Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IKAN NILA NIRWANA (Oreochromis niloticus) DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan ikan nila nirwana 2). Bagaimana pengaruh faktor-faktor permintaan terhadap permintaan ikan nila Nirwana dan 3). Bagaimanakah elastisitas permintaan ikan nila nirwana. Sumber Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh secara langsung dari responden. Penelitian ini menggunakan metode survey, sampel penelitian accidental sampling dengan analisis data menggunakan metode analisis Regresi Linier berganda dan analisis elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ikan nila nirwana adalah harga ikan nila nirwana, harga daging ayam, harga telur ayam, jumlah anggota keluarga dan pendapatan keluarga. 2) Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda didapatkan hasil uji t dengan taraf kepercayaan 95% yang menyimpulkan bahwa variabel harga ikan nila nirwana, harga telur ayam, jumlah anggota keluarga dan pendapatan keluarga berpengaruh nyata terhadap permintaan dan harga daging ayam tidak berpengaruh nyata terhadap ikan nila nirwana di Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. 3) Berdasarkan hasil perhitungan elastisitas permintaan menyatakan bahwa ikan nila nirwana bersifat inelastis. Dari hasil elastisitas silang, harga daging ayam dan telur ayam bersifat komplementer terhadap ikan nila nirwana. Berdasarkan hasil perhitungan elastisitas pendapatan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ikan nila nirwana merupakan barang normal
KARAKTERISTIK DAN PERAN PELAKU AGRIBISNIS JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Jagung merupakan komoditas pangan strategis yang ketersediaannya sangat berimplikasi pada kebutuhan pangan dan pakan, namun kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya sangat dipengaruhi oleh karakteristik dan peran pelaku agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat peran pelaku agribisnis jagung di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survei kepada 42 orang pelaku agribisnis jagung yang dipilih secara sengaja. Data primer yang diperoleh melalui wawancara terstruktur dan observasi kemudian ditabulasi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Sebagian besar (69,05%) umur pelaku agribisnis terkategori produktif, dengan rata-rata pengalaman usaha 7,1 tahun. Sebagian besar (61,91%) pelaku agribisnis hanya berpendidikan SD, mayoritas (83,33%) status kepemilikan usahanya sewa dan separuhnya memiliki dua tanggungan keluarga. Sebagian besar (76,22) pelaku agribisnis telah berperan sesuai posisinya dan berdasarkan hasil analisis memiliki nilai indeks indikator dengan skor 67,14 yang menegaskan bahwa peran pelaku agribisnis jagung mulai dari subsistem hulu, usahatani, hilir, dan penunjang tergolong tinggi. Artinya, perannya sangat berpengaruh sistem agribisnis jagung hibrida di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis
Strategi Pengembangan Agroindustri Tahu Bulat Di Dusun Buniasih Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis
Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor internal, eksternal dan pilihan strategi dalam pengembangan agroindustri tahu bulat. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan matrik SWOT. Faktor Internal : Faktor kekuatan (Strength) pada agroindustri tahu bulat Putra Mandiri yaitu diatur seorang manager, kemampuan mesin olah, kualitas produk. Faktor kelemahan (Weakness) yaitu peningkatan kapasitas karyawan masih situasional, mesin olah belum auto pilot. Faktor Ekternal : Faktor Peluang (Opportunity) pada agroindustri tahu bulat Putra Mandiri yaitu permintaan produk dari luar pulau, tersedia kacang kedelai sebagai bahan dasar, ruang lingkup pesaing mayoritas di Kecamatan Cipaku. Faktor Ancaman (Threat) yaitu produk tidak tahan lama, harga bahan fluktuasi, persaingan harga. Alternatif strategi yang baik untuk diterapkan yaitu Strategi S-O (Kekuatan-Peluang) memaksimalkan kualitas tahu bulat, memenuhi permintaan pasar, jalin kerjasama dengan pabrik lain, jalin kerjasama dengan pasar modern
ANALISIS RANTAI PASOK NATA DE COCO DI DESA TANJUNGSARI KECAMATAN BANJARANYAR KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1.mekanisme rantai pasok 2.penerimaan, pendapatan 3 . efisiensi pemasaran Nata De Coco di Desa Tanjungsari Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan cara sengaja ( Purvosive Sampling ). Lokasi Penelitian dilakukan di Desa Tanjungsari Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Biaya total Nata De CocoDesa Tanjungsari Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis dari dua produsen masing-masing biaya yang dipakai dalam satu kali produksi dari masing – masing produsen adalah (Produsen 1 Rp 607.039) dan (Produsen 2 Rp 1.478.273). Penerimaan kotor yang diterima Dari masing – masing produsen adalah (Produsen 1 Rp 1.200.000) dan (Produsen 2 Rp 3.000.000) dari hasil produksi, dengan keuntungan bersih dari kedua produsen ya yaitu sebesar (Produsen 1 Rp 592.960,86) dan ( Produsen 2 Rp 1.521.797)
KERAGAAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KOPI ROBUSTA (Studi Kasus Agroindustri Kopi S’hati Desa Andapraja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Keragaan pada Agroindustri Kopi S’hati di Desa Andapraja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. 2) Nilai Tambah Agroindustri Kopi S’hati di Desa Andapraja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan metode Studi Kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Keragaan Agroindustri Kopi S’hati terdiri dari 3 kegiatan yaitu pengadaan bahan baku, pengolahan dan pemasaran. Pengolahan kopi mulai dari sortasi, pengeringan, pengupasan kulit, penyangraian, pendinginan, penggilingan dan pengemasan. Strategi pemasaran Agroindustri Kopi S’hati menggunakan konsep Bauran Pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi. 2). Nilai tambah pada produk kopi Lanang memberikan nilai tambah Rp. 35.480/kg dengan rasio 0,43 persen. Kopi Petik Merah menghasilkan nilai tambah Rp. 7.834/kg dengan rasio 0,36 persen. Sementara, produk kopi Campuran memberi nilai tambah Rp. 2.470/kg dengan rasio 0,24 persen. Dengan pendapatan Rp. 894.681 per produksi, analisis R/C Agroindustri Kopi S’hati mencapai 1,60, menandakan kelangsungan usaha yang layak. Kata Kunci : Keragaan, Agroindustri, Pendapatan, Nilai tambah, Kopi Robusta.
KERAGAAN AGROINDUSTRI KERIPIK KEDELAI (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI KERIPIK KEDELAI DI DESA LENGKONGBARANG KECAMATAN CIKATOMAS KABUPATEN TASIKMALAYA)
ABSTRAK Keripik Kedelai merupakan makanan ringan yang terbuat dari kedelai. keripik kedelai mempunyai nilai tambah jika dikelola dengan baik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Proses Produksi Agroindustri keripik Kedelai di Desa Lengkongbarang Kecamatan Cikatomas kabupaten Tasikmalaya, 2) Berapa biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri keripik kedelai di Desa lengkongbarang kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, 3) Berapa nilai tambah pada agroindustri keripik kedelai di Desa lengkongbarang Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah studi kasus. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder . sampel pada penelitian ini yaitu pemilik usaha agroindustri keripik kedelai. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) proses produksi keripik kedelai terlebih dahulu mempersiapkan bahan baku kedelai, tepung beras, tepung tapioka, dan bumbu tambahan. 2) besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan agroindustri keripik kedelai dengan Besarnya biaya total (Total Cost) pada usaha keripik kedelai per satu kali produksi adalah sebesar Rp. 271,954.81,- yang terdiri dari biaya tetap (Fixed Cost) sebesar Rp 1.954,81,- dan biaya variabel (Variabel Cost) sebesar Rp 270.000,-. Sedangkan nilai penerimaan sebesar Rp 330.000,- sehingga didapat nilai pendapatan sebesar Rp 58.045,19,- Nilai tambah yang diperoleh agroindustri yaitu Rp. 146.000,00,- Keripik Kedelai merupakan makanan ringan yang terbuat dari kedelai. keripik kedelai mempunyai nilai tambah jika dikelola dengan baik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Proses Produksi Agroindustri keripik Kedelai di Desa Lengkongbarang Kecamatan Cikatomas kabupaten Tasikmalaya, 2) Berapa biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri keripik kedelai di Desa lengkongbarang kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, 3) Berapa nilai tambah pada agroindustri keripik kedelai di Desa lengkongbarang Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah studi kasus. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder . sampel pada penelitian ini yaitu pemilik usaha agroindustri keripik kedelai. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) proses produksi keripik kedelai terlebih dahulu mempersiapkan bahan baku kedelai, tepung beras, tepung tapioka, dan bumbu tambahan. 2) besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan agroindustri keripik kedelai dengan Besarnya biaya total (Total Cost) pada usaha keripik kedelai per satu kali produksi adalah sebesar Rp. 271,954.81,- yang terdiri dari biaya tetap (Fixed Cost) sebesar Rp 1.954,81,- dan biaya variabel (Variabel Cost) sebesar Rp 270.000,-. Sedangkan nilai penerimaan sebesar Rp 330.000,- sehingga didapat nilai pendapatan sebesar Rp 58.045,19,- Nilai tambah yang diperoleh agroindustri yaitu Rp. 146.000,00,-
