Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SAGON (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI AMIJAYA SAGON PRIANGAN DI DESA HANDAPHERANG, KECAMATAN CIJEUNGJING, KABUPATEN CIAMIS)
Komoditas pertanian memiliki peluang untuk diperluas pasarnya di era bisnis disrupsi, namun nilai tambahnya harus ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C agroindustri sagon serta besarnya nilai tambah agroindustri sagon. Penelitian yang dilaksanakan di Agroindustri Amijaya Sagon Priangan di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis ini didesain secara kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan kelayakan usaha dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya produksi sagon per satu kali proses produksi adalah Rp 2.995.531,68,- penerimaan Rp 4.200.000,- pendapatan Rp 1.204.468,- R/C sebesar 1,40 yang artinya setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan perusahaan memperoleh pendapatan sebesar Rp 39,87% dengan demikian usaha agroindustri sagon menguntungkan. Besarnya nilai tambah agroindustri sagon adalah Rp 8.933,- nilai tersebut adalah nilai tambah dari hasil pengolahan satu kilogram sagon
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN TAHU KUNING DI DESA LUBUK BANJAR KECAMATAN LUBUK RAJA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
Kajian ini memiliki arahan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian tahu kuning di Desa Lubuk Banjar Keacamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dimana penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda. Data diperoleh dengan teknik pengambilan sampel objek yang dilakukan secara kebetulan bertemu pada saat pengumpulan data dan sesuai untuk diteliti. Hasil penelitian ini yaitu Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dalam keputusan konsumen terhadap pembelian tahu kuning yaitu variabel harga (X1), variabel ukuran (X2), variabel kualitas (D1), dan variabel rasa (D2
PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU TANI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN PURBARATU KOTA TASIKMALAYA
Implementasi kebijakan kartu tani belum dapat meningkatkan kesejahteraan petani, hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa hal pada implementasi program kartu tani yang belum berjalan dengan baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh implementasi program kartu tani dan motivasi kerja petani terhadap kesejahteraan petani padi sawah di Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan studi lapangan yang dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada 94 responden, sedangkan analisis data menggunakan analisis jalur..Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program kartu tani sudah baik, dn berdmpak pada motivasi kerja petani yang sudah baik pula, namun tingkat kesejahretaan petni masih dalah briteria sedang. implementasi program kartu tani dan motivasi kerja petani berpengaruh terhadap kesejahteraan petani padi sawah sebesar 73,88% dan sisanya 26,12% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Secara parsial implementasi program kartu tani berpengaruh rendah terhadap peningkatan kesejahteraan petani sebesar 12,2%, sedangkan motivasi kerja petani secara parsial berpengaruh kuat terhadap peningkatan kesejahteraan petani sebesar 61,7%
TATA NIAGA JAGUNG DI DESA WAY HELING KECAMATAN LENGKITI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
Penelitian ini memiliki arahan untuk menganalisis Menganalisis keragaan saluran pemasaran jagung yang ada di Desa Way Heling Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu Menganalisis efisiensi pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran di Desa Way Heling Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu. Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan Saluran pemasaran didaerah penelitian terdiri dari tiga saluran pemasaran, saluran pemasaran yang pertama dari petani ke konsumen. Saluran pemasaran kedua dari petani ke pedagang pengumpul lalu ke konsumen. Dan yang ketiga dari petani ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer lalu ke konsumen, efisiensi pemasaran pada saluran tataniaga I sebesar 0 %, saluran tataniaga II sebesar 24,74 < 50%, dan pada pemasaran ke III sebesar 28,92 < 50%. Saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran I. Efisiensi pemasaran pada ketiga saluran sebesar 0% - 50% artinya efisien
ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH DI DESA BUANAMEKAR KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS
Cabai merah merupakan komoditas sayuran yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia baik untuk di konsumsi oleh rumah tangga maupun industri makanan. Besarnya pendapatan yang dihasilkan petani sangat mempengaruhi motivasi petani dalam melakukan usahatani. Semakin tinggi pendapatan yang diperoleh petani maka akan semakin giat dan termotivasi petani tersebut melakukan usahataninya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani cabai merah di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis., 2) R/C usahatani cabai merah di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif deskriftif dengan mengambil kasus di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus yang dilakukan untuk mengidentifikasi biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani cabai merah di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Teknik penarikan sampel penelitian untuk budidaya cabai merah adalah menggunakan teknik Non Probability Sampling yang diambil