Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
    1079 research outputs found

    ANALISIS RANTAI PASOK TOMAT DI KELOMPOK TANI PUNCAK JAYA DESA SINDANGJAYA KECAMATAN MANGUNJAYA KABUPATEN PANGANDARAN

    Get PDF
    The research was carried out with the aim of knowing Tomato supply chain efficiency in Sindangjaya Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency. The sample of tomato farmers was determined by census, while the marketing actors involved in marketing tomatoes were determined using snowball sampling, namely by tracing the marketing flow of the tomatoes from farmers to consumers. The results showed The total marketing margin of tomatoes is IDR 2,600 per kg with a total profit of IDR 850 per kg and a total cost of IDR 1,750 per kg. The profit share value is 61.96% while the cost share value is 35.87%. The share of the price received by farmers (farmer share) is 43.48% so that the tomato supply chain in Sindangjaya Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency is categorized as inefficient because the percentage of Pf (Producer Share) is 70%..Keywords: tomato farming, supply chainPenelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi rantai pasok tomat di Kelompok Tani Puncak Jaya Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan dengan Sampel petani tomat ditentukan secara sensus, sementara pelaku pemasaran yang terlibat dalam memasarkan tomat ditentukan menggunakan snowball sampling, yaitu dengan cara menelusuri aliran pemasaran tomat tersebut dari petani sampai ke tangan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan Nilai total marjin pemasaran tomat Rp 2.600 per kg dengan total keuntungan Rp 850 per kg dan total biaya Rp 1.750 per kg. Nilai share keuntungan 61,96% sedangkan nilai share biaya 35,87%. Bagian harga yang diterima petani (farmer share) 43,48% sehigga rantai pasokan tomat di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran dikategorikan belum efisien karena persentase Pf (Produsen Share) ≤ 70%.

    HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH PERIKANAN DENGAN PARTISIPASI PEMBUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN GURAMI (Osphronemus goramy) DI KOTA TASIKMALAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat peran penyuluh perikanan, tingkat partisipasi pembudidaya serta menganalisis hubungan peran penyuluh perikanan dengan partisipasi pembudidaya dalam pembenihan ikan gurami. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kota Tasikmalaya pada tahun 2022 Penentuan sampel dari masing-masing kecamatan digunakan metode proportional random sampling untuk mengumpulkan 63 pembenih ikan gurami dari jumlah populasi 167 pembenih.. Data dianalisis dengan menggunakan uji Koefisien Konkordans Kendall-W dan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh perikanan dalam pembenihan ikan gurami sebesar 81,80 persen termasuk kategori tinggi. Partisipasi pembudidaya dalam pembenihan ikan gurami sebesar 73,59 persen termasuk kategori sedang, dan secara bersama-sama (simultan) terdapat hubungan antara peran penyuluh perikanan dengan partisipasi pembudidaya pembenihan ikan gurami

    ANALISIS RANTAI PASOK PORANG DI KABUPATEN MAROS

    Get PDF
    Setiap tahun permintaan bahan pangan baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun kebutuhan ekspor semakin meningkat. Kebutuhan pangan yang semakin meningkat menyebabkan bahan pangan alternatif mulai dikembangkan salah satunya yaitu umbi porang. Porang sangat di minati oleh masyarakat dunia karena kaya akan manfaat dan kegunaan. Berdasarkan data dari Kementrian Pertanian setiap tahunnya ekspor porang pengalami peningkatan. Peningkatan permintaan ekspor porang membuat semakin banyaknya petani yang membudidayakan tanaman tersebut. Kabupaten Maros adalah salah satu sentra produksi porang yang berada di Sulawesi Selatan dan memiliki lokasi yang strategi karena berada dekat dengan pabrik pengolahan porang dan merupakan daerah yang memiliki area penanaman porang yang cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rantai pasok porang yang terjadi di Kabupaten Maros. Penelitian ini berlangsung di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros yang merupakan sentra produksi porang. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampling yaitu dengan metode snowball sampling Total sampel petani dalam penelitian ini yaitu sebanyak 34 orang. Analisis FSCN (Food Supply Chain Network) digunakan untuk menggambarkan kondisi rantai pasok porang yang terjadi di Kabupaten Maros. Sasaran rantai pasok, struktur rantai pasok, manajemen rantai pasok, sumberdaya rantai pasok, dan proses bisnis rantai pasok menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini. Adapun Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu rantai pasok porang yang terjadi di Kabupaten Maros sangat tergantung dengan permintaan eskpor karena seluruh hasil produksi porang diserap sepenuhnya oleh pabrik pengolahan kemudian diekspor keluar negeri. Mekanisme penentuan harga yang terjadi antar petani dan tengkulak mengikuti harga yang diterima dari pabrik pengolahan porang.Kata Kunci : Rantai Pasok, Porang, ekspor

