Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS TITIK IMPAS AGROINDUSTRI KERIPIK PAKSENG DI DESA WERASARI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS
Desa Werasari merupakan desa yang memproduksi keripik pakseng terbanyak di Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Agroindustri keripik pakseng merupakan industri pengolahan pangan yang menggunakan bahan utama ubi kayu. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi : 1) Berapa besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri keripik pakseng di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. 2) Berapa besarnya titik impas agroindustri keripik pakseng di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis : 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri keripik pakseng di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. 2) Besarnya titik impas agroindustri keripik pakseng di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus merupakan suatu penelitian yang bersifat mendalam mengenai suatu karakteristik tertentu dari objek penelitian, penelitian ini yaitu di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Teknik Penarikan sampel dilakukan secara sampling jenuh atau sensus terhadap 14 agroindustri keripik pakseng. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Dalam satu kali proses produksi, biaya total yang dikeluarkan pada agroindustri keripik pakseng di Desa Werasari sebesar Rp. 730.357,75 dengan penerimaan sebesar Rp. 916.795,92 dan pendapatan sebesar Rp. 186.438,17. 2) Dalam satu kali proses produksi, besarnya titik impas pada agroindustri keripik pakseng di Desa Werasari rata-rata sebagai berikut : a) Titik impas penerimaan adalah Rp.46.388,14. b) Titik impas volume produksi adalah 2,4 Kg. c) Titik impas harga adalah Rp.15.308,27 / Kg
STRATEGI BAURAN PEMASARAN KOPI ORGANIK DESA SIDOMULYO KABUPATEN JEMBER
Kurangnya kepastian atau pangsa pasar kopi organik disebabkan karena konsumen terbatas pada kalangan tertentu seperti kelas menengah ke atas menyebabkan sulitnya bagi Kelompok Tani Sidomulyo 1 untuk menjual produk kopi organik. Tujuan riset ini untuk memformulasikan alternatif strategi bauran pemasaran kopi organik di Kelompok Tani Sidomulyo 1 yang unggul dan tepat. Lokasi riset ditentukan dengan sengaja di Kelompok Tani Sidomulyo 1. Metode riset menggunakan analisis SWOT, matriks IFE, dan matriks EFE. Hasil riset memperlihatkan analisis data pada matriks IFE pada faktor kekuatan mendapatkan skor sebesar 2,00 sedangkan untuk faktor kelemahan mendapatkan skor sebesar 1,63. Sedangkan pada analisis matriks EFE pada faktor peluang memiliki skor sebesar 1,86 sedangkan untuk faktor ancaman memiliki skor sebesar 1,88. Hasil analisis matriks SWOT memposisikan usaha kopi organik di Kelompok Tani Sidomulyo 1 berada pada kuadran II dan alternatif strategi yang harus diterapkan adalah Mengembangkan jaringan pemasaran dengan menggunakan marketplace dan ke cafe-cafe sekitar didukung dengan kualitas produk yang baik untuk kesehatan; dan Mengembangkan usaha produk kopi organik dengan membuat varian inovasi produk
KETAHANAN MASYARAKAT PETANI DESA TAMBAKREJO TERHADAP ANCAMAN BENCANA BANJIR: KAJIAN ANALISIS GENDER KAPASITAS DAN KERENTANAN
Banjir merupakan bencana alam yang selalu mengintimidasi dan mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat dan selalu membawa kerugian yang besar terhadap persoalan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat petani. Kerugian pertanian akibat banjir seringkali meningkatkan persoalan kurangnya kebutuhan penghasilan keluarga pada rumah tangga petani. Adapun tujuan dari tulisan ini yaitu mengkaji tentang persoalan ketahanan masyarakat petani dalam menghadapi bencana banjir dengan menggunakan analisis gender kapasitas dan kerentanan. Sejalan dengan itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian yang digunakan yaitu Masyarakat Petani Desa Tambakrejo Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat ketahanan masyarakat petani Desa Tambakrejo memiliki kapasitas tingkat ketahanan yang tinggi, artinya kesiapsiagaan mereka sangat tinggi terhadap ancaman banjir. Kapasitas tingkat ketahanan yang berpenguh adalah pengetahuan, pengalaman dan pembangunan sosial yang saling melengkapi. Meskipun mempunyai kapasitas tingkat ketahanan yang tinggi, mereka juga memiliki kerentanan yakni sumber daya alam tidak dapat digunakan selama bencana banjir, minimnya tingkat pendidikan, hilangnya kegiatan rutinitas serta Kurangnya kesadaran masyarakat atas tindakan yang mereka lakukan yakni membuang sampah di sungai
