Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PRODUKSI TAHU PADA CV TAHU TULUS DI KECAMATAN PASIR PENYU KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Tujuan penelitian digunakan untuk menghitung dan menganalisis kombinasi produksi optimal, alokasi sumberdaya dan perubahan nilai komponen produksi akibat skenario dan memaksimalkan keuntungan pada CV Tahu Tulus di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu. Metode penelitian yang digunakan studi kasus dengan teknik pengambilan populasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis optimalisasi, analisis sensitivitas dan analisis sensitivitas skenario menggunakan alat bantu program POM/QM for Windows 3. Hasil perhitungan didapat bahwa CV Tahu Tulus direkomendasikan untuk memproduksi 0,00 unit tahu besar dan 112.888,00 unit tahu kecil per minggu. Keuntungan maksimal yang diperoleh Rp 27.296.330,00 per minggu. Dari analisis sensitivitas alokasi sumberdaya kedelai perlu ditambah. Jam kerja tenaga kerja, jam kerja mesin milling, penggunaan bahan bakar perlu dikurangi karena memiliki nilai sisa yang besar. Biaya produksi dan biaya lainnya perlu ditekan karena memiliki nilai sisa yang besar. Skenario I, II dan III pada produksi optimal menunjukkan penurunan keuntungan sebesar Rp26.599.810,00, Rp27.251.170,00, Rp26.555.790,00. Skenario I, II dan III pada keuntungan maksimal menunjukkan penurunan keuntungan sebesar Rp20.993.120,00, Rp23.532.520,00, Rp21.522.140,00
POLA KONSUMSI DAN KEPUASAN KONSUMEN IKAN KALENG PADA TINGKAT RUMAH TANGGA DI PASAR TRADISIONAL BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi dan kepuasan konsumen terhadap ikan kaleng. Penelitian ini dilakukan di tiga pasar tradisional yang ada di Kota Bandar Lampung yaitu Pasar Rajabasa, Pasar Koga, Pasar Way Halim, dan Pasar Tugu. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 40 orang ibu rumah tangga yang mengkonsumsi ikan kaleng. Pengumpulan data penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2022. Pola konsumsi ikan kaleng dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sedangkan kepuasan konsumen ikan kaleng dianalisis menggunakan Indeks Kepuasan Konsumen (IHK) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi konsumen ikan kaleng di pasar tradisional Kota Bandar Lampung memiliki frekuensi konsumsi 2 kali/bulan dengan total konsumsi 2 kaleng/bulan. Merek ikan kaleng yang paling banyak dikonsumsi adalah merek ABC. Konsumen lebih menyukai kemasan ikan kaleng ukuran besar dan jenis ikan yang paling disukai adalah ikan sarden. Tingkat kepuasan konsumen terhadap ikan kaleng di pasar tradisional Kota Bandar Lampung sebesar 82,8 persen yang berarti konsumen merasa puas terhadap produk ikan kaleng. Atribut yang menjadi prioritas perbaikan adalah jumlah ikan per kemasan dan harga ikan kaleng
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI "CITRUK" (Studi Kasus Pada UMKM Si Mitty Di Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis)
Sebagai bisnis berbasis komunitas, UMKM memiliki prospektif tinggi di era disrupsi, termasuk agroindustri “Citruk”. Namun, UMKM lemah dalam hal administrasi dan kelayakan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C di Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis. (2) Besarnya nilai tambah agroindustri “Citruk” di Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis dengan menggunakan metode studi kasus. Responden diambil secara sengaja (purposive sampling) pada seorang pengusaha agroindustri “Citruk” di Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Besar biaya agroindustri “Citruk” per satu kali proses produksi adalah Rp 2.857.718,73 penerimaan Rp 4.800.000, pendapatan Rp 1.942.281,27 dan besarnya R/C 1,67 artinya setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan perusahaan memperoleh penerimaan Rp 1,67 dan pendapatan Rp 0,67 dengan demikian usaha agroindustri “Citruk” menguntungkan. (2) Besarnya nilai tambah agroindustri “Citruk” adalah Rp 27.996, nilai tersebut adalah nilai tambah dari hasil pengolahan 100 kg tepung tapioka dan terigu
