Jurnal Kedokteran Hewan - Indonesian Journal of Veterinary Sciences
Not a member yet
497 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN HIGIENE SANITASI PEDAGANG DAGING AYAM DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA JAKARTA
Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pedagang daging ayam (umur, tingkat pendidikan, pengalaman berjualan, pelatihan, dan statuskepegawaian) di pasar tradisional di Kota Jakarta dan hubungan antara karakteristik tersebut dengan pengetahuan terkait higiene dan sanitasiketika berjualan daging ayam. Sebanyak 217 pedagang daging ayam di pasar tradisional di DKI Jakarta digunakan sebagai responden. Metodepenentuan sampel dengan cluster random sampling dan penentuan sampel pasar dengan probability proportional to size (PPS). Data dianalisissecara deskriptif dan hubungan antara peubah diuji dengan uji Gamma. Hasil yang diperoleh adalah hampir seluruh responden (n= 216; 99,5%)berumur di atas 21 tahun, sebagian besar responden (n= 105: 52,3%) lulus SMP dan SMA, dan kebanyakan responden memiliki pengalamanberjualan 3 tahun. Tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori sedang sampai dengan baik (n= 209; 96,3%). Hasil analisis datamenunjukkan terdapat hubungan nyata antara pendidikan dengan pengetahuan (P0,05) dengan kekuatan korelasi sedang (r= 0,357), serta antara pengalaman dan pengetahuan (P0,05) dengan terdapat hubungan nyata antara pendidikan dengan pengetahuan (P0,05) mempunyai korelasi sedang (r= 0,357), serta antara pengalaman dan pengetahuan (P0,05) mempunyai korelasi lemah (r= 0,296)
EFEK ANTIKOLESTEROL FRAKSI n-HEKSANA RUMPUT KEBAR PADA HEWAN MODEL HIPERLIPIDAEMIA
Penelitian ini bertujuan mengetahui efek antikolesterol fraksi n-heksana ekstrak rumput kebar pada hewan model hiperlipidaemia. Delapan kelinci dewasa dibagi dalam dua kelompok. Kelompok kontrol (K1) hanya diberikan diet tinggi lemak selama 1 bulan dan pada kelompok perlakuan (K2) diberikan diet tinggi lemak ditambah fraksi n-heksana ekstrak rumput kebar. Uji keberhasilan penelitian dilakukan dengan pemeriksaan kolesterol total serum darah. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kolesterol total serum darah pada K1 dan K2 masing-masing adalah 100,0018,28 dan 47,7512,53 mg/dl. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa fraksi n-heksanaa mampu menurunkan tingkat kolesterol total dalam serum darah
PENGEMBANGAN TEKNIK ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA) MENGGUNAKAN ANTIBODI MONOKLONAL UNTUK MENDETEKSI ANTIBODI PENYAKIT BOVINE EPHEMERAL FEVER
Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknik enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) untuk mendeteksi antibodi terhadap virus bovine ephemeral fever (BEF). Pada penelitian ini dikembangkan uji ELISA langsung (direct ELISA) dan tidak langsung (indirect ELISA) dengan menggunakan antibodi monoklonal (blocking ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji direct ELISA tidak dapat digunakan dengan baik karena terjadi positif palsu. Uji blocking ELISA bereaksi lebih baik dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendeteksi antibodi terhadap penyakit BEF. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan teknik deteksi dini terhadap BEF dengan mempergunakan antibodi monoklonal dapat diterapkan dalam upaya pengawasan penyakit dan surveilans