    MARKETING ANALYSIS OF OIL PALM ON INDEPENDENT FARMERS IN BATANG CENAKU DISTRICT, INDRAGIRI HULU REGENCY

    Get PDF
    Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang membudidayakan perkebunan kelapa sawit. Salah satu permasalahan utama dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit di Riau, khususnya di Kecamatan Batang Cenaku adalah aspek pemasaran, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) saluran pemasaran yang menguntungkan bagi petani serta margin dan efisiensi pemasaran kelapa sawit swadaya di Kecamatan Batang Cenaku. (2) bagaimana hubungan kelembagaan ekonomi antara petani dengan lembaga pemasaran atau pedagang kelapa sawit swadaya di Kecamatan Batang Cenaku. Teknik proporsional sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Ada 43 petani dan 13 pedagang. Sampel pedagang diambil berdasarkan saluran yang dilalui. Hasil penelitian menemukan bahwa saluran pemasaran yang paling menguntungkan dan paling efisien adalah saluran pemasaran I karena memiliki margin pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar Rp 308,00 per Kg dengan efisiensi pemasaran sebesar 6,38% dibandingkan saluran pemasaran II yaitu sebesar Rp461. per Kg, saluran pemasaran III sebesar Rp 467,00 per Kg dan saluran IV Rp 633,00. Hubungan kelembagaan ekonomi antara petani dan pedagang dapat dilihat dari struktur kewenangan kelembagaan yaitu “longgar-kurang terkontrol”, diferensiasi pekerjaan adalah “kecil-menengah”, jaminan subsistensi adalah “sedang-tinggi”, simbol interaksinya adalah “kepercayaan pribadi”. ", penguasaan modal "kecil-menengah", insentif teknologi relatif "kecil-menengah", sistem bagi hasil "sedang", penentuan harga pokok yaitu "menengah-tinggi", integrasi horizontal "lemah", dan integrasi vertikal adalah "tinggi"

    ANALISIS PROSES KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI PETANI (Studi Kasus Kelompok Wanita Tani Lestari, Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi penyuluhan pertanian yang terjadi di Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari serta mengetahui dampak penyuluhan pertanian terhadap kompetensi anggota kelompok wanita tani Lestari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan proses komunikasi penyuluhan dapat dilihat dari lima unsur komunikasi menurut Harold Laswell yaitu sebagai berikut; Komunikator yaitu penyuluh pertanian dan pihak lain yang menyampaikan pesan penyuluhan; Pesan penyuluhan yaitu informasi yang disampaikan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anggota kelompok; Media atau saluran komunikasi yaitu komunikasi antar pribadi; dan efek komunikasi penyuluhan uang dinilai positif bagi anggota KWT Lestari. Dampak dari kegiatan penyuluhan terhadap kompetensi anggota KWT Lestari dinilai dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kegiatan penyuluhan pertanian di KWT Lestari dinilai berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi anggota KWT Lestari.