EFEKTIVITAS PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENDAPATAN TEMBAKAU VOOR OOGST KASTURI DI DESA SUMBERJERUK KECAMATAN KALISAT KABUPATEN JEMBER
Kabupaten Jember dikenal sebagai sentra produksi tembakau jenis voor oogst kasturi. Jenis tembakau tersebut paling banyak dihasilkan di Kecamatan Kalisat salah satunya ialah Desa Sumberjeruk. Permasalahan yang kerap dihadapi petani ketika musim tanam tembakau tiba ialah terkait penyaluran pupuk bersubsidi yang tidak sesuai jatah, melebihi harga eceran tertinggi (HET) dan waktu pendistribusian yang tidak menentu. Permasalahan ini akan berdampak pada pendapatan dan produksi tembakau voor oogst kasturi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyaluran pupuk subsidi, hubungan efektifitas penyaluran pupuk subsidi dengan pendapatan serta mengetahui pengaruh efektivitas penyaluran pupuk subsidi melalui analisis faktor – faktor yang mempengaruhi produksi tembakau voor oogst kasturi. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif analitik. Efektivitas penyaluran pupuk subsidi dianalisis berdasarkan indikator empat tepat (tepat harga, jumlah, waktu dan tempat). Hubungan efektivitas penyaluran pupuk subsidi dianalisis dengan rank spearman dan faktor – faktor yang mempengaruhi produksi dianalisis dengan Cobb-Douglass.Lokasi penelitian ialah Desa Sumberjeruk Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember yang dipilih secara sengaja (purporsive). Populasi penelitian berjumlah 441 petani dan ditarik sebanyak 40 petani sebagai sampel penelitian berdasarkan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penyaluran pupuk subsidi indikator tepat harga, tepat jumlah dan tepat waktu tergolong tidak efektif dengan tingkat efektivitas sebesar 10%, 17,5% dan 21,5%, sedangkan indikator tepat tempat tergolong kurang efektif (47,5%). Hubungan antara efektivitas penyaluran pupuk subsidi dengan pendapatan ialah tidak nyata. Faktor yang mempengaruhi produksi tembakau voor oogst kasturi secara nyata ialah luas lahan (ha) dan jumlah pupuk (kg) dan yang berpengaruh tidak nyata ialah efektivitas penyaluran pupuk subsidi (%) dan umur petani (tahun)
PENENTUAN HARGA POKOK DAN SKALA MINIMUM PRODUKSI COMRING DI DESA DAYEUHLUHUR KECAMATAN JATINAGARA KABUPATEN CIAMIS
ABSTRAKPenilitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, harga pokok dan skala minimum produksi agroindustri comring di desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis, dalam satu kali proses produksi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive) pada seorang pelaku usaha agroindustri comring yang ada di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang berhubungan dengan penelitian ini, serta literatur yang terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan, dalam satu kali produksi agroindustri comring, mengeluarkan biaya total sebesar Rp 3.855.047,31 dan memperoleh penerimaan Rp 10.500.000,00 dan mendapatkan pendapatan sebesar Rp 6.644.952,69. Hasil penelitian setelah dianalisis menunjukkan bahwa harga pokok comring yaitu sebesar Rp 9.178,68 per kilogram, dan batas usaha minimum atau skala minimum produksi agroindustri comring di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis, yaitu pada volume produksi 154,21 kilogram. Kata Kunci: Harga Pokok, Skala Minimum, Comring. ABSTRACTThis study aims to determine the amount of costs, receipts, income, cost of goods and the minimum scale of production of the comring agro-industry in Dayeuhluhur village, Jatinagara sub-district, Ciamis district, in one production process. The method used in this research is the case study method. Determination of respondents was carried out purposively on a comring agroindustry business actor in Dayeuhluhur Village, Jatinagara District, Ciamis Regency. The data used are primary data and secondary data. Primary data is data obtained from respondents, while secondary data is obtained from agencies related to this research, as well as literature related to this research. The results showed that in one production process of the comring agroindustry, a total cost of Rp. 3.855.047,31 was incurred and revenue was Rp. 10.500.000,00 and income was Rp. 6.644.952,69. The results after being analyzed showed that the basic price of comring was IDR 9.178,68 per kilogram, and the minimum business limit or minimum scale for conring agroindustry production in Dayeuhluhur village, Jatinagara District, Ciamis Regency, was at a production volume of 154,21 kilograms. Keywords: Main price, minimum scale, Comring
