Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN KARTU TANI
Pupuk merupakan sarana produksi yang sangat penting dan diperlukan oleh petani. Kualitas, kuantitas, dan harga pupuk harus dijaga untuk memastikan hasil produksi yang berkualitas. Pemerintah biasanya menyediakan pupuk dalam bentuk subsidi melalui program kartu tani. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi petani mengenai penggunaan kartu tani, menilai penggunaan kartu tani, serta menganalisis hubungan antara persepsi petani dan penggunaan kartu tani. Penelitian dilakukan di Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar, dengan metode kuantitatif dan pendekatan studi kasus. Sebanyak 37 responden dipilih secara simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup persepsi petani dan penggunaan kartu tani dengan indikator ketepatan, kemudahan, dan pemanfaatan program. Analisis data menggunakan skala Likert untuk menilai persepsi petani, kelas interval untuk menganalisis penggunaan kartu tani, dan uji korelasi Rank Spearman untuk menguji hubungan antara persepsi dan penggunaan kartu tani dengan SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap penggunaan Kartu Tani berada dalam kategori sedang. Penggunaan kartu tani dinilai tinggi berdasarkan indikator ketepatan, kemudahan, dan pemanfaatan program. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi petani dan penggunaan kartu tani, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi petani, semakin tinggi pula penggunaan Kartu Tani, dengan tingkat korelasi yang cuku
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN TAHU BULAT DI DESA JANGGALA, KECAMATAN CIDOLOG, KABUPATEN CIAMIS
Tahu bulat begitu populer di kalangan masyarakat sebagai makanan murah yang terbuat dari bahan baku kedelai, namun permintaannya dipengaruhi banyak faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang mempengaruhi permintaan tahu bulat di Desa Janggala, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis. Penelitian dirancang secara kuantitatif dengan menggunakan teknik survei kepada 30 responden yang dipilih secara tidak sengaja. Dengan menggunakan alat bantu kuesioner, wawancara terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data primer dari responden. Selanjutnya, data ini dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga sotong, jumlah tanggungan keluarga, dan pendapatan konsumen tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan tahu bulat, tetapi harga sotong, jumlah tanggungan keluarga, dan selera berpengaruh signifikan terhadap permintaan tahu bulat
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN RISIKO PRODUKSI USAHATANI PISANG MAS KIRANA (Musa acumunata) (Studi pada Kelompok Petani Mitra CV. Cipta Agri Pratama di Kabupaten Purwakarta)
Pisang merupakan komoditas hortikultura yang paling banyak dikonsumsi, mas kirana salah satu produk unggulan di Kabupaten Purwakarta. Desa Gununghejo adalah sentra produksi pisang mas kirana dengan naungan CV. Cipta Agri Pratama. Usahatani memiliki berbagai daya tarik yaitu pendapatan tinggi dan menguntungkan, maka usahatani dapat dikatakan layak untuk dikerjakan. Petani pisang mas kirana ini belum mempunyai data pengeluaran dan data pendapatan usahatani. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis total biaya, pendapatan, pendapatan, kelayakan finansial dan tingkat risiko produksi usahatani. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Data primer dan sekunder diambil menggunakan metode wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Data yang dianalisis adalah total biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio , Break Even Point MultiProduk dan analisis risiko produksi. Hasil penelitian usahatani pisang mas kirana dalam satu musim tanam per hektar dengan rata-rata total biaya produksi Rp.7.637.273, penerimaan Rp.21.651.014, pendapatan Rp.14.014.798. R/C Ratio sebesar 2,83 maka usahatani pisang mas kirana layak untuk diusahakan. BEP Multi Produk untuk produksi grade A 205,01 kg dengan kenyataan hasil 2.772,5 kg, grade B 29.64 kg dengan kenyataan hasil 664,3 kg, grade C 12,35 kg dengan kenyataan hasil 326,26 kg, secara total BEP produk titik impas 247 kg dengan kenyataan produksi 3.762,06 kg. BEP penerimaan untuk grade A Rp.1.332.565 dengan hasil kenyataan Rp.18.015.048, kelas B Rp.133.380 dengan hasil kenyataan Rp.2.657.198, kelas C Rp.43.225 dengan hasil kenyataan Rp.978.768 dan total BEP penerimaan titik impas Rp.1.509.170 dengan kenyataan sebesar Rp.21.651.014. Usahatani dinyatakan layak karena produksi dan penerimaan melebihi perhitungan BEP Multi Produk . Risiko produksi termasuk kategori tingkat rendah karena koefisien variasi produksi sebesar 0.0615011 (<0,5)
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN PADA AGROINDUSTRI GULA AREN
Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pendapatan yang diperoleh pengrajin gula aren. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2023. Data primer dari lapangan melalui wawancara langsung dengan 15 responden (pengusaha gula aren) menggunakan kuesioner. Selain itu, diperoleh juga data sekunder baik laporan maupun dokumentasi dari berbagai pihak yang terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi gula aren yang terbagi menjadi biaya variabel dan biaya tetap sebesar Rp. 8.454.300. biaya tersebut dikeluarkan dalam satu kali proses produksi atau selam 3 hari proses produksi. Penerimaan total agroindustri gula aren di Desa Sirnajaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya adalah Rp. 15.360.000 per satu kali produksi, sedangkan pendapatan bersih atau keuntungan dari usahatani gula aren yang diperoleh petani sampel adalah Rp. 6.905.700/satu kali produksi. Berdasarkan perhitungan R/C Ratio dengan nilai 1,82 dapat disimpulkan bahwa usahatani gula aren di agroindustri gula aren di Desa Sirnajaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya berada pada posisi menguntungkan, karena nilai R/C Ratio yang diperoleh lebih besar dari 1, artinya bahwa setiap pengeluaran 1 rupiah dapat memberikan penerimaan sebesar 0,82 rupiah
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK KELINCI DI KELURAHAN KERSANAGRA KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengetahui besar biaya, penerimaan dan pendapatan pada usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, (2) mengetahui break even point (BEP) penerimaan, produksi dan harga pada usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dan (3) mengetahui kelayakan usaha melalui RC ratio usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan survei. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penentuan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling). Pemilihan responden menggunakan metode sensus sampling. Hasil analisi data menunjukkan: (1) besar biaya usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya adalah Rp.11.700.526,27 dengan besar penerimaan Rp.23.808.333,33 dan besar pendapatan Rp.12.113.973,74 (2) Break even point (BEP) penerimaan di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya adalah Rp.7.503.024,00 dengan break even point (BEP) unit 12/ekor dan break even point (BEP) harga dan (3) Nilai RC ratio usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya adalah 1.79. Nilai RC ratio 1.79 dapat diartikan bahwa setiap penggunaan biaya produksi sebesar Rp.1 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp.1.79
ANALISIS DAYA SAING, MUTU DAN PEMASARAN KOPI DIDESA KARANG LANTANG KECAMATAN MUARA JAYA KABUPATEN OKU
Daya saing kopi menjadikan mutu kopi sebagai syarat utama dalam pemasaran hasil produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing, mutu serta pemasaran kopi di Desa Karang Lantang Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dan mengambilan data menggunakan simple random sampling. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 30 sampel. Analisis data daya saing kopi menggunakan perhitungan Police Analisys Matrik (PAM), analisis mutu menggunakan kuisioner persepsi sehingga hasilnya dalam bentuk persentase, dan untuk pemasaran dianalisis menggunakan margin pemasaran. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu Petani kopi di Desa Karang Lantang Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU memiliki keuntungan privat sebesar Rp. 48.378.333 dan keuntungan sosial sebesar Rp. 39.518.333. Petani kopi di Desa Karang Lantang Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU memiliki daya saing yang kuat karena memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dengan nilai DRC0,023 dan keunggulan kompetitif dengan nilai PCR 0,021. Hasil mutu kopi didesa Karang Lantang Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU ialah proses pemetikan pengolahan sortasi pengemasan dan penggudangan dengan jumlah Sering dilakukan sebanyak 342,86 persen dan sangat sering dilakukan sebanyak 57,14 persen. Petani kopi di Desa Karang Lantang Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU memiliki pemasaran penjualan kopi secara asalan dengan menjual ke pedagang pengepul. pemasaran kopi di Desa Karang Lantang menunjukkan hasil sekitar 3,03%. Adanya kemudahan cash economy dan tidak ada perlakuan khusus untuk kopi yang dijual menjadi alasan utama petani menjual kopi kepedagang pengepul
ANALISIS KINERJA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TAHU DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya penerimaan dan pendapatan agroindustri tahu di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, 2) Kinerja agroindustri tahu di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, dan 3) Besarya nilai tambah tahu di agroindustri tahu Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis menggunakan metode penelitian survei dan sampel penelitian adalah purvosive sampling dimana terdiri dari 2 agroindustri tahu di Kecamatan Baregbeg yaitu agroindustri tahu Sawargi dan agroindustri tahu Pak Ateng. Data yang diperoleh dianalisis dan di deskripsikan secara kualitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa 1) Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan agroindustri tahu sawargi adalah sebesar Rp. 8.245.876,19 dan untuk agroidnustri tahu Pak Ateng sebesar Rp. 2.359.502,63 2) Besarnya penerimaan agroindustri tahu Sawargi adalah Rp. 9.705.000,00 dan untuk agroindustri tahu Pak Ateng adalah sebesar Rp. 2.910.000,00, 3) Besarnya pendapatan yang diperoleh agroindustri tahu Sawargi adalah sebesar Rp. 1.459.123,81 dan untuk agroindustri tahu Pak Ateng adalah sebesar Rp 550.497,37, 4) Kinerja agroindustri tahu di Kecamatan Baregbeg sudah termasuk baik karena mulai dari produktivitas, kapasitas, kualitas produk, felksibilitas, dan kecepatan proses sudah memenuhi nilai standar yang diperlukan agroindustri, 5) Nilai tambah agroindustri tahu di Kecamatan Baregbeg untuk agroindustri tahu Sawargi yaitu Rp. 6.338,4 per kilogram dengan rasio nilai tambah 33,01% dan untuk agroindustri tahu Pak Ateng yaitu Rp. 6.744,48 per kilogram dengan rasio nilai tambah sebesar 35,12%.Kata Kunci: Agroindustri Tahu, Kinerja, Nilai Tamba
