Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
    282 research outputs found

    PEMILIHAN LOKASI DAN PERENCANAAN SISTEM INTAKE AIR BAKU DI SUNGAI JAWI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Sungai Jawi merupakan salah satu sungai yang berada di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten KubuRaya. Sungai Jawi memiliki dua muara, muara pertama bermuara di muara Kakap yang berhubunganlangsung dengan Laut Natuna dan muara kedua bermuara di Sungai Kapuas, sehingga Sungai Jawidipengaruhi oleh pasang surut air laut. Sungai Jawi digunakan oleh masyarakat sebagai sumber airbaku dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan dari perencanaan ini adalah untukmendapatkan lokasi intake terbaik dari rambatan salinitas air asin yang masuk ke badan air SungaiJawi agar dapat dimanfaatkan sebagai air bersih oleh masyarakat di Kecamatan Sungai Kakapkhususnya warga Desa Pal XI, Sungai Kakap, Sungai Itik, Jeruju Besar, Sungai Kupah dan SungaiRengas dengan merencanakan sistem intake untuk meminimalisasikan masuknya rambatan salinitaske bangunan pengolahan pengambilan air baku (intake). Tahap pemilihan lokasi dan perencanaansistem intake dimulai dengan pengujian kualitas air terutama parameter salinitas. Dilanjutkandengan analisis kuantitas dan kontinuitas air baku serta perhitungan proyeksi kebutuhan air untuk 20tahun perencanaan. Perhitungan proyeksi kebutuhan air digunakan untuk merencanakan kapasitasintake yang diperlukan. Lokasi terpilih untuk bangunan intake dengan nilai rambatan salinitasterendah berada di lokasi ketiga dengan jarak 10,22 km dari muara Kakap dengan kadar salinitas 0,000/00.Nilai DO pada saat pasang, surut dan hujan berturut turut 4,23; 3,53; 5,42. Nilai Kekeruhan (NTU) pada saatpasang, surut dan hujan berturut-turut 47; 29,93; 70,73. Nilai pH pada saat pasang, surut dan hujan berturut-turut 6,4; 6,3; 5,7. Nilai Suhu (C) pada saat pasang, surut dan hujan berturut-turut 31; 28; 25. Debit airbersih untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030 adalah sebesar 306,56 L/detik. Sistem intake yangakan digunakan untuk membendung kebutuhan air baku adalah sistem long storage.Kata kunci : sungai jawi, salinitas, intak

    ANALISIS SEBARAN OKSIGEN TERLARUT SALURAN SUNGAI JAWI

    Get PDF
    Sungai Jawi adalah salah satu saluran drainase utama di Pontianak yang menerima air hujan dan airlimbah dari pemukiman manusia di sepanjang jangkauannya. Hal ini penting untuk menyelidikikualitas airnya. Salah satu parameter kualitas air yang diteliti dalam makalah ini Dissolved Oxygen(DO) konsentrasi dan profil sepanjang saluran.Untuk mempelajari DO profil dalam saluran, salah satunya dapat merujuk kepada PP Nomor 110Tahun 2003 (dekrit yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia tentang kualitas air).Metode ini bertujuan sesuai dengan keputusan Metode Streeter - Phelps. Sampel air diambilsebanyak 12 titik di sepanjang saluran Sungai Jawi. Titik sampling dipilih sesuai penggunaan lahan disepanjang saluran Sungai Jawi dan periode sampling ditentukan oleh periode pasang surut di KapuasKecil Sungai yang mempengaruhi aliran air dan ketinggian air serta kualitas air di saluran. Kecepatanair dan lima parameter lain yang diukur adalah suhu, pH, kekeruhan, oksigen terlarut (DO) dankebutuhan oksigen biokimia (BOD).Hasil dari pengukuran di lapangan kemudian dibandingkan dengan hasil dari model matematikaberdasarkan Metode Streeter - Phelps. Hasil regresi menunjukkan pasang dan surut yang mendekati1 yang berarti Streeter Phelps tersebut dapat digunakan sebagai model matematika untukmenggambarkan profil konsentrasi DO di Saluran Sungai Jawi. Hasil ini juga menunjukkan bahwasaluran tersebut tidak dapat memulihkan konsentrasi DO saat air surut. Sementara saat pasangtinggi, Saluran Sungai Jawi dapat mengalami proses pemurnian diri.Kata Kunci:Sungai Jawi, Oksigen Terlarut(DO), Metode Streeter -Phelp

