakan. Nilai tambah yang didapat agroindustri kerupuk jengkol yakni sejumlah Rp 337.950,- per kilogram bahan baku dengan rasio nilai tambahnya 72,67 persen.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KECIMPRING (Studi Kasus pada UMKM Cimpring Melati di Desa Cijeungjing Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis)
Studi ini bertujuan untuk menelaah: jalur distribusi kecimpring, tingkat marjin, pengeluaran, dan pendapatan pemasaran kecimpring, dan besarnya producer’s share kecimpring pada UMKM Cimpring Melati di Desa Cijeungjing Kecamatan Cijeungjing Wilayah Ciamis. Teknik penelitian yang diterapkan adalah pendekatan studi kasus. Informasi dikumpulkan melalui data langsung dan tidak langsung. Jumlah Partisipan penelitian meliputi lima individu: satu produsen dan empat penjual eceran. 1) Temuan studi ini mengindikasikan bahwa: sistem distribusi kecimpring pada UMKM Cimpring Melati di Desa Cijeungjing Wilayah Cijeungjing, Ciamis sampai ke konsumen akhir melalui: jalur 1: Langsung dari pembuat ke pembeli akhir, dan jalur kedua melalui penjual perantara. Dalam sistem distribusi 1 tidak ada Selisih harga, pengeluaran, dan laba. Adapun dalam distribusi produk 2) marjin Rp 15.000 setiap kilo, ongkos distribusi Rp 950 dan laba bersih Rp 14.050 pemasaran kecimpring yaitu saluran 1 adalah 100 persen dan saluran 2 adalah 84,21 persen
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA SEMUT DI DESA MANDALASARI KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA
Indonesia adalah salah satu produsen gula semut yang memiliki kaitan kuat dengan aspek sosial, ekonomi serta budaya masyarakat pedesaan di Indonesia, menawarkan peluang pasar yang semakin luas seiring dengan meningkatnya permintaan dari waktu ke waktu. Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengidentifikasi faktor-faktor internal serta eksternal guna memperoleh strategi alternatif dalam pengembangan agroindustri gula semut di Desa Mandalasari Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya. Adapun permasalahan yang ditemukan terkait dengan pemasaran dan penjualan gula semut adalah cakupan pasarnya yang masih terbatas serta rantai distribusi yang masih pendek. Jenis penelitian ini memanfaatkan metode studi kasus. Variabel yang diamati dan berhubungan dengan penelitian adalah strategi pengembangan, analisis SWOT, Data yang digunakan untuk penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder Teknik penarikan responden dilaksanakan dengan purvosive sampling rancangan analisis data menggunakan analisis SWOT dan Matriks SWOT. Hasil analisis dan identifikasi lingkungan internal diperoleh kekuatan dan kelemahan. Kekuatan agroindustri terletak pada ketersediaan bahan baku serta daya tahan produk. Sebaliknya, kelemahan terletak pada keterbatasan alat dalam proses produksi. Faktor External pada penelitian agroindustri gula semut yaitu harga gula semut aren yang menguntungkan. Ancamannya yang dihadapi meliputi produk sejenis yang bersaing dan peningkatan biaya produksi. Alternatif strategi dalam pengembangan agroindustri gula semut mencakup optimalisasi penggunaan teknologi, peningkatan promosi dan menjaga kualitas produksi
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA AGROINDUSTRI PAKAN TERNAK (Studi Kasus Pada Agroindustri Pengolahan Jagung Menjadi Pakan Ternak Di Desa Tambaksari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis)
Jagung merupakan salah satu produk pertanian yang penting, terutama digunakan sebagai komponen dalam produksi pakan ternak. Agroindustri di Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis mengkhususkan diri dalam mengolah biji jagung menjadi bahan baku pakan ternak. Penelitian bermaksud dalam mengkaji (1) biaya, pendapatan, dan profitabilitas yang terkait dengan pengolahan jagung menjadi pakan ternak, serta (2) nilai tambah yang diperoleh selama berlangsungnya proses. Penelitian ini menggunakan metode Hayami untuk analisis deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan kerangka studi kasus yang difokuskan pada agroindustri pakan ternak yang berlokasi di Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Pemilihan sampel melalui purposive sampling, dengan fokus agroindustri "Bapak Carda". Berdasarkan hasil analisis, pemilik agroindustri pakan ternak "Bapak Carda" mengeluarkan total biaya produksi sebesar Rp2.399.300,02 per siklus produksi, memperoleh pendapatan penjualan sebesar Rp3.000.000,00 dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp600.699,98. Nilai tambah yang tercipta melalui pengolahan jagung dihitung sebesar Rp3.305,34 untuk setiap kg bahan baku.Kata kunci : Agroindustri, Jagung, Nilai Tambah, Pakan Ternak
