Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS SALURAN PEMASARAN UMBI PORANG (Studi Kasus di Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran umbi porang di Desa SukamulyaKecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, (2) Besarnya marjin pemasaran umbi porang di Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, (3) Besarnya Farmer’s share atau bagian harga yang diterima oleh petani umbi porang di Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten PangandaranPenelitian ini dilaksanakan pada para petani umbi porang di Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dengan menggunakan metode studi kasus. Desa Sukamulya ditentukan secara purposive sample pertimbangan sebagai salah desa yang menjadi pelopor dalam usahatani porang dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.Hasil penelitian menunjukan bahwa :1) Terdapat 1 (satu) saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran satu tingkat.2) Total biaya pemasaran yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 430,00 per kilogramnya, total keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 445,00 per kilogramnya dan marjn pemasaran sebesar Rp. 875,00 per kilogramnya. 3) Bagian harga yang diterima oleh produsen (Farmer Share) pada saluran pemasaran umbi porang di Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran yaitu sebesar 88,14
STRATEGI PEMASARAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI KOTA TASIKMALAYA (Studi Kasus pada Pembudidaya Pembesaran Ikan Lele Dumbo di Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya)
Beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat memiliki potensi perikanan, salah satunya yaitu Kota Tasikmalaya dengan total produksi 10.003,31 ton. Banyak jenis usaha budidaya ikan lele yang telah berkembang, salah satunya adalah usaha pembesaran. Kegiatan pemasaran menjadi yang terpenting dalam keberhasilan suatu kegiatan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal dari pemasaran ikan lele dumbo dan mengetahui strategi pemasaran ikan lele dumbo dengan alat analisis yaitu Analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis penelitian kualititatif yang merupakan pendekatan penelitian yang mendalam terhadap suatu objek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan pengambilan data langsung dari responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan adalah strategi dengan pendekatan marketing mix yaitu harga, produk, tempat, dan promosi. Dari hasil penelitian melalui perhitungan analisis SWOT menggunakan matriks IFAS dan EFAS skor yang diperoleh untuk factor internal adalah 3,54 dan factor eksternal adalah 3,35 dan diagram SWOT menunjukkan bahwa titik koordinat berada pada posisi kuadran I dengan rekomendasi strategi yyang dapat diterapkan adalah strategi yang agresif yaitu mempertahankan kualitas serta harga yang terjangkau, meningkatkan kualitas dan volume produksi serta memperluas jaringan pemasaran melalui media promosi dengan pemanfaatan teknologi informasi
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM USAHATANI PADI DI DESA NATANEGARA KECAMATAN PANAWANGAN KABUPATEN CIAMIS
Kelompok tani memiliki peran yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai wahana belajar, wahana kerja sama dan unit produksi. Desa Natanegara memiliki tiga kelompok tani aktif, yaitu Kelompok Tani Mekar Saluyu V, Wargi Saluyu 3 dan Neglasari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan peran kelompok tani dalam pertanian padi di Desa Natanegara, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Sebuah pendekatan deskriptif kualitatif digunakan. Metode sampel acak sederhana, juga dikenal sebagai metode (Simple random sampling) digunakan untuk mengumpulkan 32 sampel petani dari 117 petani. Metode ini didasarkan pada perhitungan dengan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Kelompok Tani Dalam Usahatani Padi di Desa Natanegara Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis termasuk kategori tinggi. Tingginya peran tersebut dapat terlihat dari peran kelompok sebagai kelas belajar (90,62 persen), wahana kerjasama (87,5 persen) dan unit produksi (90,62 persen) bagi para petani. Kelompok tani membantu petani belajar lebih banyak, mengambil sikap positif terhadap usaha mereka, bekerja sama untuk menyelesaikan masalah, dan menyediakan sumber daya produksi seperti bibit, pupuk, dan pestisida yang murah bagi petani
ANALISIS SALURAN PEMASARAN LIDI KELAPA (Suatu Kasus di Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran)
