Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) ROTTE BAKERY (Studi Kasus Rotte Bakery Soebrantas Kecamatan Tampan Pekanbaru)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial, sensitivitas dan persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran Rotte Bakery Soebrantas di Kecamatan Tampan Kota pekanbaru. terhadap perubahan tingkat produksi, harga input dan harga output suatu usaha diversifikasi kelapa Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data kriteria investasi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Internal Rate of Return (IRR). Analisis data persepsi konsumen yaitu menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan : Usaha Rotte Bakery pada tingkat suku bunga 6% dan periode usaha 8 tahun adalah layak untuk dijalankan dan dikembangkan, dengan nilai NPV sebesar Rp.6.123.213.774, Net B/C sebesar 3 dan nilai IRR lebih tinggi dari tingkat suku bunga yaitu 46,03%. Usaha Rotte Bakery layak dijalankan secara finansial berdasarkan hasil analisis sensitivitas. Persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran Rotte Bakery Soebrantas meliputi produk, harga, distribusi/tempat, promosi dan pelayanan. Variabel produk dengan skor 4,07 dengan kategori baik, harga dengan skor 4,11 kategori baik, distribusi dengan skor 4,12, promosi dengan skor 3,92 dan pelayan pada skor 4,14
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG (Studi Kasus pada Agroindustri Keripik Pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis)
Sebagai sebuah usaha peningkatan nilai tambah komoditas berbasis komunitas, agroindustri sangat prospektif, tetapi sebagian besar pelakunya abai terhadap analisis kelayakan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pengolahan pisang menjadi keripik pisang; dan (2) Besarnya nilai tambah pengolahan pisang menjadi keripik pisang. Penelitian yang berjenis kualitatif dan bermetode studi kasus ini dilaksanakan di Agroindustri Keripik Pisang Karya Ayu Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis selama bulan november sampai bulan Desember. Lokasi dan informan penelitian dipilih secara sengaja, karena memproduksi keripik pisang dalam jumlah cukup besar, dan usahannya sudah berjalan selama 12 tahun. Data primer diperoleh dari informan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan panduan wawancara. Data primer yang terkumpul dianalisis secara deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri keripik pisang dalam satu kali proses produksi sebesar Rp Rp 8.460.758, sedangkan penerimaan Rp 9.900.000, dan pendapatan Rp 1.439.242; dan (2) Nilai tambah yang diperoleh agroindustri keripik pisang sebesar Rp 2.030,57 per kilogram dalam satu kali proses produksi
PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KOPI DI DESA TERTlNGGAL DAN DESA BERKEMBANG KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pendapatan usahatani kopi, pendapatan rumah tangga petani kopi, tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kopi, dan faktor penentu tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kopi di desa tertinggal dan desa berkembang Kabupaten Lampung Utara. Secara purposive lokasi ditentukan, mengingat Kabupaten Lampung Utara merupakan sentra produksi kopi di Provinsi Lampung. Responden penelitian sebanyak 44 petani kopi di desa tertinggal dan 31 orang di desa berkembang dan diambil secara acak .Data dikumpulkan pada bulan Februari – Maret 2022. Analisis tujuan pertama dan kedua menggunakan metode analisis usahatani, tujuan ketiga menggunakan analisis tingkat kesejahteraan Sajogyo (1997) dan tujuan keempat dengan analisis logit biner . Hasil penelitian menunjukkan pendapatan rata-rata usahatani kopi adalah Rp30.478.838,21/hektar di desa tertinggal dan Rp31.562.217,12/hektar di desa berkembang. Pendapatan rumah tangga rata-rata adalah Rp53.861.676,14/tahun di desa tertinggal dan 88.504.206,45/tahun di desa berkembang. Berdasarkan kriteria Sajogyo (1997) kesejahteraan rumah tangga petani kopi di desa tertinggal dan desa berkembang yaitu cukup.Faktor penentu tingkat kesejateraan rumah tangga petani kopi adalah pendapatan usahatani kopi, pendapatan non usahatani kopi dan lama pendidikan petani kopi di desa tertinggal dan desa berkembang Kabupaten Lampung Utara
