Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pengalaman melalui Penggunaan Media Video di Kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang
ABSTRAK Permadi, Eko. 2010. Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pengalaman Melalui Penggunaan Media Video Di Kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (2) Drs. Ahmad Badawi, M.Pd. Kata kunci: Menulis Cerita Pengalaman, Media Video, SD Menulis cerita pengalaman adalah kegiatan menceritakan kejadian yang pernah dialami, dilihat, didengar, dan dirasakan seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk tulisan. Berdasarkan hasil pra tindakan, observasi dan wawancara, ditemukan banyak siswa mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran mengarang yang mengakibatkan kemampuan menulis cerita pengalaman sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) perencanaan peningkatan kemampuan menulis cerita pengalaman melalui penggunaan media video di kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang, (2) implementasi menulis cerita pengalaman melalui penggunaan media video di kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang, (3) hasil peningkatan kemampuan menulis cerita pengalaman melalui penggunaan media video di kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang dengan jumlah siswa 40 orang. Lokasi penelitian adalah di SDN Sukun 02 Kecamatan Sukun Kota Malang. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif Hasil Penelitian ini menunjukkan, (1) perencanaan pembelajaran menulis cerita pengalaman dengan menggunakan media video di kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang dilakukan dengan persiapan berupa RPP, LKS, dan keping CD untuk video pertunjukkan Lumba-lumba dan seperangkat komputer di ruang perpustakaan, (2) implementasi pembelajaran menulis cerita pengalaman dengan menggunakan media video di kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang telah meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis baik dari efektifitas, suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, penggunaan pilihan kata serta penulisan ejaan dan tanda baca, (3) hasil pembelajaran menulis cerita pengalaman dengan menggunakan media video di kelas IV SDN Sukun 02 Kota Malang telah mampu meningkatkan kemampuan menulis cerita pengalaman dari nilai rata-rata 61 meningkat menjadi 74. Dari penelitian ini disarankan bagi, (1) guru dalam penyampaian materi pelajaran pada mata pelajaran lain, hendaknya menggunakan berbagai macam media pembelajaran, terutama media video, untuk meningkatkan hasil belajar dan aktifitas siswa di kelas. (2) Peneliti lain, penggunaan media video bisa dikembangkan pada penelitian lain dengan media yang lebih inovasi dan mutakhir. (3) Lembaga pendidikan, hendaknya pengembangan metode dan media pembelajaran dioptimalkan dengan pelatihan maupun penataran untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidika
PENERAPAN KETERAMPILAN MEMBERIKAN PENGUATAN DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS III SDN MADYOPURO IV KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG
ABSTRAK Narbitasari, Yuniva. 2009. Penerapan Keterampilan Memberi Penguatan Dalam Pembelajaran Di Kelas III SDN Madyopuro IV Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Tugas Akhir, D-II Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Sutiek Sri Wuryaningsih. Kata kunci : Penerapan, Keterampilan Memberi Penguatan Keterampilan memberikan penguatan merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai guru untuk membantu siswa memenuhi kebutuhannya dalam mencapai perkembangan yang optimal pada pembelajaran. Guru memiliki kelebihan serta kekurangan dalam menerapkan penguatan karena kemampuan setiap guru berbeda-beda. Selain itu, masih ditemukan beberapa sikap guru yang kurang sesuai saat memberikan penguatan. Keterampilan memberikan penguatan yaitu kecakapan yang harus dikuasai guru dalam memberikan penghargaan kepada siswa agar terdorong mengulangi kembali sikap positif dalam pembelajaran sehingga mencapai perkembangan secara optimal. Penghargaan tersebut antara lain penguatan verbal berupa kata atau kalimat pujian dan penguatan non verbal berupa penguatan gestural, kontak, dengan mendekati, kegiatan yang menyenangkan, simbol/benda dan tak penuh. Agar penguatan bermakna bagi siswa maka harus diberikan dengan sungguh-sungguh, bervariasi dan menghindari penggunaan respon negatif. Penguatan harus jelas diberikan kepada sasaran serta diberikan segera setelah siswa melakukan respon positif. Metode yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini yaitu metode deskriptif kualitatif untuk menghasilkan data berupa uraian kata-kata. Teknik analisis data hasil penelitian yang digunakan berdasar pada analisis data model Miles dan Huberman. Sedangkan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh antaralain kelebihan guru kelas III SDN Madyopuro IV dalam menerapkan penguatan seperti memberikan penguatan dengan antusias dan hangat serta bermakna bagi siswa, memberikan penguatan yang bervariasi dan dengan segera pada siswa. Guru juga memiliki kekurangan dalam menerapkan penguatan seperti memberikan penguatan pada pribadi dalam kegiatan kelompok dan menggunakan respon negatif pada siswa yang menjawab salah. Penguatan positif membuat siswa bersemangat sedangkan penguatan negatif membuat sebagian siswa lebih bersemangat dan beberapa siswa lainnya tidak memperhatikan pembelajaran. Berdasarkan data di atas disimpulkan bahwa setiap guru memilliki kelebihan dan kekurangan dalam menerapkan penguatan. Penguatan memiliki pengaruh positif dan negatif bagi siswa. Saran bagi guru harus memiliki pengetahuan yang banyak tentang keterampilan memberikan penguatan agar dapat menerapkannya dengan baik.
