Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PEPAYA DI KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP
The research was carried out with the aim of knowing: (1) The factors that influence the production of papaya simultaneously or partially. The research was conducted using quantitative methods in Wanareja District, Cilacap Regency. By using the census method to take a sample of 34 people. Factors that affect papaya production were analyzed using multiple linear regression equations where parameter estimation was carried out using SPSS 25. The results showed that simultaneously the variables of land area, seeds, labor, organic fertilizers, inorganic fertilizers, and pesticides had an effect on production papaya. As for partially, the factors that have a positive and significant effect on papaya production are land area, organic fertilizers, and inorganic fertilizers. While seeds and labor have a positive but not significant effect on papaya production. The factors that have a negative or insignificant effect are pesticides on papaya production in Wanareja District, Cilacap Regency
ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI KREMES (Studi Kasus Pada Agroindustri Kremes BJ Di Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis)
Permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha agroindustri skala kecil adalah mereka jarang memperhitungkan secara terperinci biaya yang dikeluarkan oleh usaha mereka. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1). Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada agroindustri kremes di Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis; (2). Besarnya R/C pada agroindustri kremes yang diusahakan oleh perusahaan Kremes BJ di Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis dengan menggunakan metode studi kasus. Sampel lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Agroindustri Kremes BJ yang berada di Desa Hegarmanah merupakan satu-satunya agroindustri yang memproduksi kremes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri Kremes BJ untuk satu kali proses produksi dengan bahan baku sebanyak 40 kilogram adalah sebesar Rp 637.112,94,- yang dihasilkan dari penjumlahan antara biaya tetap sebesar Rp 3.422,89,- dan biaya variabel sebesar Rp 633.690,05,-. Sedangkan rata-rata penerimaan yang dihasilkan sebesar Rp 720.000,00,- sehingga menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar Rp 86.887,06,-. (2) Analisis kelayakan yang digunakan yaitu analisis kelayakan usaha yaitu membandingkan antara penerimaan dengan biaya total. Rata-rata penerimaan yang dihasilkan sebesar Rp 720.000,00, dibagi dengan biaya total sebesar Rp 637.112,94,- menghasilkan R/C sebesar 1,13 hal ini berarti usaha agroindustri Kremes BJ layak untuk dijalankan karena R/C lebih dari satu
Strategi Pengembangan Usaha Pada Agroindustri Wajit Ketan di Desa Cogreg Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya
Agroindustri, Strategi Pengembangan, SWOT, Wajit Keta
JARINGAN KOMUNIKASI PEMASARAN CABAI RAWIT DI DESA CIBEUREUM KECAMATAN SUKAMANTRI KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran cabai rawit (2) Jaringan komunikasi pemasaran cabai rawit yang terbentuk (3) Proses komunikasi pemasaran cabai rawit yang dilakukan.Penelitian ini dilaksanakan pada para petani cabai rawit di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri KabupatenCiamis dengan menggunakan metode studi kasus. Sampel data ditentukan secara purposive sampling denganpertimbangan sebagai sentra usahatani cabai rawit yang dijalankan secara intens (continue). Adapun untuk proses pengambilan sampel pelaku pemasaran ditentukandengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Terdapat hanya satusaluran pemasaran yaitu saluran pemasaran tiga tingkatyang melibatkan produsen, pedagang pengepul, pedagangbesar, pedagang pengecer dan konsumen 2) Jaringankomuniksi Pemasaran Cabai Rawit menggunakan Model Rantai (Chain). 3) Pola komunikasi tatap mukamerupakan pola komunikasi yang paling banyak atausering dilakukan dengan tingkat kepuasan yang tinggijika dibandingkan dengan pola komunikasi audio visual. Kata kunci : cabai rawit, jaringan komunikasi pemasaran
NILAI TAMBAH SALE PISANG BASAH DAN SALE PISANG KERING PADA AGROINDUSTRI CITRA MANDIRI DESA CIBUNGUR KECAMATAN PARUNGPONTENG