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui Saluran pemasaran lidi kelapa di Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. 2) Mengetahui Besarnya margin, biaya dan keuntungan pemasaran lidi kelapa di Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. 3) Mengetahui Persentase yang diterima oleh pengrajin lidi kelapa (Farmer’s Share) di Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Pengambilan sampel responden dilakukan secara simple random sampling (sampel acak sederhana) terhadap 32 orang pengrajin atau 15 persen dari total anggota populasi 214 orang. Hasil penelitian menunjukkan Saluran pemasaran lidi kelapa yaitu pengrajin lidi – pedagang pengumpul – pedagang besar – konsumen dan pengrajin lidi – pedagang pengumpul – pedagang besar – pengecer - konsumen. Besarnya marjin yang didapat oleh pedagang pengumpul pada saluran pemasaran dua tingkat dan saluran pemasaran tiga tingkat sama yaitu Rp.300 sedangkan marjin pada pedagang besar saluran dua tingkat Rp.400 serta Rp.4.900 untuk saluran pemasaran tiga tingkat. Total biaya yang dikeluarkan pedagang pengumpul pada saluran pemasaran dua tingkat Rp.45,21 dan Rp.66,41 pada saluran pemasaran tiga tingkat. Kemudian total biaya pedagang besar pada saluran pemasaran dua tingkat Rp.53,02 dan Rp.4.459,99 untuk saluran pemasaran tiga tingkat. Keuntungan yang didapat oleh pedagang pengumpul saluran pemasaran dua tingkat Rp.254,79 dan untuk saluran pemasaran tiga tingkat Rp.233,59. Keuntungan bagi pedagang besar pada saluran pemasaran dua tingkat Rp.346,98, untuk pedagang besar pada saluran pemasaran tiga tingkat Rp.440,01. Farmer’s Share atau persentase bagian yang diterima oleh produsen adalah 53,33% untuk saluran pemasaran dua tingkat serta 11,42% untuk saluran pemasaran tiga tingkat
ANALISIS KEMITRAAN DAN PENDAPATAN USAHATANI MITRA DAN NONMITRA CV BUMI AGRO TECHNOLOGY DI DESA SARIMUKTI, KECAMATAN PASIRWANGI, KABUPATEN GARUT
Kemitraan merupakan alternatif solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan pada petani sehingga mampu memenuhi potensi produksi komoditas yang diusahakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola kemitraan antara CV Bumi Agro Technology dengan petani mitra, mengetahui pendapatan petani mitra dan nonmitra, dan menganalisis perbandingan pendapatan petani mitra dan nonmitra. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, pendapatan usahatani, dan uji beda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut terhadap 10 petani mitra dan 51 petani nonmitra. Penelitian ini menemukan bahwa pola kemitraan antara CV Bumi Agro Technology dengan petani mitra menggunakan pola Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA), pendapatan petani mitra dan nonmitra secara berturut-turut adalah Rp 64.906.164 dan Rp 56.465.132 per hektar, dan pendapatan petani mitra dan nonmitra berbeda secara nyata pada taraf nyata 0,5% dengan nilai signifikansi 0,048
STRATEGI PEMASARAN SALE PISANG BASAH (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI SALE PISANG BASAH “MITRA SALE” DI DESA KARANGPAWITAN KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN)
Sale pisang merupakan produk makanan ringan yang terbuat dari buah pisang yang diawetkan dengan cara pengeringan. Di Desa Karangpawitan terdapat suatu agroindustri sale pisang jenis sale pisang basah yaitu “Mitra Sale”. Namun, kurangnya promosi dan kurangnya jaringan pemasaran menjadi kendala agroindustri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal, eksternal, serta mencari alternatif strategi pemasaran sale pisang basah. Jenis penlitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analisis pada penelitian ini menggunakan analisis SWOT, menggunkan data primer dan sekunder, dengan metode penarikan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan faktor kekuatan yaitu harga dipasar bersaing, produk berkualitas, mempunyai cita rasa khas (smoky), serta lokasi Mitra Sale yang strategis. Sedangkan kelemahannya yaitu minimnya kegiatan promosi, tidak memiliki sistem manajemen perusahaan, wilayah distribusi masih terbatas, serta tidak adanya riset dan pengembangan perusahaan. Sedangkan faktor eksternal berupa peluang pada penelitian ini yaitu banyaknya agen distributor, mempunyai konsumen tetap, serta potensi pasar yang masih luas serta bekerjasama dengan jasa kurir dan jasa angkut cargo. Sedangkan untuk ancamannya yaitu perubahan cuaca yang tidak stabil, banyaknya makanan modern dan unik serta produk yang mudah ditiru. Alternatif strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh agroindustri Mitra Sale dalam memasarkan Sale Pisang Basah yaitu mempertahankan harga yang