Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
    1079 research outputs found

    STRUKTUR DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI KOPI DI KECAMATAN SUKARATU KABUPATEN TASIKMALAYA

    Get PDF
    Komoditas kopi di Indonesia memegang peranan cukup penting dalam sektor perekonomian sebagai sumber pendapatan masyarakat dan sumber pendapatan devisa negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Struktur pendapatan dan distribusi pendapatan rumah tangga petani kopi, serta 2) Tingkat ketimpangan pendapatan petani kopi di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah survey terhadap 62 orang petani kopi dengan penentuan petani sampel menggunakan teknik Slovin pada tingkat kesalahan 10 persen. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling. Struktur pendapatan dan distirbusi dihitung menggunakan analisis persentase sedangkan untuk analisis ketimpangan pendapatan dengan Indeks Gini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Struktur pendapatan rumah tangga petani kopi di Kecamatan Sukaratu terdiri dari usahatani (on farm dan off farm) 48,83% dan luar pertanian (non farm) 51,17%. Rata-rata pendapatan rumah tangga petani kopi Rp. 3.591.602 per bulan dengan proporsi pendapatan kepala keluarga 75,86% dan anggota keluarga 24,14%. 2).Tingkat ketimpangan distribusi pendapatan rumah tangga petani kopi di Kecamatan Sukaratu berdasarkan indikator nilai gini berada pada kategori rendah dengan nilai indeks Gini Rasio sebesar 0,13. Ketimpangan distribusi pendapatan petani sampel di Kecamatan Sukaratu apabila mengacu pada ketimpangan distribusi pendapatan petani sampel menurut bank dunia, maka termasuk kedalam kategori rendah, karena kelompok 40% petani yang berpendapatan rendah menguasai lebih dari 17% jumlah keseluruhan pendapatan. Berdasarkan nilai rata-rata pendapatan petani kopi di Kecamatan Sukaratu termasuk kedalam golongan pendapatan sedang yaitu antara Rp.2.000.000 sampai dengan Rp.4.000.000.Kata Kunci : kopi, struktur pendapatan, distribusi pendapata

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN DI DESA LINGGAWANGI KECAMATAN LEUWISARI KABUPATEN TASIKMALAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). karakteristik internal dan eksternal petani; dan 2). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap alih fungsi lahan di Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Pokok permasalahan yang diteliti ini bersumber pada dua hal yaitu karakteristik internal dan eksternal petani dan alih fungsi lahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitis dengan metode studi kasus. Pengambilan responden dilakukan dengan menggunakan metode sensus kepada 30 orang. Data primer dan data sekunder dikumpulkan melalaui observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Karakteristik internal dan eksternal petani dianalisis secara deskriptif dan untuk mengetahui pengaruhnya dianalisis dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). peran penyuluh dalam melakukan pendampingan intensifikasi  Karakteristik kondisi internal dan eksternal petani di Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari sebagai berikut : 56,67 % petani berumur 40-50 tahun, tingkat pendidikan 70,00 % lulusan SD dan SLTP/sederajat, 76,67 %, petani mempunyai pengalaman 6-15 tahun, 53,33 % mempunyai jumlah anggota keluarga 3-4 orang, 63,33 % mempunyai luas tanah usaha tani 2.000–5.000 m2, dengan 46,67 % petani sudah mencapai tingkat produktivitas lahan 51-60 kw/ha) dan menghasilkan   pendapatan petani  perbulan  sebesar < Rp. 1.000.000, 70,00 % petani menyatakan ada pengaruh dari warga lain yang lebih dahulu mengalih fungsi lahan, 50 persen mengaku adanya himpitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan, tempat tinggal dan kesempatan bekerja di sektor lain; DAN 2) Variabel yang berpengaruh terhadap alih fungsi lahan di Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya adalah lama pengalaman bertani, pendapatan, resiko usahatani, produktivitas lahan, ketersediaan saluran irigasi, mutu lahan, pengaruh warga lain,  kebutuhan ekonomi, kebutuhan tempat tinggal, peluang kerja sector non- pertanian  dan adanya kesempatan membeli  lahan lain