KERAGAAN AGROINDUSTRI SALE PISANG GORENG (Studi Kasus pada Agroindustri Sale Pisang Goreng Sawargi di Desa Cibanteng Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya)
Perkembangan agroindustri sale pisang goreng di Kabupaten Tasikmalaya begitu pesat dengan berbagai karakteristik dan ciri khas masing-masing. Kondisi ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan persaingan pasar, maka agroindustri yang mampu menjaga kualitas dan ciri khasnya akan mampu maju dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi sale pisang goreng, berapa biaya, penerimaan, pendapatan, dan nilai tambah sale pisang goreng di agroindustri sale pisang goreng Sawargi di Desa Cibanteng Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengambil kasus pada agroindustri sale pisang goreng Sawargi di Desa Cibanteng Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya yang ditentukan secara purposive. Data primer dan data sekunder dikumpulkan melalui wawancara dan studi literatur/pustaka kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi sale pisang goreng Sawargi melalui beberapa tahapan diawali dengan pengadaan bahan baku, pemeraman, pengupasan, pengasapan, penjemuran, pembuatan adonan, penggorengan, penirisan, pengemasan, dan pemasaran. Biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp.4.196.595,- dengan penerimaan sebesar Rp.6.144.000,- sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.1.947.405,-. Nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi sale pisang goreng sebesar Rp.9.487,-/kg
ANALISIS SALURAN DISTRIBUSI DAN EFISIENSI PEMASARAN AGROINDUSTRI JAMUR CRISPY
Kabupaten Ciamis memiliki potensi untuk mengembangkan usaha jamur crispy karena didukung ketersedian bahan baku pada beberapa Kecamatan. Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis terdapat PT Mandiri Cikal Bakti yang merupakan agroindustri jamur crispy. Agar jamur crispy dapat diterima di pasar sasaran dibutuhkan analisis saluran distribusi dan efisiensi pemasaran untuk menentukan saluran mana yang memperoleh keuntungan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran distribusi agroindustri jamur crispy pada PT Mandiri Cikal Bakti, (2) Efisiensi biaya pemasaran dalam setiap saluran distribusi agroindustri jamur crispy pada PT Mandiri Cikal Bakti. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode studi kasus dan teknik penarikan sampel menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi jamur crispy pada PT Mandiri Cikal Bakti terdiri dari 3 saluran yaitu saluran distribusi I: Produsen → Konsumen Akhir, saluran distribusi II: Produsen → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir dan saluran distribusi III: Produsen → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir. Saluran distribusi jamur crispy pada PT Mandiri Cikal Bakti yang paling efisien adalah saluran distribusi I dengan tingkat efisiensi 16,8%; selanjutnya saluran distribusi II dengan tingkat efisiensi 17,3% dan yang terkecil saluran distribusi III dengan tingkat efisiensi 27,7
EFISIENSI PEMASARAN JAMUR TIRAM PUTIH DI DESA PETIRHILIR KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Jamur tiram putih merupakan jamur yang banyak dibudidayakan di Desa Petirhilir produksi per harinya dapat mencapai 15 kilogram. Tetapi, masih terdapat permasalahan dalam proses pemasarannya seperti belum jelasnya saluran pemasaran yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, marjin pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan, farmer’s share dan efisiensi pemasaran jamur tiram putih. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu bapak Dani Ramdani yang menjadi satu- satunya petani jamur tiram putih, sedangkan sampel pedagang dilakukan dengan cara snowball sampling terdiri dari pedagang besar 1 orang dan pengecer 5 orang. Lokasi penelitian di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan: (1) Pemasaran jamur tiram putih organik di Desa Petirhilir terdiri dari 2 saluran pemasaran; (2)Saluran I memiliki total biaya pemasaran Rp 500/kg, margin pemasaran Rp 4.000/kg, dan keuntungan pemasaran Rp 3.500/kg. Sedangkan, Saluran II total biaya pemasaran Rp 1.700/kg, margin pemasaran Rp 7.000/kg, dan keuntungan pemasaran Rp 5.300/kg. (3) Saluran I memiliki nilai Farmer’s share .78,9% lebih tinggi dari saluran II yakni 68,18% (4) Efisiensi pemasaran jamur tiram putih pada setiap saluran pemasaran di Desa Petirhilir sudah efisien (EP 3% - 33% = Efisien), dimana saluran I merupakan yang palung efisien dengan nilai 2,27% lebih rendah dibandingkan saluran II dengan nilai 7,73%