Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
Analisis Usaha Agroindustri Tahu
Agroindustri tahu Sumber Rezeki merupakan salah satu dari industri tahu yang masih aktif yang terletak di wilayah Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar yang sudah berdiri sejak tahun 1999 hingga saat ini, namun hingga saat ini pengrajin belum mengetahui secara jelas mengenai manajemen keuangan dan keuntungan (profit) yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usaha agroindustri tahu Sumber Rezeki Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar. (2) Kelayakan usaha agroindustri tahu Sumber Rezeki Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan penarikan responden dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu pada agroidustri tahu Sumber Rezeki Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar dengan pertimbangan karena industri pengolahan tahu ini cukup berkembang dengan kapasitas produksi dengan kapasitas produksi sebesar 250 Kg per satu kali produksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Besarnya biaya total produksi yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi agroindustri tahu “Sumber Rezeki” sebesar Rp 4.099.901,58, besarnya penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 5.975.022,80 dan besarnya pendapatan yang di peroleh adalah sebesar Rp 1.875.121,22 (2) Nilai R/C sebesar 1,45 sehingga agroindustri tahu Sumber Rezeki mengguntungkan sehingga dapat untuk diusahakan
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA CASCARA DI CV. KOPI CITARASA PERSADA
Produk cascara di CV. Kopi Citarasa Persada sulit berkembang karena belum banyak dikenal masyarakat dan inovasi dari produk ini masih minim terutama dalam pengemasan yang hanya menggunaka plastik pouch, sehingga tampilannya kurang menarik konsumen. Tujuan riset ini untuk memformulasikan alternatif strategi pengembangan usaha cascara di CV. Kopi Citarasa Persada yang unggul dan tepat dengan menggunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Lokasi riset ditentukan dengan sengaja di CV. Kopi Citarasa Persada. Metode riset menggunakan analisis matriks IFE, matriks EFE, dan analisis SWOT. Hasil riset memperlihatkan analisis data pada analisis matriks IFE didapatkan skor untuk faktor kekuatan sebesar 1,80 dan skor faktor kelemahan sebesar 1,71. Sedangkan pada analisis matriks EFE didapatkan skor untuk faktor peluang sebesar 1,54, dan skor faktor ancaman sebesar 2,09. Hasil analisis matriks SWOT menempatkan usaha cascara di CV. Kopi Citarasa Persada berada pada kuadran II dan strategi yang harus diterapkan adalah mengoptimalkan kapasitas produksi untuk membuat produk yang lebih inovatif, mempertahankan bahan baku yang berkualitas untuk menjaga kualitas produk cascara, dan menggunakan marketplace untuk memperluas pasar
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SUSU SAPI PERAH DI UD. ROJO SUSU SAPI KOTA SURABAYA
Keberadaan UD. Rojo Susu Sapi dikenal sebagai daerah penghasil susu sapi perah, karena berkompeten menghasilkan produk susu segar walaupun usaha sapi perah berskala kecil dengan kepemilikan sapi 6–20 ekor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, menganalisis keragaan usaha meliputi biaya, penerimaan, dan pendapatan, menyusun strategi pengembangan usaha susu sapi perah. Responden terdiri dari 3 pihak internal dan 3 pihak eksternal dengan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan analisis SWOT dan analisis usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dari kekuatan dan kelemahan yaitu pengalaman produksi susu sapi penggunaan modal usaha kualitas produk akses pemasaran saluran distribusi sarana dan prasarana menunjang, kurangnya SDM, daya tahan susu teknologi administrasi keuangan kemasan produk dan promosi. Faktor eksternal dari peluang dan ancaman yaitu terjalinnya hubungan baik dengan stakeholder loyalitas pelanggan agen memperluas pasar daya beli konsumen dan kemitraan banyaknya pesaing munculnya usaha produk sejenis berkembangnya produk susu dengan berbagai inovasi harga relatif tinggi dan adanya produk subtitusi di pasar, penerimaan usaha diperoleh sebesar Rp 17.640.000/bulan dengan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 1.269.383/bulan. Strategi pengembangannya melalui terletak pada Kuadran II yang berarti situasi ini menggunakan strategi diversifikasi atau strategi ST. Keberadaan UD. Rojo Susu Sapi dikenal sebagai daerah penghasil susu sapi perah, karena berkompeten menghasilkan produk susu segar walaupun usaha sapi perah berskala kecil dengan kepemilikan sapi 6–20 ekor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, menganalisis keragaan usaha meliputi biaya, penerimaan, dan pendapatan, menyusun strategi pengembangan usaha susu sapi perah. Responden terdiri dari 3 pihak internal dan 3 pihak eksternal dengan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan analisis SWOT dan analisis usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dari kekuatan dan kelemahan