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA NILA GESIT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan pada usaha budidaya ikan nila gesit. 2) Alternatif Strategi yang diterapkan dalam pengembangan pada usaha budidaya ikan nila gesit di Desa Ciawang Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada perusahaan budidaya ikan nila gesit di Desa Ciawang. Responden pada penelitian ini adalah pemilik budidaya ikan nila gesit. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menujukan bahwa :1) Faktor kekuatan (Strenghts), dalam pengembangan budidaya ikan nila gesit yaitu lokasi usaha dan kualitas air, kualitas ikan, memiliki induk ikan berkualitas unggul, sudah terkenal di masyarakat dan harga terjangkau oleh konsumen, pengalaman perusahaan, menggunakan modal sendiri untuk membiayai usaha. Faktor kelemahan (weaknesses) dalam pengembangan usaha Budidaya nila gesit diantaranya jumlah benih terbatas, terbatasnya jumlah perasarana kolam, sumber daya manusia, pencatatan data produksi dan keuangan belum terstuktur dan sitematis, keterbatasan persediaan produk. 2) Alternatif strategi yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan usaha yaitu dengan menggunakan strategi SO. Berdasarkan kekuatan, peluang dan strategi SO (Strenght-Opportunity), maka diperoleh faktor yang harus dipertahankan untuk mampu mengambil peluang yang ada, yaitu: mempertahankan dan meningkatkan mutu produk dengan cara pengawasan produksi, menambah jumlah kolam baru untuk meningkatkan kuantitas produksi ikan nila gesit, kuantitas indukan harus diperbanyak menggunakan induk yang berkualitas, dan meningkatkan serta menjaga kualitas produk dengan  mengupayakan jumlah benih harus cukup agar kuantitas dan kontinuitas permintaaan terpenuhi, dan layanan pemasaran harus lebih baik

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG (Studi Kasus pada Agroindustri Keripik Pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis)

    Get PDF
    Agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” merupakan agroindustri yang memproduksi keripik pisang dan memasarkan produk tersebut ke berbagai daerah di wilayah Ciamis dan sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha pada usaha keripik pisang “Karya Ayu”. Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan analisis kelayakan finansial terhadap produk agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” dengan menggunakan beberapa analisa perhitungan kriteria investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR dan Payback Period. Dari hasil perhitungan dengan kriteria investasi diperoleh nilai NPV lebih besar dari nol atau bernilai positif, yaitu  Rp. 553.532.413,- , Net B/C sebesar 2,89 lebih besar dari 1, IRR sebesar 64,30% lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku yaitu 12%, dan Payback Period atau jangka waktu pengembalian investasi yang dibutuhkan yaitu 1 tahun 9 bulan. Maka ditinjau dari segi aspek finansial agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” layak untuk dijalankan.Agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” merupakan agroindustri yang memproduksi keripik pisang dan memasarkan produk tersebut ke berbagai daerah di wilayah Ciamis dan sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha pada usaha keripik pisang “Karya Ayu”. Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan analisis kelayakan finansial terhadap produk agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” dengan menggunakan beberapa analisa perhitungan kriteria investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR dan Payback Period. Dari hasil perhitungan dengan kriteria investasi diperoleh nilai NPV lebih besar dari nol atau bernilai positif, yaitu  Rp. 553.532.413,- , Net B/C sebesar 2,89 lebih besar dari 1, IRR sebesar 64,30% lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku yaitu 12%, dan Payback Period atau jangka waktu pengembalian investasi yang dibutuhkan yaitu 1 tahun 9 bulan. Maka ditinjau dari segi aspek finansial agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” layak untuk dijalankan

    STRATEGI KOPERASI MINA BAHARI DALAM MEMASARKAN IKAN LAUT HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI DESA LEGOKJAWA, KECAMATAN CIMERAK, KABUPATEN PANGANDARAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi internal maupun eksternal dalam pemasaran ikan laut dan mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan ikan laut di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunkan metode deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah pengurus Koperasi Mina Bahari yang berkaitan dengan perencanaan dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Identifikasi kondisi internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan: kualitas produk ikan laut, produk ikan laut bervariasi, pemasaran sistem lelang, perahu milik pribadi, ketersediaan tenaga kerja, sarana dan prasarana belum optimal, sistem promosi belum berkelanjutan, tekologi yang digunakan masih sederhana, harga tidak stabil. Kondisi eksternal yang meliputi peluang dan ancaman: peran pemerintah dalam memberikan bantuan, tingginya minat masyarakat dalam mengkonsumsi ikan laut, adanya konsumen tetap, lokasi yang strategis, persaingan produk ikan sejenis, hasil tangkapan ikan laut mengalami fluktuasi, produk ikan laut mudah rusak, dan perubahan iklim. 2). Strategi pemasaran berdasarkan analisis matriks SWOT berada pada kuadran 1. Strategi yang diterapkan yaitu strategi mendukung pertumbuhan agresif dalam strategi tersebut  adalah strategi S-O. Strategi S-O merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada. Rumusan strategi S-O yaitu mempertahankan kualitas ikan laut tetap terjamin agar permintaan konsumen tetap terus meningkat. Memanfaatkan produk ikan laut yang bervariasi untuk menarik minat masyarakat dalam mengkonsumsi ikan laut. Sosialisasi tenaga kerja dalam memanfaatkan peran pemerintah dalam memberikan bantuan