ANALISIS RENTABILITAS USAHA KERAJINAN PANDAN “BATAMIA ART” DI DESA MANGGUNGJAYA KECAMATAN RAJAPOLAH KABUPATEN TASIKMALAYA
Agroindustri “Batamia Art” merupakan perusahaan kerajinan pandan yang mengolah barang setengah jadi berupa lembaran anyaman pandan menjadi produk yang bernilai seni dan bernilai jual tinggi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan laba pada agroindustri kerajinan pandan “Batamia Art” dalam satu tahun , (2) Besarnya rentabilitas pada agroindustri kerajinan pandan “Batamia Art” dalam satu tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada agroindustri kerajinan pandan “Batamia Art”. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian pada agroindustri kerajinan pandan “Batamia Art” ini menghasilkan kesimpulan bahwa dalam satu tahun agroindustri “Batamia Art” melakukan 46 kali proses produksi dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 846.208.320, penerimaan sebesar Rp. 1.140.000.000, dan laba yang dihasilkan sebesar Rp. 293.791.680. Nilai rentabilitas yang didapat yaitu 34,7 persen dari modal yang dikeluarkan selama satu tahun produksi
HUBUNGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI DENGAN KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) PETANI PADI TERHADAP JASA LAYANAN IRIGASI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi petani padi pengguna jasa layanan irigasi, menganalisis kesediaan membayar jasa layanan irigasi, dan menganalisis hubungan antara kondisi sosial ekonomi dengan kesediaan membayar petani padi terhadap jasa layanan irigasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 101 orang, penelitian dilaksanakan di Kota Banjar dari Januari 2022 sampai Maret 2023. Analisis secara simultan menggunakan Korkodans Kendall’s, analisis secara parsial dengan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan kondisi sosial ekonomi petani padi pengguna jasa layanan irigasi terkategori rendah, kesediaan membayar petani padi terhadap jasa layanan irigasi juga terkategori rendah. Secara simultan ada hubungan antara kondisi sosial ekonomi dengan kesediaan membayar petani padi terhadap jasa layanan irigasi. Secara parsial hanya luas lahan dan pendapatan yang memiliki hubungan dengan kesediaan membayar jasa layanan irigasi, sementara itu umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani tidak memiliki hubungan dengan kesediaan membayar terhadap jasa layanan irigasi
RASIONALITAS PETANI PADI SAWAH DI DAERAH RAWAN BANJIR
Desa Ciganjeng terletak di hilir DAS Citanduy yang mengalami permasalahan banjir akibat dari adanya penyusutan kawasan hutan di bagian hulu DAS dan muara sungai yang mengalami pendangkalan. Lahan sawah di Desa Ciganjeng 95% tergenang banjir setiap tahunnya akibat dari luapan DAS Citanduy. Namun petani padi sawah di Desa Ciganjeng masih tetap mengusahakan lahan sawahnya meskipun tergenang banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk rasionalitas petani padi sawah yang tetap mengusahakan lahannya meskipun terendam banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan jumlah informan sebanyak 11 orang yang ditentukan dengan cara purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi sawah di Desa Ciganjeng memiliki empat bentuk yaitu rasionalitas instrumental terlihat dalam strategi mengendalikan risiko banjir dan memaksimalkan keuntungan ekonomi, Rasionalitas afektif tercermin dalam perilaku petani menghadapi banjir, rasionalitas nilai tercermin dalam penghargaan terhadap tradisi, identitas