yaitu pengalaman produksi susu sapi penggunaan modal usaha kualitas produk akses pemasaran saluran distribusi sarana dan prasarana menunjang, kurangnya SDM, daya tahan susu teknologi administrasi keuangan kemasan produk dan promosi. Faktor eksternal dari peluang dan ancaman yaitu terjalinnya hubungan baik dengan stakeholder loyalitas pelanggan agen memperluas pasar daya beli konsumen dan kemitraan banyaknya pesaing munculnya usaha produk sejenis berkembangnya produk susu dengan berbagai inovasi harga relatif tinggi dan adanya produk subtitusi di pasar, penerimaan usaha diperoleh sebesar Rp 17.640.000/bulan dengan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 2.703.669/bulan. Strategi pengembangannya melalui meningkatkan daya saing melalui efisiensi penggunaan sarana dan prasarana produksi untuk memperoleh kualitas produk yang baik mengoptimalkan penggunaan modal usaha dan meningkatkan pemasaran susu sapi dalam menghadapi persaingan dan menawarkan diskon kepada konsumen yang membeli dalam jumlah banyak
PENGADAAN BAHAN BAKU AGROINDUSTRI KOPI BUBUK DI KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG
Konsumsi masyarakat terhadap produk olahan berbahan dasar produk pertanian semakin meningkat, salah satunya kopi bubuk. Agroindustri kopi bubuk di Kecamatan Kemiling mengalami beberapa permasalahan terkait pengadaan bahan baku, yaitu harga biji kopi yang berfluktuasi dan ketersediaannya tidak menentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengadaan bahan baku pada agroindustri kopi bubuk di Kecamatan Kemiling. Metode yang digunakan adalah metode sensus pada lima agroindustri di Kecamatan Kemiling. Pengumpulan data dilakukan pada Januari sampai dengan Februari 2022. Responden pada penelitian yaitu pemilik agroindustri kopi bubuk. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan membandingkan antara ketetapan dan kenyataan yang terjadi pada agroindustri terkait indikator kuantitas, kualitas, harga, waktu, tempat, dan jenis bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian antara kenyataan dan ketetapan agroindustri dalam pengadaan bahan baku terkait indikator kuantitas dan harga yaitu sebesar 60%, terkait indikator waktu sebesar 80%, dan terkait indikator kualitas serta jenis bahan baku sebesar 100%
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI SERAT SABUT KELAPA (COCO FIBER) (Studi Kasus di CV AIS, Desa Winduraja Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis)
Agroindustri adalah kegiatan yang mengolah atau memproses hasil pertanian sebagai bahan baku barang setengah jadi maupun barang langsung dipakai. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen karena adanya industri pengolahan produk pertanian. Serat sabut kelapa (coco fiber) yang berbentuk seperti rambut panjang dan pada umumnya berwarna coklat atau berwarna kuning keemasan merupakan sabut kelapa yang sudah di proses melalui penggiling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Kelayakan finansial pada agroindustri serat sabut kelapa (coco fiber) di Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, dan (2) Pengembalian modal usaha agroindustri serat sabut kelapa (coco fiber) di Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan di agroindustri CV AIS di Desa Winduraja Kecamatan Kawali yang dipilih secara disengaja dengan pertimbangan bahwa di Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis merupakan agroindustri serat sabut kelapa produksi terbesar. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Biaya penerimaan usaha agroindustri serat sabut kelapa (coco fiber) di Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis per tahun adalah Rp. 1.205.568.000 (2) NPV sebesar Rp. 533.398.215,96 (3) Nilai IRR yang diperoleh sebesar 244% (4) Nilai Net B/C sebesar 2,46 (5) Nilai Gross B/C yang diperoleh sebesar 1,14 (6) Payback Periode yaitu 1 tahun 5 bulan maka usaha agroindustri serat sabut kelapa (coco fiber) di Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis layak untuk diusahakan
Peran Nilai Dan Prinsip Perkoperasian Di Indonesia
Koperasi sebagai lembaga di mana orang-orang yang memiliki kepentingan relatifhomogen, berhimpun untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dalam pelaksanaan kegiatannya, koperasi dilandasi oleh nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mencirikannya sebagai lembaga ekonomi yang sarat dengan nilai etika bisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan nilai dan prinsip koperasi dalam suatu perkoperasiaan dan mengetahui nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang ada dalam koperasi agribisnis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai koperasi adalah sebuah nilai kekeluargaan, mandiri, egaliterian, demokrasi, kesamaan, serta peduli terhadap sesama anggota serta Prinsip-prinsip koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992; keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, Pengelolaan dilakukan secara demokrasi, Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, Kemandirian, Kerja sama antar koperasi, Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
