Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA DANASARI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS
Kabupaten Ciamis menjadi sentra peternakan ayam di Jawa Barat. Permintaan jagung untuk pakan ternak ayam di Kabupaten Ciamis terus meningkat seiring berkembangnya perternakan ayam. Kecamatan Cisaga merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Ciamis. Salah satu daerah di Kecamatan Cisaga yang berpotensi untuk pengembangan produksi jagung adalah Desa Danasari. Berdasarkan data lima tahun terakhir dari BPP Kecamatan Cisaga, produksi jagung di Desa Danasari cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti berkurangnya jumlah petani yang berusahatani jagung, harga yang diterima petani menurun dibandingkan sebelumnya, hama tanaman, dan sebagainya. Desa Danasari menjadi salah satu daerah yang menjadi andalan pemerintah daerah di Kecamatan Cisaga untuk pemenuhan jagung di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani jagung hibrida di Desa Danasari, terutama terkait biaya, penerimaan, pendapatan petani, dan kelayakan usahatani jagung hibrida. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder serta teknik penarikan responden ditentukan secara sensus pada 29 orang petani. Data yang terkumpul diolah dan kemudian ditabulasi lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) besar rata-rata biaya usahatani jagung hibrida sebesar Rp6.583.563,34/hektar/musim tanam dan rata-rata penerimaan sebesar Rp12.281.591,26/hektar/musim tanam. Hasil produksi rata-rata sebesar 2.792,51 kg/hektar/musim tanam dengan rata-rata harga Rp4.250, sehingga diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp5.698.027,93/hektar/musim tanam. (2) R/C usahatani jagung sebesar 1,87, berarti setiap Rp1,00 yang dikeluarkan maka petani jagung mendapatkan penerimaan Rp1,87, sehingga diperoleh pendapatan Rp0,87. Dengan begitu, usahatani jagung hibrida terkategori layak untuk diusahakan
ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN KARET PETANI ANGGOTA DAN BUKAN ANGGOTA UPPB DI KECAMATAN TULANG BAWANG TENGAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pendapatan usahatani karet serta efisiensi pemasaran karet petani anggota dan bukan anggota UPPB di Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini merupakan penelitian survei, dilakukan di Desa Mulya Kencana dan Desa Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat pada bulan Maret-april 2022. Jumlah responden adalah 60 orang petani karet terdiri dari 30 orang petani anggota UPPB dan 30 orang petani bukan anggota UPPB yang diambil secara acak sederhana. Analisis menggunakan analisis pendapatan, uji beda dua sampel tidak berpesangan, analisis biaya, analiis marjin, dan analisis farmer’s share. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pandapatan rata-rata usahatani karet atas biaya tunai anggota dan bukan anggota UPPB sebesar Rp 23.616.644,89ha/tahun dan Rp 19.672.252,57/ha/tahun. Hasil analisis uji beda pendapatan atas biaya total petani anggota dan bukan anggota UPPB diperoleh pendapatan usahatani karet anggota tidak sama dengan pendapatan usahatani karet bukan anggota UPPB. Pemasaran yang dilakukan petani anggota lebih efisien dibandingkan pemasaran yang dilakukan petani bukan anggota
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI TALAS BENENG
