Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN KARTU TANI
Sarana produksi merupakan kebutuhan petani yang harus tetap tersedia baik jumlah dan harga yang terjangkau guna kelangsungan produksi agar menghasilkan hasil yang berkualitas. Sarana produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pupuk subsidi melalui program kartu tani. Penelitian dilakukan di Desa Mekarharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar bertujuan untuk mengetahui penggunaan kartu tani, menganalisis persepsi petani terhadap penggunaan kartu tani, dan menganalisis hubungan keduanya. Penelitian didesain kuantitatif dengan metode survei terhadap 41 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling dan menggunakan rumus slovin. Data primer yang diperoleh melalui kuisioner dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik melalui uji korelasi rank spearman pada SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan kartu tani berdasarkan ketepatan program dan pemanfaatan program berada pada kategori tinggi sedangkan bedasarkan kemudahan program berada kategori rendah serta persepsi petani berada dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi petani terhadap penggunaan kartu tani
STRATEGI PEMASARAN PEPAYA CALLINA (Carica papaya L.)
Kelompok Tani Itikurih Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis memiliki permasalahan dalam pemasaran, yaitu belum diterapkannya strategi pemasaran yang relevan bagi Kelompok Tani Itikurih Desa Selamanik, sehingga pemasaran yangdilakukan belum optimal. Oleh sebab itu, Kelompok Tani Itikurih Desa Selamanik perlu menyusun strategi pemasaran demi mengoptimalkan pemasaran pepaya Callina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal yang menjadi kekuatan serta kelemahan dan faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman dalam pemasaran pepaya Callina, posisi pemasaran pepaya Callina serta untuk mengetahui rumusan strategi pemasaran terhadap pemasaran pepaya Callina. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Kelompok Tani Itikurih di Desa Selamanik Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Penentuan responden dilakukan dengan Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, strategi yang harus diterapkan dalam kondisi jni adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth oriented strategy). Rumusan strategi yang tepat untuk diterapkan adalah dengan menggabungkan kekuatan dengan peluang yang ada yaitu dengan menjaga serta meningkatkan kualitas pepaya Callina yang dihasilkan dan memperluas area tanam. Kata Kunci : Pepaya Callina, Strategi Pemasaran, SWOT ABSTRACTItikurih Farmers Group in Selamanik Village, Cipaku Sub-district, Ciamis Regency has problems in marketing, namely that the relevant marketing strategy has not been implemented for the Itikurih Farmer Group in Selamatnik Village, so that the marketing carried out is not optimal. Therefore, the Itikurih Farmer Group in the Village of Semenik needs to develop a marketing strategy in order to optimize the marketing of Callina papaya. to find out the formulation of marketing strategies for the marketing of Callina papaya. This research is a qualitative type with a case study approach to the Itikurih Farmer Group in the Village of Selamanik, Cipaku District, Ciamis Regency. Determination of respondents is done by purposive sampling and accidental sampling. The results of this study indicate that the strategy that must be applied in this condition is to support an aggressive growth policy (Growth oriented strategy). The formulation of the right strategy to be implemented is to combine strengths with existing opportunities, namely by maintaining and improving the quality of Callina papaya produced and expanding the planting area. Keywords : Callina Papaya, Marketing Strategy, SWO
EFISIENSI PEMASARAN PISANG NANGKA (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Hibarsaluyu Desa Selajambe Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan)
ABSTRAKPisang Nangka merupakan komoditas buah-buahan dengan produksi tertinggi di Desa Selajambe, Tetapi masih terdapat permasalah dalam proses pemasarannya seperti lemahnya koordniasi setiap Lembaga pemasaran dan belum jelasnya saluran pemnasaran pisang nangka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, marjin, biaya, keuntungan pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran pisang Nangka di Kelompok Tani Hibarsaluyu Desa Selajambe Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, pengambilan sampel petani dilakukan dengan cara sampling jenuh, sedangkan pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan cara snowball sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh petani pisang nangka pada Kelompok Tani Hibarsaluyu di Desa Selajambe sebanyak 19 orang, pedagang pengumpul 3 orang, pedagang besar 2 orang dan pedagang pengecer 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 saluran pemasaran pisang nangka. Efisiensi pemasaran pada saluran 3 merupakan yang paling efisien secara teknis dengan nilai Indeks Efisiensi Teknis (IET) sebesar 0,01, sedangkan saluran pemasaran 1 merupakan yang