ABSTRAKAgroindustri sale pisang basah dan sale pisang kering di Kabupaten Tasikmalaya perkembangannya begitu pesat dengan berbagai karakter dan ciri khas masing-masing. Kondisi ini dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi persaingan pasar, sehingga agroindustri yang mampu mempertahankan kualitas dan ciri khasnya akan dapat maju dan berkembang. Penelitian ini dengan tujuan mendeskripsikan proses produksi sale pisang basah dan sale pisang kering, dari besar biaya, penerimaan, pendapatan, nilai tambah sale pisang basah dan sale pisang kering. Mana yang mempunyai nilai tambah lebih besar pada agroindustri sale pisang dan sale pisang kering Citra Mandiri di Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada agroindustri Citra Mandiri di Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya yang ditentukan secara purposive. Data primer dan data sekunder dikumpulkan melalui wawancara dan studi literatur/kepustakaan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi sale pisang Citra Mandiri melalui beberapa tahapan yang dimulai dari pengadaan bahan baku, pemeraman, pengupasan, penjemuran, pengasapan, pembuatan adonan, penggorengan, penirisan dan pengemasan. Nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi sale pisang basah/kg adalah Rp. 5.800,-/kg. Sedangkan nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi sale pisang kering/kg adalah Rp. 9.868,-/kg Kata Kunci : Agroindustri, Nilai Tambah Sale Pisang Basah dan Sale Pisan Kerin
KELAYAKAN USAHATANI JAMUR TIRAM COKELAT (Pleurotus cystidiosus) (Studi Kasus Pada Usahatani Jamur Tiram Cokelat Bapak Usep Di Desa Beber Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis)
Sebagian pelaku usahatani jamur tiram skala kecil jarang sekali menghitung secara pasti berupa biaya yang dikeluarkan dalam usahanya, guna menghindari kerugian yang akan diterima petani dalam melakukan usaha budidaya jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani jamur tiram cokelat di Desa Beber Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis per satu kali proses produksi. 2) Kelayakan usahatani jamur tiram cokelat di Desa Beber Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis per satu kali proses produksi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang petani jamur tiram cokelat di Desa Beber Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis. Data dalam penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Hasil ini menunjukkan bahwa : 1) Biaya yang dikeluarkan usahatani jamur tiram cokelat dalam satu kali proses produksi Rp 8.734.470,41dan penerimaan Rp 16.800.000,00 sehingga pendapatan yang diperoleh Rp 8.065.529,59. 2) Nilai R/C yang diperoleh usahatani jamur tiram cokelat dalam satu kali proses produksi yaitu 1,92 artinya setiap biaya yang dikeluarkan Rp 1,00 memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,92 dan pendapatan sebesar Rp 0,92 sehingga petani jamur tiram menguntungkan dan layak untuk dijalankan usahanya
ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SALE PISANG UKM BAPAK GOJIN DI DESA KARANGPAWITAN KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN
TIKA RAI RAHAYU. 2023. Analisis Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Agroindustri Sale Pisang UKM Bapak Gojin Di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Dibawah Bimbingan DINI ROCHDIANI dan BUDI SETIA.Pisang merupakan salah satu tanaman holtikultura yang banyak dikembangkan. Buah pisang banyak dikonsumsi dalam bentuk segar, permasalahan yang tejadi dalam konsumsi pisang dalam bentuk segar adalah mudah rusak dan cepat mengalami perubahan mutu setelah panen. Masyarakat secara tradisional mengawetkan pisang dengan mengolahnya melalui cara dengan pengeringan menjadi sale pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi: 1). Kelayakan usaha dari Agroindustri sale pisang UKM Bapak Gojin di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. 2). Nilai tambah buah pisang menjadi sale pisang pada Agroindustri sale pisang UKM Bapak Gojin pada Agroindustri Sale di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif. Teknik penarikan sample dalam penelitian ini dilakukan secara purvosive sampling yaitu pada agroindustri sale pisang UKM Bapak Gojin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1). Biaya yang dikeluarkan oleh responden agroindustri sale pisang UKM Bapak Gojin dalam satu kali proses produksi yaitu Rp 5.569.200, penerimaan yaitu Rp 7.500.000, pendapatan yaitu Rp 1.930.800. Sehingga, memperoleh nilai R/C sebesar 1,35 per satu kali proses produksi. 2). Nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri sale pisang UKM Bapak Gojin yaitu Rp. 2.280,80 per kilogram dalam satu kali proses produksi. Kata Kunci: Kelayakan, Nilai Tambah dan Sale Pisang
ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya usaha keripik pisang di Desa Karangpawitan. (2) Besarnya penerimaan usaha keripik pisang di Desa Karangpawitan. (3) Besarnya pendapatan usaha keripik pisang di Desa Karangpawitan. (4) R/C usaha keripik pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan mengambil kasus di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Jumlah perajin yang dijadikan responden diambil sebanyak 6 perajin, atau seluruh perajin keripik pisang diambil sebagai responden (secara sensus) sesuai dengan pendapat Arikunto (2010), apabila subjek (populasi) kurang dari 100 lebih baik diambil semua dan apabila jumlah subjek besar (lebih dari 100) dapat di ambil 10 sampai 30 persen. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran dalam satu kali proses produksi adalah Rp 827.060,18. (2) Rata-rata penerimaan agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan Rp 1.528.333.33. (3) Rata-rata pendapatan yang dipeoleh agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan yaitu Rp 701.273,15. (4) R/C yang diperoleh responden agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran yaitu 1,86 per satu kali proses produksi, hingga agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran layak untuk diusahakan.Kata Kunci : Pendapatan, Kelayakan, Agroindustri, Keripik Pisang
SIKAP PETANI DALAM MENERIMA MATERI DAN MEDIA PENYULUHAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP USAHATANI MANGGIS DI DESA CIMANGGU KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA
Media dan materi penyuluhan pertanian semakin banyak, beragam dan mudah diakses hari ini, lalu bagaimana sikap petani dalam menerima kenyataan tersebut serta dampaknya terhadap usahatani manggis di Desa Cimanggu Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap petani dalam menerima materi dan media penyuluhan serta dampaknya bagi usahatani manggis. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari 2023. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik wawancara mendalam kepada 9 orang informan, terdiri dari 1 orang PPL, 4 orang ketua kelompok tani dan 4 orang petani manggis. Data yang terkumpul kemudian diseleksi, direduksi, disajikan dan dianalisis secara dialektik. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap petani dalam menerima materi dan media penyuluhan sudah cukup baik dilihat dari peran penting penyuluh dan tokoh petani dalam penyampaian informasi serta materi yang disampaikan dianggap penting dan dapat meningkatkan pengetahuan, minat dan keterampilan petani. Kemudian media penyuluhan yang digunakan dapat memberikan pengalaman belajar, memperjelas dan mempermudah dalam memahami materi, serta materi dan media yang disampaikan tidak bertentangan dengan budaya setempat dan tidak beresiko bagi usahatani. Kemudian dampak penyampaian materi dan media penyuluhan sudah dirasakan petani seperti meningkatnya pengetahuan serta kapasitas petani dalam teknis budidaya manggis, meningkatnya tingkat adopsi teknologi dan kelengkapan administrasi usahatani manggis serta adanya peningkatan usahatani terutama dalam hal kualitas hasil setelah penyuluh menyampaikan materi dan media penyuluhan serta pendampingan yang dilakukan meskipun belum maksimal.Kata kunci : sikap petani, materi penyuluhan, media penyuluhan, usahatani
ANALISIS USAHA AGROINDUSTRI BAKETRAK (Studi Kasus pada Agroindustri Baketrak Ikhtiar di Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya, penerimaan danpendapatan pada agroindustri baketrak Ikhtiar, (2) Besarnya nilai tambah yangdiperoleh pada agroindustri baketrak Ikhtiar. Metode penelitian yang digunakanadalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan responden dalampenelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling) kepada pemilikusaha agroindustri baketrak Ikhtiar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1)Biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri baketrak Ikhtiar di Desa KarangmekarKecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali prosesproduksi adalah Rp 371.280,13, penerimaan Rp 600.000,00, dan pendapatansebesar Rp 228.719,87 dalam satu kali proses produksi (2) Nilai tambah yangdiperoleh agroindustri baketrak Ikhtiar di Desa Karangmekar KecamatanKarangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali proses produksi yaituyaitu Rp 8.375/kg