Tanaman talas beneng dengan nama lain Xantoshoma undipes K. Koch muncul sebagai alternatif makanan berkarbohidrat pengganti padi. Melalui diversifikasi pangan, tanaman talas beneng dapat menjadi salah satu varian makanan yang tersedia di pasar. Talas beneng memiliki kandungan nutrisi cukup bagus, meliputi kandungan protein 2,01%, karbohidrat 18,30%, lemak 0,27%, pati 15,21% dan kalori 83,7% kkal. Teknis budidaya talas beneng menggunakan pola agroforestry dapat menghasilkan kualitas lebih baik dibandingkan dengan pola tanam monokultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknis budidaya dan mengetahui kelayakan finansial usaha tani talas beneng berdasarkan NPV, Net B/C, IRR dan pada tahun keberapa modal yang diinvestasikan dapat kembali (Pay Back Period). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan mengambil satu orang responden yang merupakan petani yang sudah berhasil dan tokoh pengembangan talas beneng di Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Usahatani talas beneng di Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya secara finansial dinyatakan layak untuk dilanjutkan dengan nilai NPV (net present value) yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 575.648.565, Net B/C 2,48 dan IRR 72,34%, 2) Lamanya waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi adalah 1 tahun 9 bulan, dengan demikian usaha perkebunan talas beneng dinyatakan layak secara finansial
UPAYA PETANI KOPI DESA TERTINGGAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DI KECAMATAN TANJUNG RAJA KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejaheraan keluarga petani kopi dan menganalisis berbagai faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga petani kopi. Hasil penelitian berbagai upaya yang dilakukan untuk melaksanakan peningkatan kesejahteraan keluarga desa tertinggal yang ada di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara adalah adanya program pemberdayaan nasional. Kegiatan-kegiatan yang ada pada program pemberdayaan masyarakat ini seperti : Program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program bantuan perorangan/kelompok, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Adanya peran tambahan dari pihak keluarga yang membantu memanajemen keuangan keluarga. Dan terlaksananya modal sosial yang baik pada petani kopi. Sedangkan untuk karakteristik-karakteristik petani kopi yang berhubungan dengan tingkat kesejahteraan keluarga berada pada adalah umur petani (X1), pendidikan terakhir (X2), kepemilikan lahan (X5), luas lahan (X6), dan jarak kebun (X7) kelima variabel independen tersebut memiliki nilai signifikan yang kurang dari 0,05 atau 0,01 lama usahatani dan umur tanaman kopi tidak berhubungan. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara yang melaksanakan kegiatan perkebunan kopi. Desa Sindang Marga dan Gunung Sadar adalah dua desa yang dipilih secara sengaja. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 44 yang terdiri atas 33 petani kopi di Desa Sindang Marga dan 11 petani kopi di Desa Gunung Sadar. Penelitian kepada responden dilakukan secara pada Februari 2022. Metode analisis tujuan pertama analisis kualitatif study literatur dan analisis rankspearman adalah analisis pada tujuan kedua
Pengembalian Modal dan Titik Impas Usaha Mitra Niagadesa (Studi Kasus pada Mitra Niagadesa Kecamatan Mekarmukti Kabupaten Garut)
Penjualan produk mitra Niagadesa tergantung pada aktivitas penjualan yang dilakukanstartup Niagadesa. Ketergantungan penjualan ke pihak lain akan berdampak pada perolehan nilai penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pengembalian modal (payback period) dan titik impas usaha (break even point). Penelitian ini dilaksanakan di desa Jagabaya kecamatan Mekarmukti kabupaten Garut Jawa Barat pada bulan November 2022.Desain penelitian adalah desain kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder, data primer diperoleh dari mitrausaha, pengambilan sampel mitra secara sensus, analisis yang digunakan adalah analisis payback period dan break even point. Hasil penelitian