STUDI KASUS TENTANG PENGANAN ANAK KREATIF, di TK Taman Indria Dampit
ABSTRAK Vevanti, Dian Jales. 2009. Studi Kasus Tentang Penanganan Anak Kreatif, di TK Taman Indria Dampit. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Drs. H. Sa'dun Akbar, M. Pd. Kata Kunci : Studi Kasus Tentang Penganan Anak Kreatif. Taman kanak-kanak merupakan lembaga pendidikan anak usia dini antara usia 4 sampai 6 tahun. Perkembangan kecerdasaan anak pada usia ini mencapai 80% dari perkembangan kecerdasan secara menyeluruh (sampai dewasa). Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan sebuah potensi anak. Pembelajaran yang dilakukan hendaknya efektif, efisien, dan menyenagkan. Keefektifan itu bias terjadi pada aspek kreatifitas. Kreatifitas merupakan perilaku seorang yang mempunyai kemampuan/ menciptakan sesuatu yang memiliki daya cipta yang tinggi. Kreatifitas merupakan potensi mental yang ada pada individu yang memiliki motivasi tinggi, rasa ingin tahu, dan imajinasi. Seseorang bias dikatakan kreatif apabila dia selalu mencari menemukan jawaban, dengan kata lain dia senang memecahkan suatu masalah. Mereka juga memiliki sikap yang lentur (fleksibel) tidak penurut tidak dogmatis suku mengekspresikan diri dan bersifat natural (asli) Identifikasi masalah untuk mendapatkan informasi tentang kreatifitas yang dialami siswa, kami menggunakan beberapa langkah yaitu dengan cara: Melakukan pengamatan terhadap siswa yang dianggap kreatif di Tk Taman Indria Dampit pada saat KBM, mempelajari setiap aspek perkembangan anak, dan mempelajari data siswa dengan cara observasi dan wawancara. Anak didapatkan memiliki kreatifitas yang cukup tinggi karena banyak menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan teman-temannya. Hasil yang didapatkanpun cukup memuaskan. Berusaha untuk memberikan perhatian dan pendekatan pada anak. Diperlukan banyaknya dukungan dan ujian terhadap hasil karya anak apaun bentuknya.