paling efisien secara ekonomis dengan nilai Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) sebesar 11,00. Kata Kunci: saluran pemasaran, efisiensi pemasaran dan pisang nangka. ABSTRACT“Bananas Nangka” is a fruit commodity with the highest production in Selajambe Village, but there are still problems in the marketing process such as the weak coordniation of each marketing institution and unclear distribution of “Bananas Nangka” marketing channels. This study aims to analyze marketing channels, margins, costs, marketing profits, farmer's share and marketing efficiency of “Bananas Nangka” in the Hibarsaluyu Farmer Group, Selajambe Village, Selajambe District, Kuningan Regency. This study used a case study method, farmer sampling was carried out by saturated sampling, while trader sampling was carried out by snowball sampling. The samples in this study were all “Bananas Nangka” farmers in the Hibarsaluyu Farmer Group in Selajambe Village as many as 19 people, 3 collecting traders, 2 wholesalers and 8 retailers. The results showed that there are 4 marketing channels for in the Hibarsaluyu Farmer Group, Selajambe Village, Selajambe District, Kuningan Regency. The marketing efficiency on channel 3 is the most technically efficient with a Technical Efficiency Index (TEI) value of 0.01, while marketing channel 1 is the most economically efficient with an Economic Efficiency Index (EEI) value of 11.00. Keywords: marketing channel, marketing efficiency and “Banana Nangka”
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI KENCUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan produksi kencur pada Kelompok tani “Budaya Bakti” di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, (2) Bagaimana alternatif strategi yang dapat dalam Pengembangan Produksi Kencur pada Kelompok tani “Budaya Bakti” di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, dengan mengambil kasus pada Kelompok Tani Budaya Bakti di Desa Werasari Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Faktor internal dan eksternal : (a) Faktor-faktor yang menjadi kekuatan dalam pengembangan produksi kencur yaitu ketersediaan lahan masih luas, ketersediaan cukup tenaga, pengalaman usahatani kencur, adanya kelembagaan (kelompok tani), kepemilikan lahan, (b) Faktor-faktor yang menjadi kelemahan kencur yaitu keterbatasan modal, produksi kencur masih rendah, kualitas kencur masih rendah, kemampuan manajemen rendah, adopsi teknologi rendah, (c) Faktor-faktor yang menjadi peluang dalam pengembangan kencur yaitu permintaan pasar, dukungan kebijakan pemerintah, berkembangnya produksi makanan rasa kencur, harga stabil, penjualan secara online, (d) Faktor-faktor yang menjadi ancaman dalam kencur yaitu serangan hama dan penyakit, dipengaruhi cuaca dan iklim, meningkatnya produksi kencur diluar wilayah Kecamatan Sadananya, minimnya pola kemitraan, harga di tetapkan pembeli. (2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan kencur yaitu strategi S-O yaitu: Memanfaatkan kebijakan pemerintah, Memanfaatkan lahan yang luas, strategi S-O yaitu: akses permodalan melalui bantuan modal, berkembangnya berbagai produk, strategi S-T yaitu: Petani memiliki pengalaman usahatani, keberadaan kelompok, strategi W-T yaitu: menjalin kerjasama dengan lembaga, meningkatkan kemampuan manajemen usahatani kencur
UJI PERBEDAAN PENDAPATAN USAHATANI MANGGA GEDONG GINCU DI KECAMATAN MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA
Agribisnis mangga gedong gincu saat ini masih menghadapi risiko usaha yang belum mampu dihindari oleh produsen. Pproduksi tanaman mangga gedong gincu bersifat musiman, sehingga mangga tidak tersedia sepanjang tahun walaupun permintaannya sepanjang tahun. Agar produksi usahatani bisa dilakukan sepanjang tahun petani harusmenerapkan off season untuk memenuhi semua permintaan ini. Teknologi yang dilakukan agar bisa memproduksi di luar dari waktu produksi alaminya di sebut off season. Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana pendapatan usaha mangga pada saat on season dan off season 2. Bagaimana perbandingan pendapatan saat on season dengan off season Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Jumlah petani mangga di Desa Sidamukti yang menerapkan off season yaitu sebanyak 172 orang, selanjutnya dengan rumus slovin diperoleh sampel petani sebanyak 63 orang. Meskipun sama-sama menguntungkan, pendapatan usahatani mangga off season lebih tinggi dibandingkan on season. Hal ini dipengaruhi oleh harga pada saat off season lebih tinggi. Usahatani mangga pada kedua musim tersebut mengumntungkan terlihat dari nilai RC ratio yang lebih tinggi . Selama on season, nilai RC sebesar 3,19. Sedangakan pada saat Off Season sebesar 4,50. Hasil dari Uji-T menunjukkan bahwa hasil rata-rata pendapatan per pohon petani gedong gincu berbeda saat on season dan off season