KINERJA BPR JOGJA SAAT SEBELUM DAN SESUDAH PANDEMI
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan BPR Jogja pada masa sebelum dan sesudah pandemi covid 19 dari tahun 2017-2021. Observasi merupakan teknik yang dipakai untuk pengumpulan data dengan mengamati laporan keuangan yang tahunan yang terdiri dari laporan atas laba rugi dan neraca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan analisis rasio. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis laporan keuangan BPR Jogja ditinjau dari analisis rasio ROA, CAR, BOPO, LDR, NPL, ROE, LAR, NIM, selama periode 2017± 2021. BPR Jogja Di Jogja merupakan badan usaha yang bergerak di bidang perbankan. BPR Jogja Di Jogja menggunakan informasi laporan keuangan, karena informasi ini sangat membantu pihak manajemen perusahaan terutama yang berhubungan dengan tujuan perusahaan dalam memberikan kredit bagi nasabah. Oleh karena itu agar pemakai laporan keuangan dapat menentukan modal usaha yang tepat maka informasi yang terkandung dalam laporan keuangan harus benar-benar diperhatikan.Kata Kunci: Rasio Keuangan, Analisis Laporan Keuangan, BP
ANALISA USAHA PRODUKSI BAGLOG JAMUR TIRAM (STUDI KASUS: RUMAH KEBUN JAMUR, SLEMAN, YOGYAKARTA)
Jamur merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak diminati masyarakat. Jumlah peningkatan permintaan jamur harus diiringi dengan ketersediaan bibit jamur yang berkualitas. Usaha pembibitan jamur mempunyai prospek yang menjanjikan untuk dijalankan karena jumlah permintaan jamur yang kian meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisa usaha pembuatan baglog jamur (bibit F3) di Rumah Kebun Jamur dengan menghitung Break Event Point, R/C ratio dan Return on investment. Metode peneilitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil analisa usaha menunjukkan bahwa Rumah Kebun Jamur berada di titik impas pada harga produk Rp 1.238 per pcs dengan volume produksi sebanyak 12.880 pcs. Hasil analisis menunjukkan nilai R/C ratio 2,01 dan ROI sebesar 101% yang berarti bahwa usaha tersebut layak untuk dijalankan
ANALISIS FUNGSI PRODUKSI KERIPIK PISANG MENGGUNAKAN METODE COBB DOUGLAS PADA UPPKS LESTARI DI KECAMATAN CIPAKU KABUPATEN CIAMIS
Dalam situasi perekonomian global yang tidak menentu, para pelaku industri berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi perusahaan yang sedang dijalankan. Usaha mempertahankan dan meningkatkan produksi dapat dilaksanakan dengan baik apabila terdapat perencanaan produksi yang baik serta dukungan dari faktor internal dan eksternal perusahaan. Aktivitas produksi bukan sekedar sebagai aktivitas mentransformasikan input menjadi output, tetapi sebagai aktivitas penciptaan nilai tambah (value added). Pemahaman terhadap nilai tambah sangatlah penting agar dalam setiap aktivitas berproduksi selalu menghindari waste (pemborosan).Dengan menggunakan metode Cobb Douglas untuk menganalisis fungsi produksi keripik pisang. Fungsi produksi Cobb Douglas Adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan variabel dependen dan Dua atau lebih variabel independen dan juga menggunakan proses antara input dan output. Pemahaman fungsi produksi adalah salah satu faktor penting dalam melakukan perencanaan yang optimal.Tujuannya untuk mengetahui pengaruh input terhadap output, mengetahui elastisitas input terhadap output dan untuk mengetahui kondisi return to scale berdasarkan fungsi produksi Cobb Douglas.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel X1 (modal), X2 (bahan baku), dan X3 (tenaga kerja) berpengaruh secara signifikan terhadap Variabel Y (keripik pisang). Besarnya elastisitas X1 (modal) terhadap keripik pisang sebesar 0,265, besarnya Elastisitas X2 (bahan baku) terhadap keripik pisang sebesar 0,342, besarnya Elastisitas X3 (tenaga kerja) terhadap keripik pisang sebesar 0,593. Kondisi UPPKS periode 2018 – 2019 jika dilihat dari Skala hasilnya berada dalam kondisi increasing return to scale. Hasil Analisis menunjukkan bahwa parameter b + c + d = 1,2 lebih besar dari 1
