Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) BERKELANJUTAN
Pertanian perotaan merupakan kegiatan pertanian yang dilakukan di wilayah perkotaan, hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan negara, perbaikan ekonomi, perbaikan ekologi kota, serta mempertahankan nilai sosial dan budaya. Penelitian ini dilakukan di 10 Kecamatan Kota Tasikmalaya dengan pertimbangan bahwa Kota Tasikmalaya memiliki jumlah penduduk yang terus meningkat sementara lahan pertanian mengalami penurunan serta pembangunan non pertanian yang pesat sejalan dengan visi RPJMD Kota Tasikmalaya menuju kota industri dan perdagangan termaju di Jawa Barat. Pengambilan sampel sebanyak 100 pelaku pertanian perkotaan menggunakan metode Total Sampling. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya, menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya, dan Merumuskan model Pengembangan pertanian perkotaan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Alat analisis yang digunakan yaitu SEM WarpPLS 7.0. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kinerja pertanian perkotaan (Urban Farming) di wilayah Kota Tasikmalaya berpengaruh positif terhadap pertanian berkelanjutan di Kota Tasikmalaya. (2) Karakteristik pelaku dan kelembagaan pendukung berpengaruh terhadap kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya. (3) Model pengembangan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) berkelanjutan dirancang sebagai upaya penguatan ketahanan pangan yang menguntungkan secara ekonomi dan berkelanjutan dilihat dari aspek lingkungan
ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM KARTU TANI (Suatu Kasus Di Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan tingkat pengetahuan petani terhadap program kartu tani; (2) Menganalisis efektivitas penerapan program kartu tani; dan (3) Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan petani dengan efektivitas program kartu tani. Penelitian yang dilaksanakan di Desa Karangjaya Keamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya ini didesain secara kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Sebanyak 40 petani responden dipilih secara acak dari 407 populasi petani dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian mengungkap bahwa mayoritas petani mengikuti dan mendukung program kartu tani, karena memudahkan dalam menebus pupuk bersubsidi. Program kartu tani dilaksanakan petani melalui kelompok tani mengikuti arahan penyuluh dari mulai pengusulan, penerbitan sampai penebusan pupuk bersubsidi. Pelaksanaan program kartu tani berjalan efektif sehingga perlu disebarluaskan. Hasil analisis data pada Tabel 13 menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 1,000, dan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 yang artinya terdapat hubungan yang kuat dan sangat signifikan antara tingkat pengetahuan petani dengan efektivitas pelaksanaan program kartu tani
POTRET PENGHIDUPAN PETANI PADI SAWAH DI DAERAH RAWAN BENCANA BANJIR (Suatu Kasus Di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran)
Lokasi Desa ciganjeng yang berada di hilir DAS Citanduy membuat kondisi Desa Ciganjeng rawan terhadap banjir. Kondisi banjir ini memberikan dampak berkurang hingga hilangnya pendapatan petani di Desa Ciganjeng. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 74 responden petani yang menunjukan bahwa para petani harus mencari strategi untuk bertahan hidup. Dalam implementasi strategi tersebut, petani menggunakan lima aset modal yaitu modal alam, modal finansial, modal manusia, modal sosial dan modal fisik. Modal sosial merupakan aset terbesar yang dimiliki oleh rumah tangga petani di Desa Ciganjeng karena gotong royong di desa tersebut memiliki nilai yang tinggi.