menunjukkan: Payback period anyaman paling cepat yaitu 2 kali proses produksi karena biaya investasi yang rendah, payback period manisan terung paling lama yaitu 31 kali proses produksi karena biaya investasi yang besar. Usaha mitra Niagadesa sudah kembali modal kecuali usaha biskuit pisang karena pendapatan usaha yang rendah akibat kurangnya permintaan. Titik impas usaha anyaman paling kecil karena biaya tetap yang rendah. Titik impas usaha sale pisang basah dan sale pisang kering tinggi karena biaya tetap yang tinggi. Usaha mitra Niagadesa telah mengalami titik impas kecuali usaha biskuit pisang karena harga jual produk yang tinggi dan hasil produksi yang rendah
Persepsi Petani Terhadap Agro Techno Park Badan Tenaga Atom Dan Nuklir Dalam Pengembangan Benih Padi Unggul Hasil Iradiasi Nuklir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu persepsi petani terhadap keberadaan Agro Techno Park Badan Tenaga Atom dan Nuklir dalam pengembangan benih padi hasil iradiasi nuklir, metode penarikan Lokasi penelitian ini terletak di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Pengambilan populasi dilakukan secara purposive yaitu anggota kelompok tani yang menggunakan benih padi hasil iradiasi dengan jumlah populasi sebanyak 1.385 petani yang tersebar di 46 kelompok tani dan terletak di 6 desa. Untuk penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proportionate random sampling dengan proporsi 10% untuk masing-masing kelompok tani yang setiap kelompok tani beranggotakan 30 petani untuk 45 kelompok dan satu kelompok beranggotakan 35 petani, sehingga diperoleh jumlah sample penelitian sebanyak 139 responden. Untuk menjawab permasalahan mengenai persepsi petani terhadap keberadaan ATP BATAN dan dampak social ekonominya diperoleh melalui hasil observasi dan wawancara dengan sample penelitian menggunakan instrument penelitian (kuisoner) yang selanjutnya data tersebut ditabulasikan kemudian dijelaskan secara deskriptif. Adapun secara umum teknik dalam pemberian skor yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah teknik Skala Likert. Persepsi petani mengenai benih padi hasil iradisi BATAN tergolong cukup baik hal ini dilihat dari berbagai pernyataan dimana rata-rata petani setuju dengan pernytaan yang bersifat positif mengenai benih padi varietas hasil iradiasi BATAN
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI MANGGIS (Garcinia mangostanal)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Kelayakan usahatani manggis yang dijalankan oleh seorang petani manggis di Desa Parakanmanggu Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, (2) Payback period (jangka waktu tercapainya net benefit menyamai investasi) pada usahatani manggis yang dijalankan oleh petani manggis.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Responden dipilih secara sengaja sebagai sampel dengan alasan petani pertama yang menanam manggis sebanyak 5 orang. Hasil analisis menunjukkan: 1) Nilai NPV sebesar RP. 10.383.611 berarti responden memperoleh keuntungan pada tingkat bunga 9 persn sebesar RP. 10.383.611, Nilai Net B/C sebesar 1,17 ini berarti setiap 1,00 modal yang ditanam pada usahatani manggis akan memperoleh manfaat sebesar 1,17. Nilai IRR yang diperoleh sebesar 11 persen, berarti tingkat bunga bank maksimum yang mampu dibayar oleh responden sebesar 11 persen pertahun atau lebih besar dari tingkat bunga 9 persen. Dilihat dari nilai NPV, Net B/C dan IRR maka usahatani manggis di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Layak diusahakan. 2) Payback Period yang diperoleh pada usahatani manggis yang diusahakan responden di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dicapai pada 13 tahun 1 bulan.
