Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
    1079 research outputs found

    ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI TAHU DI KABUPATEN PANGANDARAN

    Get PDF
    Industri rumah tangga seharusnya melakukan pencatatan dalam pengelolaan usahanya, sehingga diketahui secara pasti pendapatan dan kelayakan usaha yang sebenarnya. Pada kenyataannya, sebagian tidak melakukannya, termasuk usaha agroindustri tahu di Desa Parigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha agroindustri tahu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan juga wawancara dengan responden serta data sekunder yang diperoleh dari dinas dan instansi terkait. Teknik penarikan sampel dilakukan secara sensus terhadap 4 perajin agroindustri tahu yang ada di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh perajin agroindustri tahu adalah sebesar Rp 667.537,52 dan penerimaan rata-rata yang diperoleh perajin sebesar Rp 1.240.000 dalam satu kali proses produksi sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh perajin agroindustri tahu sebesar Rp 572.462,48 dalam satu kali proses produksi; 2) Usaha agroindustri tahu menguntungkan dengan nilai R/C 1,96

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI SUSU SAPI PERAH DI DESA SAMIRONO KECAMATAN GETASAN

    Get PDF
    Kabupaten Semarang adalah salah satu penghasil susu sapi perah terbesar di Jawa tengah, tepatnya di Desa Samirono. Peternak sapi perah di Desa Samirono memiliki kendala dalam usahanya, salah satunya adalah kesulitan pemberian pakan yang mengakibatkan kurang maksimalnya produksi susu sapi perah di Desa Samirono. Pakan hijauan sulit dicari karena keterbatasan lahan yang menyediakan pakan dan musim kemarau yang sulit menanam pakan hijauan untuk sapi perah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan hijauan, pakan konsentrat, interval pemerahan sapi dan masa laktasi sapi perah terhadap produksi susu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling yang melibatkan 67 responden peternak sapi untuk diwawancara dengan bantuan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pakan hijauan dan pakan konsentrat secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi susu, sedangkan interval pemerahan dan masa laktasi tidak signifikan berpengaruh terhadap produksi susu. Pakan hijauan, pakan konsentrat, interval pemerahan dan masa laktasi secara bersama-sama signifikan berpengaruh terhadap produksi susu

    Analisis Nilai Tambah Agroindustri Baketrak

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (1). Menghitung pendapatan dari pengolahan ubi kayu menjadi baketrak yang dilakukan oleh pengusaha agroindustri pengolahan baketrak “Hehet” di Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya (2). Menghitung nilai tambah dari pengolahan ubi kayu menjadi baketrak yang dilakukan oleh pengusaha agroindustri pengolahan baketrak “Hehet” di Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sampel penelitian diaambil secara purposive sampling, karena agroindustri baketrak “Hehet” merupakan agroindustri yang memproduksi baketrak dalam jumlah cukup besar, dan usahanya sudah lama yaitu selama 20 tahun dibandingkan dengan agroindustri lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1). Pendapatan agroindustri baketrak “hehet” di Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali proses produksi yaitu Rp. 111,555,71. (2). Nilai tambah yang diperoleh agroindustri baketrak “hehet” di Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya yaitu Rp. 9.683,33,00/kg dan memperoleh keuntungan Rp. 7.433,33/kg

