Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS KELAYAKAN USAHA GULA SEMUT KELAPA DI DESA CIKALONG KECAMATAN CIKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA (Studi Kasus Pada Agroindustri Gula Semut Kelapa Organik Manisku)
Usaha gula semut kelapa merupakan salah satu usaha yang mengolah kelapa menjadi produk baru yang bertujuan untuk dapat memperoleh hasil yang baik dengan mempertimbangkan biaya pengeluaran untuk menghasilkan bahan baku menjadi produksi yang memiliki nilai tambah. Salah satu kelompok tani yang mengolah pohon kelapa adalah Agroindustri Gula Semut Kelapa Organik Manisku. yang memanfaatkan nira lokal menjadi gula semut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan serta kelayakan usaha Gula Semut Kelapa Organik Manisku di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, lokasi ditentukan secara purposive sampling dan analisis data dilakukan menggunakan rumus Total Cost (TC), Penerimaan (R), Keuntungan (II) dan Revenue Cost (R/C). Hasil penelitian didapatkan biaya produksi agroindustri gula semut kelapa sebesar Rp.756.844,62, penerimaan yang diperoleh sebesar Rp.1.080.000,00 dan pendapatan yang diperoleh Rp.323.155,38, besaran R/C dan biaya agroindustri gula semut kelapa sebesar 1,43 yang berarti setiap 1 rupiah biaya yang dihasilkan menghasilkan penerimaan 1,43 rupiah dan pendapatan 0,45 rupiah yang berarti usaha gula semut kelapa dikatakan layak untuk diusahakan.
STUDI KELAYAKAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TEMBAKAU (Studi Kasus di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis)
Nilai tambah dalam produk pertanian dihasilkan melalui berbagai proses produksi, termasuk pengolahan, penyimpanan, dan distribusi. Produk pertanian seperti tembakau memiliki karakteristik mudah rusak, sehingga diperlukan metode pengolahan yang tepat untuk meningkatkan nilai jual dan diversifikasi produk. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pemanfaatan hasil pertanian, terutama produk olahan tembakau, mengakibatkan potensi ekonominya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usaha dan nilai tambah yang diperoleh dari agroindustri tembakau di Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta mengumpulkan data primer dan sekunder. Responden dipilih secara sengaja (purposive sampling), yaitu pemilik agroindustri tembakau. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 8.914.375,00 untuk satu kali proses produksi yang menghasilkan 240 kg tembakau kering dengan harga Rp 50.000 per kilogram. Dengan demikian, total penerimaan mencapai Rp 12.000.000,00 dan pendapatan bersih sebesar Rp 3.085.625,00. Rasio R/C (Revenue/Cost) dari agroindustri tembakau ini adalah 1,35, yang menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan. Nilai tambah yang dihasilkan oleh agroindustri tembakau di Desa Margajaya adalah Rp 3.560,00 per kilogram
TINGKAT KEPUASAN PETANI JAGUNG TERHADAP PELAYANAN LEMBAGA PEMASARAN DI DESA KEPEL KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS
AGUNG IMAM SAMUDRA. 2024. Tingkat Kepuasan Petani Jagung Terhadap Pelayanan Lembaga Pemasaran di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Dibawah Bimbingan DINI ROCHDIANI dan AGUS YUNIAWAN ISYANTO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut apa saja yang dianggap penting oleh petani jagung dan atribut yang perlu ditingkatkan oleh lembaga pemasaran, untuk mengetahui tingkat kepuasan petani jagung terhadap lembaga pemasaran di Desa Kepel, Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 dengan jumlah responden 31, yaitu 15 orang laki-laki, 16 orang perempuan. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam analisis data adalahImportance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfactiom Index (CSI). Dari hasil IPAdapat disimpulkan bahwa atribut yang dianggap penting dan perlu ditingkatkan lembaga pemasaran yaitu alat transportasi dalam melakukan pemasaran jagung, kesigapan dalam melayani petani, kemampuan dalam berkomunikasi antara pedagang dengan petani sehingga pedagang dapat melayani kebutuhan petani dengan baik, keakuratan penimbangan pada saat transaksi jual beli jagung seperti kelengkapan alat transaksi yang dimiliki lembaga pemasaran yaitu kalkulator dan timbangan. Hasil perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) dapat disimpulkan bahwa petani jagung merasa sangat puas terhadap pelayanan lembaga pemasaran jagung dengan persentase CSI sebesar 81,30%.Kata Kunci : Lembaga Pemasaran, Jagung, IPA, CSI
KARAKTERISTIK PETANI DAN KINERJA USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) PADA LAHAN PERUM PERHUTANI KPH CIAMIS (Studi Kasus Di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis)
Anwar Hidayat. 2024. Karakteristik Petani dan Kinerja Usahatani Jagung Hibrida (Zea mays L.) Pada Lahan Perum Perhutani KPH Ciamis (Studi Kasus di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis). Trisna Insan Noor dan Rian Kurnia. Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas Jagung Hibrida untuk pakan ternak di Kabupaten Ciamis menjadikan usahatani Jagung Hibrida potensial untuk dikembangkan. Perum Perhutani KPH Ciamis dengan prinsip pemberdayaan masyarakat berupaya untuk meningkatkan jumlah produksi Jagung Hibrida melalui program Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan (PLDT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani dan kinerja usahatani Jagung Hibrida pada Lahan Perum Perhutani KPH Ciamis di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan wawancara terstruktur, observasi dan studi literatur. Teknik penarikan sampel secara sampel jenuh sebanyak 9 orang petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik petani berumur produktif, tingkat pendidikan tergolong rendah, jumlah tanggungan keluarga tergolong kecil, kurang berpengalaman dalam usahatani dan penguasaan lahan tergolong sempit. Secara tingkat produktivitas, usahatani jagung hibrida di Lahan Perhutani berada pada tingkat sedang. Total biaya produksi usahatani Jagung Hibrida di Lahan Perhutani sebesar Rp. 6.361.373,61/ha, Total penerimaan sebesar 16.356.613,00/ha dan Pendapatan sebesar Rp. 9.995.239,39/ha dengan nilai RC Ratio sebesar 2,58. Artinya, usahatani Jagung Hibrida tersebut layak untuk diusahakan. Anwar Hidayat. 2024. Karakteristik Petani dan Kinerja Usahatani Jagung Hibrida (Zea mays L.) Pada Lahan Perum Perhutani KPH Ciamis (Studi Kasus di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis). Trisna Insan Noor dan Rian Kurnia. Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas Jagung Hibrida untuk pakan ternak di Kabupaten Ciamis menjadikan usahatani Jagung Hibrida potensial untuk dikembangkan. Perum Perhutani KPH Ciamis dengan prinsip pemberdayaan masyarakat berupaya untuk meningkatkan jumlah produksi Jagung Hibrida melalui program Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan (PLDT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani dan kinerja usahatani Jagung Hibrida pada Lahan Perum Perhutani KPH Ciamis di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan wawancara terstruktur, observasi dan studi literatur. Teknik penarikan sampel secara sampel jenuh sebanyak 9 orang petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik petani berumur produktif, tingkat pendidikan tergolong rendah, jumlah tanggungan keluarga tergolong kecil, kurang berpengalaman dalam usahatani dan penguasaan lahan tergolong sempit. Secara tingkat produktivitas, usahatani jagung hibrida di Lahan Perhutani berada pada tingkat sedang. Total biaya produksi usahatani Jagung Hibrida di Lahan Perhutani sebesar Rp. 6.361.373,61/ha, Total penerimaan sebesar 16.356.613,00/ha dan Pendapatan sebesar Rp. 9.995.239,39/ha dengan nilai RC Ratio sebesar 2,58. Artinya, usahatani Jagung Hibrida tersebut layak untuk diusahakan.
