Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
    282 research outputs found

    Potensi Limbah Kulit Nanas (Ananas comsus) dan Kemangi (Ocimum basilicum) sebagai Bahan Dasar Hand sanitizer

    Full text link
    Kulit nanas dan daun kemangi memiliki potensi untuk dijadikan hand sanitizer di Era Pandemi covid-19 saat ini mengandung senyawa flavonoid yang bersifat desinfektan yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Bentuk sediaan yang dibuat adalah hand sanitizer spray. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tahapan pembuatan hand sanitizer berbahan dasar ekstrak limbah kulit nanas dan daun kemangi serta mengetahui hasil uji pH, uji iritasi kulit, uji bakteri, dan uji homogenitas. Pada produk hand sanitizer ekstrak limbah kulit nanas dan daun kemangi diperoleh dengan metode penyaringan biasa dan penambahan etanol 96% untuk menetralisasikan pH hand sanitizer agar aman untuk kulit serta penambahan ocean fresh fragfrance untuk mengurangi bau dari ekstrak kulit nanas. Hand sanitizer ini diformulasikan dengan konsentrasi limbah kulit nanas : daun kemangi : etanol (1:1:3, 1:2:5, 1:3:6). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sampel pH berada pada range 4,5-4,76 yang masih aman untuk kulit sesuai SNI. Campuran tersebut setiap sampel yaitu homogen dan tidak menyebabkan iritasi kulit. Efektivitas yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri yaitu konsentrasi 1:3:6 dengan 86,4%. Ekstrak limbah kulit nanas dan daun kemangi dapat dijadikan produk yang ramah lingkungan serta ekonomis

    Pengolahan Limbah Cair Tahu Menggunakan Media Lekat Sarang Tawon

    Full text link
    The high amount of tofu production every day is directly proportional to the waste produced every day and this is one of the environmental problems, considering the large number of tofu industries in Pontianak City, in line with this. Plastic botoh waste is found in every corner of the city, so this is minimized by making wasp nest sticky media for the tofu liquid waste treatment process. Anaerobic-aerobic biofilter using plastic bottles as the attachment media and filters for activated carbon, zeolite, gravel, palm fiber and aquarium foam. This reactor has dimensions of 70 x 20 x 30 cm and consists of 3 parts, namely an anaerobic tank, an aerobic tank and a filter tank. Before processing, plastic bottles are seeded for 7 days by adding EM4 and brown sugar as nutrients so that microorganisms can grow and form biofilms on the plastic bottles. Then acclimatization was carried out for 3 days with a concentration of tofu liquid waste of 50%, 75% and 100% so that microorganisms could adapt to tofu liquid waste. The results of this study indicate that the efficiency of decreasing BOD and COD content is 75.6% and 72.6%, respectively, and there is an increase in the pH value, where before processing the initial pH is 3.71 and after processing it becomes 7.25.Keywords: Anaerobic-aerobic biofilter, tofu liquid waste, BOD, COD, pH and plastic bottle

    Analisis Tingkat Pencemaran BOD dan COD pada Air Baku Air Bersih di Saluran Irigasi Primer Kabupaten Karawang

    Full text link
    Air di saluran irigasi primer Kabupaten Karawang memiliki peran penting sebagai sumber air baku air bersih dan pertanian. Namun, air di saluran irigasi primer tersebut berpotensi terkontaminasi karena berasal dari aliran DAS Citarum yang merupakan salah satu sungai paling tercemar di Indonesia. Kondisi ini mungkin menyebabkan peningkatan konsentrasi BOD dan COD pada air irigasi primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tingkat pencemaran BOD dan COD pada air di saluran irigasi primer Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel air dilakukan pada zona hulu saluran irigasi primer Kabupaten Karawang yang berada di Desa Kondangjaya. Pengambilan sampel air dilakukan pada titik dan kedalaman berbeda menggunakan water sampler sesuai dengan SNI 8995:2021. Konsentrasi BOD dan COD diuji menggunakan metode uji masing-masing yaitu SNI 6989.72:2009 dan SNI 6989.73:2019. Selanjutnya, dilakukan analisis status mutu air dengan metode perhitungan Indeks Pencemaran (IP). Hasil konsentrasi BOD dan COD pada air di saluran irigasi primer masing-masing sebesar 222,0 mg/L dan 1.047,0 mg/L. Sementara itu, nilai indeks pencemaran sebesar 7,1 dan menunjukkan status cemar sedang