    Back Matter

    No full text

    Strategi Pemasaran Jenang Jubung Sebagai Jajanan Tradisional Khas Kota Gresik Pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha jajanan khas Kota Gresik pada masa pandemi Covid-19 khususnya Jenang Jubung adalah menurunnya volume penjualan akibat berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung dan membeli Jenang Jubung untuk dijadikan oleh-oleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis (1)Faktor internal dan eksternal pemasaran Jenang Jubung khas Kota Gresik pada masa pandemi Covid-19, dan (2)Alternatif strategi pemasaran dalam upaya meningkatkan volume penjualan Jenang Jubung khas Kota Gresik di masa pandemi Covid-19. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan mengambil tiga unit usaha Jenang Jubung dan 30 orang konsumen Jenang Jubung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Kondisi internal pada usaha Jenang Jubung memiliki faktor kekuatan terbesar yaitu harga produk Jenang Jubung yang terjangkau dengan nilai sebesai 0,385 dan faktor kelemahan terbesar yaitu tidak adanya potongan harga (diskon) untuk pembelian produk Jenang Jubung pada masa pandemi covid-19 dengan nilai sebesar 0,1. Sedangkan kondisi eksternal pada usaha Jenang Jubung memiliki faktor peluang terbesar yaitu masih terjalinnya hubungan yang baik antara produsen dengan pemasok bahan baku produk Jenang Jubung di masa pandemi covid-19 dengan nilai sebesar 0,39 dan faktor ancaman terbesar yaitu masa pandemi dan kebijakan PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) selama masa pandemi covid-19 denan nilai sebesar 0,09 (2)Alternatif strategi pemasaran yang dapat diimplementasikan pada usaha Jenang Jubung di Kota Gresik pada masa pandemi Covid-19 adalah penetrasi pasar yang mendapatkan nilai TAS tertinggi yaitu sebesar 5.968

    Efisiensi Alokatif Usahatani Jagung Di Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo

    Get PDF
    Pengalokasian input produksi yang tepat sasaran akan membantu meningkatkan keuntungan bagi petani. Petani membudidayakan jagung dengan pengalokasian input produksi yang berbeda-beda. Pemahaman yang salah mengenai asumsi bahwa semakin banyak input produksi yang dialokasikan semakin tinggi produktivitas tanaman yang diusahakan menjadi penyebab semakin tingginya biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani sehingga menyebabkan terjadinya inefisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan input produksi dan efisiensi alokatif luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja terhadap tingkat produktivitas usahatani jagung. Penelitian dilakukan melalui wawancara dengan 30 petani jagung sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglass dan analisis efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh nyata dan positif terhadap produktivitas jagung, sedangkan benih, pupuk, dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas jagung. Pada usahatani jagung di Desa Kuala, input produksi pestisida belum efisien secara alokatif, sedangkan input produksi luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja tidak efisien secara alokatif.

    ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN PRODUK SAYURAN MELALUI ONLINE MARKET SAYURBOX

    Get PDF
    Perkembangan di zaman revolusi industri 4.0 terjadi di berbagai sektor, termasuk di dalam sektor pertanian. Perubahan gaya hidup menjadi faktor adanya perubahan dalam pemilihan tempat masyarakat untuk berbelanja sayur yaitu dari pasar tradisonal, supermarket (offline market) menjadi pembelian secara online. Sayurbox merupakan salah satu online market yang bergerak dibidang jual beli produk pertanian seperti sayuran, buah dll tanpa harus susah payah pergi berbelanja ke pasar ataupun tukang sayur keliling maupun konvensional. Adanya perbedaan persepsi mengenai harga atau adanya kenaikan harga terhadap sayur yang dijual juga tidak kalah dengan produk yang dijual di offline market karena kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan telah mengalami peningkatan. Maka dari pada itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mendeskripsikan karakteristik sosiodemografis konsumen produk sayuran melalui online market Sayurbox 2) Menganalisis besarnya nilai rata-rata kesediaan memmbayar (Willingness to Pay). Jumlah populasi sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 100 orang dan pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif, dan Contingent Valuation Method (CVM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata maksimum WTP terhadap produk sayur melalui online market untuk jenis sayur kangkung lebih tinggi 25.3%, bayam lebih tinggi 22.5%, sawi hijau lebih tinggi 22.8%, dan kacang panjang lebih tinggi 22.7% dari harga pada saat penelitian

    KOMERSIALISASI USAHATANI CABE JAWA (Piper retrofractum) DI MADURA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat komersialisasi usahatani cabe jawa dan faktor yang mempengaruhi tingkat komersialisasinya. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner terstruktur terhadap 96 sample petani. Data dianalisis menggunakan indikator komersialiasi dan regresi linier berganda. Idikator komersialisasi meliputi Crop Commercialisation Index (CCI), Household Commercialisation Index (HCI), dan Crop Input Market Participation Share (CIMPS). Hasil analisis menunjukan bahwa tingkat komersialisasi berdasarkan nilai CCI = 100% (komersialisasi tinggi); HCI = 35% (sedang); dan 0,62 (sedang). Hasil regresi menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi HCI adalah jenis pekerjaan utama dan jumlah pohon. Faktor yang mempengaruhi CIMPS adalah pengalaman dan jumlah pohon

    EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHA PEMBESARAN IKAN GURAMI DI DESA BENDILJATI WETAN KECAMATAN SUMBERGEMPOL KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Get PDF
     Ikan gurami tergolong komoditi budidaya perikanan air tawar yang produksinya kurang bersaing dengan ikan-ikan lainnya. Tujuan riset ini untuk menjabarkan tingkat efisiensi teknis dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat efisiensi teknis yang dicapai pada usaha pembesaran ikan gurami di Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Lokasi riset ditentukan dengan sengaja. Peternak sampel berjumlah 30 orang, dipilih dengan metode pusposive sampling. Metode analisis data menggunakan Fungsi Produksi Stochastic Frontier Cobb-Douglas dengan bantuan aplikasi Frontier 4.1c menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian memperlihatkan faktor produksi luas kolam dan benih memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap hasil produksi ikan gurami, sedangkan faktor produksi pakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil produksi ikan gurami. Tingkat efisiensi teknis yang dicapai usaha pembesaran ikan gurami di Desa Bendiljati Wetan cukup efisien dengan rata-rata nilai indeks efisiensi teknis sebesar 0,96, dengan nilai minimun 0,82 dan maksimum 0,99. Umur peternak dan tanggungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis. Sedangkan pendidikan, pengalaman berternak, pekerjaan utama dan jenis kolam tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis pada usaha pembesaran ikan gurami di Desa Bendiljati Wetan

    EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN DI DESA KEDUNGSUGO KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN SIDOARJO

    Get PDF
    Indonesia merupakan Negara agraris dengan kekayaan alam yang luar biasa, dataran tanah yang subur menjadi salah satu faktor banyaknya profesi petani di Indonesia. Sektor pertanian dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan ekonomi di Indonesia, namun sayangnya keterbatasan petani dalam mengolah produksi pertanian mereka menjadi penyebab tidak maksimalnya proses produksi yang dilakukan. Pembangunan pertanian merupakan sebuah proses untuk dapat meningkatkan produksi pertanian, tujuan utama dari proses pembangunan pertanian adalah untuk meningkatkan kualitas produksi pertanian yang akan berdampak terhadap pendapatan petani tingkat keberhasilan proses komunikasi penyuluh adalah sejauh mana petani dapat menerima dan mengaplikasikan inovasi yang diberikan. Penelitian dilakukan di Desa Kedungsugo dengan populasi petani sebanyak 160 orang dengan sampel sebanyak 38 petani. Penelitian ini menggunakan skala likert dan regresi linier berganda. Hasil penelitian terhadap karakteritik petani menunjukan bahwa mayoritas petani adalah laki-laki berusia 15-65thn memiliki tingkat pendidikan paling banyak pada jenjang SMA dengan pengalaman bertani 30-35thn serta luas lahan rata-rata 0,5 - <1Ha, serta hasil dari uji regresi liner berganda dengan variabel umur (X1), Pendidikan Formal (X2), Pengalaman Bertani (X3), Luas Lahan (X4) terhadap Efektifitas komunikasi penyuluhan (Y) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi

    1,026

    full texts

    1,079

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