STUDI KASUS ANAK LAMBAT BELAJAR (SLOWLY LEARNER)
ABSTRAK Ningsih, Okta Ayu. 2010. Studi Kasus Lambat belajar (Slowly Learner)Di TK Darma Bakti Ds. Gondek Kec. Mojowarno Kab. Jombang, Program diploma II Pendidikan Guru Taman Kanak kanak, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Dosen pembimbing Wuri Astuti S.Pd Kata Kunci : Pengaruh, lambat belajar, Anak Taman Kanak - kanak Studi Kasus bertujuan untuk : Mendeskripsikan Perilaku Anak Lambat Belajar di TK Darma Bakti Ds. Gondek, menganalisa faktor penyebab anak lambat belajar mendeskripsikan cara menangani anak lambat belajar, dan melatih keterampilan sosial anak lambat belajar. Studi kasus ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan dan pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode yaitu: metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil studi kasus di temukan bahwa: gejala yang ada pada anak Lambat belajar bisa terlihat dari kebiasaan anak di rumah maupun di sekolah dan dapat dilihat dari cara anak menerima pelajaran di sekolah perilaku-perilaku anak ketika disuruh belajar. Faktor penyebab anak lambat belajar ini bisa dari dalam anak ataupun faktor keturunan, sedangkan yang terjadi pada Anak lebih cenderung kepada faktor keturunan dari sang ayah, yaitu karena dilihat dari masa lalu ayah Anak juga dulu pernah mengalami lambat belajar. Upaya penanganan yang dilakukan melalui pendekatan-pendekatan selama selama kurang lebih satu bulan,dengan cara memotivasi anak dalam proses belajar, memberi semangat anak dalam belajar, membimbing anak pada waktu belajar, anak sering disuruh maju ke depan kelas,menambah belajar khusus. Dari penanganan yang telah dilakukan Anak mengalami perubahan yang cukup baik, ini terlihat dari perubahan sikapnya sehari-harinya yaitu anak dapat mengerjakan mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan tanpa menunggu hasil kerja temannya, anak sekarang dapat memusatkan perhatiannya untuk mendengarkan penjelasan dari guru, anak yang tadinya mengerjakan tugas dengan sembarangan sekarang bisa lebih hati-hati, anak yang tadinya tidak mau bertanya sekarang sudah mulai mau bertanya. Saran yang dapat diberikan terkait dengan hasil studi kasus ini adalah agar pendidik dan orang tua senantiasa memberikan tauladan yang baik kepada anak, selalu memantau cara belajar dan perilaku anak, dan memperhatikan perkembangan sang anak di sekolah maupun di rumah.
Penggunaan Media Ular Tangga Dalam Meningkatkan Pemahaman dan Aplikasi Konsep Norma Kehidupan Pada Siswa Kelas III SDN Jetis II Nganjuk.
ABSTRAK Suparmiati, 2010. Penggunaan Media Ular Tangga Dalam Meningkatkan Pemahaman dan Aplikasi Konsep Norma Kehidupan Pada Siswa Kelas III SDN Jetis II Nganjuk. Ujian Akhir Program, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Harti Kartini, M. Pd Kata Kunci: Media ular tangga, Pemahaman dan aplikasi konsep norma Pembelajaran yang frekuensinya kurang. Hal ini diduga menjadi penghambat dalam proses pembelajaran yang hasil belajar belum mencapai ketuntasan minimal yang diharapkan yaitu 65 pada mata pelajaran PKn yang telah ditentukan oleh SDN Jetis II Nganjuk. Dengan demikian diperlukan media yang cocok digunakan untuk mendukung proses pembelajaran Pkn tentang moral. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn tentang norma dengan menggunakan media ular tangga siswa dan Untuk mendiskripsikan penggunaan media ular tangga dalam meningkatkan pemahaman dan aplikasi konsep norma kehidupan pada siswa kelas III SDN Jetis II Nganjuk Penelitian dilaksanakan di kelas III SDN Jetis II sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 13 anak perempuan.Indikator keberhasilan siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65 % atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila dikelas tersebut terdapat 85 % yang telah mencapai rata-rata kelas 7,0. Hasil penelitian ini adalah dengan menggunakan media ular tangga pemahaman dan aplikasi konsep norma dalam kehidupan dapat ditingkatkan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang menunjukkan peningkatan dari siklus I diperoleh nilai dengan rata-rata 6,40 menjadi 9,12 pada akhir siklus II. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media ular tangga pemahaman dan aplikasi konsep norma dapat ditingkatkan. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah jika menggunakan media ular tangga dalam pembelajaran tentang norma hendaknya guru menguasai cara bermain ular tangga
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MATA PELAJARAN IPA MI DARUL ULUM REMBANG
ABSTRAK L.Istiqomah. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Paikem Untuk Meningkatakan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPA MI Darul Ulum Rembang Kabupaten Pasuruan. Progaram Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jurusan Kependidikan sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Pembimbing: (1). Dra. Hj. Sukamti, M. Pd. (2) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Kata kunci: Pembelajaran PAIKEM, Hasil belajar IPA Mata pelajaran IPA merupakan pelajaran yang dapat mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun kegiatan pembelajaran IPA di kelas IV MI Darul Ulum Rembang Kabupaten Pasuruan masih berpusat pada guru, sehingga aktivitas siswa tidak tampak dan hasil belajar siswa masih kurang dari standar ketuntasan minimal. Dengan menerapkan model pembelajaran Paikem maka akan mengakatifkan siswa, dan suasana pembelajaran akan menyenangkan bagi siswa. Sehingga hasil belajarnya akan meningkat. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah tentang peningkatan hasil belajar siswa kelas IV MI Darul Ulum Rembang Kabupaten Pasuruan. Tujuan penelitian adalah (a) mendiskripsikan penerapan PAIKEM mata pelajaran IPA di kelas IV MI Darul Ulum Rembang (b) mendiskripsikan hasil belajar siswa kelas IV MI Darul Ulum Rembang dengan pembelajaran PAIKEM. Penelitian ini dilakukan di MI Darul Ulum Rembang Kabupaten Pasuruan. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Darul Ulum Rembang, yang berjumlah 31 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi untuk mengetahui proses belajar siswa, dan tes yang digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa secara individu maupun kelompok. Rancangan yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dari hasil observasi diketahui bahwa: 1) dengan penerapan model Pembelajaran Paikem materi pokok bagian-bagian tumbuhan mata pelajaran IPA kelas IV MI Darul Ulum Rembang, prosen kegiatan pembelajaran berlangsung sangat baik dan mengalami peningkatan, karena adanya interaksi antara siswa dengan siswa dalam belajar kelompok, maupun adanya interaksi antara siswa dengan guru, serta adanya interaksi antara guru dan siswa. 2). Dengan penerapan Model Pembelajaran Paikem, hasil belajar IPA siswa kelas IV MI Darul Ulum Rembang mengalami peningkatan. Pada Pra Tindakan rata-rata kelas adalah 52, kemudian pada pelaksanaan pembelajaran siklus I nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 69,35 dan pada pelaksanaan pembelajaran siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 85,00. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran PAIKEM dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV MI Darul Ulum Rembang Kabupaten Pasuruan. Saran bagi guru/peneliti lanjut apabila akan menerapkan model pembelajaran Paikem hendaknya memperhatikan waktu, adanya tutor sebaya, mengingatkan kepada siswa tentang prosedur belajar kelompok, adanya pemajangan hasil belajar siswa pada setiap akhir pembelajaran.
Penerapan Metode Pembelajaran Bermain Peran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar PKn pada Siswa Kelas V SDN Gandul I Madiun
oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/9148ABSTRAK Suti, 2010. Penerapan Metode Pembelajaran Bermain Peran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar PKn pada Siswa Kelas V SDN Gandul I Madiun. Ujian Akhir Program, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Harti Kartini, M. Pd. Kata Kunci: Metode bermain peran, Motivasi Belajar Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), guru harus memiliki kemampuan kepribadian, profesional dan sosial, yakni memahami, menghayati dan mengamalkan nilai–nilai Pancasila yang diharapkan mampu mengintegrasikan secara utuh hubungan antara tujuan pendidikan, materi, metode dan evaluasi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Pengintegrasian tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan psikologi serta keberhasilan belajar dan sosial siswa.Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas V, bahwa hasil belajar pada pelajaran PKn tentang Peran serta dalam organisasi sekolah siswa mengalami kesulitan 67% dari 24 siswa, yaitu hasil belajar yang masih di bawah rata-rata 70 yaitu. Dengan kata lain hasil belajar belum menunjukkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan metode bermain peran pada pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN Gandul I Madiun dan mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn melalui metode bermain peran pada siswa kelas V SDN Gandul I Madiun. Penelitian dilaksanakan di kelas V SD Negeri Gandul I, sebanyak dua siklus. Setiap siklus kegiatan penelitian meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah 24 siswa, metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan dan tes hasil belajar setiap akhir siklus, indikator keberhasilan secara individual yaitu mencapai nilai 70 dan klasikal yang mencapai nilai 70 sebanyak 85% lebih dikatakan berhasil. Hasil penelitian ini adalah bahwa dengan menggunakan metode bermain peran, motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn dapat ditingkatkan, peningkatan kemampuan siswa siklus I dengan rata-rata 6,79 menjadi 9,42 pada akhir siklus II. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan dengan menggunakan metode bermain peran motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan. Saran yang perlu disampaikan kaitannya hasil penelitian ini adalah Pembelajaran PKn Tentang peran serta dalam berorganisasi guru disarankan untuk menggunakan metod
Penerapan Model Pembelajaran Siklus Belajar dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tentang SDA Pada Siswa Kelas V SDN Plosoharjo I Nganjuk
ABSTRAK Puji Rahayu, 2010. Penerapan Model Pembelajaran Siklus Belajar dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tentang SDA Pada Siswa Kelas V SDN Plosoharjo I Nganjuk. Ujian Akhir Program, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Goenawan Roebiyanto M. Pd Kata Kunci: Model Pembelajaran Siklus Belajar, Prestasi Belajar Pembelajaran IPA selama ini masih menggunakan paradigma yang lama dimana guru memberikan pengetahuan kepada siswa sehingga siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. Guru mengajar dengan metode konvensional yaitu metode ceramah dan mengharapkan siswa duduk, dengar, diam catat dan hafalkan. Sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi monoton dan kurang menarik perhatian siswa. Kondisi seperti itu tidak akan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran Bahasa Indonesia. Akibatnya nilai akhir yang diharapkan di kelas V selama ini siswanya masih kurang aktif dalam hal bertanya dan menjawab.Hal ini dibuktikan dengan hasil dari tes awal yang diberikan oleh peneliti adalah dari 20 siswa hanya 7 siswa yang mendapat nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran siklus belajar siswa tentang SDA pada siswa kelas V SDN Plosoharjo I Nganjuk?(2) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran siklus belajar dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa tentang SDA pada siswa kelas V SDN Plosoharjo I Nganjuk?. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan Penerapan model pembelajaran siklus belajar dalam mata pelajaran IPA tentang SDA pada siswa kelas V SDN Plosoharjo I Nganjuk. (2) Mendiskripsikan penerapan model pembelajaran siklus belajar dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA tentang SDA pada siswa kelas V SDN Plosoharjo I Nganjuk Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi: hasil belajar siswa yang diambil dari lembar observasi dan aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar obsrvasi dan aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah: (1) apabila rata-rata hasil belajar siswa diatas 7,5 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 85%, dengan ketuntasan individu sebesar 65. Hasil belaajar siswa pada siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar sebesar rata 7,32 dan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 60%, Jadi, hasil dari siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan. Hasil dari siklus II adalah nilai rata-rata 9, 25 dan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 95% . Hasil dari siklus II ini jelas telah melampaui kriteria ketuntasan belajar yang mensyaratkan rata- rata hasil tes minimal 7,5 dengan prosentase ketuntasan ≥ 85 %. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran siklus belajar dapat meningkatkan prestasi belajar dan aktivitas belajar siswa. Saran yang diajukan dalam kaitannya penelitian ini adalah guru dapat menerapkan model pembeajaran siklus beajar pada pembelajaran IPA tentang SDA
Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI dengan Model Discovery di SDN Candirenggo 05 Singosari Malang.