    EFEKTIVITAS LUBANG RESAPAN BIOPORI TERHADAP LAJU RESAPAN (INFILTRASI)

    Get PDF
    Pengelolaan sampah organik yang berada di perkebunan penduduk di Desa Amboyo Inti tidak dilakukan denganbaik, sehingga menjadi salah satu permasalahan bagi pengelolaan sampah. Sampah buah-buahan yangmenumpuk, menimbulkan bau busuk dan mengundang binatang untuk berdatangan. Jenis tanah yang beradadiperkebunan penduduk di Desa Amboyo Inti memiliki jenis tanah lempung-lempung lanau yang memilikipermeabilitas tanah masuk dalam kelas lambat, sehingga pada saat musim penghujan, terjadi run off yangberakibat pada semakin berkurangnya area infiltrasi air hujan. Penelitian ini digunakan untuk mengetahuiperbandingan laju resapan sebelum dan setelah adanya biopori dengan sampah kulit buah, serta mengetahuilaju resapan (infiltrasi) terhadap kinerja biopori paling besar berdasarkan variasi umur sampah. Penelitian ini dilakukan dengan mengebor tanah pada kedalaman 50 cm menggunakan Hand Bor berdiameter 7 cm. Jarak antar lubang adalah 5 meter, dengan 4 titik sampel penelitian. Kemudian dimasukkan sampah kulitbuah, dan pengukuran laju infiltrasi dilakukan setelah sampah terdekomposisi selama 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan28 hari. Pengukuran infiltrasi menggunakan pipa paralon dengan cara mengamati penurunan muka air didalamparalon setiap interval waktu 5 menit. Penggunaaan pipa berlubang dan pipa tidak berlubang dilakukan untukmengetahui efektivitas laju infiltrasi penggunaan biopori tanpa pipa berlubang dan efektivitas laju infiltrasi padapipa berlubang.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan laju infiltrasi rata-rata sebelum adanya biopori adalah 1,69 mm/menit.Sedangkan pada lubang biopori 1 dan 2 tanpa menggunakan pipa berlubang terjadi kenaikan laju infiltrasi padaminggu ke-2 sebesar 2,02 mm/menit dan 2,12 mm/menit dengan umur sampah yang optimal dalam penelitianbiopori ini untuk meresapkan air adalah minggu ke-2 dan efektivitas penurunan laju infiltrasi rata-rata sebesar1,03 mm/menit atau 39% dan 1,33 mm/menit atau 21,30%. Sedangkan pada lubang biopori 3 dan 4menggunakan pipa berlubang terjadi kenaikan laju infiltrasi pada minggu ke-2 dan minggu ke-4 sebesar 4,90 mm/menit dan 6,40 mm/menit, dan efektivitas kenaikan laju infiltrasi rata-rata sebesar 2,25 mm/menitatau 33,14% dan 2,68 mm/menit atau 58,58 %. Kinerja biopori pada penelitian ini dipengaruhi oleh lamanyawaktu pengomposan dan hari hujan.Kata kunci : Laju infiltrasi, sampah kulit buah, biopor

