Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
    1079 research outputs found

    DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK ITIK DI DESA SUGIH WARAS KECAMATAN BELITANG MULYA KABUPATEN OKU TIMUR

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki arahan untuk menganalisis dampak Covid-19 terhadap pendapatan peternak itik sebelum dan saat pandemi covid-19 di Desa Sugih Waras Kecamatan Belitang Mulya Kabupaten OKU Timur, Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan dampak Covid-19 peternak itik sebelum dan setelah pandemi Covid-19 berdampak terhadap pendapatan, dimana pendapatan sebelum Covid-19 pada tahun sebelum adanya pandemi Covid-19 Januari – November 2019 lebih besar dibandingan dengan pendapatan sesudah Covid-19 Januari-November 2022 di Desa Sugih Waras Kecamatan Belitang Mulya Kabupaten OKU TimurKata kunci: Peternakan Itik, Pandemi Covid-19, Pendapata

    OPTIMALISASI PENDAPATAN USAHA TANI JAHE

    Get PDF
    Jahe merupakan tanaman herbal yang diyakini dapat meningkatkan imunitas tubuh, permintaan jahe meningkat sejalan dengan pertambahan kasus Covid-19. Namun pada saat ini, keberhasilan usahatani jahe belum bisa diukur secara pasti untuk kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produksi optimal dan pendapatan maksimal pada usahatani jahe di Desa Purwasari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Petani responden ditentukan secara acak sebanyak 28 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : Biaya, penerimaan, pendapatan per satu kali musim tanam, dan Produksi optimal sehingga mendapatkan pendapatan maksimal per satu kali musim tanam. Analisis data yang digunakan adalah regresi kuadratik untuk persamaan biaya dan regresi linier untuk persamaan penerimaan optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Biaya yang dikeluarkan petani jahe di Desa Purwasari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis sebesar Rp356.132.018 per satu kali musim tanam, penerimaan yang diterima yaitu sebesar Rp 401.800.000,- per satu kali musim tanam, pendapatan yang diperoleh yaitu sebesar Rp 45.667.982 per satu kali musim tanam, dan Produksi optimal yang bisa dicapai oleh petani jahe sebesar 7.561,27kg per petani per satu kali musim tanam, sehingga pendapatan maksimal yang bisa dicapai pada produksi optimal yaitu sebesar Rp 62.854.292 per satu kali musim tanam

    STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI PADA AGROINDUSTRI TEMPE DI UD SYARIAH JAYA KELURAHAN LINGGASARI KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal, eksternal, dan strategi dalam pemasaran agroindustri tempe.Metode penelitian menggunakan study kasus pada UD Syariah Jaya Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan sengaja (purposive). Adapun informan dalam penelitian ini terbagi atas dua yaitu informan utama yang terdiri atas pemilik usaha tempe sebanyak 1 orang, pekerja sebanyak 2 orang, dan pedagang sebanyak 2 orang serta informan pendamping yakni konsumen tempe sebanyak 2 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatannya adalah tempe sangat diminati masyarakat dan pengalaman usaha tempe yang sudah lama. Faktor eksternal peluang yaitu permintaan tempe selalu meningkat pada saat harga daging sapi naik, bahan baku yang selalu tersedia, untuk ancamannya yaitu Fluktuasi harga bahan baku, faktor cuaca dan fluktuasi permintaan pasar. Strategi yang dapat dilakukan adalah diversifikasi strategi dengan mencari peluang baru yang belum tersentuh sebelumnya untuk menghadapi ancaman yang dihadapi yaitu dengan cara memperluas jaringan pasar sebagai mitra penjualan tempe hasil produksi dan membuat inovasi mengenai produk, misalnya membuar tempe siap goreng dengan aneka varian rasa.Kata kunci: Tempe, Agroindustri, Strategi Pemasaran, Analisis SWO

    VALUASI EKONOMI WISATA AIR TERJUN CURUP KERETA DI KECAMATAN UMPU SEMENGUK KABUPATEN WAY KANAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan dan menghitung nilai ekonomi wisata Air Terjun Curup Kereta berdasarkan analisis biaya perjalanan. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di kawasan wisata Air Terjun Curup Kereta, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan responden berjumlah 67 orang yang dipilih berdasarkan accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai september 2022. Metode regresi linier berganda dipakai untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kunjungan, sedangkan untuk menghitung nilai ekonomi wisata ditentukan dengan metode biaya perjalanan. Hasil penelitian ini menunjukan nilai rata-rata biaya perjalanan sebesar Rp80.312 per orang per kunjungan dengan biaya tertinggi yaitu biaya transportasi Rp31.021 atau 38,62 persen. Jumlah kunjungan wisata Air Terjun Curup Kereta dipengaruhi oleh biaya perjalanan yang dikeluarkan oleh wisatawan, pendapatan pengunjung, umur, jarak tempat tinggal menuju kawasan wisata, sarana dan prasarana yang tersedia di wisata Air Terjun Curup Kereta. Total nilai ekonomi wisata Air Terjun Kereta Curup adalah Rp1.529.199.667 per tahun