    PENENTUAN SUPPLIER BAHAN BAKU KOPI GIRIBASMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) PADA KELOMPOK TANI GIRI RAHAYU DI DESA CILUMPING KECAMATAN DAYEUHLUHUR KABUPATEN CILACAP

    Get PDF
    Pemilihan supplier adalah salah satu hal paling penting dalam hal pembelian. Permasalahan pada perusahaan yang diteliti yakni kelompok tani Giri Rahayu, yaitu terpenuhinya pasokan bahan baku produksi hasil dari kelompok tani Giri Rahayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan supplier terbaik bagi perusahaan. Pemilihan supplier dilakukan dengan menggunakan metode umum dalam pengambilan suatu keputusan yaitu metode analytical network process (ANP). Hasil penghitungan metode ANP dengan 4 kriteria, yaitu jumlah, kualitas, harga waktu, dan 3 alternative yaitu bapak Wawan, bapak Ahmad, ibu Atik. Didapatkan hasil bahwa bapak wawan mendapat nilai prioritas pertama dengan jumlah bobot 0,016, Ibu Atik mendapat nilai prioritas kedua dengan jumlah bobot 0,14 sedangkan, Bapak Ahmad mendapat nilai prioritas ketiga dengan jumlah bobot 0,009

    ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR AYAM ORGANIK MENTAH PRODUKSI UD. RAHAYU AK KOTA PEKANBARU DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

    Get PDF
    Masyarakat menjadi lebih selektif dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsinya karena muncul kesadaran akan bahaya kandungan zat kimia. Hal ini menyebabkan permintaan terrhadap produk pangan organik semakin meningkat, salah satunya adalah ayam organik. Namun, pemasaran produk ayam organik masih mengalami kendala terkait harga yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen, menganalisis nilai kesediaan membayar dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar ayam organik. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, Contingent Valuation Method (CVM) dan regresi linear berganda. Penelitian ini dilaksanakan disetiap reseller penjualan ayam organik mentah produksi UD. Rahayu AK di Kota Pekanbaru dari bulan Agustus 2021 hingga Agustus 2022. Sampel diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menujukkan Konsumen ayam organik mentah produksi UD. Rahayu AK rata rata berusia 44 tahun, berjenis kelamin perempuan, sudah menikah, jenis rumah tangga keluarga dengan jumlah anggota keluarga tergolong kecil, beragama Islam, bersuku Minang, warga Indonesia keturunan pribumi, berdomisili di Kota pekanbaru, telah menempuh pendidikan tinggi, memiliki pendapatan per bulan diatas Rp 3.500.000,- dan bekerja sebagai wiraswasta. Konsumen yang bersedia membayar lebih untuk ayam organik mentah sebanyak 90,24% konsumen dengan nilai rata-rata WTP berkisar 10% lebih tinggi dari harga saat ini. Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi nilai kesediaan membayar ayam organik mentah produksi UD. Rahayu AK adalah pendapatan, pendidikan dan alasan membeli ayam organik. Kata Kunci: Ayam Organik Mentah, Karakteristik Konsumen, Kesediaan Membaya

    ANALISIS USAHA ABON IKAN TUNA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C dan titik impas pada usaha Abon Ikan Tuna Industri Rumah Tangga Camar Laut. Penelitian ini menggunakan studi kasus, penentuan sampel digunakan secara sengaja (purvosive sampling). Lokasi Penelitian di Industri Rumah Tangga Camar Laut Kelurahan Kalangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang dikeluarkan oleh pengusaha abon ikan tuna Industri Rumah Tangga Camar Laut adalah Rp 244.857,11/satu kali proses produksi. Penerimaan rata-rata yang diperoleh adalah Rp 360.000,00/satu kali proses produksi. Pendapatan yang diperoleh oleh pengusaha Abon Ikan adalah Rp 115.152,89/satu kali proses produksi. Nilai R/C yang didapat adalah 1,47 dengan ini analisa usaha bisa dikatakan menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Besarnya titik impas Industri Rumah Tangga abon ikan camar laut Desa Kalangjaladri satu kali proses produksi, titik impas unit sebanyak 8 bungkus dalam satu kali proses produksi dan titik impas harga adalah Rp 20.404,76/pcs dalam satu kali proses produksi. 