KELAYAKAN USAHATANI MINAPADI DI DESA MEKARJAYA KECAMATAN PADAKEMBANG KABUPATEN TASIKMALAYA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Biaya yang dikeluarkan pada usahatani minapadi dalam satu kali proses produksi, (2) Penerimaan dan pendapatan pada usahatani minapadi dalam satu kali proses produksi, (3) RC Rasio pada usahatani minapadi di Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali proses produksi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey pada Petani Minapadi di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah petani minapadi sebanyak 55 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) biaya yang dikeluarkan pada usahatani minapadi di Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya per satu kali musim tanamn yaitu Rp 30.190.557,51, 2) penerimaan yang didapatkan pada usahatani mina padi di Desa Mekarjaya yaitu Rp. 78.228.571.43,- dan pendapatannya sebesar Rp.48.038.013,92,-, 3) Besarnya R/C pada usahatani minapadi yaitu 2,59 artinya untuk setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan pada usahatani minapadi akan diperoleh penerimaan Rp. 2,59. Sehingga diperoleh pendapatan Rp. 1,59 dengan demikian usahatani minapadi di Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya menguntungkan dan layak untuk di jalankan
DAMPAK KEBERADAAN PASAR EMAK TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT DI KELURAHAN TALANG JAWA
Penelitian ini memiliki arahan untuk mengetahui peran dan keterlibatan peran dan keterlibatan masyarakat Talang Jawa terhadap keberadaan pasar emak, mengetahui bagaimana dampak keberadaan pasar emak terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat di Talang Jawa. Metode yang digunakan adalah metode survey, dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dandibantu kuisioner yang disi oleh anggota Pasar Emak untuk data primer sedangkan, data sekunder didapat dari instansi-instansi terkait. Hasil penelitian ini adalah didapat jika peran dan keterlibatan masyarakat Talang Jawa terhadap pasar Emak sebesar 1,06%, yang ikut terlibat meliputi kepengurasan Pasar Emak berasal dari RT 15, dengan keanggotan Pasar Emak 24 orang atau 43% dari RT 22 orang atau 15, 40% dari RT 14 dan 9 orang atau 17 % dari RT 13. Total rata-rata pendapatan yang diterima oleh masyarakat yang mengikuti Pasar Emak sebesar Rp 181.160,-/bulan. dan adanya Pasar Emak memiliki dampak sosilal dan ekonomi pada masyarakat Talang Jawa. Dampak sosial masyarakat Talang Jawa berdamapak pada peluang UKM dan berwirausaha, adanya interaksi sosial antar masyarakat maupun antar pedangan dan pembel
ANALISIS USAHATANI PENANGKARAN BENIH PADI (ORYZA SATIVA L) VARIETAS INPARI 32
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 per hektar per musim tanam di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap; dan 2) Besarnya R/C usahatani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 per hektar per musim tanam di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada UPTD Benih Pertanian Varietas Iinpari 32 di Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Adapun teknik penarikan sempel pada penelitian ini dilakukan secara sensus (sampling jenuh), yaitu pada 32 sampel petani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Besarnya biaya yang dikeluarkan pada usahatani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) per hektar per musim tanam di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap adalah sebesar Rp 13.809.641,75, penerimaan sebesar Rp 26.725.000, sehingga pendapatannya sebesar Rp 12.915.358,25. 2) Besarnya R/C usahatani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 per hektar per musim tanam di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap sebesar 1,93
STRATEGI PEMASARAN SALE PISANG AMBON
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman), merumuskan alternatif strategi pemasaran sale pisang ambon pada Agroindustri Mekar Sari Rasa. Metode penelitian pada penelitian ini adalah studi kasus pada Agroindustri Mekar Sari Rasa Desa Cigayam Kabupaten Ciamis. Responden pada penelitian ini terdiri dari 4 orang pelaku agroindustri secara sampel jenuh, dan konsumen sale pisang sebanyak 3 orang secara purposive. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Stength, weakneses, opportunity, threts (SWOT)Analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor internal pada Agroindustri Mekar Sari Rasa kekuatannya modal usaha, lokasi strategis, tenaga kerja terampil, kualitas produk, harga terjangkau. Kelemahan : promosi dan iklan masih belum maksimal, belum adanya pembukuan yang jelas, tidak ada variasi produk. Faktor eksternal dalam pemasaran sale pisang peluangnya adalah permintaan sale pisang banyak, tidak ada pesaing, perkembangan teknologi, pelanggan setia.Ancaman : kurangnya pendampingan pemerintah terhadap UKM, naiknya harga bahan baku yang tidak bisa di prediksi, banyaknya alternatif makanan selain sale pisang. Alternatif strategi pemasaran yang harus dilakukan oleh Agroindustri Mekar Sari Rasa dalam memasarkan sale pisang ambonnya adalah meningkatkan produksi sale pisang serta mempertahankan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran agar agroindustri sale pisang ambon mekarsari rasa dapat terus berkembang dalam pemasaran sale pisang ambonnya