    ANALISIS PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI KARET DI DESA TUNGGILIS KECAMATAN KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN

    Get PDF
    Kesejahteraan adalah keadaan hidup yang mampu memenuhi kebutuhan minimal hidupnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan sangatlah berkaitan satu sama lain. Diantaranya adalah: tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, kondisi geografi dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya pendapatan petani karet di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran dan 2) Kesejahteraan petani karet di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Teknik penarikan sampel dilakukan secara sensus terhadap tempat petani karet yang ada di Desa Tunggilis. Hasil penelitian menunjukan bahwa:1)    Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh petani karet yang berada di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran adalah sebesar Rp 31.532.750 dan penerimaan rata-rata yang diperoleh petani karet sebesar Rp 66.101.875 per tahun sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh petani karet sebesar Rp 34.569.125 per tahun2)    Berdsasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kesejahteraan petani karet di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran berada kategori tingkat kesejahteraan sedang yaitu sebanyak 5 rumah tangga atau sebesar 71,43% dan tingkat kesejahteraan tinggi sebanya 2 rumah tangga atau sebesar 28,57%

    ANALISIS RESPON PETANI TERHADAP PENGGUNAAN COMBINE HARVESTER (STUDI KASUS DESA PADANG, KECAMATAN MANGGENG, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA)

    Get PDF
    Penggunaan teknologi mesin telah merambah kebidang pertanian untuk mendukung keberhasilan kerjanya. Salah satu inovasi yang hadir adalah penggunaan mesin combine harvester. Mesin combine harvester mampu menghemat pengeluaran saat pemanenan padi dan perontokan, kebutuhan tenaga kerja, dan meminimalisasi waktu panen. Akan tetapi penyediaan mesin ini sebagai inovasi baru tidak serta merta direspon dengan baik oleh petani. Petani yang dihadapkan pada pilihan teknologi baru tentunya akan menghasilkan respon yang beragam, tergantung pada faktor-faktor yang dipertimbangkan. Penelitian yang dilakukan di desa Padang, Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya ini berjenis deskriptif kuantitatif yang ditujukan untuk melihat respon petani terhadap penggunaan combine harvester dan faktor apa saja yang menjadi pertimbangan petani padi dalam penggunaan mesin combine harvester sebagai alat panen padi. Hasil pengolahan data pada penelitian ini menunjukkan bahwa respon petani pada tingkat pengetahuan tentang keberadaan dan cara kerja mesin combine harvester dalam proses memanen padi berada pada tingkat cukup hingga sangat tinggi yaitu pada persentase 59,3%-84%. Respon petani Desa Padang terhadap keterampilan yang mereka punya dalam penggunaan mesin combine harvester berada pada kriteria rendah hingga cukup dengan persentase 30,67%-46%, dan respon petani pada tingkat sikap berada pada kriteria tinggi hingga sangat tinggi dengan persentase 61,33%-93,7%. Hal ini menunjukkan para petani sangat responsif terhadap penggunaan mesin ini karena menyakini manfaat yang akan diperoleh dari penggunaan mesin ini, diantara mereka juga ada yang sudah lebih dulu merasakan manfaatnya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada sebagian petani yang memilih memanen padi dengan cara manual karena menganggap masih mungkin melakukannya dan memiliki faktor pendukung lainnya

    ANALISIS PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA CIKAHURIPAN KABUPATEN SUKABUMI

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan nelayan di Desa Cikahuripan Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi dan membandingkan tingkat pendapatan nelayan dengan Upah Minimun Kabupaten (UMK) Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah obseervasi,wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan nelayan menggunakan daftar pertanyaan atau kuisioner. Pengukuran sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan rata-rata nelayan per bulan adalah Rp 3.480.000. Pendapatan yang diperoleh oleh nelayan lebih besar dari pada nilai UMK yang berlaku di Kabupaten Sukabumi tahun 2022. Maka dapat disimpulkan bahwa   nelayan memiliki pendapatan yang layak dan dapat dikatakan memiliki tarap hidup sejahtera

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN DAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI PESISIR TANGKOLAK, DESA SUKAKERTA, KECAMATAN CILAMAYA WETAN, KABUPATEN KARAWANG

    Get PDF
    Wilayah pesisir mangrove merupakan daerah yang rentan terhadap perubahan dan tekanan yang berasal dari alam maupun akibat aktivitas manusia. Tangkolak merupakan suatu dusun yang mempunyai hutan mangrove seluas 70 hektar, Hutan mangrove mempunyai manfaat secara ekonomi dan sosial jika dikelola secara maksimal. Oleh karena itu perlu diketahui apa saja pemanfaatan dan aktivitas masyarakat dalam konservasi agar ekosisitem dan sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini memiliki tujuan: Mengidentifikasi aktifitas masyarakat dalam pemanfaatan dan konservasi hutan mangrove serta faktor-faktor yang berpengaruh. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Sample penelitian menggunakan metode Slovin sejumlah 61 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung dan wawancara. Analisis data dengan skor, kategori dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan mangrove tertinggi terdapat pada perikanan, kemudian kayu bakar, obat-obatan, dan bahan konsumsi. Aktivitas konservasi tertinggi pada penyampaian/mengajak orang lain, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, bantuan tenaga dan material. Secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara variabel karakteristik personal, motivasi, dan lingkungan masyarakat terhadap variabel aktivitas masyarakat, dan secara parsial variabel lingkungan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap variabel aktivitas masyarakat, sedangkan variabel karkteristik personal dan variabel motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Kegiatan pemanfaatan mangrove perlu ditingkatkan dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat supaya masyarakat paham dan mampu memaksimalkan pemanfaatan serta memberikan nilai ekonomi. Selain itu masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan teknologi sehingga produk olahan mangrove dapat dipasarkan secara luas

