Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI DODOL SIRSAK (Studi Kasus pada Agroindustri Dodol Sirsak “Aslina Segar Manis” di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1). Besarnya pendapatan pada agroindustri dodol sirsak “Aslina Segar Manis” di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. (2). Besarnya nilai tambah dari pengolahan buah sirsak menjadi dodol sirsak “Aslina Segar Manis” di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik penarikan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan pertimbangan karena agroindustri dodol sirsak satu-satunya di Desa Singaparna dan juga usahanya sudah lama yaitu 49 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1). Biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri dodol sirsak “Aslina Segar Manis” di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali produksi adalah Rp. 1.619.154,45, dan penerimaan Rp. 2.250.000,00, sehingga memperoleh pendapatan Rp. 630.845,55. (2). Nilai tambah yang diperoleh pengusaha dodol sirsak “Aslina Segar Manis” di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yaitu Rp. 13.037,5 per kilogram
KONTRIBUSI PENDAPATAN INDUSTRI RUMAHTANGGA MITRA NIAGADESA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA
Small scale industries income have decreased during the Covid-19 pandemic due to a decrease in its product demand. Improvement of the product and marketing system are needed to increase the income of industry. The purpose of this study is to analyze the contribution of household industry income of niagadesa's partner to family income. This research was conducted in Jagabaya village Mekarmukti district Garut regency West Java in October 2022. The research design is a qualitative design, the research method is a case study, the data used consists of primary and secondary data, primary data is obtained from interviews with household industry. Profit analysis used was in this study. The results showed: Before cooperating with Niagadesa, family income of household industry was Rp. 1,352,845 and it becomes Rp. 2,481,638 per month after cooperated, or an increase of 83 percent of family income. The household income contribution raised from 7% to 34% to family income. The increase of income was due to production technical guidance, packaging, and marketing, thus Niagadesa played a positive role to increase the income of his partner
ANALISIS BIAYA USAHATANI UBI KAYU DENGAN BIBIT GRAFTING
Penelitian dilakukan pada usahatani ubi kayu yang merupakan komoditas pertanian multiguna, baik sebagai bahan pangan, pakan, bahan bakar dan bahan baku berbagai produk industri. Pada sisi pendapatan petani ubi kayu pada umumnya cenderung belum memperoleh pendapatan yang layak sehingga perlu diteliti untuk membandingkan pola usahatani. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) Biaya, penerimaan dan pendapatan; 2) R/C usahatani Ubi Kayu dengan bibit Grafting di Desa Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Sampling responden dilakukan secara purposive pada seorang petani ubi kayu di Desa Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Biaya usahatani ubi kayu dengan bibit Grafting per hektar sebesar Rp51.645.367,38,-, dan penerimaan sebesar Rp75.000.000,00,- sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp23.354.632,63,-; 2) R/C yang diperoleh dari usahatani ubi kayu dengan bibit Grafting sebesar 1,41. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani ubi kayu dengan menggunakan bibit ubi kayu Grafting menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan
PENDAPATAN USAHA LEBAH KLANCENG POLA KEMITRAAN DENGAN PT MAHAKARYA BERKAH MADANI DI DESA KARANGAMPEL KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Lebah klanceng merupakan jenis lebah yang banyak dibudidayakan saat ini, salah satunya oleh PT Mahakarya Berkah Madani yang menjalin kerjasama dengan masyarakat dalam pembudidayaan lebah klanceng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pola kemitraan yang dijalankan mitra ternak dengan PT Mahakarya Berkah Madani, 2) Pendapatan dalam usaha ternak lebah klanceng pola kemitraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di kemitraan ternak lebah klanceng agen Baregbeg. Penarikan sampel dilakukan secara random sampling sebanyak 34 responden dari total populasi 150. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: 1) Pola kemitraan yang dijalankan antara PT Mahakarya Berkah Madani dengan mitra ternak adalah pola kemitraan sub kontrak, dimana PT Mahakarya Berkah Madani melakukan kerjasama dengan mitra ternak dalam jangka waktu tertentu untuk melakukan proses ternak lebah klanceng guna menghasilkan madu yang akan menjadi bagian dari bahan baku produksinya. 2) Rata-rata pendapatan yang diperoleh agen adalah Rp. 35.191.839,33 per bulan dari jasa pemeliharaan ternak lebah milik mitra dan rata-rata pendapatan yang diperoleh mitra ternak adalah Rp. 2.464.975,- per bulan. Kata kunci : Pendapatan, Kemitraan, Lebah klancen