ANALISIS SALURAN PEMASARAN AGROINDUSTRI COMRING (Studi Kasus pada Dzallfa Jaya Snack di Desa Selacai Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis)
Perkembangan agroindustri yang sangat cepat saat ini harus didukung dengan pasar yang efektif, namun kenyataannya banyak pelaku agroindustri yang masih menghadapi kesulitan dalam pemasaran produk. Tujuannya untuk menganalisis saluran pemasaran comring. Metode yang digunakan data primer dan sekunder. Terdapat 13 responden, terdiri dari produsen, dua pengepul, lembaga pemasaran yang terlibat ada dua saluran pemasaran diantaranya saluran pertama produsen, pengepul, perantara, konsumen. Sedangkan saluran kedua produsen, perantara, dan konsumen. Untuk saluran pemasaran I, margin berjumlah Rp 10.000,00 biaya Rp 2.803 dan keuntungan berjumlah Rp 7.197 per kilogram. Saluran pemasaran II, margin berjumlah Rp 13.000,00 biaya berjumlah Rp 2.000 dan keuntungan berjumlah Rp 11.000 per kilogram. Bagian harga yang di terima produsen saluran I berjumlah Rp 68,75 persen, sementara pada Saluran II berjumlah Rp 62,85 persen. Untuk efisiensi pemasaran, pada saluran I mencatatkan nilai sebesar 1,62 persen, sedangkan pada saluran II berjumlah Rp 0,57 persen.
STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI RUMPUT PAKCHONG
Usahatani komoditas Rumput Pakchong merupakan pilihan usaha baru sebagai sumber pendapatan keluarga petani. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: 1. Struktur biaya usahatani Rumput Pakchong di Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya. 2. Pendapatan yang dihasilkan dari usahatani Rumput Pakchong di Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang di gunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian: 1. Struktur biaya terdiri dari biaya tetap dengan persentase 4,66% dan biaya variabel dengan persentase 95,34%. 2. Analisis pendapatan usaha budidaya Rumput Pakchong di Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya yaitu: a. Penerimaan usaha selama satu tahun dengan luas satu hektar adalah sebesar Rp 246.600.000. b. Biaya pengeluaran Rp 66.460.000. c. Pendapatan usaha budidaya Rumput Pakchong selama satu tahun sebesar Rp 181.940.000. Saran 1. Petani diharapkan dapat memperbaiki perencanaan manajemen usaha dengan mendokumentasikan semua kegiatan usahataninya. 2. Untuk meningkatkan pendapatan usahatani, rumput dapat di jual setelah di permentasi, menjual bibit Rumput Pakchong atau menjual rumput yang sudah di coper, dengan penambahan investasi berupa mesin coper, wadah kemasan,.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN SALE LUMPIA GORENG (Studi Kasus pada Agroindustri Sale Lumpia Goreng Kencana di Dusun Cigamping Desa Neglasari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis)
Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas dan mendukung budidaya pisang, yang menjadi salah satu komoditas hortikultura dengan prospek bisnis menjanjikan. Pisang dapat diolah menjadi berbagai produk inovatif, salah satunya sale lumpia goreng. Meskipun usaha agroindustri Sale Lumpia Goreng Kencana telah beroperasi selama lima tahun, perkembangan yang signifikan belum tercapai. Maka, penelitian ini dilaksanakan guna: 1) Menganalisis saluran pemasaran produk Sale Lumpia Goreng Kencana, 2) Menilai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran produk, dan 3) Menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif untuk usaha ini. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan melewati observasi, wawancara, dan distribusi kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan beberapa hal penting: 1) Saluran pemasaran yang digunakan: Saluran tingkat nol, produk dikirim langsung dari produsen ke konsumen. Saluran tingkat satu, produk dikirim dari produsen ke pengecer sebelum diteruskan ke konsumen. 2) Faktor internal yang mempengaruhi pemasaran: Kekuatan, antara lain harga yang bersaing, rasa yang khas dan alami, pelanggan yang setia, serta kemudahan memperoleh tenaga kerja. Kelemahan, termasuk kemasan yang kurang menarik, peralatan produksi yang belum memadai, promosi yang terbatas, dan kurangnya variasi produk. 3) Faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran: Peluang, seperti permintaan pasar yang tinggi, prospek pengembangan usaha, dan potensi penciptaan lapangan pekerjaan. Ancaman, berupa persaingan dari produk sejenis dengan rasa yang berbeda, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, dan tantangan dalam memahami selera konsumen. Rekomendasi strategi yang diusulkan adalah strategi Strength-Opportunities (SO), yaitu meningkatkan kualitas produk dan memperkuat upaya promosi secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen