Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BAWANG MERAH DI DESA CIBEUREUM KECAMATAN SUKAMANTRI KABUPATEN CIAMIS
Bawang merah sebagai salah satu produk hortikultura telah cukup lama dikenal masyarakat luas sebagai bahan makanan. Salah satu jenis bawang merah yang paling umum di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis adalah bawang merah dengan jenis bima dengan jumlah produksinya per musim rata-rata bisa mencapai 250 kilogram, Tetapi masih terdapat permasalah dalam proses pemasarannya seperti lemahnya koordniasi setiap Lembaga pemasaran dan saluran pemasaran belum jelasnya saluran pemasaran bawang merah. Peneliti memiliki tujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, Marjin pemasaran, Biaya pemasaran, keuntungan, farmer’s share dan efisiensi pemasaran bawang merah. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif deskriptif, pengambilan sampel petani dilakukan dengan cara purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan cara snowball sampling. Lokasi penelitian di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 20 petani bawang merah di Desa Cibeureum Kecamatan Sukmantri Kabupaten Ciamis, pedagang besar 1 orang dan pedagang pengecer 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran bawang merah di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis terdapat 2 saluran pemasaran. Saluran pemasaran II memiliki total biaya pemasaran tertinggi yakni Rp 1.700/kg, margin pemasaran tertinggi yakni Rp 10.000/kg, dan keuntungan pemasaran tertinggi yakni Rp 4.500/kg. Saluran II merupakan saluran terpanjang dibandingkan saluran I yang hanya memiliki total biaya pemasaran yakni Rp 500/kg, margin pemasaran yakni Rp 10.000/kg, dan keuntungan pemasaran yakni Rp 4.500/kg. Hal ini membuat aspek biaya, margin dan keuntungan memiliki nilai lebih tinggi dikarenakan lembaga pemasaran yang terlibat lebih banyak. Saluran dengan bagian harga yang diterima oleh petani (farmer,s share) tertinggi yakni pada saluran I sebesar 65,21%. Hal ini disebabkan karena saluran I lebih pendek dibandingkan saluran II yang hanya memiliki nilai farmer’s share sebesar 60%. Saluran I adalah saluran pemasaran paling efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran II berdasarkan nilai Efisiensi pemasaran yaitu sebesar 4,34 persen. Sementara saluran pemasaran II memiliki nilai Efisiensi Pemasaran sebesar 6,8
STRATEGI PEMASARAN KERAJINAN ANYAMAN MENDONG DI KECAMATAN RAJAPOLAH KABUPATEN TASIKMALAYA
Kabupaten Tasikmalaya khususnya Kecamatan Rajapolah terkenal dengan kerajinan anyaman mendong sebagai identitas wilayahnya. Namun secara rill pemasarannya masih terbatas yang disebabkan oleh kondisi SDM, penguasaan teknologi dan informasi serta inovasi pemasaran anyaman mendong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman), merumuskan rekomendasi strategi pemasaran anyaman mendong di Kecamatan Rajapolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif pada usaha anyaman mendong. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 7 orang para pemilik usaha anyaman mendong dan konsumen anyaman mendong sebanyak 7 orang diambil secara purposive. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Strength, Weakneses, Opportunity, Threats (SWOT) Analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor kekuatannya adalah lokasi strategis, parkiran luas, tenaga kerja tersedia, bahan baku atau produk mudah didapatkan, desain produk menarik, pelanggan tetap, pelayanan baik. Kelemahannya yaitu teknologi masih sederhana, modal terbatas, jaringan pasar masih lemah, kegiatan promosi dan iklan belum maksimal. Faktor eksternal peluangnya adalah peluang kemitraan atau kerjasama, adanya bantuan dari pemerintah, perkembangan teknologi informasi, bahan baku kontinyu. Ancamannya yaitu harga bahan baku meningkat, tidak memeiliki label atau merk dagang, persaingan dengan produk serupa, permintaan fluktuatif. Rekomendasi strategi yang dapat dilakukan oleh para pemilik usaha dalam memasarkan anyaman mendongnya ada 12 rekomendasi strategi yang dapat dijalankan sesuai kondisi perusahaan
EFISIENSI PEMASARAN PADA AGROINDUSTRI TAHU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Saluran pemasaran tahu dari podusen sampai ke konsumen pada Perusahaan Tahu Surya Ganda di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, (2) Besarnya marjin, biaya dan keuntungan pemasaran tahu dari podusen sampai ke konsumen pada Perusahaan Tahu Surya Ganda di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, (3) Efisiensi pemasaran pada Perusahaan Tahu di Surya Ganda Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan sekunder. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak empat orang yang terdiri dari satu orang produsen, satu orang pedagang besar, dan dua orang pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat dua saluran pemasaran. 2) Pada saluran 1 tidak ada marjin, keuntungan dan biaya pemasaran, karena konsumen datang langsung ke produsen. Sedangkan pada saluran 2 besarnya marjin total pemasaran sebesar Rp. 200,- per buah dengan biaya total pemasaran sebesar Rp. 6,77,- per buah sehingga keuntungan total pemasaran sebesar Rp. 193,23,- per buah. 3) Efisiensi pemasaran pada Perusahaan Tahu di Surya Ganda di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dikatakan sudah efisien dengan nilai sebesar 0 persen pada saluran, sedangkan dengan nilai sebesar 1,23 pada saluran 2
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA DI KECAMATAN MANGUNREJA KABUPATEN TASIKMALAYA
ABSTRAK Produksi pepaya varietas Calina dan California di Jawa Barat terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Produksinya fluktuatif, karena terdampak perubahan iklim, hama penyakit dan kejenuhan pasar. Implikasinya, proses produksi usahatani pepaya yang dilakukan petani turut terdampak, termasuk di Kecamatan Mangunreja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pepaya california, baik secara simultan maupun parsial, serta menganalisis tingkat efisiensi produksinya. Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survey dengan teknik wawancara terstruktur kepada 34 petani yang dipilih secara purposive. Data primer yang terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial dengan Uji F dan Uji t. Hasil penelitian mengungakap: (1) berdasarkan hasil uji F diketahui bahwa produksi pepaya california dipengaruhi secara simultan dan signifikan oleh faktor luas lahan, jumlah tanaman, pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, dan tenaga kerja, serta berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa produksi pepaya california dipengaruhi secara parsial dan signifikan oleh faktor luas lahan, pupuk organik, pestisida, dan tenaga kerja. Secara parsial, jumlah tanaman dan pupuk anorganik juga berpengaruh, namun tidak signifikan; dan (2) hasil analisis mengungkap bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, jumlah tanaman, pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, dan tenaga kerja dalam produksi pepaya California terkategori tidak efisien.
NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SAMBAL TABUR KENCUR (Studi Kasus Pada Perusahaan Arenda Food di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri Sambal Tabur Kencur Arenda Food di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.. 2) Besarnya nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri sambal tabur kencur di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada agroindustri sambal tabur kencur di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan teknik observasi dan pencatatan. Penentuan respoden ditentukan secara purposive atau sengaja pada Agroindustri Sambal Tabur Kencur Arenda Food. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Biaya yang dikeluarkan Agroindustri Sambal Tabur Kencur Arenda Food yaitu Rp 1.041.383,39, dalam satu kali proses produksi, dan penerimaan total yang diperoleh sebesar Rp 1.440.000,00, sehingga pendapatan total yang diperoleh sebesar Rp. 398.616,61. 2) Nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri sambal tabur kencur Arenda Food yaitu Rp 120.000 per kilogram bahan baku kencur
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAMUR TIRAM PUTIH (Studi Kasus di Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan usahatani jamur tiram putih, mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani jamur tiram putih dalam satu kali produksi, serta mengetahui besarnya R/C usahatani jamur tiram putih dalam satu kali produksi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2023 di Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara langsung dengan satu (satu) orang responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan analisis statistik dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian ini yaitu keragaan usahatani jamur tiram putih di Desa Sukamulya dilakakan cukup baik dengan presentase keberhasilan panen sebesar 80% dalam setiap melakukan produksi usahatani jamur tiram putih, besarnya biaya total sebesar Rp. 10.413.581, penerimaan sebesar Rp. 15.000.000 dan pendapatan Rp. 4.586.419, usahatani jamur tiram putih dalam satu kali produksi, serta besarnya R/C rasio usahatani jamur tiram putih dalam satu kali produksi adalah 1,44 artinya setiap Rp. 1 biaya yang dikeluarkan maka akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 1,44 dan pendapatan yang akan diterima sebesar Rp. 0,44 sehingga usahatani jamur tiram yang dikelola oleh Bapak Asep di Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, Usahatani, Jamur Tiram Putih
PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI GULAMPO