petani, dan nilai-nilai sosial, dan rasionalitas tradisional tercermin dalam usahatani padi sawah yang turun temurun, penerapan norma dan nilai-nilai masyarakat, serta penggunaan benih padi lokal. Kata kunci: Rasionalitas, Petani, Padi, Lahan Sawah, Banjir.ABSTRAKDesa Ciganjeng terletak di hilir DAS Citanduy yang mengalami permasalahan banjir akibat dari adanya penyusutan kawasan hutan di bagian hulu DAS dan muara sungai yang mengalami pendangkalan. Lahan sawah di Desa Ciganjeng 95% tergenang banjir setiap tahunnya akibat dari luapan DAS Citanduy. Namun petani padi sawah di Desa Ciganjeng masih tetap mengusahakan lahan sawahnya meskipun tergenang banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk rasionalitas petani padi sawah yang tetap mengusahakan lahannya meskipun terendam banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan jumlah informan sebanyak 11 orang yang ditentukan dengan cara purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi sawah di Desa Ciganjeng memiliki empat bentuk yaitu rasionalitas instrumental terlihat dalam strategi mengendalikan risiko banjir dan memaksimalkan keuntungan ekonomi, Rasionalitas afektif tercermin dalam perilaku petani menghadapi banjir, rasionalitas nilai tercermin dalam penghargaan terhadap tradisi, identitas petani, dan nilai-nilai sosial, dan rasionalitas tradisional tercermin dalam usahatani padi sawah yang turun temurun, penerapan norma dan nilai-nilai masyarakat, serta penggunaan benih padi lokal. Kata kunci: Rasionalitas, Petani, Padi, Lahan Sawah, Banjir
AKSES PEMBIAYAAN INFORMAL PETANI KENTANG DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG
Indonesia merupakan negara agraris, dimana banyak penduduknya mempunyai sumber utama mata pencaharian sebagai petani. Permasalahan utama yang sering dihadapi dalam setiap usaha pertanian, yaitu kebutuhan akan pembiayaan (uang) untuk membiayai operasional usahatani. Namun, akses petani terhadap lembaga keuangan masih sangat terbatas. Masih banyak petani yang mengakses pembiayaan informal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akses petani terhadap pembiayaan informal khususnya petani kentang dan menganalisis faktor yang mempengaruhi petani mengakses pembiayaan informal. Penelitian ini dilakukan di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung dengan melibatkan 70 responden. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode survei. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mengakses pembiayaan informal yang bersumber dari bandar. Akses petani kentang terhadap pembiayaan informal dipengaruhi oleh faktor pengalaman usahatani dan pendapatan usahatani
ANALISIS USAHATANI JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) (Studi Kasus Pada Seorang Petani Jamur Tiram Putih di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya)
Produksi jamur tiram putih sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya untuk memperoleh produk yang berkualitas baik.Dalam kegiatan budi daya jamur tiram putih, pendapatan petani dapat dipengaruhi oleh besarnya skala usaha, ketersediaan modal, harga jual produk, ketersediaan tenaga kerja keluarga dan tingkat pengetahuan dan pengalaman petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahtani jamur tiram di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya dan Efisiensi usahtani di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui studi lapangan dan studi kepustakaan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan : 1). Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani jamur tiram yang berada di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya adalah sebesar Rp. 4.445.233,88 dan penerimaan yang diperoleh petani jamur tiram sebesar Rp. 7.067.000 dalam satu kali proses produksi (3 bulan) dan pendapatan yang diperoleh petani jamur tiram sebesar Rp. 2.621.766,12 dalam satu kali proses produksi (3 bulan). 2). Para petani jamur tiram, apabila dilihat dari segi ekonomis cukup menguntungkan. Hal ini dapat dilihatdari nilai R/C sebesar 1,59