KOMPARASI KARAKTERISTIK KONSUMEN YANG BERBELANJA MINYAK GORENG DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KECAMATAN CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYA
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia sehingga pasokan minyak goreng harus terus tersedia dengan kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen dan komparasi karakteristik konsumen yang berbelanja minyak goreng di pasar tradisional (Pasar Rel Tasikmalaya) dan pasar modern (Asia Toserba Tasikmalaya). Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang saat itu secara kebetulan ditemui di lokasi penelitian yaitu sebanyak 30 responden di Pasar tradisionaldan 30 responden di Asia Toserba Tasikmalaya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen di pasar tradisional rata-rata berusia 50 tahun, didominasi oleh konsumen jenis kelamin perempuan dengan jarak tempuh < 5 km, tingkat pendidikan SD, pekerjaan mayoritas ibu rumah tangga dengan pendapatan < Rp1.000.000, maka konsumen minyak goreng di pasar tradisional dari kalangan menengah ke bawah. Sedangkan untuk konsumen minyak goreng di pasar modern rata-rata berusia 40 tahun, didominasi oleh konsumen jenis kelamin perempuan dengan jarak tempuh < 5 km, tingkat pendidikan SLTA, pekerjaan mayoritas wiraswasta/wirausaha dengan pendapatan Rp3.000.000-Rp4.999.999, maka konsumen minyak goreng di pasar modern dari kalangan menengah ke atas
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN PADA PEMBELIAN IKAN ASIN JAMBAL ROTI DI DESA PANGANDARAN
Desa Pangandaran merupakan daerah pariwisata yang terkenal dengan pantai dan hasil lautnya. Salah satu produk khasnya adalah ikan asin jambal roti, terbuat dari ikan manyung dengan tekstur unik dan aroma khas. Banyaknya wisatawan yang membeli ikan asin jambal roti menciptakan peluang usaha bagi penduduk lokal. Namun persaingan yang ketat dan pedagang ikan asin yang belum mementingkan perilaku konsumen membuat penjualan ikan asin jambal roti kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan perilaku konsumen pada pembelian ikan asin jambal roti di Desa Pangandaran yang dilakukan di Desa Pangandaran pada bulan Juni 2024. Penelitian ini didesain secara kualitatif dengan menggunakan metode survey. Data primer dikumpulkan dari 80 orang sampel konsumen yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling dan diwawancara secara terstruktur dengan alat bantu kuesioner serta menggunakan rancangan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas konsumen berdomisili di Bandung, berusia lebih dari 40 tahun, jenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir S1 dan bekerja sebagai PNS/Guru/ Dosen dengan penghasilan bulanan Rp.3.100.000 - Rp.5.500.000. Konsumen menunjukkan kecenderungan membeli lebih dari 1 kg, karena dilabel kuliner khas Pangandaran, harga produk masih dipandang wajar atau standar, informasi diperoleh dari teman atau keluarga (word of mouth), membeli langsung setelah mendapatkan informasi, membandingkan kualitas produk sebelum membeli, mengutamakan rasa, merasa puas dengan pengalaman membeli dan tetap membeli meskipun harga naik. Sarannya, jaga dan tingkatkan mutu produk, promosikan sebagai kuliner khas melalui media sosial, jaga harga jual agar tetap stabil, selalu ramah dalam pelayanan, lakukan inovasi produk terus menerus dan gunakan teknologi modern untuk pemasaran
Saluran Pemasaran dan Metode Pembayaran pada Petani Sayuran di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Seiring berkembangnya sistem pertanian, ketangguhan permodalan para petani perlu ditingkatkan. Sulitnya akses permodalan sering menjadi kendala bagi petani untuk memperoleh modal yang sesuai. Ketangguhan modal petani dapat ditingkatkan melalui supply chain finance yang dapat mempengaruhi cara pembayaran yang ditetapkan oleh pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi saluran pemasaran dan pengaruhnya terhadap metode pembayaran hasil panen. Penelitian ini menggunakan metode survei pada lima puluh dua orang petani sayuran di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Analisis data menggunakan logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran pasar yang digunakan oleh petani yaitu pasar lokal, bandar, dan perusahaan. Selain itu, variabel saluran pemasaran dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap metode pembayaran. Sehingga, akses saluran pasar dan tingkat pendidikan petani mempengaruhi metode pembayaran langsung produk hasil pertanian.