STRATEGI PEMASARAN KOPI ROBUSTA DI DESA SUKA MULYA KECAMATAN PAGAR DEWA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelamahan) dan eksternal (peluang dan ancaman), merumuskan strategi alternatif pemasaran, membuat strategi alternatif pemasaran Kopi Robusta. Metode penelitian yang digunakan adalah survey pada petani Kopi Robusta di Desa uka Mulya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat. Responden dalam penelitian ini terdiri dari petani Kopi Robusta 40 orang yang diambil secara survei. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Strength, Weakneses, Opportunity, Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor kekuatannya adalah kepemilikan lahan, tempat yang cocok dan pinggiran uantuk tanaman kopi, permodalan yang cukup, dan kualitas produk. Kelemahannya yaitu posisi tawar petani rendah, tidak ada pembukuan yang jelas, harga dikuasai pasar dan SDM yang lemah. peluang ekstrnalnya adalah pasar yang terbuka luas, tren konsumsi kopi meningkat dan produk yang banyak diminati. Ancamannya adalah persaingan pasar harga fluktuatif dan anomali cuaca. alternatif strategi yang dapat dilakukan petani Kopi Robusta. adalah dengan meningkatkan kualitas produk yang diinginkan konsumen dan pasar agar tren konsumsi Kopi Robusta meningkat, serta dengan meningkatkan jumlah produksi Kopi Robusta untuk meningkatkan pendapatan petani dan memenuhi permintaan pasar.Kata Kunci : Strategi, pemasaran, Kopi RobustaABSTRACT This study aims to identify internal (strength and slowness) and external (opportunities and threats) factors, formulate alternative marketing strategies, make alternative marketing strategies for Robusta Coffee. The research method used was a survey on Robusta Coffee farmers in Uka Mulya Village, Pagar Dewa District, West Lampung Regency. The respondents in this study consisted of Robusta Coffee farmers 40 people who were taken by survey. The analysis used in this study is Strength, Weakneses, Opportunity, Threats (SWOT) Analysis. The results showed that the strength factors were land ownership, suitable and fertile places for coffee plants, sufficient capital, and product quality. The downsides are that the bargaining position of farmers is low, there is no clear bookkeeping, prices are controlled by the market and human resources are weak. External factors of opportunity are a wide open market, an increasing trend of coffee consumption and products that are in great demand. The threat is volatile price market competition and weather anomalies. alternative strategies that robusta coffee farmers can do. is by improving the quality of products desired by consumers and the market so that the consumption trend of Robusta Coffee increases, as well as by increasing the amount of Robusta Coffee production to increase farmers' incomes and meet market demand.Kata Kunci : Strategi, Pemasaran, Kopi Robust
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA BUDI DAYA UDANG HIAS AIR TAWAR RED CRYSTAL (Caridina cantonensis) DI KECAMATAN TENJOLAYA KABUPATEN BOGOR
Usaha budi daya udang hias Red Crystal (Caridina cantonensis) merupakan suatu kegiatan usaha dalam memproduksi dan memperjualbelikan udang hias Red Crystal. Secara sosial dan ekonomi usaha pada bidang ini belum dilakukan oleh banyak peneliti, utamanya dalam aspek pendapatan dan kelayakan usaha. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usaha budi daya udang hias Red Crystal di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor. Adapun metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah analitik deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara sensus sebanyak 26 responden dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Berdasarkan data yang diperoleh dihasilkan perhitungan biaya-biaya yang dikelompokkan menjadi dua yaitu total rata-rata biaya variabel Rp562.710/periode panen dan total rata-rata biaya tetap Rp2.837.813/periode panen. Adapun, rata-rata penerimaan yang diperoleh responden dalam satu periode panen adalah Rp7.404.670/periode panen, sehingga didapatkan pendapatan Rp4.004.147/periode panen. Selain analisis pendapatan, data dianalisis menggunakan Break Event Point (BEP) dan kelayakan usaha dengan menggunakan analisis R/C Ratio. Usaha budi daya udang hias Red Crystal di Kecamatan Tenjolaya telah melebihi titik impas, dengan nilai BEP Produksi 1.147 ekor, BEP harga Rp1.230/ekor, dan BEP Penerimaan sebesar Rp3.071.206. Pada perhitungan kelayakan usaha dihasilkan nilai R/C Ratio 2,178. Artinya, usaha udang hias Red Crystal di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor bernilai lebih dari 1. Sehingga, usaha budi daya udang hias Red Crystal di Kecamatan Tenjolaya layak untuk diusahakan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI ROBUSTA DI DESA SUKA MULYA KECAMATAN TANJUNG RAJA KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Kajian ini memiliki arahan untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi robusta di Desa Suka Mulya Kecamatan Tajung Raja Kabupaten Lampung Utara. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dimana penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda. Data diperoleh dengan teknik wawancara kepada responden yang ada dalam sampel menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang dipersiapkan sebelumnya. Hasil penelitian ini yaitu faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dalam produksi kopi yaitu variabel luas lahan (X1), variabel tanaga kerja (X2), variabel umur tanaman kopi (X3) dan variabel pupuk (X4)