ANALISIS PREFERENSI, POLA KONSUMSI DAN PERMINTAAN TEH CELUP KONSUMEN RUMAH TANGGA DI PASAR MODERN KOTA BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi, pola konsumsi dan permintaan teh celup konsumen rumah tangga di pasar modern Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan di pasar modern Chandra, Super Indo, Indo Grosir, Fitrinope, Surya, Transmart. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan. Responden penelitian ini bejumlah 66 konsumen rumah tangga yang diambil menggunakan metode accidental sampling. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini analisis konjoin dan analisis regresi linear berganda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan teh celup yang paling disukai oleh konsumen adalah teh celup dengan aroma teh hitam, warna merah kecoklatan, harga kurang dari Rp7.500/pak dan isi per pak 25 kantong teh celup. Atribut produk yang diaggap paling penting dan disusun secara beruturan yaitu aroma, warna, harga, dan ukuran. Jumlah kosumsi teh celup konsumen rumah tangga sebanyak 37,15 kantong/bulan, dengan frekunsi konsumsi 4 –12 kali dalam sebulan, teh celup diminum menggunakan gula pasir, dan alasan mengkonsumsi the celup yaitu aroma yang khas dan tidak ada ampas. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap permintaan teh celup yaitu pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK UBI JALAR UNGU
Ubi jalar ungu merupakan salah satu sumber karbohidrat strategis setelah padi, jagung dan ubi kayu. Pengolahan ubi jalar ungu menjadi keripik merupakan industri yang berkategori agroindustri, namun produksinya sering terhenti karena sebagian besar bahan bakunya dipasok dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, serta merumuskan alternatif strategi pengembangan agroindustri keripik ubi jalar ungu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di salah satu agroindustri kripik ubi jalar ungu di Desa Kesamanah Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut. Wawancara mendalam dilakukan terhadap 8 informan pegawai dan 8 informan konsumen keripik ubi jalar yang dipilih secara purposive. Data primer dan sekunder yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan SWOT Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatannya terlihat dari kualitas yang memenuhi standar, sedangkan kelemahannya produksi yang belum memenuhi permintaan pasar, karena faktor SDM dan pasokan bahan baku yang tergantung dari luar. Peluangnya datang dari permintaan pasar yang terbuka luas, sedangkan ancamannya berupa bahan baku ubi yang musiman. Alternatif strateginya, memperluas jaringan pemasaran, menjaga kualitas produk, memanfaatkan transportasi, mengembangkan kemasan dan merk dagang sendiri.Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Keripik ubi, SWOTABSTRACT Purple sweet potato is a strategic carbohydrate source after rice, corn and cassava. Processing purple sweet potato into chips is an agro-industry category, but production often stops because most of the raw materials are supplied from outside. This study aims to identify internal and external factors, and to formulate alternative strategies for developing purple sweet potato chips agroindustry. The research method used is a case study in one of the purple sweet potato chips agroindustry in Kesamanah Village, Kersamanah District, Garut Regency. In-depth interviews were conducted with 8 employee informants and 8 consumer informants of sweet potato chips selected purposively. The primary and secondary data collected were then analyzed using SWOT Analysis. The results of the study indicate that its strength is seen from the quality that meets the standards, while the weakness is that production has not met market demand, due to human resources and the supply of raw materials that depend on the outside. The opportunity comes from market demand which is wide open, while the threat is in the form of seasonal sweet potato raw materials. The alternative strategy is to expand the marketing network, maintain product quality, utilize transportation, develop packaging and own trademark.Keywords: Strategy, Development, Sweet Potato Chips, SWOT
ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C PADA AGROINDUSTRI EMPLOD (Studi Kasus pada Agroindustri Laksana di Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya
Agroindustri Laksana merupakan industri pengolah ubi kayu menjadi Emplod. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : 1. Biaya, pendapatan dan penerimaan pada Agroindustri Emplod Laksana dalam satu kali proses produksi, dan 2. besarnya R/C pada Agroindustri Emplod Laksana dalam satu kali proses produksi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pencatatan dan dokumentasi. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Besarnya biaya rata-rata yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 870.951,92 besarnya penerimaan rata rata yang diperoleh sebesar Rp 1.350.000 dan besarnya pendapatan rata rata Rp 479.048,08. (2) Besarnya R/C dalam satu kali proses produksi adalah sebesar 1,55. Dengan demikian usaha Agroindustri Emplod menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Kata Kunci : Agroindustri, Biaya , Pendapatan, R/C, Emplod. Agroindustry Laksana is an industry that processes cassava into Emplod. This research was carried out with the aim of knowing: 1. Costs, revenues and revenues in the Emplod Laksana Agroindustry in one production process, and 2. the amount of R/C in the Emplod Laksana Agroindustry in one production process. The type of research used in this research is a case study. The data collected includes primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out by interviews, recording and documentation. The sampling technique was carried out by purposive sampling method. The results of the study show that: (1) The average cost incurred in one production process is Rp 870.951,92. the average amount of revenue obtained is Rp 1,350,000 and the average income is Rp 479.048,08. (2) The amount of R/C in one production process is 1,55. Thus, the emplod agro-industry business is profitable and feasible to continue. Keywords: Agroindustry, Cost, Income, R/C, Emplod
KELAYAKAN EKONOMI USAHATANI CABAI RAWIT HIJAU DI DUSUN PLOSO KELURAHAN RANDUACIR KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA
Usahatani cabai rawit hijau merupakan usaha yang bisa dikembangkan. Adanya dukungan kondisi geografis yang strategis dan dukungan pemerintah terhadap harga pupuk maka membuat cabai rawit hijau menjadi komoditi yang diusahakan oleh petani, sehingga kajian tentang pendapatan usahatani cabai rawit hijau dan kelayakan ekonomi menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya usahatani, penerimaan, dan pendapatan, serta kelayakan ekonomi usahatani cabai rawit hijau di Dusun Ploso. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dengan sampel yang dikumpulkan sebanyak 20 responden. Teknik analisis data meliputi analisis biaya, analisis penerimaan dan pendapatan, serta kelayakan usaha R/C Ratio, dan BEP. Jenis data menggunakan data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Biaya Total sebesar Rp.40.599.355,-/ha/MT, terdiri dari Biaya Tetap sebesar Rp.2.607.898,-/ha, dan Biaya Variabel sebesar Rp.37.991.437,-/ha. Penerimaan sebesar Rp.113.893.035,-/ha dan Pendapatan sebesar Rp.73.293.700.-/ha/MT. Kelayakan ekonomi usahatani berdasarkan R/C Ratio sebesar 2,81, B/C Ratio sebesar 1,81, sedangkan BEP Produksi sebesar 995,91 kg/ha, dan nilai BEP Harga sebesar Rp.14.904,-/k
BAURAN PROMOSI PRODUK SIRUP MARKISA PADA CV. NUH AURORA MAKASSAR
Promosi merupakan penyampaian informasi dari produsen ke konsumen terkait produk yang akan dijual dan sangat mempengaruhi keputusan pembelian seorang konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bauran promosi yang digunakan CV. Nuh Aurora dalam mempromosikan produk sirup markisa. Lokasi penelitian adalah CV. Nuh Aurora Makassar yang berlokasi di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Data penelitian ini adalah data primer dan sekunder, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran promosi yang digunakan oleh CV. Nuh Aurora dalam mempromosikan sirup markisa ada tiga yaitu: (1) promosi melalui event-event, baik itu acara pameran dan festival; (2) promosi melalui brosur dengan menggunakan brosur cetak dan brosur online; (3) promosi melalui media digital, baik melalui media internet dan media sosial atau jejaring sosial. Adapun media yang digunakan yaitu: Instagram, Whatshap, Website, Facebook, Shopee, Google, mojok.co, JD.ID, IDalamat.com.Kata Kunci : Bauran Promosi, Sirup Markis
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI TANAMAN KUBIS
Kubis (Brassica oleracea) biasa dikenal masyarakat dengan sebutan kol merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) faktor kekuatan dan kelemahan yang ada didalam pengembangan usahatani tanaman kubis (Brassica oleracea). (2) faktor peluang dan acaman yang ada didalam pengembangan usahatani tanaman kubis (Brassica oleracea). (3) Menentukan formulasi strategi yang tepat dalam upaya pengembangan usahatani tanaman kubis (Brassica oleracea). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sampel diambil secara purposive sampling kepada 17 responden. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Faktor kekuatan yang ada yaitu lahan pengembangan tersedia, pengalaman petani, kemampuan petani dan akses transportasi mudah. Faktor kelemahannya yaitu modal terbatas, kurang informasi pasar, sarana produksi terbatas. (2) Faktor peluang yang ada yaitu kondisi alam potensial, permintaan kubis semakin meningkat. Faktor ancaman yang ada yaitu serangan hama dan penyakit pada tanaman, peran penyuluh belum maksimal, teknologi belum maksimal dan fluktuasi harga. (3) Formulasi strategi yang tepat dari hasil analisis SWOT berdasarkan hasil penelitian berada pada kuadran I strategi yang diutamakan adalah strategi agresif (S-O), yaitu dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk terus melakukan usaha secara kontinyu juga dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas kubis