SUPLEMEN BUNGKIL INTI SAWIT TEPUNG DAUN KATUK BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian suplemen bungkil inti sawit (BIS), tepung daun katuk (KAT), dan kombinasi
bungkil inti sawit dan tepung daun katuk (BISKAT) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan peranakan Ettawa (PE). Dalam
penelitian ini digunakan 20 ekor kambing jantan PE, berumur 1,5 tahun dengan berat badan antara 15 -20 kg dan dibagi atas empat kelompok
yakni P0, P1, P2, dan P3 yang masing-masing diberi akuades, BIS 100 g/hari/ekor, kombinasi BIS 100 g/hari/ekor dan KAT 15 g/hari/ekor, dan
KAT 15 g/hari/ekor. Pemberian perlakuan dilakukan selama 35 hari. Pada hari ke-36 dilakukan kastrasi dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan
kualitas spermatozoa yang meliputi motilitas, viabilitas, integritas membran, dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian
suplemen kombinasi BISKAT dapat meningkatkan motilitas, viabilitas, integritas membran, dan menurunkan abnormalitas spermatozoa
dibanding kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa
kambing PE
KANDIDAT PROBE DNA DARI URUTAN REPETITIF R529 UNTUK DETEKSI Toxoplasma gondii
Penelitian ini bertujuan merancang kandidat probe dari urutan 529 bp (R529) yang terdapat 200-300 kopi dalam genom Toxoplasma gondii
(T. gondii). Untuk menguji spesifitas rancangan probe digunakan perangkat lunak basic local alignment search tool (BLASTN) dari national
center for biotechnology information (NCBI) dan Geniuous. Probe DNA sebesar 237 bp dilabel yang dengan digoksigenin disintesis dengan
polymerase chain reaction (PCR). Kandidat probe yang dihasilkan berpotensi untuk digunakan lebih lanjut dalam deteksi keberadaan asam
nukleat T. gondii pada berbagai teknik hibridisasi
ASPEK PATOLOGIS INFEKSI PARVOVIRUS PADA ANAK ANJING DI KOTA DENPASAR
Telah dilakukan penelitian mengenai aspek patologis infeksi parvovirus pada anak anjing di Denpasar. Sebanyak 80 ekor anak anjing telah
diperiksa pada Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana periode tahun 2011- 2012. Enam belas ekor diantaranya
menunjukkan gejala klinis berak darah, depresi, anoreksia, dan dehidrasi. Sinyalemen mengenai umur, jenis kelamin, dan ras juga dicatat.
Perubahan patologi anatomi secara signifikan berupa enteritis haemorrhagis et necrotican dapat ditemukan pada semua anak anjing penderita.
Kongesti dan nekrosis ditemukan pada epikardium. Gambaran yang bersifat anemia ditemukan pada jaringan limpa, ginjal, hati, sedangkan paruparu mengalami hiperemia. Secara mikroskopis, pada usus halus mengalami hiperemia disertai dengan infiltrasi limfosit, villi terlihat atropi dan
nekrosis pada kripta Lieberkuhn. Nekrosis limfosit (limfositolisis) ditemukan pada folikel limpa. Kongesti dan nekrosis pada otot jantung namun
intranuclear inclusion bodies hanya ditemukan pada satu anak anjing penderita. Penebalan ditemukan pada septa alveoli sedangkan pada hati dan
ginjal hanya ditemukan peradangan ringan. Secara klinis bentuk enteritis hemorhagis et necrotican selalu ditemukan pada anak anjing terinfeksi
parvovirus di Kota Denpasar.