    ANALISIS SALURAN PEMASARAN LEBAH MADU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Saluran pemasaran lebah madu dari produsen ke konsumen, (2) Besaran margin, biaya dan manfaat pemasaran lebah madu untuk setiap tingkat instansi pemasaran, dan (3) Besar kecilnya bagian harga yang diterima petani dari harga eceran. Populasi petani lebah madu di Kecamatan Gununggede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya) adalah 10 orang, dan semua petani dijadikan responden dalam sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 1) Terdapat dua saluran pemasaran lebah madu di Kecamatan Gununggede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, yaitu: Saluran 1 = Petani → pengepul → pedagang besar → pengecer → konsumen. Saluran 2 = Petani → Pedagang grosir → pengecer → konsumen. (2) Saluran pemasaran 1 melibatkan 3 lembaga pemasaran yaitu pengepul, pedagang besar dan pengecer. Pengepul membeli lebah madu dari produsen dengan harga Rp 180.000 per kilogram dan dijual kembali ke pedagang grosir dengan harga Rp 181.000 per kilogram, dengan biaya pemasaran Rp 642,33 per kilogram, sehingga margin yang didapat Rp 1.000 per kilogram, dan keuntungan tengkulak pada saluran pemasaran 1 sebesar Rp 788.282 per kilogram. Pedagang grosir membeli lebah madu dengan harga Rp 182.000 per kilogram, dan dijual kembali ke pengecer dengan harga Rp 182.500 per kilogram, sehingga margin pemasarannya Rp 1.500 per kilogram, dengan biaya pemasaran Rp 1.241,69 per kilogram, maka pemasaran untung Rp 755.715 per kilogram. Pengecer membeli lebah madu dengan harga Rp 182.500 per kilogram, dijual kembali ke konsumen dengan harga Rp 184.500 per kilogram, sehingga marjin pemasarannya Rp 2.000 per kilogram, dengan biaya pemasaran Rp 553.392 per kilogram, dan laba pemasaran Rp 1. .106.785 per kilogram. Saluran 2 melibatkan dua lembaga pemasaran, yaitu grosir dan pengecer. Pedagang grosir membeli lebah madu dengan harga Rp 181.000 per kilogram, dijual kembali ke pengecer dengan harga Rp 182.000 per kilogram, sehingga margin pemasarannya Rp 1.000 per kilogram, dengan biaya pemasaran Rp 633,75 per kilogram, dan laba pemasaran Rp. 653,75 per kilogram. Pengecer membeli lebah madu dengan harga Rp 182.000 per kilogram dengan menjual ke konsumen Rp 185.000 per kilogram. Sehingga margin pemasaran Rp 3.000 per kilogram dengan biaya Rp 485,32 per kilogram, dan laba pemasaran Rp 1.455.835 per kilogram. (3) Bagian harga yang diterima petani (farmer share) pada saluran pemasaran 1 adalah 97,50 persen, dan bagian harga yang diterima petani (farmer share) pada saluran pemasaran 2 adalah 97,85 persen.Kata kunci: Lebah Madu, Saluran Pemasaran, Biaya, Margin, Keuntungan, Bagi hasil

    ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI KUE SEMPRONG

    Get PDF
    Studi Kelayakan usaha diperlukan untuk melihat sebuah gambaran mengenai layak atau tidak layak suatu usaha. Dalam menjalankan usaha Kue Semprong, kebanyakan pengusaha belum melakukan pencatatan khusus keuangan untuk usahanya,sehingga tidak diketahui berapa biaya pengeluaran dan pendapatan pada usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan pada agroindustri kue semprong”Adin Jaya Rasa” di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. 2) Besarnya R/C agroindustri kue semprong “Adin Jaya Rasa” di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sampel penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa usaha tersebut merupakan satu-satunya agroindustri kue semprong yang memiliki keunikan pada bentuk dan rasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Biaya total agroindustri kue semprong “Adin Jaya Rasa” dalam satu kali proses produksi adalah Rp 2.509.525,53, penerimaan Rp 4.200.000, dan pendapatan Rp 1.690.474,47. 2) Besarnya R/C agroindustri kue semprong “Adin Jaya Rasa” adalah 1,67   artinya setiap biaya yang dikeluarkan 1 rupiah menghasilkan penerimaan 1,67 dan usaha kue semprong :Adin Jaya Rasa” di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis layak untuk diusahakan

    1,026

    full texts

    1,079

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