Analisis Kelayakan Pada Usahatani Selada (Lactuca sativa L.) Dengan Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)
Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman dengan memanfaatkan air yang mengandung unsur hara sebagai media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan, (2) Besarnya titik impas (BEP), dan (3) Tingkat kelayakan usahatani selada dengan sistem hidroponik NFT pada kebun Rumah Hidroponik Aziz. Data yang diperoleh dengan menggunakan metode studi kasus, terdiri dari data primer dan sekunder. Sampel pada penelitian ini kebun Rumah Hidroponik Aziz dipilih dengan cara purposive sampling dengan pertimbangan bahwa kebun Rumah HidroponikAziz adalah kebun dengan produksi selada terbesar di Kecamatan Ciamis. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada kebun Rumah Hidroponik Aziz per bulan adalah Rp.11.301.441,32, Rp.22.500.000 dan Rp.11.198.558,68 (2) Besarnya BEP volume produksi dan BEP harga pada kebun Rumah Hidroponik Aziz adalah 753,43kg/bulan dan Rp.7.534,29/kg; (3) Nilai R/C pada kebun Rumah Hidroponik Aziz yaitu 1,99, karena nilai R/C > 1 maka usahatani selada hidroponik pada kebun Rumah Hidroponik Aziz layak untuk diusahakan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Lyly Bakery Lamongan
Produk roti merupakan salah satu jenis pangan yang paling dikenal di kota Lamongan. Salah satu usaha industri roti di Lamongan yaitu Lyly Bakery Lamongan. Lyly Bakery Lamongan perlu menyusun strategi agar tetap bertahan dan dapat mengembangkan usahanya agar lebih maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen Lyly Bakery Lamongan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian Lyly Bakery Lamongan. Penelitian ini menggunakan 100 responden sebagai sampel penelitian dan teknik penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen Lyly Bakery Lamongan yang pernah membeli dan mengkonsumsi roti Lyly minimal 2 kali. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Square menggunakan Warp PLS 7.0. Karakteristik konsumen Lyly Bakery Lamongan sebagian besar perempuan dengan usia 17-25 tahun dengan tingkat pendidikan SMA/SMK dan pendapatan/uang saku sekitar Rp 500.000 – Rp 1.500.000 per bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, kualitas pelayanan, faktor budaya dan faktor sosial berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian roti Lyly Bakery Lamongan
ANALISIS TITIK IMPAS AGROINDUSTRI TEPUNG MOCAF (STUDI KASUS PADA PERUSAHAN PENGELOLAAN TEPUNG MOCAF SHALISA DI DESA BOJONGMENGGER KECAMATANCIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya dan pendapatan pada agroindustri tepung mocaf “Shalisa” dalam satu kali produksi. (2) Besarnya titik impas penerimaan, titik impas volume produksi, dan titik impas harga pada agroindustri tepung mocaf “Shalisa” dalam satu kali produksi. (3) Besar batas pengaman (Margin of Safety) penjualan pada agroindustri tepung mocaf “Shalisa” dalam satu kali produksi. (4) Kendala yang dihadapi pada agroindustri tepung mocaf “Shalisa” dalam produksinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Jenis data berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari orang dengan melakukan observasi, wawancara, Data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Analisis yang digunakan adalah biaya, peneriamaan, pendapatan, BEP, dan margin of safety.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :Biaya total Rp 1.181.952, penerimaan Rp 2.100.000 dan pendapatan Rp. 918.048.Titik impas penerimaan Rp 634.954, titik impas volume produksi 18 Kg dan titik impas harga sebesar Rp 19.699.Nilai Margin of Safety pada 69,9% atau dalam rupiah sebesar Rp 1.465.046.Kendala yang dihadapi perusahaan berupa aspek teknik dan ekonomi
Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kapulaga Di Desa Wandasari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya
The research was carried out to know : The factors that affect the production of cardamom. The research was conducted using a survey method in Wandasari Village, Bojonggambir District, Tasikmalaya Regency. The population of cardamom farmers is 411 people by taking a sampel of 81 people at an error rate of 10%. The factors that influence the production of cardamom farming are analyzed using multiple linear regression equations. The parameter estimation is carried out using SPSS 25. The results showed that simultaneously the factors of land area, number of seeds, compost fertilizer, urea fertilizer, NPK fertilizer and labor affect cardamom production. As for partially, the number of seeds has a positive and significant effect, the factors of urea fertilizer, NPK fertilizer and labor has a positive but not significant effect. Meanwhile, land area and compost fertilizer have a negative effect on cardamom production in Wandasari Village, Bojonggambir District, Tasikmalaya Regency. The R2 value is 34,7%