    ANALISIS KONFLIK HUTAN TANAMAN INDUSTRI (STUDI KASUS: KONFLIK MASYARAKAT DESA KOTA GARO DENGAN PT. ARARA ABADI DI KECAMATAN TAPUNG HILIR KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU)

    Get PDF
    Hutan tanaman industri (HTI) adalah hutan tanaman yang ditujukan untuk penyediaan bahan baku industri secara berkelanjutan. Namun, HTI masih menuai kontroversi dibanyak wilayah dunia, termasuk di Indonesia. Tahun 2018 tercatat 19 kejadian konflik kehutanan di Indonesia dan sebanyak 32% terjadi di Provinsi Riau. Salah satu perusahaan yang tercatat mengalami konflik HTI di Provinsi Riau adalah PT. Arara Abadi yang berkonflik dengan masyarakat Desa Kota Garo. Konflik lahan yang terjadi antara PT. Arara Abadi dengan masyarakat Desa Kota Garo terkait pemungutan lahan kembali seluas 274 ha yang saling diklaim oleh kedua pihak. Masyarakat menganggap lahan tersebut telah diberikan kepada mereka atas nama Koperasi Petani Sahabat Lestari yang saat ini lahan tersebut berstatus aset koperasi. Sedangkan, PT. Arara Abadi menganggap lahan tersebut belum sepenuhnya diberikan kepada pihak koperasi karena terdapat poin dalam perjanjian yang belum dipenuhi oleh pihak koperasi, yaitu perihal ganti rugi lahan dengan rasio 1:2 ha. Tujuan penelitian untuk mengetahui peta dan fase konflik lahan dan mengidentifikasi dampak konflik lahan yang terjadi antara PT. Arara Abadi dengan masyarakat Desa Kota Garo. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam pemetaan konflik perkebunan ini terdiri dari PT. Arara Abadi, masyarakat Desa Kota Garo dan pemerintah Desa Kota Garo. Konflik lahan yang terjadi berdampak besar bagi kedua belah pihak. Dampak tersebut terbagi menjadi dua, yaitu dampak positif seperti bertambahnya solidaritas in-group, membantu revitalisasi norma baru dan dampak negatif seperti hancurnya kesatuan kelompok, adanya perubahan kepribadian individu, jatuhnya korban jiwa, adanya dominasi

    ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI OPERASIONAL AGROINDUSTRI IKAN ASIN DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan dan strategi operasional agroindustri ikan asin. Lokasi penelitian ditetapkan dikarnakan agroindustri ikan asin di Kecamatan Labuhan Maringgai merupakan pusat sentra ikan asin di Kabupaten Lampung Timur. Jumlah responden sebanyank 23 yang terdiri dari pemilik agroindustri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja produksi agroindustri keripik pisang dalam aspek kapasitas, kualitas, kecepatan pengiriman dan kecepatan proses sudah baik, sedangkan dalam aspek produktivitas dan fleksibel masih belum maksimal.  Kentungan rata-rata yang diperoleh pada agroindustri ikan asin di Kecamatan Labuhan Maringgai Rp 39.209.934/bulan yang artinya usaha agroindustri ikan asin menguntungkan dan layak umtuk dijalankan. Kekuatan yang paling besar dimiliki oleh agroindustri ikan aisn di Kecamatan Labuhan Maringgai yaitu terletak pada komponen produksi, dimana hal tersebut menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan agroindustri ini berkualitas baik dan sudah memenuhi standar kualitas yang baik. Kelemahan yang paling besar dimiliki agroindustri ikan asin di Kecamatan Labuhan Maringgai ini terletak pada aspek produksi, dimana belum adanya kemasan dan merk khusus untuk kemasan produk ikan asin yang mereka jual di pasar

    RISIKO PRODUKSI DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN

    Get PDF
    Pelaksanaan usahatani padi sawah mengandung banyak risiko yang berakibat pada penurunan produksi yang sebagian tidak dapat dikendalikan. Usaha pertanian merupakan usaha yang selalu ditandai variabilitas hasil atau risiko yang tinggi. Pelaksanaan usahatani yang dilakukan oleh petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi agar memperoleh pendapatan yang terbaik. Pelaksanaan usahatani yang dilakukan oleh petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi agar memperoleh pendapatan yang terbaik. Pendapatan yang terbaik atau maksimum dicapai pada saat tingkat produksi optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) menganalisis risiko produksi usahatani padi sawah tadah hujan, (2) menganalisis pendapatan usahatani padi sawah tadah hujan, dan (3) menganalisis kelayakan usahatani padi sawah tadah hujan. Jumlah populasi penelitian 358 orang, sedangkan jumlah sampel petani yang dijadikan responden adalah 50 orang. Untuk mendapatkan jumlah sampel digunakan teknik multi stage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan/observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data ada dua yaitu data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah risiko produksi dianalisis dengan menentukan besarnya koefisien variasi. Risiko produksi dapat diukur dari besarnya variance dan standar deviasi. Sedangkan pendapatan dan kelayakan dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan risiko produksi, pendapatan, dan kelayakan usahatani padi sawah tadah hujan Kecamatan Marusu (Desa Bonto Ma’tene) lebih besar daripada Kecamatan Lau (Kelurahan Soreang)

    TINGKAT KESETARAAN GENDER PADA MASYARAKAT NELAYAN DI PULAU PASARAN KOTA BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidnetifikasi tingkat kesetaraan gender pada masyarakat nelayan.  Penelitian dilakukan di Pulau Pasaran Kelurahan Kota Karang, Kota Bandar Lampung pada November 2020.  Jumlah responden sebanyak 20 rumah tangga nelayan yang diambil menggunakan metode metode accidental sampling dengan pertimbangan sulitnya bertemu nelayan terutama diwaktu-waktu tertentu. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder.  Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis Harvard, dimana data yang dikumpulkan dari turun lapang berskala kecil atau mikro untuk melihat profil aktivitas, akses, dan kontrol terhadap sumberdaya. Tingkat kesetaraan gender pada pembagian kerja reproduktif didominasi perempuan dengan tingkat persentase 58,75%, tingkat pembagian kerja produktif didominasi laki-laki dengan tingkat persentase 45,71%, dan pembagian kerja sosial didominasi perempuan dengan tingkat persentase 41,66 %.  Dalam aspek akses terhadap sumberdaya diperoleh data bahwa tingkat kesetaraan gender didominasi laki-laki (45%) dan bersama dominan laki-laki (BDL) sebesar 38,75%, kemudian kesetaraan gender dalam akses terhadap manfaat didominasi perempuan dengan persentase  41,67 dan secara bersama-sama sebesar 35%.  Kemudian kontrol terhadap sumberdaya dan manfaat dilakukan secara bersama-sama dengan persentase 48% dan 42%.  Hasil penelitian menggambarkan belum terjadinya kesetaraan gender dalam rumah tangga nelayan terutama dalam pembagian kerja reproduktif dan produktif.  Hal ini disebabkan pandangan umum yang berlaku dalam masyarakat yang mana perempuan dianggap pihak yang harus bertanggung jawab terhadap rumah tangga dan kaum pria yang bertanggung jawab sebagai pencari nafkah utama keluarga

    ANALISIS BIAYA USAHATANI KAKAO POLA SWADAYA DIKECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

    Get PDF
    Tujuan penelitian digunakan untuk menganalisi biaya-biaya yang digunakan dalam usahatani kakao pola swadaya, menghitung pendapatan dan efisiensi dari usahatani kakao pola swadaya di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan wawancara petani kakao, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskripsi dan analisis biaya dengan menggunakan alat bantu microsoft excel. Hasil perhitungan didapat biaya rata-rata petani sebesar Rp.431.941,00/lg/th, dengan rata-rata biaya tetap sebesar Rp.251.588,00/lg/th dan biaya variabel sebesar Rp.180.353,00/lg/th. Pendapatan bersih yang diperoleh petani adalah sebesar Rp.930.853,00/lg/th. Nilai RCR yang didapat adalah sebesar 3 yang menandakan bahwa usahatani kakao di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi layak untuk dikembangkan

    1,026

    full texts

    1,079

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