yaitu dengan sampling jenuh (sensus) yaitu metode penarikan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hasil penelitian 1) Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh petani cabai merah yang berada di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis adalah yaitu Rp 14.583.621,00 dan penerimaan rata-rata yang diperoleh petani cabai yaitu Rp 29.072.308,69 dalam satu kali musim tanam, pendapatan rata-rata yang diperoleh dalam usahatani cabai merah yaitu Rp 14.588.686,19 dalam satu kali musim tanam, 2) Para petani dalam usahatani cabai merah, apabila dilihat dari segi ekonomis cukup menguntungkan. Hal ini dapat dilihat dari nilai R/C yaitu 1,82 artinya setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan diperoleh penerimaan yaitu 1,82 dan memperoleh pendapatan atau keuntungan yaitu 0,82
KOMPARASI PENDAPATAN ANTARA PRODUK MENTAH DAN PRODUK JADI PADA AGROINDUSTRI RENGGINANG (Studi Kasus Di Kelurahan Cipari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya)
Rengginang H.Idenk merupakan salah satu agroindustri yang memproduksi makanan tradisional yaitu rengginang. Dalam perkembangannya agroindustri rengginang H.Idenk cendrung stagnan, yang meskipun sudah berdiri sejak lama namun belum ada perkembangan yang signifikan pada usaha rengginang tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, nilai, tambah dan komparasi pendapatan agroindustri Rengginang H Idenk. Dalam penelitian ini menggunakan studi kasus, yaitu memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel atau informan dengan pertimbangan tertentu daa sekunder. Berdasarkan hasil penelitian usaha agroindustri Rengginang H.Idenk ini layak untuk dijalankan, yaitu dengan memperoleh hasil pendapatan Rp 141.596.636,63 dari hasil pengurangan antara peneriman yaitu Rp 665.700.000 dan total biaya Rp 412.100.000 dalam satu tahun proses produksi. Besarnya nilai tambah 1,1% dalam satu kali proses produksi dan berdasarkan hasil pengujian komparasi menggunakan uji Mann-Whitney terdapat perbedaan pendapatan antara produk rengginang mentah dan rengginang matang asym.sig menunjukan angka <0,001. Kata Kunci : Analisis Biaya, Komparasi Pendapatan, Renngginang
PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN
Padi senantiasa menduduki posisi strategis dalam pembangunan di Indonesia, namun nilai tukar dan pendapatan petaninya semakin mengecil, sehingga pemerintah melakukan penguatan melalui pembentukan kelompok tani. Penelitian yang dilakukan di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani, menganalisis peningkatan pendapatan petani dan menganalisis hubungan keduanya. Penelitian didesain secara kuantitatif dengan menggunakan metode survey terhadap 30 responden yang dipilih secara sensus. Data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji korelasi rank spearman dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kelompok tani dan pendapatan petani terkategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara peran kelompok tani dengan peningkatan pendapatan petani padi sawah
PENGARUH KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN PADI
Keberhasilan pembangunan pertanian tidak lepas dari peran penyuluh dalam melaksanakan tugasnya dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik, penyuluh harus memiliki kompetensi tertentu. Masih banyak penyuluh pertanian yang belum memiliki kompetensi yang dipersyaratkan dalam melaksanakan tugasnya sebagai agen perubahan di bidang pembangunan pertanian. Rendahnya kompetensi penyuluh antara lain berdampak pada rendahnya kemampuan petani dalam pengelolaan lahan pertanian karena pemenuhan kebutuhan petani yang tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi penyuluh pertanian terhadap pemenuhan kebutuhan petani padi di Desa Parumasan Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan disain kuantitatif dengan metode survey dan pendekatan cross sectional. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan 78 petani yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh pertanian terkategori sangat tinggi, sehingga dapat melakukan perannya dengan baik. Kebutuhan petani padi sangat terpenuhi, sehingga dapat melaksanakan usahatani dengan baik. Terdapat pengaruh kompetensi penyuluh pertanian terhadap pemenuhan kebutuhan petani padi sebesar 64,8%
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA SEMUT
Produk gula semut sebagai produk unggulan daerah Kabupaten Pangandaran memiliki potensi pasar luas sampai ke luar negeri, terlebih dengan kondisi pertumbuhan permintaan dunia terhadap produk gula semut sebesar 10%-15% setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal untuk mendapatkan alternatif strategi dalam pengembangan agroindustri gula semut SSF (Sweet Sugar Family) di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penarikan responden dilakukan secara purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT dan Matriks SWOT. 1.Hasil analisis dan identifikasi lingkungan secara internal, didapatkan kekuatan agroindustri ketersediaan bahan baku dan produk tahan lama. Kelemahannya adalah ketersediaan alat dalam proses produksi. 2. Hasil analisis dan identifikasi lingkungan eksternal adapun peluang pada agroindustri yaitu mempunyai pelanggan tetap dan pangsa pasar meluas. Ancamannya adalah produk yang sejenis dan kenaikan harga produksi. 3. Alternatif strategi dalam pengembangan agroindustri gula semut adalah pengembangan pasar, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, meningkatkan promosi, menjaga kualitas produksi.