terjangkau agar para konsumen dapat menikmati kualitas produk,memperluas jaringan pemasaran, memberikan sampel produk gratis atau tester, serta memanfaatkan lokasi yang strategis. Disarankan untuk agroindustri Mitra Sale mempertahankan harga yang terjangkau, memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi modern serta memberikan sampel produk gratis di lokasi strategis.Sale pisang merupakan produk makanan ringan yang terbuat dari buah pisang yang diawetkan dengan cara pengeringan. Di Desa Karangpawitan terdapat suatu agroindustri sale pisang jenis sale pisang basah yaitu “Mitra Sale”. Namun, kurangnya promosi dan kurangnya jaringan pemasaran menjadi kendala agroindustri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal, eksternal, serta mencari alternatif strategi pemasaran sale pisang basah. Jenis penlitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analisis pada penelitian ini menggunakan analisis SWOT, menggunkan data primer dan sekunder, dengan metode penarikan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan faktor kekuatan yaitu harga dipasar bersaing, produk berkualitas, mempunyai cita rasa khas (smoky), serta lokasi Mitra Sale yang strategis. Sedangkan kelemahannya yaitu minimnya kegiatan promosi, tidak memiliki sistem manajemen perusahaan, wilayah distribusi masih terbatas, serta tidak adanya riset dan pengembangan perusahaan. Sedangkan faktor eksternal berupa peluang pada penelitian ini yaitu banyaknya agen distributor, mempunyai konsumen tetap, serta potensi pasar yang masih luas serta bekerjasama dengan jasa kurir dan jasa angkut cargo. Sedangkan untuk ancamannya yaitu perubahan cuaca yang tidak stabil, banyaknya makanan modern dan unik serta produk yang mudah ditiru. Alternatif strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh agroindustri Mitra Sale dalam memasarkan Sale Pisang Basah yaitu mempertahankan harga yang terjangkau agar para konsumen dapat menikmati kualitas produk,memperluas jaringan pemasaran, memberikan sampel produk gratis atau tester, serta memanfaatkan lokasi yang strategis. Disarankan untuk agroindustri Mitra Sale mempertahankan harga yang terjangkau, memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi modern serta memberikan sampel produk gratis di lokasi strategis
ANALISIS FAKTOR ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN PRINGSEWU
Kabupaten Pringsewu pada lima tahun terakhir mengalami alih fungsi lahan pertanian sebesar 2.931 hektare. Hal tersebut menjadikan Kabupaten Pringsewu dihadapkan pada dua kondisi yaitu mempertahankan lahan pertanian sebagai kawasan ketahanan pangan dan menyediakan lahan untuk kebutuhan akan tempat tinggal seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan analisis IFAS-EFAS. Penelitian dilakukan dengan sasaran pemangku kebijakan, perwakilan masyarakat dari kelompok tani, dan juga akademisi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal, yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu. Alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu didominasi oleh faktor kelemahan sebagai faktor internal dan faktor ancaman sebagai faktor eksternal. Faktor internal yang paling mempengaruhi terjadinya alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu adalah belum terdapatnya peta lokasi yang menunjukkan lahan sawah yang ditetapkan menjadi lahan pertanian pangan berkelanjutan melalui kebijakan yang merupakan faktor kelemahan. Faktor eksternal yang paling berpengaruh terhadap alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu adalah faktor ancaman yaitu posisi sawah yang strategis dekat dengan kegiatan perdagangan dan jasa yang dianggap lebih menguntungnya. Berdasarkan hasil penelitian maka didapatkan strategi yang dianggap paling tepat dalam strategi terkait alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu mengutamakan penetrasi pasar dan pengembangan produk. Terdapat 12 faktor internal dan 9 faktor eksternal yang mempengerhui alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu
ANALISIS KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN USAHATANI TEMBAKAU DI DESA MARGAJAYA KECAMATAN PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS
Dari tahun ke tahun produksi tembakau di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis mengalami penurunan baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Harga tembakau tergantung kualitas tembakau itu sendiri, sehingga tembakau yang bagus menjadi salah satu alternatif buat harga tembakau stabil. Tujuan dari penelitian: 1. Menganalisis kelayakan usahatani tembakau yang ada di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. 2. Mengetahui faktor eksternal dan faktor internal dalam usahatani tembakau di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. 3. Menentukan strategi pengembangan usahatani tembakau di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah rata-rata penerimaan sebesar Rp. 13.420.040 per hektar. Biaya yang di keluarkan petani tembakau sebesar Rp. 11.319.176 per hektar. Sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp. 2.100.864 per hektar per satu kali tanam. Rata-rata R/C 1,2 artinya setiap 1,00 maka dapat penerimaann sebesar Rp. 0,2. Strategi dalam usahatani tembakau di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis diantaranya Sarana produksi mudah didapat akan meningkat pengembangan usahatani tembakau yang akan petani jalankan. Ciri khas rasa tembakau akan menciptakan peluang dalam mendapatkan konsumen, menjalin kerjasama dengan pabrik-pabrik lokal maupun di luar daerah, untuk mengatasi sulitnya pemasaran tembakau yang akan kita jual
PERAN TENGKULAK DALAM PEMASARAN PISANG (Studi Kasus Pada Petani Pisang di Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Saluran pemasaran pisang di Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah. 2) Peran tengkulak terhadap pemasaran pisang di Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Sampel diambil menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Terdapat tiga saluran pemasaran pisang di Desa Tobongjaya yaitu: Saluran Pemasaran I petani langsung menjual hasil panen pisang kepada konsumen, terutama agroindustri yang membutuhkan pisang sebagai bahan baku pengolahan. Saluran Pemasaran II Tengkulak menjual langsung ke konsumen akhir, memberi kontrol penuh atas harga jual pisang. Saluran pemasaran III melibatkan peran tengkulak sebagai perantara antara petani dan pedagang pengecer. Tengkulak membantu memfasilitasi proses penjualan dan distribusi produk dengan lebih efisien. 2) Tengkulak di Desa Tobongjaya memiliki empat peran utama yaitu pengumpul, pembeli, penghubung, dan pemasar. Peran tengkulak ini dianggap positif karena mereka tidak berfungsi sebagai kreditor atau pemilik modal. Penilaian positif terhadap peran tengkulak mendapat skor 520 dengan krieria "baik". Penilaian ini menunjukkan bahwa petani merasa puas dengan interaksi dan transaksi yang dilakukan tengkulak. Peran tengkulak di Desa Tobongjaya memberikan manfaat positif bagi petani, terutama dalam hal kemudahan proses pemasaran dan distribusi produk pertanian, Kata Kunci : Peran Tengkulak, Saluran Pemasaran, Petani, Pisang
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI KAPULAGA (Studi Kasus Pada Kelompok Taruna Tani Candra Jaya di Desa Situgede Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan)
Kapulaga adalah sejenis rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae (keluarga jahe-jahean). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Mengetahui apa saja faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi kapulaga pada Kelompok Taruna Tani (KTT) Candra Jaya di Desa Situgede Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan, (2) Mengetahui strategi alternatif pengembangan produksi kapulaga pada Kelompok Taruna Tani (KTT) Candra Jaya di Desa Situgede Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian faktor internal dan eksternal meliputi kekuatan berupa budidaya kapulaga tergolong mudah, hasil produksi tanaman kapulaga tinggi, ketinggian dan suhu yang sesuai, kualitas kapulaga cukup baik, kapulaga dapat tumbuh secara tumpangsari, kelemahan berupa keterbatasan modal, kurangnya alat dalam proses produksi, pengetahuan petani tentang pasca panen, tidak adanya kelembagaan khusus kapulaga. Peluang yaitu permintaan pasar, kondisi perubahan musim masih termasuk memiliki toleransi bagi pertumbuhan dan perkembangan kapulaga, kondisi klimat mendukung terhadap pertumbuhan dan perkembangan kapulaga, kapulaga tahan hama dan penyakit, kapulaga yang dihasilkan sudah memenuhi syarat, sedangkan faktor eksternal ancaman berupa adanya tanaman pesaing, lahan garapan sudah penuh, harga kapulaga kurang setabil, kurangnya dukungan dan kebijakan pemerintah, kurangnya sosialisasi penyuluhan dan pendampingan. strategi alternatif pengembangan produksi kapulaga yang dapat dilakukan adalah strategi SO yaitu memperbanyak tanaman kapulaga, menjaga dan mempertahankan kualitas produksi kapulaga, memanfaatkan lahan yang luas untuk meningkatkan produksi kapulaga dan memenuhi permintaan pasar, mengoptimalkan dan meningkatkan pangsa pasar dalam negeri, yang sesuai dengan posisi kuadran I yaitu agresif