    KELAYAKAN AGROINDUSTRI KERUPUK RUMPUT LAUT WINANAZ DI DESA BAGOLO KECAMATAN KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN

    Get PDF
    ABSTRAKKerupuk rumput laut merupakan makanan ringan berbahan dasar rumput laut yang diproduksi oleh agroindustri kerupuk rumput laut winanaz yang berada di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan Agroindustri kerupuk rumput laut winanaz. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling, dengan pertimbangan agroindustri kerupuk rumput laut winanaz merupakan satu satunya yang mengolah rumput laut menjadi kerupuk rumput laut. (1) Biaya yang dikeluarkan yaitu Rp 2.021.514 untuk satu kali produksi, (2) penerimaan Rp 5.000.000 untuk satu kali produksi, (3) pendapatan Rp 2.978.486 untuk satu kali produksi, (4) kelayakan agroindustri kerupuk rumput laut winanaz menghasilkan nilai R/C 2.47, hal ini menunjukan bahwa agroindustri kerupuk rumput laut winanaz layak untuk diusahakan dan di kembangkan.Kata kunci: Agroindustri, biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan usahaABSTRACTSeaweed crackers are seaweed based snack produced by the winanaz seaweed crackers agroindustry located in Bagolo Vilage, Kalipucang District, Pangandaran Regency. This study aims to determine the costs, revenues, and feasibility of the winanaz seaweed cracker agroindustry. The type of research used is a case study. The data used are primary and secondary data. The sampling technicque used purposive sampling, with the consideration that winanaz seaweed crackers agroindustry is the only one proceses seaweed into seaweed crackers. (1) Costs incurred are Rp 2.021.514 for one time of production, (2) revenue of Rp 5.000.000 for one production, (3) income of Rp 2.978.486 for one production, (4) feasibility of agroindustry winanaz seaweed crackers produced an R/C value of 2.47, this shows that the winanaz seaweed crackers agroindustry is feasible to cultivate and develop. Keywords: Agroindustry, costs, revenue, income,business feasibilit

    ANALISIS NILAI TAMBAH KERIPIK SINGKONG (Studi Kasus pada Agroindustri Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran)

    Get PDF
    ABSTRAKNilai tambah merupakan produk pertanian yang memperoleh nilai karena proses produksi termasuk pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Produk pertanian memiliki sifat yang mudah rusak, olah karena itu diperluakan suatu metode pengolahan untuk menciptakan keragaman pangan. Kurangnya kesadaran masyarakat di Desa Sukamaju terhadap pemanfaatan hasil pertanian, padahal apabila hasil pertanian diolah menjadi suatu produk siap dikonsumsi dapat meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh dalam usaha pengolahan singkong menjadi keripik singkong Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden yang diambil dalam penelitian ini secara sengaja (purposive sampling), yaitu pada agroindustri Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Pendapatan agroindustri keripik singkong Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran dalam satu kali proses produksi yaitu Rp 400.411,46. (2). Nilai tambah yang diperoleh agroindustri keripik singkong Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yaitu Rp 3.558,00/kg.Kata Kunci : Agroindustri, Pendapatan, Nilai TambahABSTRACTValue added is an agricultural product that obtains value due to the production process including processing, storage and distribution. Agricultural product have perishable properties, therefore a processing method is needed to create food diversity. Lack of public awareness in Sukamaju village on the use of agricultural product, even though if agricultural product are processed into a product ready for consumption it can increase the high selling value. This study aims to determine the amount of income and added value obtained in the business of processing cassava into cassava chips Mrs. Entin in Sukamaju village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency. The type of research used is qualitative by using case study method. The data used are primary data and secondary data. Respondents taken in this study intentionall, namely the agroindustry of Mrs. Entin in Sukamaju Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency. The results showed that: (1). The income of Mrs. Entin’s cassava chips agroindustry in Sukamaju Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency in one production process is Rp 400.411,46. (2). The added value obtained by Mrs. Entin’s cassava chips agroindustry in Sukamaju Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency is Rp 3.558,00/kg.Keywords : Agroindustry, Income, Added Value

    1,026

    full texts

    1,079

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