ANALISIS MANFAAT KOPERASI LKMA SIDO JAYA ABADI KECAMATAN PENAWARTAMA KABUPATEN TULANG BAWANG
Koperasi merupakan sebuah lembaga yang menunjang perekonomian masyarakat dan langsung bersentuhan dengan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Koperasi memberikan manfaat kepada anggotanya yaitu manfaat ekonomi dan manfaat non ekonomi. Manfaat ekonomi terdiri dari manfaat ekonomi langsung dan manfaat ekonomi tidak langsung. Manfaat non ekonomi berupa kepuasan anggota, diukur berdasarkan kepuasan anggota terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat ekonomi dan tingkat kepuasan yang dirasakan anggota koperasi terhadap pelayanan Koperasi LKMA Sido Jaya Abadi. Metode yang digunakan adalah metode survei. Responden penelitian ini yaitu anggota Koperasi LKMA Sido Jaya Abadi yang berjumlah 51 anggota yang diambil secara simple random sampling dari total anggota koperasi yang berjumlah 570 anggota. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret sampai April 2022. Analisis data yang digunakan adalah perhitungan Total Manfaat Ekonomi dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan manfaat ekonomi langsung sebesar Rp 1.760.098,00 dan manfaat ekonomi tidak langsung sebesar Rp 2.936.078,00 sehingga total manfaat ekonomi koperasi yang diterima oleh anggota sebesar Rp 4.696.176,00 / tahun. Total Manfaat Ekonomi termasuk dalam kategori besar. Perhitungan CSI mendapatkan hasil 72,52% yang berarti bahwa tingkat kepuasan anggota koperasi berada pada kategori puas
EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI KOPI BUBUK DI KELURAHAN SUMBER AGUNG KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS KOPI BUBUK CAP GUNUNG BETUNG)
Kebutuhan masyarakat terhadap kopi terus meningkat sejalan dengan kenaikan jumlah penduduk. Provinsi Lampung menduduki peringkat ke dua sebagai penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia, tetapi kurangnya studi mengenai kelayakan usaha terutama dari aspek finansial membuat investor ataupun pemerintah tidak memiliki gambaran yang cukup untuk melakukan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan non finansial dan finansial pengembangan usaha. Penelitian ini dilakukan di Agroindustri Kopi Cap Gunung Betung yang berada di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Waktu pengumpulan data pada Bulan Maret s.d. Agustus 2021. Responden dalam penelitian ini adalah pengelola agroindustri yang berjumlah satu orang pemilik dan enam orang karyawan agroindustri. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kelayakan finansial usaha dengan beberapa kriteria berupa Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dengan metode switching value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Agroindustri Kopi Cap Gunung Betung ditinjau dari aspek non finansial layak untuk dilakukan, tetapi masih memerlukan perbaikan pada aspek manajemen dan sumber daya terkait dengan kualitas tenaga kerja, perekrutan, dan penentuan jam kerja. Pengembangan Agroindustri Kopi Cap Gunung Betung ditinjau dari aspek kelayakan finansial layak untuk dilakukan, karena memenuhi seluruh kriteria investasi yang terdiri dari, NPV, IRR, net B/C, gross B/C, dan PP. Kelayakan finansial pengembangan Agroindustri Kopi Bubuk Cap Gunung Betung masih tetap layak, meski terjadi penurunan harga jual kopi bubuk, kenaikan harga bahan baku, dan penurunan produksi kopi bubuk
PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KOTA SALATIGA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Ketahanan pangan untuk masyarakat berkaitan erat dengan ketersediaan pangan di suatu daerah. Pada awal Maret 2020, Indonesia dilanda wabah Covid-19 sehingga pemerintah melakukan upaya mencegah penularan dengan mengeluarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Kebijakan ini menghambat banyak sektor, terutama sektor sosial dan ekonomi. Masyarakat dilarang untuk berkerumun dan meminalisir interaksi dengan orang lain, sehingga banyak masyarakat mengalami penurunan pendapatan karena kehilangan pekerjaan, pembatasan jam kerja, dan kegiatan jual beli yang terhenti. Hal ini berdampak pada perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, antara lain kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kota Salatiga pada masa pandemi Covid-19 dan mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kota Salatiga pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana terhadap rumah tangga di kecamatan Sidorejo, jumlah sampel 50 rumah tangga. Tingkat ketahanan pangan diukur dari persentase pengeluaran pangan terhadap total pengeluaran rumah tangga. Variabel kondisi sosial ekonomi yang diduga memengaruhi ketahanan pangan adalah pendidikan ibu, pendapatan keluarga, jumlah tanggungan keluarga, dan harga bahan pokok beras. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Teknik analisis untuk mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi terhadap ketahanan pangan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 60% rumah tangga di kota Salatiga termasuk rumah tangga tahan pangan, Variabel kondisi sosial ekonomi yang berpengaruh nyata dan signifikan terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga adalah pendapatan keluarga, jumlah tanggungan keluarga, dan harga bahan pokok beras, sedangkan pendidikan ibu tidak berpengaruh terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga