Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
Analisis Kelayakan Finansial Agroindustri Gula Kelapa
Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui: (1) Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Internal Rate of Return (IRR) agroindustri gula kelapa di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, (2) Berapa lama Payback Periode (PP) agroindustri gula kelapa di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran,(3) Bagaimana kelayakan finansial agroindustri gula kelapa di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode studi kasus yang meliputi kasus pada perajin gula kelapa di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Teknik pengambilan sampel dengan teknik secara sengaja (Purposive Sampling), jumlah sampel sebanyak 23 orang perajin agroindustri gula kelapa dari 200 anggota populasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri gula kelapa di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran secara finansial layak untuk diusahakan karena hasil nilai NPV yaitu sebesar Rp. 4.345.695, Net B/C) >1 yaitu sebesar 1,21, IRR yaitu sebesar 414% dengan tingkat bunga 9%, dan PP yang diperoleh pada agroindustri gula kelapa adalah 2 tahun 8 bulan 8 hari waktu tersebut lebih pendek dari usia proyek yaitu 3 tahun
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL DAN EKONOMI DENGAN MOTIVASI PETANI DALAM USAHATANI JAMUR MERANG DI KECAMATAN CILAMAYA KULON KABUPATEN KARAWANG
Kecamatan Cilamaya Kulon merupakan salah satu sentra penghasil jamur merang di Kabupaten Karawang, namun secara umum pada tahun 2014 hingga 2019 produksi jamur merang di Kecamatan Cilamaya kulon mengalami penurunan bahkan hingga saat ini. Walaupun dengan kondisi tersebut masih terdapat petani jamur merang yang tetap menjalankan usahanya di samping banyak pilihan komoditas pertanian lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi petani dan mengetahui faktor-faktor sosial dan ekonomi berhubungan dengan motivasi petani dalam berusahatani jamur merang di Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, dalam pengumpulan datanya menggunakan data primer dan data sekunder. Penentuan sampel pada pelitian ini menggunakan metode quota sampling sebanyak 30 responden petani jamur merang. Metode analisis yang digunakan adalah tabulasi skor dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani berada pada kategori sedang. Adapun faktor sosial dan ekonomi yang berhubungan secara signifikan dengan motivasi petani adalah pendidikan, tenaga kerja, dan manajemen usahatani
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA KERAJINAN TEMPURUNG KELAPA
Kerajinan tempurung kelapa (Cocos Nucifera L) prospektif untuk dikembangkan, namun belum diketahui kelayakannya dalam skala UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pendapatan usaha kerajinan Fitri Jaya Lestari; dan (2) kelayakan usaha kerajinan Fitri Jaya Lestari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Data primer dan data sekunder diperoleh langsung dari informan penelitian (pemilik usaha kerajinan Fitri Jaya Lestari) dan dipilih cara purposive karena sangat memahami dan ahli kerajinan tempurung kelapa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pendapatan yang diperoleh pelaku usaha dari kerajinan tempurung dalam setiap bulannya sebsar Rp. 1.607.069. (2) Nilai R/C pada usaha kerajinan Fitri Jaya Lestari adalah sebesar 1,45, artinya setiap Rp.1 biaya yang dikeluarkan oleh kebun tersebut akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp.1,45 sehingga usaha kerajinan Fitri Jaya Lestari tersebut dapat dikatakan layak untuk diusahakan karena nilai R/C > 1
ADOPSI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO PADA USAHATANI PADI DI PULAU BAWEAN
Peningkatan produktivitas padi dapat melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengenalkan teknologi sistem tanam jajar legowo. Jajar legowo merupakan sistem tanam padi yang dikembangkan dengan mengubah jarak tanam yang terbukti dibandingkan dengan sistem tanam tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi tanam jajar legowo terhadap petani padi di Pulau Bawean dan mengetahui faktor- faktor mempengaruhi adopsi sistem jajar legowo terhadap petani padi di Pulau Bawean. Penelitian ini dilakukan di Desa Bululanjang, Desa Balik terus di Kecamatan Sangkapura serta Desa Kelompanggubug, Desa Sukaoneng di Kecamatan Tambak dengan pertimbangan keempat desa tersebut mempunyai produksi padi tertinggi di Pulau Bawean. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 60 petani. Analisis yang digunakan untuk pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dengan menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat adopsi petani berada pada tingkatan tinggi dengan persentase sebesar 71,67% yang menunjukkan petani padi dapat mengadopsi sistem jajar legowo dengan baik. Adapun faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi petani padi di Pulau Bawean yaitu luas lahan dan partisipasi dalam kegiatan penyuluhan, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh adalah usia, tingkat pendidikan dan pengalaman berusahatani