_______________________
DETEKSI IMUNOHISTOKIMIA ANTIGEN Coxiella burnetii SEBAGAI PENYEBAB Q FEVER PADA SAPI
Penelitian ini bertujuan mendeteksi keberadaan antigen Coxiella burnetii sebagai penyebab Q fever pada organ sapi yang dikumpulkan di rumah potong hewan (RPH) Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Pada penelitian ini telah dikumpulkan organ limpa, paru-paru, dan hati dari 162 ekor sapi. Sampel organ tersebut kemudian diperiksa secara imunohistokimia dengan metode streptavidin peroksidase untuk melihat keberadaan antigen Coxiella burnetii menggunakan antibodi poliklonal terhadap Coxiella burnetii. Hasil pemeriksaan imunohistokimia menunjukkan 62/162 (38,3%) sampel sapi imunoreaktif terhadap Coxiella burnetii. Berdasarkan asal pengambilan sampelnya, sebanyak 40/101 (39,6%) sampel sapi yang berasal dari RPH Kota Medan dan 22/61 (36,1%) sampel sapi yang berasal dari RPH di Kabupaten Deli Serdang menunjukkan hasil imunoreaktif. Dilihat dari jenis organnya, dari 162 sampel sapi, antigen Coxiella burnetii dapat dideteksi pada 61 (37,7%) organ limpa, 12 (7,4%) organ paru-paru dan 2 (1,2%) organ hati. Hasil ini menunjukkan telah adanya infeksi Coxiella burnetii pada sapi di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang
AKTIVITAS SULFUR DAN SELENIUM NANOPARTIKEL TERHADAP CACING Steinerma feltiae DAN PERBANDINGAN TOKSISITASNYA TERHADAP SEL NEUROBLASTOMA (NEURO 2A CELL LINES)
Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas sulfur dan selenium nanopartikel terhadap cacing Steinernema feltiae (S. feltiae) dan perbandingan toksisitasnya terhadap sel neuroblastoma (neuro 2A). Sulfur dan selenium nanopartikel aqueous nanoparticles dikarakterisasimenggunakan Nano Zetasizer pada pH 7 dan suhu 25 C. Dalam penelitian ini uji nematoda dilakukan terhadap S. feltiae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sulfur nanopartikel mempunyai aktivitas yang sangat tinggi terhadap S. feltiae dengan lethal dose 50 (LD50) berkisar pada 6,99 g/ml setelah 24 jam inkubasi. Sementara itu, live and dead assay dilakukan terhadap neuroblastoma sel (Neuro 2A cell lines). Hasil penelitian menujukkan bahwa aqueous sulfur nanopartikel (NPS) menunjukkan aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan aqueous selenium nanopartikel (NPSe) terhadap sel neuroblastoma (neuro 2A cell lines) dengan IC50 1 g/ml
FAKTOR RISIKO INFEKSI Toxoplasma gondii PADA KUCING DOMESTIK YANG DIPELIHARA DI YOGYAKARTA
Tujuan penelitian adalah menentukan kemungkinan faktor-faktor risiko terhadap kemunculan toksoplasmosis. Sebanyak 132 sampel serum darah diambil pada kucing lokal di Yogyakarta. Data-data epidemiologis seperti asal usul kucing, ras kucing, jenis kelamin, umur, lokasi sistem pemeliharaan, jenis pakan, dan frekuensi diare diberi kode untuk mempermudah analisis, kemudian dimasukkan, disimpan, dan dianalisis dengan program Statistix Versi 7 (Analytical Sofware inc). Analisis data dilakukan secara bivariat (Chi-square (2), dan kekuatan asosiasi (OR), dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adanya toksoplasmosis pada kucing berdasarkan analisis bivariat adalah pembersihan kotak pasir 1 kali sehari dan mandi 2-3 kali seminggu sedangkan faktor-faktor yang memiliki peluang meningkatkan seropositif toksoplasmosis berdasarkan analisis multivariat adalah pemeliharaan kucing yang bebas di dalam rumah, dimandikan lebih dari 1 kali seminggu, dan dimandikan lebih besar dari 1 bulan sekali
IDENTIFIKASI TOKSOPLASMOSIS PADA FESES KUCING SECARA MIKROSKOPIS DAN SEROLOGIS
Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat prevalensi Toxoplasma pada kucing dan menyusun basis epidemiologis pada kucing yang sangat
penting dalam peranannya sebagai hospes definitif toksoplasmosis. Sampel serum darah dan feses kucing digunakan dalam penelitian ini. Metode
pemeriksaan menggunakan card agglutination Toxoplasma test (CATT) Pastorex Toxo kit dan metode sentrifus. Data yang dip eroleh
dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat prevalensi Toxoplasma dengan pemeriksaan serum darah kucing sebesar
6,8% dan pemeriksaan feses sebesar 9,4%. Infeksi toksoplasmosis yang terjadi pada kucing secara umum dari pemeriksaan klinis tidak
mempunyai gejala yang spesifik