STRATEGI PEMASARAN BAWANG MERAH (Studi Kasus di Desa Cikidang Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka)
Bawang merah adalah salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sering digunakan sebagai bahan dasar dalam masakan oleh Masyarakat. Pemasaran sangat penting dalam sistem agribisnis karena mengkoordinasikan aliran produk dari produsen ke konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor eksternal internal yang mempengaruhi pemasaran bawang merah dan merumuskan strategi alternatifnya. Penelitian dilaksanakan di Desa Cikidang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, menggunakan metode kualitatif dengan 15 responden yang dipilih melalui metode sensus (sampling total). Analisis data dilakukan menggunakan matriks IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), dan SWOT. Faktor Internal yang mempengaruhi pemasaran bawang merah di Desa Cikidang mencakup kelemahan seperti modal terbatas, SDM kurang kompeten, promosi minim, dan pendidikan rendah, serta kekuatan seperti petani berpengalaman, bawang berkualitas, akses transportasi baik, dan diversifikasi produk. Faktor Eksternal meliputi peluang dari permintaan pasar tinggi dan pelanggan tetap, serta ancaman dari harga bawang yang tidak stabil akibat persaingan tinggi. Alternatif strategi pemasaran usahatani bawang merah di Desa Cikidang menggunakan analisis Strength-Opportunity (S-O) untuk memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal. Dengan tingginya permintaan pasar, strategi ini fokus pada menjaga kualitas produksi guna membangun loyalitas konsumen. Petani juga dapat menanam varietas bawang yang sesuai tren permintaan, meningkatkan produksi, dan memenuhi kebutuhan pasar, sehingga produk bawang merah dapat bersaing optimal di pasaran
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Sayuran Hidroponik (suatu kasus di Hiroponik Ijo Aja Desa Pagersari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permintaan terhadap sayuran hidroponik cukup besar namun belum dapat dimanfaatkan karena belum memiliki strategi pemasaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendapatan terhadap permintaan sayuran hidroponik Ijo Aja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan survey. Pemilik dan konsumen hidroponik Ijo Aja merupakan responden penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis koefisien korelasi sederhana, Koefiesien Korelasi Berganda, Koefisien Determinasi, Uji t dan uji f. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Promosi berdampak positif dan signifikan sebesar 36,83% terhadap permintaan konsumen, sedangkan faktor lain yang tidak diteliti sebesar 63,17%. Jadi, promosi meningkatkan permintaan konsumen untuk sayuran hidroponik Ijo Aja. 2) Faktor lain yang tidak diteliti, harga, berdampak positif sebesar 42,79% terhadap permintaan konsumen. Oleh karena itu, harga berdampak positif pada permintaan konsumen untuk sayuran hidroponik Ijo Aja. 3) Faktor lain yang tidak diteliti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Permintaan Konsumen (Y) sebesar 54,30%. Oleh karena itu, tingkat pendidikan berdampak positif dan signifikan terhadap permintaan konsumen (Y) untuk sayuran hidroponik Ijo Aja. 4) Faktor lain yang tidak diteliti, tingkat pendapatan, berdampak positif dan signifikan sebesar 60% terhadap permintaan konsumen. Oleh karena itu, tingkat pendapatan berdampak positif dan signifikan terhadap permintaan pelanggan. 5) Harga, pendidikan, pendapatan, dan promosi secara bersamaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan konsumen sebesar 75,70 persen.Faktor lain yang tidak diteliti adalah 24,30 persen. Oleh karena itu, promosi, biaya, pendidikan, dan pendapatan berdampak positif dan signifikan pada permintaan pelanggan untuk sayuran hidroponik ijo aja. Kata Kunci : Faktor-Faktor yang mempengaruhi permintaan, sayuran hidroponik
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI KERUPUK KULIT (Studi Kasus Pada Kerupuk Kulit Sapi Barokah di Kelurahan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis) Value Added Analysis and Feasibility of Agroindustry Business of Cowhide Crackers (Case Study on Barokah Cowhide Crackers in Ciamis Village, Ciamis District, Ciamis Regency).
ABSTRAK Strategi pembangunan pertanian yang berwawasan agribisnis pada dasarnya menunjukkan arah bahwa pembangunan agribisnis merupakan suatu upaya penting. dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran sale pisang, besarnya biaya pemasaran dan keuntungan dan efisiensi pemasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, metode penlitian yang digunakan yaitu studi kasus, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder untuk penarikan sampel cara sengaja (purposive sampling) Penentuan responden menggunakan sensus. penentuan sampel lembaga menggunakan snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Agroindustri Sale Pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran yaitu 3 saluran pemasaran diantaranya.Kata Kunci : Efisiensi Pemasaran, Saluran, Agroindustri, Sale Pisang ABSTRACT The strategy of agricultural development with an agribusiness perspective basically shows the direction that agribusiness development is an important effort. where this study aims to determine the marketing channels of banana sale, the amount of marketing costs and profits and marketing efficiency. The type of research used is descriptive qualitative, the research method used is a case study, while the data collection technique uses primary and secondary data for purposive sampling. Determination of respondents using a census. determination of institutional samples using snowball sampling. Based on the results of the study, it shows that the Banana Sale Agroindustry in Karangpawitan Village, Padaherang District, Pangandaran Regency, namely 3 marketing channels including.Keywords: Marketing Efficiency, Channels, Agroindustry, Banana Sal