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT (STREGHT, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES, THREAT) DI AGROWISATA MIRACLE KURNIA FARM SIDOARJO
Permasalahan dalam penelitian ini pengelolaan agrowisata yang belum terkemas secara optimal seperti lahan bukan milik pribadi sehingga pemilik agrowisata kesulitan untuk mengeksploitasi lahan, serta pemasaran belum maksimal sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung belum mneunjukkan kenaikan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor internal dan ekternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta untuk merumuskan strategi yang paling cocok dan signifikan untuk agrowisata di Miracle Kurnia Farm. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan matriks IFE (Internal FactorEvaluation), EFE (Eksternal Factor Evaluation), matriks IE (Internal-Eksternal), dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agrowisata Miracle Kurnia Farm berada pada kuadran V (lima), sehingga strategi yang diterapkan adalah growth dan stability. Alternatif strategi yang didapatkan melalui analisis SWOT terdiri atas sepuluh alternatif strategi, yaitu menambah spot foto yang beragam dan wisata yang bervariasi, terus menerus melakukan peningkatan promosi, membuat event atau acara saat akhir pekan, melakukan divertifikasi olahan, membuat tim khusus promosi dan meningkatkan kualitas SDM, menerapkan perkembangan teknologi, meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas fasilitas, mengikuti trend wisata yang diminati, menawarkan potongan harga (discount), dan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak
Analisis Nilai Tambah Kopi Srikandi
Penelitian ini untuk mengetahui: 1) Biaya, penerimaan dan pendapatan dari produk greenbean, kopi bubuk dan masker kopi. 2) Nilai tambah dari produksi greenbean, kopi bubuk dan masker kopi. Penelitian ini menggunakan studi kasus di Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik Kopi Srikandi yaitu Ibu Anih. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah Metode Hayami. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Biaya produksi greenbean sebesar Rp. 352.672, biaya produksi kopi bubuk sebesar Rp. 1.217.382, dan biaya produksi masker kopi sebesar Rp. 991.795. Adapun penerimaan greenbean sebesar Rp. 480.000, penerimaan kopi bubuk sebesar Rp. 1.440.000, dan penerimaan masker kopi Rp. 1.500.000. Sedangkan untuk pendapatan greenbean sebesar Rp. 127.328; kopi bubuk sebesar Rp. 222.618; masker kopi sebesar Rp. 508.205. 2) Nilai tambah yang diperoleh pada kopi srikandi dari produk greenbean sebesar Rp. 22.733, kopi bubuk sebesar Rp. 32.262; masker kopi sebesar Rp. 111.641. Maka diperoleh 1) Kepada pemilik kopi srikandi agar dapat membuat kemasan sacet sekali seduh untuk kopi bubuk dan, kemasan sacet sekali pakai untuk masker kopi agar konsumen tertarik untuk membeli. 2)Kepada pemilik usaha kopi srikandi agar dapat ditingkatkan lagi pemasarannya dan pertahankan kualitas pada bahan baku produk tersebut
ANALISIS PERUBAHAN POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA PADA SAAT PANDEMI COVID-19 DI KEL.BARU, KOTA JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA
Virus Corona (COVID-19) merupakan virus.yang pertama kali ditemukan di Kota.Wuhan, China pada akhir tahun 2019 dan hingga 2021 masih tersebar di berbagai negara didunia. Berdasarkan data per 11 Juni 2021 Virus COVID-19 sudah menginfeksi sebanyak 175.576.659 orang. Dengan rincian sebanyak 12.668.506 kasus aktif, 159.120.855.kasus telah sembuh dan 3.787.298 orang meninggal dunia. Akan tetapi di Indonesia secara kumulatif per 12 Juni 2021 sudah mencapai 1.901.490 kasus dengan rincian 1.740.436 dinyatakan sembuh, 108.324 kasus aktif dan 52.730 orang meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Kasus covid sendiri telah merubah pola konsumsi rumah tangga karena adanya berbagai pembatasan kegiatan dan guna meningkatkan imunitas tubuh. Penelitian menarik dilakukan pada masyarakat Rumah Tangga (RT) tepatnya RT 001 dan RT 008 pada RW 001 di Kelurahan Baru, Kota Jakarta Timur sebagai salah satu zona merah pandemi COVID-19. Metode analisis yaitu metode tabulasi silang (Crosstab). Rata-rata konsumsi atau pengeluaran pangan pada rumah tangga dalam satu bulan ketika sebelum dan saat COVID-19 sebesar Rp2.371.528 dan saat COVID-19 sebesar Rp2.581.879. Sedangkan rata-rata konsumsi atau pengeluaran non pangan pada rumah tangga dalam satu bulan sebelum dan saat COVID-19 yaitu sebesar Rp2.871.161 dan Rp2.554.078. Hasil.analisis Crosstab menunjukkan bahwa adanya hubungan antara perubahan pola konsumsi dengan beberapa variabel karakteristik responden yaitu, pendapatan, pekerjaan, umur, pendidikan dan jumlah anggota keluarga
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN BOBA DI PATTAYA CORNER SALATIGA
Minuman bubble tea (boba) adalah sebuah bisnis minuman kekinian yang sedang berkembang di industri food and beverages, salah satunya adalah Pattaya Corner di Kota Salatiga. Minuman boba dikonsumsi dengan menggunakan sedotan besar karena didalamnya terdapat bola-bola kecil yang kenyal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, mutu pelayanan, dan promosi terhadap keputusan pembelian minuman boba di Pattaya Corner Salatiga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 40 responden. Sekitar 75% konsumen di Pattaya Corner adalah perempuan yang sudah melakukan pembelian lebih dari tiga kali. Sebagian besar konsumen mendapatkan informasi mengenai Pattaya Corner dari teman. Alasan utama konsumen berminat membeli minuman boba atas keinginan pribadi. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa hasil uji F signifikan 0,05 artinya tidak signifikan, sedangkan secara parsial variabel mutu pelayanan dan promosi signifikansi < 0,5 artinya signifikan terhadap keputusan pembelian.Kata kunci: Keputusan pembelian, harga, kualitas produk, mutu pelayanan, promosi, dan Pattaya Corner
PENGARUH DECOY EFFECT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI STARBUCKS TUNJUNGAN PLAZA 6 SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi karakteristik konsumen yang mempengaruhi decoy effect terhadap keputusan pembelian produk di Starbucks Tunjungan Plaza 6 Surabaya, serta Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi decoy effect terhadap keputusan pembelian produk di Starbucks Tunjungan Plaza 6 SurabayaPenelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dengan jumlah responde 100 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Starbucks Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah regresi linear berganda.hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Decoy effect (X1), Karakteristik konsumen (X2), Harga (X3), dan Kualitas produk (X4) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen Starbucks Tunjungan Plaza 6 Surabaya, hal ini dibuktikan dengan nilai t value lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai α 0.05. Sedangkan Merk (X5) tidak berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan negatif dalam menentukan keputusan pembelian terhadap produk minuman Starbucks Tunjungan Plaza 6 Surabaya Hal ini dibuktikan dengan nilai t value lebih kecil dari t tabel dan nilai signifikansi variabel lebih besar dari nilai α 0.0
Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Pembesaran Ikan Lele
Produksi ikan dari tahun ke tahun sudah menunjukkan peningkatan produktivitas, akan tetapi peningkatan itu belum tentu menunjukkan efisiensi di peningkatan pendapatan pelaku usaha. Tujuan riset ini untuk menjabarkan dampak faktor produksi (luas kolam, benih, dan pakan) terhadap produksi ikan lele, serta efisiensi penggunaan faktor tersebut secara teknis, alokatif (harga), dan ekonomi di UD Mina Tani Desa Sumbersari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang. Lokasi riset ditentukan dengan sengaja. Metode riset menggunakan perhitungan regresi linier berganda dengan fungsi Cobb-Douglas. Hasil riset membuktikan luas kolam (X1), benih (X2), dan pakan (X3) berdampak positif pada produksi ikan lele. Faktor benih berdampak signifikan positif pada produksi ikan lele, tetapi faktor luas kolam dan pakan tidak berdampak signifikan pada produksi ikan lele. Perhitungan efisiensi secara teknis diketahui bahwa faktor produksi belum efisien karena nilai efisiensi yang diperoleh sebesar 0,82. Analisis efisiensi secara alokatif (harga) pada usaha pembesaran ikan lele sebesar -2,26 dengan kategori usaha pembesaran ikan lele di UD Mina Tani tidak efisien secara harga. Dilihat dari nilai efisiensi ekonomi usaha pembesaran ikan lele di UD Mina Tani yaitu sebesar -1,85 artinya usaha pembesaran ikan lele belum efisien secara ekonomi