    Perancangan Desain Settling Pond PT. XYZ Kabupaten Bengkayang

    Full text link
    PT. XYZ merupakan perusahaan pertambangan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat yang sedang dalam tahap eksplorasi dan membutuhkan desain settling pond untuk mendukung proses penambangan. Penelitian ini bertujuan mendesain settling pond dan merencanakan waktu perawatan settling pond berdasarkan data primer (jarak dan kemiringan antar bukit, saluran, dan kolam serta luas catchment area) dan data sekunder (curah hujan dan peta topografi morfologi). Pengolahan data dimulai dari pengolahan data curah hujan, debit limpasan, dimensi saluran, dimensi kolam pengendapan, persentase pengendapan hingga biaya yang diperlukan untuk pembuatan dan perawatan. Didapatkan debit limpasan 0,0565 m³/s dan debit tailing 0,3052  m3/s. Settling pond dirancang dengan tiga kompartemen dengan total volume 12.352 m³. Saluran inlet menggunakan saluran terbuka trapesium (kedalaman 33 cm, lebar 122,5 cm) dan saluran outlet menggunakan pipa diameter 8 inch (20,32 cm). Waktu pembuatan kolam direncanakan 71 jam (9 hari kerja) dan waktu perawatan 20 jam (3 hari kerja) setiap 3 hari. Biaya pembuatan sebesar Rp. 1.247.025.820 dan biaya perawatan Rp. 32.491.600  per maintenance

    Penambahan Media Kapas Dan Kerikil Pada Multi Tray Aerator Untuk Pengolahan Air Daerah Rususnawa Untan Dalam Mengurangi Kandungan Logam Sebagai Pre-treatment Pada Sistem Membran RO

    No full text
    Rivers are surface water used for public purposes. Rivers are used for water storage, transportation, irrigation, livestock, industry, housing, water availability, fish rearing and recreation. Various activities carried out in the river cause pollution and have an impact on the decline in water quality, such as in Sepakat 2 river water which is used by the surrounding community for daily needs. The purpose of this study was to determine the Fe contained in Sepakat 2 river water and the effectiveness of using multi tray aerators with the addition of cotton and gravel media in reducing iron levels. Processing of Sepakat 2 river water through a pretreatment process using a 5-level multi tray aerator method and 6 perforated trays to drop water to the bottom of the container, then the water that has been aerated is collected in a box and deposited for 1 and 2 hours after which the water is taken and stored using a bottle container to be analyzed by the Pontianak Industrial Standardization and Services Center Laboratory. The results of this study are the quality of river water Sepakat 2 iron levels 6.37 mg / L before processing, after aeration 4.99 mg / L, after settling 1 and 2 hours with the same value of 5.09 mg / L. The efficiency of the multi tray aerator tool to reduce iron parameters from iron by 20.09%, TDS 52.1%, mercury (Hg) 43.08% and salinity is 63.3%

    Model Matematis Peramalan Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square Di Perairan Kabupaten Kubu Raya

    Full text link
    Suatu model matematis telah dikembangkan pada penelitian ini. Tujuan dari pengembangan model matematis tersebut adalah untuk meramalkan fenomena pasang surut yang terjadi di Sungai Jawi (Kakap) dan Sungai Nipah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Model pasang surut tersebut disusun berdasarkan metode kuadrat terkecil (least square). Perhitungan menggunakan metode tersebut akan memberikan nilai amplitudo dan fase dari komponen-komponen harmonik pasang surut di lokasi penelitian. Kemudian, nilai-nilai tersebut digunakan untuk menyusun suatu model matematis untuk meramalkan pasang surut. Selain itu, komponen-komponen pasang surut juga digunakan untuk menghitung elevasi muka air pasang surut dan menentukan tipe pasang surut. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Sungai Jawi (Kakap) memiliki tipe pasang surut campuran harian ganda dengan elevasi muka air rerata (MSL) sebesar 0,541 m. Adapun, tipe pasang surut dari Sungai Nipah yaitu pasang surut campuran harian tunggal dengan elevasi muka air rerata (MSL) adalah 0,348 m. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode least square juga diperoleh model matematis untuk meramalkan pasang surut di Sungai Jawi (Kakap) dan Sungai Nipah. Model matematis tersebut mempunyai nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0,101 untuk Sungai Jawi (Kakap) dan 0,136 untuk Sungai Nipah. Hal ini menunjukkan bahwa model matematis yang dikembangkan mempunyai tingkat akurasi yang baik. Akhirnya, model matematis, tipe pasang surut, dan elevasi pasang surut yang diperoleh pada penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam perencanaan pembangunan konstruksi di wilayah perairan tersebut

    Coffee Shop Liquid Waste Treatment System Using Portable Waste Water Treatment Plant (WWTP)

    Full text link
    Coffee shops produce waste that is included in the category of domestic waste in a fairly large amount. Therefore, it is necessary to carry out domestic wastewater management. One solution is the design of an integrated portable WWTP that can treat waste from coffee shop business activities. The advantages of using WWTP are that it is simple and does not require large amounts of land. The processing of this WWTP consists of filtration and precipitation. The wastewater to be filtered will be separated from the solids, after which it will be continued with stratified filtration using activated carbon. In the study, variations in flow rate were carried out to determine processing efficiency, namely variations in tap openings of 30o, 45o, and 90owith water flow rate of 200, 360, and 570 mL/s. The result of research, the portable Wastewater Treatment Plant with activated carbon filtration designed has been able to treat coffee shop liquid waste. The variation of flow rate in the processing of coffee shop liquid waste affects the processing results where the smaller the flow rate, the greater the efficiency reduction. The optimum flow rate variation in this study is 200 mL/s with a COD removal efficiency of 48.5%, TSS 72.8%, Coliform 66.6%, TDS 62.5%, and pH 6.2. The suggestion that can be given is the addition of a biological treatment system to optimize the performance of Portable WWTP

    Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Menggunakan Metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) Dan Metode Filtrasi

    Full text link
    Industri tempe berskala kecil terdapat di Kota Pontianak salah satunya yaitu Pabrik Tempe Baril. Industri tempe mengandung bahan pencemar diantaranya TSS, pH dan BOD, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.5 Tahun 2014 pada Lampiran XVIII. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efesiensi penyisihan kadar BOD, TSS dan pH dalam limbah cair tempe yang diolah menggunakan kombinasi metode MBBR dan metode filtrasi, mengetahui kadar TSS, pH dan BOD limbah cair tempe setelah diolah dan mengetahui apakah hasil pengolahan sudah memenuhi baku mutu. Penelitian menggunakan metode MBBR dan metode filtrasi. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu efisiensi pengolahan parameter TSS dan BOD pada limbah cair tempe dengan metode MBBR dan metode filtrasi berturut-turut adalah 89.6% dan 88%, dan hasil pengujian TSS, pH dan BOD setelah proses pengolahan menggunakan metode MBBR dan filtrasi berturut adalah 20.8 mg.L-1, 7.09 , 16.2 mg.L-1, dan telah sesuai baku mutu berdasarkan PerMenLH No 5 Tahun 2014

    Pengembangan Jaringan Pipa Distribusi Air Minum Perumda Tirta Lestari Kabupaten Tuban Unit Pelayanan Kecamatan Palang

    Full text link
    Pemenuhan kebutuhan air minum merupakan salah satu program pemerintah untuk mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Salah satu parameter penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum adalah sistem distribusi yang baik. Kecamatan Palang merupakan salah satu daerah pelayanan dari Perumda Air Minum Tirta Lestari. Namun, data tahun 2023 menunjukan bahwa Palang mempunyai presentase kebocoran tertinggi sebesar 36,16% dibandingan dengan semua wilayah pelayanan Perumda Tirta Lestari. Kebocoran tersebut terjadi pada pipa distribusi dan pipa sekunder sehingga hal tersebut menyebabkan gangguan distribusi air ke pelanggan terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi sistem distribusi air minum dan pengembangan pada jaringan perpipaan di UPK Palang melalui analisis model hidrolik distribusi air minum untuk 10 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan Software EPANET 2.2 untuk analisis data. Hasil analisis jaringan pipa eksisting secara keseluruhan menunjukkan bahwa tekanan sudah memenuhi kriteria standar. Namun, terdapat beberapa pipa dengan kecepatan aliran yang masih di bawah 0,3 m/detik. Selain itu, ada satu pipa yang memiliki headloss melebihi standar, yaitu sebesar 27,41 m/km. Sehingga pada pengembangan tahap I dilakukan perbaikan dengan penambahan pipa paralell dan setelah dilakukan penambahan pipa paralel terjadi penurunan headloss dari 27,41 menjadi 6,51 m/km. Kebutuhan air pengembangan pada tahap I dan tahap II menggunakan kapasitas debit air yang tersedia dan kebocoran 20%, kapasitas air eksiting masih dapat mencukupi kebutuhan air selama 10 tahun kedepan dengan total kebutuhan rata-rata pemakaian air yaitu 33,3 liter/detik pada tahun 2028 dan 36 liter/detik pada tahun 2033

    Pengelolaan Permukiman Pesisir dan di Atas Air Berkelanjutan di Desa Teluk Sunting, Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau

    No full text
    Coastal settlements are highly vulnerable because they are greatly affected by global climate change. Population growth will further increase the use of unorganized built space in the coastal area of Teluk Sunting Village which in the future could lead to conflict as a result of regulations and policies regarding coastal areas. This research was conducted in the coastal residential area of Teluk Sunting Village, Central Siantan District, Anambas Islands Regency. The research method consists of data collection techniques, sampling techniques, data requirements, data presentation, analysis methods and data analysis techniques. The results obtained are that the administrative area of Teluk Sunting Village contains cultivation and protected areas according to the RTRW Spatial Pattern Plan. The area is 5.29 Ha of mangrove ecosystem area and 34.83 Ha of protected forest area. Area of 19.22 Ha cultivation area. The environmental quality results obtained in RT 1 settlements are low quality settlements, RT 3 is medium quality settlements and RT 2 and RT 4 settlements are high quality settlements. The conclusions obtained from the four approaches taken to identify land use patterns, namely land use patterns, land use and use with land tenure, conformity with the RTRW and conformity with the zoning of Aquatic Tourism Parks, are in accordance with the designation. The involvement of stakeholders in the management of coastal and water areas in Teluk Sunting Village is very appropriate to support and ensure the sustainability of the area in the future

    253

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