PROFITABILITAS DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI MINYAK KELAPA BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DI DESA SAGULING KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Dalam pengolahan buah kelapa menjadi produk minyak kelapa di sebuah agroindustri akan memberikan nilai tambah bagi buah kelapa tersebut. Sementara profitabilitas agroindustri minyak kelapa akan menunjukkan kemampuan agroindustri tersebut dalam menghasilkan laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya profitabilitas dan nilai tambah agroindustri minyak kelapa di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualititatif, penarikan sampel adalah nonprobability sampling dengan metode sampling jenuh (sensus) terhadap agroindustri minyak kelapa di Desa Saguling. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah biaya yang diperoleh sebesar Rp 2.595.197,72 penerimaan sebesar Rp 3.125.000,00 pendapatan sebesar Rp 529.802,28. Profitabilitas yang ditunjukan oleh gross profit margin pada produk minyak kelapa adalah sebesar 83%. Net profit margin untuk produk minyak kelapa adalah sebesar 17%. Besarnya jumlah nilai tambah pada produk minyak kelapa adalah Rp. 3.485,00 pada agroindustri minyak kelapa di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Kata Kunci: Profitabilitas, Nilai Tambah, Agroindustri, dan Minyak KelapaThe processing of coconuts into coconut oil products in an agro-industry will provide added value for the coconuts. Meanwhile, the profitability of the coconut oil agroindustry will show the ability of the agroindustry to generate profits. This study aims to determine the profitability and added value of coconut oil agroindustry in Saguling Village, Baregbeg District, Ciamis Regency. The type of research used is descriptive qualitative, sampling is non-probability sampling with saturated sampling method (census) on coconut oil agroindustry in Saguling Village. The results of this study indicate that the total cost obtained is Rp. 2,595,197.72, revenue is Rp. 3,125,000.00 and income is Rp. 529,802.28. Profitability shown by the gross profit margin on coconut oil products is 83%. The net profit margin for coconut oil products is 17%. The amount of added value in coconut oil products is Rp. 3,485.00 in coconut oil agroindustry in Saguling Village, Baregbeg District, Ciamis Regency. Keywords: Profitability, Added Value, Agroindustry, and Coconut Oi
ANALISIS SALURAN PEMASARAN PEPAYA DI DESA BEBER KECAMATAN CIMARAGAS
Pepaya mampu tumbuh di berbagai tempat, baik di lahan kering maupun di lahan basah dengan iklim tropis dan sub tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui saluaran-saluran pemasaran buah pepaya dari petani sampai ke konsumen di Desa Beber Kecamatan Cimaragas, (2) Mengetahui marjin pemasaran dan farmer share saluran pemasaran pepaya petani Desa Beber Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis sampai ke konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dan analisis data yang digunakan untuk menjawab identifikasi pertama adalah analisis margin share dan Farmer’s share. Untuk menjawab identifikasi kedua adalah menggunakan metode shepherd’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat tiga saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran I terdiri dari petani, pedagang pengecer dan konsumen. Saluran pemasaran II terdiri dari petani, tengkulak, pedagang pengecer dan konsumen. Saluran pemasaran III terdiri dari petani, pedagang pengepul, pedagang besar, pedagang pengecer dan konsumen. (2) Marjin terkecil terdapat pada saluran