ANALISIS PENDAPATAN, PENGELUARAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI KECAMATAN MUARADUA KISAM KABUPATEN OKU SELATAN
Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan,pengeluaran dan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi di Kecamatan Muaradua Kisam Kabupaten OKU Selatan. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dan mengambilan data menggunakan simple random sampling. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 35 sampel menggunakan metode acak sederhana. Analisis pendapatan pegeluaran dan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi menggunakan metode kualitatif, analisis pendapatan pengeluaran dan tinggkat kesejahteaan menggunakan kuisioner persepsi sehingga hasilnya dalam bentuk persentase.hasil penelitaian menunjukan bahwa pendapatan rumah tangga petani padi terdiri dari beberapa sumber pendapatan yaitu pendapatan usaha tani padi ,pendapatan di luar usaha tani seperti buruh petani,PNS,wiraswasta.dengan total pendapatan rata-rata Rp.7.856.714/bulan. Pengeluaran rumah tangga petani yaitu untuk pengeluaran pangan sebesar Rp480.857bulan, sedangkan pengeluaran non pangan sebesar Rp71.429. dari hasil penelitian tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi berdasrkan pendapatan dan pengeluaran sebagian besar petani berada di tingkat kesejahteraan rendah/belum sejahtera 11 orang atau 31% diikuti jumlah petani yang sejahtera yaitu berjumlah 24 orang atau 69%,menunjukan hasil peneiliat tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi di Kecamatan Muaradua Kisam Kabupaten OKU Selatan Termasuk kategori sejahtera
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI GULA SEMUT (Studi Kasus di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya)
ABSTRAKGula semut merupakan salah satu industri pengolahan yang berbahan baku dari produk pertanian yaitu tanaman aren, gula semut merupakan jenis gula yang berbentuk serbuk seperti sarang semut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana kelayakan finansial agroindustri gula semut di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, (2) Berapa lama jangka waktu pengembalian modal investasi yang dikeluarkan pada agroindustri gula semut di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus dengan kasus pada perajin gula semut di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Teknik penarikan sampel dengan teknik purposive sampling, dengan pertimbangan merupakan agroindustri satu-satunya yang memproduksi gula semut. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha agroindustri gula semut memiliki potensi untuk dijalankan, karena nilai NPV yang dihasilkan yaitu sebesar Rp 240.114.766, Nilai Net B/C >1 yaitu 5,43, IRR atau pengembalian investasi yang ditanam yaitu sebesar 29% dengan tingkat bunga 7%, payback period diperoleh 1 tahun 11 bulan maka usaha layak untuk dijalankan karena waktu lebih sedikit dari karena waktu lebih sedikit dari umur usaha yaitu 3 tahun
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN KARET MENJADI LAHAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN LUBUK BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
Kajian ini memiliki arahan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani terhadap alih fungsi lahan karet menjadi lahan kelapa sawit di kecamatan lubuk batang kabupaten ogan komering ulu. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dimana penelitian menggunakan analisis regresi biner logistik. Data diperoleh dengan teknik wawancara kepada responden yang ada dalam sampel menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang dipersiapkan sebelumnya. Hasil penelitian ini yaitu faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dalam keputusan konsumen terhadap alih fungsi lahan yaitu variabel modal (X1), variabel pendapatan (X2), variabel harga (X3) dan variabel luas lahan (X4).ABSTRACT This study has directions to find out the factors that influence farmers' decisions regarding the conversion of rubber land to oil palm land in Lubuk Batang sub-district, Ogan Komering Ulu district. This research method was carried out using a quantitative method where the research used binary logistic regression analysis. The data were obtained by interviewing the respondents in the sample using a questionnaire as a data collection tool that had been prepared beforehand. The results of this study are the factors that have a significant influence on consumer decisions on land conversion, namely the capital variable (X1), income variable (X2), price variable (X3) and land area variable (X4).