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Krispi Bayam Brazil
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh oleh agroindustri krispi bayam brazil pada Kelompok Taruna Tani “Mekar Bayu” di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Menggunakan metode studi kasus dengan responden yang diambil sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan merupakan satu satunya produsen bayam brazil di Kabupaten Pangandaran. Sampel penelitian yaitu Agroindustri Krispi Bayam Brazil pada Kelompok Taruna Tani “Mekar Bayu” di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pendapatan agroindustri krispi bayam brazil dalam satu kali proses produksi yaitu Rp. 404.450,02. dan 2) Nilai tambahnya yaitu Rp. 47.946 dalam satu kali proses produksi
ALOKASI CURAHAN TENAGA KERJA DAN TINGKAT PENDAPATAN USAHA TAMBAK BANDENG DI DESA KALANGANYAR, KABUPATEN SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis alokasi curahan tenaga kerja dan pendapatan petambak usaha tambak bandeng di Desa Kalangayar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Pengumpulan data pada bulan Desember 2021 dan 37 petambak sebagai responden. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis curahan waktu kerja petambak terhadap usaha tambak bandeng diadopsi rumus 1 HOK setara 8 jam orang kerja pria dewasa dan pendapatan petambak dari usaha tambak bandeng. Hasil penelitian diperoleh yaitu rata-rata alokasi curahan tenaga kerja tertinggi ada pada kegiatan pembelian pakan sebesar 73 HOK (57,78%) dan terendah pada aktivitas pengairan sebesar 2,62 HOK (2,08%) dan pendapatan usaha tambak bandeng sebesar Rp 96.905.482. Kata Kunci : alokasi tenaga kerja, pendapatan, usaha tambak banden
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PETERNAK DALAM MENGEMBANGKAN TERNAK SAPI DI DESA PADEMAWU TIMUR, KECAMATAN PADEMAWU, KABUPATEN PAMEKASAN
Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) menganalisis minat peternak, dan (2) menganalisis faktor yang mempengaruhi minat peternak dalam mengembangkan ternak. Penelitian dilakukan di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 peternak yang ditentukan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Minat peternak dianalisis menggunakan skala Likert yang dilihat dari indikator perasaan senang, perhatian, kesadaran dan kemauan. Analisis faktor yang mempengaruhi minat peternak dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat minat peternak tergolong dalam kategori sangat tinggi. Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan bahwa pengalaman berpengaruh positif terhadap minat peternak, sedangkan tingkat pendidikan berpengaruh negatif terhadap minat peternak
Analisis Kelayakan Finansial Agroindustri Nata De Coco
Agroindustri Nata De Coco merupakan daur ulang bioteknologi dari kelapa dengan prospek bisnis yang bernilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Kelayakan finansial agroindustri nata de coco; (2) Tingkat sensitivitas agroindustri nata de coco. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif, dengan metode studi kasus pada Agroindustri Nata de Coco di Desa Kedung Wuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Teknik penarikan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu secara sengaja, dengan pertimbangan agroindustri yang masih berproduksi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa agroindustri nata de coco layak untuk dijalankan karena hasil NPV dengan tingkat diskonto 3 persen memperoleh manfaat sebesar Rp. 112.662.986, Nilai Net B/C > 1 yaitu sebesar 2,36. Nilai IRR atau dari investasi yang ditanam pada agroindustri nata de coco memperoleh nilai 51 persen. Payback Period diperoleh pada tahun pertama di bulan ke 8, dilanjutkan dengan analisis sensitivitas dengan asumsi kenaikan harga bahan baku dan harga jual produksi menurun sebesar 5% menunjukkan bahwa agroindustri nata de coco layak untuk dijalankan atau di usahakan kembali