I, sedangkan Farmer share terbesar terdapat pada saluran 1, serta merupakan saluran yang memiliki efesiensi lebih baik dari saluran II dan III. Kata Kunci : Margin Pemasaran. Saluran Pemasaran, Pepaya Papaya is able to grow in various places, both in dry land and in wetlands with tropical and sub-tropical climates. The aims of this study were (1) to find out the marketing channels of papaya fruit from farmers to consumers in Beber Village, Cimaragas District, (2) find out marketing margins and farmer share of papaya marketing channels for farmers in Beber Village, Cimaragas District, Ciamis Regency to consumers. The research method used is a case study and the data analysis used to answer the first identification is the analysis of margin share and Farmer's share. To answer the second identification is to use the shepherd's method. The results showed that (1) There are three marketing channels, namely marketing channel I consisting of farmers, retailers and consumers. Marketing channel II consists of farmers, middlemen, retailers and consumers. Marketing channel III consists of farmers, collectors, wholesalers, retailers and consumers. (2) The smallest margin is in channel I, while the largest farmer share is in channel 1, and is a channel that has better efficiency than channel II and III. Keywords: Marketing Margins. Marketing Channels, Papaya
KORELASI MEDIA KOMUNIKASI DNEGAN PENINGKATAN PRODUKSI SAYUR KUBIS DI DESA NOGOSAREN KECAMATAN GETASAN
Keberadaan teknologi sebagai media komunikasi menjadi salah satu bagian dalam perkembangan produksi komoditas di sector pertanian. Produksi sayur kubis di Jawa Tengah merupakan produksi yang terbesar setelah kentang sehingga dapat menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan dan potensial untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Kecamatan Getasan merupakan salah satu sentra produksi sayur kubis terbesar di Jawa Tengah tepatnya di Desa Nogosaren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan media komunikasi dalam mempengaruhi produksi sayur kubis di Desa Nogosaren Kecamatan Getasan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dan pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner menggunakan skala likert. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu petani di Desa Nogosaren sebagai petani yang membudidayakan sayur kubis. Jumlah sampel yang diambil adalah 40 orang petani. Variabel dalam penelitian ini adalah smartphone, radio, televisi dan koran. Data dianalisisis menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media komunikasi yaitu smartphone, radio, koran dan televisi tidak memiliki hubungan dengan produksi sayur kubis di Desa Nogosaren
ANALISIS DAYA SAING CENGKEH INDONESIA KE VIETNAM SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui daya saing komoditas cengkeh Indonesia di pasar Vietnam jika ditinjau dari keunggulan komparatifnya dan untuk mengetahui pengaruh Indeks Harga Konsumen (IHK), harga BBM dunia, dan volume ekspor cengkeh Indonesia ke Vietnam terhadap ekspor cengkeh Indonesia ke Negara Vietnam. Periode yang digunakan dalam penelitian ini selama lima tahun yaitu dari tahun 2013 sampai tahun 2017. Metode analisis yang digunakan untuk daya saing cengkeh Indonesia ke Vietnam yaitu dengan analisis keunggulan komparatif atau Revealed Comparative Advantage (RCA) dan menggunakan model analisis regresi berganda Ordinary Least Square (OLS) untuk menganalisis pengaruh Indeks Harga Konsumen (IHK), harga BBM dunia, dan volume ekspor cengkeh Indonesia ke Vietnam terhadap ekspor cengkeh Indonesia ke Vietnam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2013-2017 cengkeh Indonesia ke Vietnam memiliki daya saing yang kuat karena nilai indeks RCA lebih besar dari satu. Selain itu, Indeks Harga Konsumen (IHK), harga BBM dunia, dan volume ekspor cengkeh Indonesia ke Vietnam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ekspor cengkeh Indonesia ke Vietna