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui berapa pendapatan usaha agroindustri gulampo 3D di Desa Cikalong Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. 2) Mengetahui Nilai Tambah usaha agroindustri gulampo 3D di Desa Cikalong Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan yaitu Studi Kasus pada Agroindustri Gulampo 3D. Analisis data mengggunakan Nilai tambah, teknik penarikan sampel disengaja (purposive). 1) Hasil dari penelitian ini adalah pendapatan yang diperoleh usaha agroindustri gulampo 3D di Desa Cikalong Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya yaitu Rp. 1.334.587,11 per satu kali proses produksi. 2) Nilai Tambah pada usaha agroindustri gulampo 3D di Desa Cikalong Kabupaten Tasikmalaya adalah Rp. 95.155,97 per kilogra
ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI TAHU KUNING (Studi Kasus di Desa Kawasen Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis)
Tahu kuning merupakan salah satu makanan olahan yang bahan bakunya menggunakan kacang kedelai, pada umumnya kedelai yang digunakan untuk membuat tahu kuning adalah kacang kedelai kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan agroindustri tahu kuning di Desa Kawasen Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. (2) Kelayakan agroindustri tahu kuning di Desa Kawasen Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. (3) Produktivitas tenaga kerja dan produktivitas modal agroindustri tahu kuning di Desa Kawasen Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini adalah metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukan : (1) Besarnya biaya total produksi yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi agroindustri tahu sebesar Rp 929.174,45, besarnya penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 1.027.000, dan besarnya pendapatan yang diperoleh adalah sebesar Rp 97.825,55. (2) Nilai R/C sebesar 1,10 sehingga agroindustri tahu kuning menguntungkan dan layak untuk diusahakan. (3) Produktivitas tenaga kerja dalam satu kali produksi sebesar 264, artinya setiap 1 tenaga kerja bisa menghasilkan 264 biji / potong tahu kuning, dan besarnya produktivitas modal dalam satu kali produksi sebesar 905 artinya setiap modal yang dikeluarkan dalam membuat 1 potong tahu kuning sebesar Rp 905 dalam satu kali proses produksi
RESPON PETANI TERHADAP PENYULUHAN PERTANIAN DAN DAMPAKNYA BAGI USAHATANI PADI DI DESA BABAKAN KECAMATAN PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon petani terhadap penyuluhan pertanian dan dampaknya bagi usahatani padi di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif yang kemudian ditarik kesimpulan secara deskriptif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 4 orang terdiri dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), ketua gapoktan, dan dua orang anggota gapoktan. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk uji keabsahan data yang diperoleh menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon petani terhadap kegiatan penyuluhan di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran positif namun dampaknya masih rendah. Artinya petani merespon dengan mencoba menerapkan teknologi yang disampaikan pada saat penyuluhan meskipun masih terdapat beberapa kendala dan kekurangan. Hal ini terjadi karena masih rendahnya intensitas penyuluhan sehingga petani belum mampu untuk mengantisipasi risiko dalam usahatani padi secara maksimal terutama dalam pengendalian hama pada penyakit padi. Kata kunci : Respon petani, Penyuluhan pertanian, Usahatani.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN TITIK IMPAS SIRUP HONJE (Studi Kasus Pada UMKM Rengganis di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya)
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : 1. Besarnya Biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri sirup honje yang diperoleh UMKM Rengganis dalam satu kali proses produksi yang berada di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. 2. Besarnya nilai tambah komoditas honje pada UMKM Rengganis dalam satu kali proses produksi yang berada di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. 3. Besarnya titik impas agroindustri sirup honje yang diperoleh UMKM Rengganis dalam satu kali proses produksi yang berada di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Besarnya biaya total yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 535.179,74 besarnya penerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 840.000 dan besarnya pendapatan yang diperoleh Rp.304.820,26. 2). Nilai tambah komoditas honje pada UMKM Rengganis sebesar Rp. 51.150 dalam satu kali proses produksi. 3). Titik impas dasar unit adalah 76 botol per satu kali proses produksi. Sedangkan titik impas atas dasar harga adalah Rp. 4.500/botol