KONTRIBUSI USAHATANI JAMUR MERANG (Volvariella volvacea) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN CILAMAYA KULON KABUPATEN KARAWANG
Mushroom is one of the horticultural crops that have high business potential in Cilamaya Kulon District, Karawang Regency due to high market demand. The purpose of the research are to determine the income of mushroom farming, household income of farmers, the contribution of mushroom farming to household incomes of farmers, the level of main and secondary income of mushroom farmers. The research method used is descriptive quantitative method. This research uses primary data and secondary data. Primary data collection by interview technique using a questionnaire. The research was carried out from November to December 2021 by simple random sampling of 30 respondents of mushroom farmers in Cilamaya Kulon District, Karawang Regency. The analysis technique used are farm income analysis and descriptive percentage. The results showed that the average income of mushroom farming in one month was Rp2.180.770 and Rp4.959.063 for the average household income of farmers. The contribution of mushroom farming is 44,02% including the moderate level of contribution to the household income of farmers. The main and secondary income levels are 44,02% and 55,98% including the moderate level of contribution to the household income of farmers in Cilamaya Kulon District, Karawang Regency
Analisis Kelayakan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Di Desa Capar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes
Sebagian besar petani padi di Desa Capar merupakan petani padi sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada intensitas curah hujan di daerah tersebut. Studi kelayakan perlu dilakukan untuk menghindari modal yang terlalu besar untuk suatu kegiatan usahatani yang ternyata tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui besarnya biaya dan penerimaan usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Capar. (2) Mengetahui pendapatan usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Capar. (3) Mengetahui usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Capar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes layak atau tidak layak diusahakan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Analisis data dilakukan dengan menghitung biaya, penerimaan, pendapatan dan analisis imbangan penerimaan dengan biaya atau R/C. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh para petani di Desa Capar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes dalam usahatani padi sawah tadah hujan setiap hektarnya sebesar Rp. 13.294.783,58 dalam satu kali produksi menghasilkan produksi sebesar 5.046,68 kg dengan harga jual Rp. 4.200 per kg sehingga penerimaannya sebesar Rp21.196.058,09. (2) Besarnya pendapatan yang diperoleh petani di Desa Capar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes dalam usahatani padi sawah tadah hujan setiap hektarnya sebesar Rp 7.901.274,51. (3) Nilai R/C sebesar 1,60 artinya dari setiap biaya yang dikeluarkan petani padi sawah Tadah Hujan di Desa Capar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes sebesar Rp.1,0 maka akan diperoleh penerimaan sebesar Rp.1,60 dengan demikian pendapatan atau keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 0,60
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Azolla Chips
Agroindustri azolla chips selama ini kurang memahami berapa pendapatan dan nilai tambah dari azolla yang dijadikan sebagai chips. Penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan nilai tambah agroindistri azolla chips. Riset kali ini mengenakan gaya studi0kasus. Tempat riset dilakukan secara purposive sampling pada agroindustri azolla chips Kelompok Taruna Tani “Mekar Bayu” di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Hasil riset menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri azolla chips Kelompok Taruna Tani “Mekar Bayu” per proses produksi adalah Rp. 710.624,04, penerimaan yaitu Rp. 1.200.000, sehingga memperoleh pendapatan Rp. 489.375,96, dan nilai tambah yang diperoleh Rp. 37.625 per satu kilogram azolla. Artinya agroindustri azolla chips dapat memberikan keuntungan bagi pengusahanya