ANALISIS NILAI TAMBAH KOPI BUBUK TJAP TUGU LIWA (Studi Kasus Pada Agroindustri Tjap Tugu Liwa di Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk pada agroindustri Tjap Tugu Liwa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada agroindustri kopi bubuk Tjap Tugu Liwa. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan kuisioner (daftar pertanyaan). Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistika, literatur, publikasi, laporan-laporan dan sumber data lainnya yang dapat mendukung penelitian ini. Responden pada penelitian yaitu ketua agroindustri, pemilihan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa ketua agroindustri lebih mengetahui mengenai keadaan agroindustri kopi bubuk Tjap Tugu Liwa. Analisis nilai tambah menggunakan perhitungan metode Hayami (1987). Hasil penelitian menunjukkan besaran nilai tambah yang diperoleh agroindustri Tjap Tugu Liwa bernilai positif yaitu sebesar Rp12.689,54 per kg bahan baku biji kopi, dengan rasio nilai tambah sebesar 30,17 persen. Agroindustri Tjap Tugu Liwa layak untuk dikembangkan
NILAI TAMBAH UBI KAYU MENJADI KERIPIK PAKSENG
Keripik pakseng merupakan olahan pangan lokal dengan bahan baku utamanya ubi kayu yang dibuat menjadi olahan makanan ringan berbentuk bulat tipis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tambah ubi kayu menjadi keripik pakseng di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari intansi yang terkait seperti Dinas Pertanian, Kantor Kecamatan, serta intansi lainnya. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan banyak diusahakan oleh masyarakat di Desa Werasari Kecamatan Sadananya. Sementara sampling responden ditentukan secara sensus sebanyak 14 orang perajin. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tambah ubi kayu menjadi keripik pakseng di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis adalah Rp 3.177,58 per kilogram
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KACANG TANAH
Permasalahan yang dihadapi oleh petani kacang tanah sering berfluktuasinya harga sehingga petani pada umumnya mengalami kerugian. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran kacang tanah mulai dari petani sampai ke konsumen, marjin, biaya dan keuntungan pemasaran kacang tanah di Desa Selasari Kecamatan Parigi, dan bagian harga yang diterima petani dari harga yang dibayar konsumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan metode penelitian menggunakan studi kasus, sedangkan sampel yang digunakan berjumlah 4 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua tipe saluran pemasaran kacang tanah yang ada di Kelompok Tani Saung Ceblok Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yaitu: Saluran pemasaran I terdiri dari petani-pedagang pengecer-konsumen. Sedangkan saluran pemasaran II yaitu: petani-pedagang pengepul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. Pada saluran I marjin pemasarannya yaitu sebesar Rp.15.000, saluran II di pedagang pengepul yaitu Rp.1000, di pedagang besar Rp.2.000, dan di pedagang pengecer Rp.28.000
Pengaruh Penggunaan E-Commerce, Locus of Control dan Inovasi terhadap Kinerja Bisnis Online
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, menganalisis tingkat serta pengaruh penggunaan e-commerce, locus of control dan inovasi terhadap kinerja bisnis online mahasiswa Gedung Agrokomplek Universitas Udayana. Gedung Agrokomplek menaungi mahasiswa dengan latar belakang ilmu pertanian dalam arti yang luas meliputi Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Fakultas Teknologi Pertanian sehingga penelitian ini dapat melihat bagaimana kewirausahaan pada generasi muda yang bergerak di bidang pertanian. Sampel penelitian berjumlah 96 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaku bisnis online mahasiswa Gedung Agrokomplek mayoritas berjenis kelamin perempuan dan telah menjalankan usaha selama 7-12 bulan 2) Tingkat penggunaan e-commerce, locus of control internal, inovasi dan kinerja bisnis online mahasiswa Gedung Agrokomplek berada pada kategori baik, sementara tingkat locus of control external memiliki kategori sangat tidak baik, 3) Penggunaan e-commerce, locus of control internal dan inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis, sementara locus of control external berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja bisnis.
GAYA KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK WANITA TANI DI DESA MOJOPAHIT KECAMATAN PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Kepemimpinan dapat dikatakan sebagai cara dari seorang pemimpin dalam mengarahkan, mendorong, dan mengatur seluruh unsur-unsur didalam kelompok atau organisasi untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang diinginkan. Dengan demikian, seperti halnya kelompok pada umumnya. Kelompok Wanita Tani (KWT) juga memiliki ketua yang bertanggungjawab terhadap kelompok, baik terhadap anggota maupun terhadap dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang digunakan oleh ketua KWT di Desa Mojopahit. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Mojopahit Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Waktu pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 36 orang. Metode yang digunakan yaitu survei, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya kepemimpinan yang paling sering diterapkan oleh ketua kelompok wanita tani yang ada di Desa Mojopahit adalah gaya kepemimpinan instruksi dan konsultasi