    PEMANFAATAN GREEN ROOF SEBAGAI MEDIA FILTER AIR HUJAN DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh green roof terhadap kualitas air hujan di KotaPontianak. Pengaruh tersebut dipelajari dengan cara membandingkan antara kualitas air hujan yang melewatigreen roof dengan kualitas air yang tidak melewati green roof. Penelitian diawali dengan merancang danmembuat model green roof. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak empat kali dan diuji di laboratoriumterhadap parameter pH, kekeruhan, Pb terlarut dan E.Coli. Metode analisa menggunakan metode analisastatistika anova satu jalur (one way-anova). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah rata-rata pH air hujan lewat green roof sebesar 6,29sedangkan air hujan yang tidak lewat green roof sebesar 5,29 dan 5,33. Rata-rata kekeruhan air hujan yanglewat green roof sebesar 149,75 NTU sedangkan rata-rata air hujan yang tidak melewati atap hijau sebesar1,235 NTU dan 1,845 NTU. Rata-rata Pb terlarut pada air hujan yang lewat green roof dan tidak lewat greenroof sebesar 0,0161 ppm, 0,0144 ppm, dan 0,0169 ppm. Indentifikasi bakteri E.Coli pada air hujan lewat greenroof negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, atap hijau memberikan pengaruh signifikan terhadapparameter pH dan kekeruhan, namun tidak pada parameter Pb terlarut dan E.Coli.Kata kunci: Green roof, Kualitas Air Hujan, Kota Pontiana

    PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN BIOFILTER AEROB MENGGUNAKAN MEDIA BIOBALL DAN TANAMAN KIAMBANG

    Get PDF
    Air limbah domestik (greywater) merupakan air buangan yang berasal dari kegiatan dapur, toilet, wastafel dan sebagainya yang jika langsung dibuang ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran dan dampak terhadap kehidupan di air. Salah satu upaya dalam mengelola limbah domestik yaitu dengan pengolahan biofilter aerob menggunakan media bioball dan tanaman kiambang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efisiensi penurunan BOD, minyak dan lemak pada limbah rumah makan dengan pengolahan biofilter aerob menggunakan media bioball dan tanaman kiambang. Proses penelitian ini meliputi proses pembiakan bakteri (seeding) selama 2 minggu, dilanjutkan dengan aklimatisasi selama 3 hari dengan arah aliran down flowup flow dan dilakukan secara duplo di Laboratorium menggunakan reaktor yang terbuat dari kaca dengan dimensi tertentu, bioball dan tanaman kiambang dan debit 0,34 ml/detik menghasilkan efisiensi penurunan BOD sebesar 68,98% dari konsentrasi awal BOD 785,5 mg/l menjadi 235,29 mg/l. Sedangkan efisiensi penurunan minyak lemak sebesar 96,60% dari konsentrasi awal 5213 mg/l menjadi 177,5 mg/l. Dari hasil penelitian yang dilakukan, pengolahan dengan bioball dan tanaman kiambang mampu menurunkan parameter khususnya BOD dan minyak lemak, tetapi nilai tersebut masih diatas baku mutu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 112 Tahun 2003.Kata Kunci : Biofilter aerob, bioball, tanaman kiamban

    ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) BERDASARKAN SERAPAN GAS CO2 DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    ABSTRAKPeningkatan jumlah penduduk Kota Pontianak berdampak pada pengalihfungsian lahanbervegetasi menjadi area terbangun sehingga mengurangi luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota.Dampak yang paling nyata adalah berkurangnya kemampuan vegetasi menyerap CO2 sehingga CO2 yang dihasilkan dari aktivitas kota, baik dari konsumsi energi, perternakan, pertanian danaktivitas manusia terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung luaspenutupan lahan bervegetasi eksisting; (2) menghitung jumlah emisi karbondioksida yangdihasilkan oleh aktivitas kota saat ini; (3) menghitung luas RTH yang dibutuhkan untuk menyerapsisa emisi karbondioksida yang tidak terserap oleh tutupan lahan yang ada di Kota Pontianak.Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi citra Landsat TM 7 tahun 2012dan Ikonos tahun 2008. Sedangkan untuk perhitungan emisi CO2 mengacu pada metode yangdikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 1996 mengenaiGuidelines for National Greenhouse Gas Inventories Workbook. Hasil penelitian menunjukkanbahwa luas tutupan lahan bervegetasi eksisting Kota Pontianak tahun 2012 adalah 3.351,21 haatau 29% dari luas total wilayah Kota Pontianak. Emisi CO2 yang dihasilkan Kota Pontianak darienergi (bahan bakar) sebesar 1.713.909 ton/tahun, ternak dengan jumlah emisi 284 ton/tahun,pertanian dengan jumlah emisi 10.692 ton/tahun, dan penduduk dengan jumlah emisi 192.824ton/tahun. Total emisi CO2 dari keempat sumber tersebut adalah 1.917.709 ton/tahun. Tingginyatingkat emisi CO2 yang terdapat di Kota Pontianak menyebabkan wilayah ini membutuhkanluasan RTH sebesar 5.962,2 ha atau sebesar 52% dari luas wilayah kota untuk menyerap seluruhemisi CO2 yang dihasilkan.Kata Kunci: Karbondioksida, Pontianak, ruang terbuka hija

    DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KECAMATAN RASAU JAYA BERDASARKAN KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN LAHAN

    Get PDF
    Kecamatan Rasau Jaya merupakan salah satu kecamatan yang termasuk dalam Kota Terpadu Mandiri (KTM)Rasau Jaya. Dengan menjadinya Kecamatan Rasau Jaya sebagai Kota Terpadu Mandiri (KTM) mengakibatkanbertambahnya jumlah penduduk dari transmigran yang datang ke Rasau Jaya. Hal ini mengakibatkanmeningkatnya aktifitas pembangunan di berbagai bidang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik berupapembangunan sarana permukiman, jaringan infrastruktur, fasilitas ekonomi ataupun fasilitas sosial.Peningkatan aktivitas pembangunan tersebut sudah tentu akan diikuti oleh bertambahnya kebutuhan lahanyang mewadahi aktifitas pembangunan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilaidaya dukung lahan di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhanlahan. Metodologi yang digunakan untuk menentukan daya dukung lahan mengacu pada Permen LH No. 17Tahun 2009. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini daya dukung lahan di Kecamatan Rasau Jaya adalah defisit,hal ini menunjukkan ketersediaan lahan yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan yang ada. Sehinggauntuk Kecamatan Rasau Jaya, peningkatan daya dukung lahan dapat dilakukan dengan menambah jeniskomoditas melalui diversifikasi vertikal, rotasi, tumpangsari, dan penggunaan tanaman sela untukmeningkatkan keaneragaman tanaman serta meningkatkan produksi tanaman untuk meningkatkan dayadukung lahan. Kata kunci: daya dukung lingkungan, daya dukung lahan, Kecamatan Rasau Jay

    ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR WTP (WILLINGNESS TO PAY) DALAM UPAYA PENGELOLAAN OBYEK WISATA TAMAN ALUN KAPUAS PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Berbagai fungsi yang terkait dengan sumber daya alam (fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural) dannilai estetika yang dimilikinya (obyek dan lingkungan) dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan untukkelangsungan kehidupan perkotaan juga dapat menjadi nilai kebanggaan dan identitas kota. Sebagai obyekwisata alam, Taman Alunalun Kapuas belum tertata dengan baik, pelaksanaan upaya pengelolaan objek wisataTaman Alun Kapuas membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu diharapkan bagi pengunjung untukmembayar dalam pengelolaan Taman Alun Kapuas. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik dalammenganalisis faktor-faktor kesediaan pengunjung untuk membayar. Sedangkan metode CVM (ContingenValuation Method) digunakan untuk mengestimasi biaya yang akan dikeluarkan oleh pengunjung, dan metoderegresi berganda digunakan untuk menganalisis faktor-faktor apa yang mempengaruhi besar kesediaanmembayar pengunjung. Program yang dapat membantu dalam penelitian ini yaitu Microsoft Excel 2007 danMinitab For Windows Realise 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 84% responden bersediamembayar dalam upaya pengelolaan lingkungan obyek wisata Taman Alun Kapuas. Faktor-faktor yangmempengaruhi kesediaan membayar responden pengunjung dalam upaya pengelolaan lingkungan obyekwisata Taman Alun Kapuas antara lain pendapatan (PNDPTN3) dan pengetahuan (PNGTHUAN). Nilai rata-rataWTP responden pengunjung adalah sebesar Rp 3360,00/orang. Faktor yang mempengaruhi nilai WTPresponden yaitu usia (U)

    PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PRIMER PARIT SUNGAI RAYA DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Perencanaan ini bertujuan untuk mengevaluasi atau memperhitungkan serta mendesainsaluran drainase pada Parit Sungai Raya dalam mengalirkan air ke pembuangan akhir mengingatbeban drainase yang semakin hari semakin bertambah sesuai dengan dimensi saluran yangdirencanakan. Dalam perencanaan ini diawali dengan menganalisa frekuensi curah hujan untukmendapatkan besarnya hujan rencana dan intensitas curah hujan untuk berbagai periode ulang.Kemudian untuk menganalisa debit yang dipengaruhi oleh pasang surut dan curah hujan denganperiode ulang 10 tahun digunakan suatu model matematika yang disebut program DUFLOW.Berdasarkan simulasi program Duflow didapatkan debit aliran pada daerah hulu sebesar7,845 m3/dtk dengan dimensi saluran untuk lebar penampang sebesar 12,57 m dan kedalamansebesar 2,60 m. Pada daerah tengah debit aliran sebesar 8,040 m3/dtk dengan dimensi saluranuntuk lebar penampang sebesar 12,88 m dan kedalaman sebesar 2,60 m. Sedangkan pada daerahhilir debit aliran sebesar 8,862 m3/dtk dengan dimensi saluran untuk lebar penampang sebesar13,68 m dan kedalaman sebesar 2,70 m. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dimensi saluranParit Sungai Raya mampu menampung kapasitas debit maksimum akibat pasang surut dan curahhujan yang tinggi. Namun masih ada beberapa titik dikawasan ini yang mengalami genanganbanjir

    ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN DI DESA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    ABSTRAK-- Pemanasan global berdampak pada perubahan iklim dan berimplikasi terhadap sektor kelautan.Dampak yang paling nyata adalah berubahnya pola presipitasi serta arah dan kecepatan anginsehingga berdampak pula terhadap hasil tangkapan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)menganalisis dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim terhadap sektor perikanan diDesa Sungai Kakap; (2) mengestimasi besarnya tingkat kesejahteraan nelayan di Desa SungaiKakap sebagai akibat terjadinya perubahan iklim; (3) menganalisis strategi adaptasi yangdilakukan oleh nelayan di Desa Sungai Kakap dalam menghadapi perubahan iklim. Metoda yangdigunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan tren hasil tangkapan nelayan dengankondisi iklim yang terjadi. Untuk mengestimasi besarnya tingkat kesejahteraan nelayan dhitungmenggunakan Nilai Tukar Nelayan, sementara analisis adaptasi nelayan menggunakan metodeanalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memiliki dampak paling besarterhadap turunnya hasil tangkapan nelayan adalah curah hujan, karena lingkup penelitian inidibatasi pada daerah pesisir sehingga arah dan kecepatan angin serta tinggi gelombang tidakmemberi dampak terhadap nelayan dalam melaut. Curah hujan yang tinggi berdampak terhadapsalinitas air laut sehingga menyebabkan turunnya hasil tangkapan nelayan. Curah hujan rata-ratadalam kurun waktu 2008-2012 di Sungai Kakap adalah 2.662,4 mm dengan penurunan hasiltangkapan dari tahun 2009-2012 sebesar 3.316,7 ton. Nilai Tukar Nelayan (NTN) di Desa SungaiKakap Tahun 2012 sebesar 0,84 yang mengindikasikan keluarga nelayan di Desa Sungai Kakapmempunyai daya beli yang rendah dalam memenuhi kebutuhan keluarganya dan mengalamidefisit anggaran rumah tangga. Pola adaptasi yang dilakukan nelayan dalam menghadapiperubahan iklim tersebut adalah dengan menerapkan pola pemasukan ganda, yaitu denganmencari tambahan pemasukan melalui usaha non perikanan.Kata Kunci: perubahan iklim, nelayan, kesejahteraa

    253

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