ABSTRAK Mudrikah. 2010. Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI dengan Model Discovery di SDN Candirenggo 05 Singosari Malang. Jurusan KSDP Prodi PJJ S1 – PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata Kunci : Discovery, Perpindahan Energi Panas. Pembelajaran IPA Kelas VI SDN Candirenggo 05 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang kurang aktif dikarenakan guru masih menggunakan metode ceramah dan selalu mendominasi pembelajaran saat berlangsung. Pembelajaran berjalan monoton dan pada kahirnya hasil belajar kurang dari SKM. Penelitian dilaksanakan di SDN Candirenggo 05 Singosari Malang. Kompetensi Dasar “ Perpindahan Energi Panas dengan Benda Nyata” kelas VI semester II tahun pelajaran 2009-2010, selama 2 minggu pada bulan maret, jumlah siswa 24 anak, laki-laki 11, perempuan 13, dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap Siklus 2 kali pertemuan (2 x 35 menit). Untuk meningkatkan keaktifan siswa, kemampuan dan keberhasilan yang maksimal melalui pendekatan penerapan Discovery dalam pembelajaran IPA dengan Kompetensi Dasar Perpindahan Energi Panas dengan Benda Nyata pada siswa kelas VI semester II SDN Candirenggo 05 Kecamatan SIngosari Kabupaten Malang. Pendekatan Penerapan Discovery Perpindahan Energi Panas dengan Benda Nyata bias mengaktifkan siswa meningkatkan kemampuan dalam keberhasilan pembelajaran, melaui metode ekperimen, demonstrasi, diskusi, dan metode lainnya yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan keberhasilan siswa pada pembelajaran Perpindahan Energi Panas dengan Benda Nyata, hasilnya pada Siklus 1 nilai rata-rata 6,375, pada Siklus 2 8,2. Berdasarkan kesimpulan, hasil pengamatan terhadap temuan peneliti lakukan disampaikan saran antara lain : 1. Kepala Sekolah, sebaiknya membina guru-guru dalam mata pelajaran IPA tentang Perpindahan Energi Panas dengan pendekatan Discovery untuk meningkatkan kemapuan guru dan memahami konsep. 2. Bagi guru, dengan menerapkan pendekatan Discovery pada IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 3. Bagi peneliti, agar kemampuan mendeskripsikan Perpindahan Energi Panas dengan Benda Nyata dapat meningkatkan kemampuan siswa yang maksimal
Validasi Model Pembelajaran Bermain Melalui Gerak dan Lagu untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini
ABSTRAK Hasanah, Uswatun Amalia.2010. Validasi Model Pembelajaran Bermain Melali Gerak Dan Lagu Untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini. Tugas akhir, diploma II Pendidikan Guru Taman kanak-kanak, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas negeri malang. Pembimbing tugas akhir. Dr. Musa Sukardi, M.Pd Kata kunci : bermain, gerak dan lagu, kreativitas Pendidikan taman kanak-kanak diperuntukkan bagi anak usia 4-6 tahun atau sebelum memasuki sekolah dasardan pendidikan ini sangat penting karena pada masa ini anak berkembang pada puncaknya. Penulis memvalidasikan model pembelajaran bermain melalui gerak dan lagu untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini, dan untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan yang ada pada anak seperti perkembangan fisik motorik, perkembangan seni, kognitif, bahasa dan perkembangan pembiasaan. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengetahui validitas model pembelajaran bermain melalui gerak dan lagu untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini menurut ahli teknologi pembelajaran, ahli materi dan menurut audien. Metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran ini adalah demonstrasi, menggunakan instrumen observasi dan angket yang ditujukan kepada ahli teknologi pembelajaran, ahli materi dan audien yang berjumlah 26 anak dari kelas B. masing-masing angket yang ditujukan kepada responden berjumlah 10 pertanyaan dan catatan. Model pembelajaran yang dilakukan ini bebrtema alam semesta, sub tema bulan dan bintang digunakan untuk kelompok B semester 2 dan memerlukan waktu 30 menit di TK Al-Hidayah Darungan kademangan Blitar. Evaluasi dilakuakn setelah pembelajaran selesai meliputi proses pembelajaran (sikap tubuh anak, kesungguhan, minat dan kreativitas anak), dan evaluasi hasil pembelajaran (gerakan yang ditimbulkan, hasil karya gerak dan lagu, kreativitas anak yang keluar). Validasi dilaksanakan dan ditujukan kepada Ahli teknologi pembelajaran, ahli materi, dan audien yang berjumlah 26 anak. Dari hasil validasi yang menggunakan instrumen observasi dan angket kepada ketiga responden, hasil analisa data dari ahli teknologi pembelajaran dikategorikan sangat valid, ahli materi sangat valid, audien sangat valid. Kesimpulan dari kegiatan bermain melalui gerak dan lagu untuk mngembangkan kreativitas anak usia dini ini adalah bahwa kegiatan pembelajaran bermain melalui gerak dan lagu ini baik dilakukan di TK. Ini diketahui dari hasil analisa data dari ketiga responden yang dikategorikan sangat valid. Dari hasil pengisian angket ketiga responden diperoleh data bahwa pembelajaran ini sesuai dengan kurikulum 2004, dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan yang ada pada anak dan dapat mengembangkan kreativitas dan minat belajar anak. Para pembeca diharapkan dapat memberikan masukan kepada penulis yang berupa kritik dan saran yang bersifat membangun. Untuk para guru pendidikan taman kanak-kank jangan berhenti berkarya