Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Not a member yet
    453 research outputs found

    APLIKASI DATA CITRA SATELIT NOAA-17 UNTUK MENGUKUR VARIASI SUHU PERMUKAAN LAUT JAWA

    No full text
    Satelit NOAA-17 adalah salah satu seri satelit yang dimiliki oleh NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) Amerika dan juga merupakan satelit lingkungan dan cuaca yang memiliki resolusi temporal yang tinggi. Seri dari satelit NOAA telah mencapai seri ke 19 yang dapat diartikan bahwa satelit ini telah beroperasi cukup lama. Satelit ini telah banyak digunakan oleh para peneliti untuk mengetahui Tingkat Kehijauan Vegetasi (NDVI), Suhu Permukaan Laut (SPL),  Hotspot. Pada penggunaannya untuk mengetahui SPL, satelit NOAA memiliki band 4, band 5 yang merupakan band Thermal Infrared dan merupakan band yang sensitif terhadap perubahan suhu di laut. Pengolahan untuk mengukur variasi SPL yang menggunakan band 4 dan band 5 yang telah dikalibrasi, hasil dari kalibrasi tersebut yang kemudian dimasukkan kedalam algoritma Mc Millin dan Crosby, sehingga didapatkan nilai suhu permukaan laut dari setiap data citra satelit NOAA-17 Tanggal 15 Juni 2009; 6 Juli 2009; 1 Agustus 2009 yang diolah. Kata Kunci : Data Citra NOAA-17, Suhu Permukaan Laut, Algoritma Mc Millin dan Crosb

    POPULASI BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii) YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE

    No full text
    The period of sea-weed growing under low condition is a problem that is generally faced by the farmers. The spreading of ice ice disease is affected by the environment changes that suppress the sea-weed growing and become the cause of organic substances releasing, MUCUS on thallus and also stimulate the presence of bacteria around the plantation area. The aim of this research is to know the population of bacteria on E. cottonii infected by ice-ice disease at different location. The method used in the measurement of the population bacteria is total fiat analysis (TFA). Data collection was done three times weekly on three different places Lobuk village, Bluto sub district, Sumenep. The result of observation shows that the average of bacteria population on those three different locations and also different time-observing are significantly different. The total average of bacteria populations ranges from 7278 to 18060 coloni/gr. The high value of this population is assumed as a part of the environment parameter that supports the growing of E. cottonii such as temperature and velocity.Keywords : Bacteria population, Ice-ice, E. cottonl

    PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR SECARA TERPADU: SOLUSI PEMANFAATAN RUANG, PEMANFAATAN SUMBERDAYA DAN PEMANFAATAN KAPASITAS ASIMILASI WILAYAH PESISIR YANG OPTIMAL DAN BERKELANJUTAN

    No full text
    Peranan sumberdaya pesisir diperkirakan akan semakin meningkat dimasa-masa mendatang dalam menunjang pembangunan ekonomi nasional, regional, maupun lokal. Sehingga, untuk dapat memanfaatkan ruang dan sumberdaya wilayah pesisir secara optimal dan berkelanjutan, perlu pemahaman yang mendalam tentang pengertian dan karakeristik dari kawasan ini serta masyarakat yang mendiaminya. Pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu memiliki pengertian bahwa pengelolaan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan pesisir dilakukan melalui penilaian menyeluruh (comprehensive assesment), menentukan tujuan dan sasaran pemanfaatan, dan kemudian merencanakan serta mengelola segenap kegiatan pemanfaatannya. Tulisan ini berupaya memberikan pemahaman secara komprehensif dan berisi tinjauan akademik tentang potensi wilayah pesisir, permasalahan yang terjadi dan peluang pemanfaatannya. Kata Kunci : wilayah pesisir, pengelolaan terpadu, potens

    KAJIAN UJI HAYATI AIR LIMBAH HASIL INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT DR. RAMELAN SURABAYA

    No full text
    Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas air limbah hasil pengolahan dan mengkaji respon ikan uji yang digunakan sebagai parameter pengolahan buangan air limbah dengan berbagai konsentrasi yang berbeda. Analisa kualitas air saat percobaan dilakukan pada awal dan akhir percobaan. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, pH, oksigen terlarut (DO). Metode analisa data dilakukan dengan metode deskriptif dan korelasi statistik. Dari hasil perhitungan statistik dapat disimpulkan bahwa Kualitas air hasil IPAL dari sifat fisika menunjukkan masih dalam taraf dapat ditoleransi, sedangkan untuk sifat kimia khususnya NH3- melebihi baku mutu yang ditetapkan (0,1 mg/L). Batas toleransi spesies uji terhadap konsentrasi air hasil IPAL yang diujikan menunjukkan bahwa konsentrasi 50%  merupakan batas tertinggi yang dapat ditolerir oleh spesies uji. Diatas konsentrasi 50% (75% sampai 100%), spesies uji sudah tidak mampu untuk mentolerir keberadaan unsur yang terkandung dalam air hasil IPAL, utamanya NH3. Kata Kunci : Air limbah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Uji Hayat

    TINGKAT KETAHANAN KESEGARAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) MENGGUNAKAN ASAP CAIR

    No full text
    Salah satu potensi hayati sumber perikanan yang ada di wilayah perairan Indonesia adalah ikan mas. Permasalahan yang sering dihadapi pada saat pasca panen ikan mas adalah banyaknya tingkat kerusakan (pembusukan ikan) karena kurangnya tingkat pemahaman tentang kualitas ikan. Asap cair (Bio-Awet) merupakan produk penemuan yang digunakan sebagai pengganti formalin, borak, H2O2 Antisept, dan lain sebagainya yang selama ini masih banyak digunakan  masyarakat. Dari hasil pengamatan dengan uji organoleptik dapat dilihat bahwa ikan mas menggunakan asap cair bertahan hingga jam ke-28, Sedangkan ikan mas tanpa menggunakan asap cair hanya bertahan sampai jam ke-20. Lama waktu berlangsungnya proses prorigor motis adalah kurang dari 1jam. Fase rigor motis ikan mas tanpa menggunakan asap cair hanya jam ke-8, sedangkan ikan mas menggunakan asap cair bertahan hingga ke-16. Untuk ikan mas tanpa menggunakan asap cair fase autolisis dimulai jam ke-12, sedangkan fase autolisis pada ikan mas dengan menggunakan asap cair dimulai diatas jam ke 16. Perbedaan lamanya waktu fase penurunan mutu ikan mas tanpa menggunakan  asap cair dengan ikan mas menggunakan asap cair, karena adannya kandungan karbonil, fenol, asam pada kandungan asap cair yang berperan sebagai antioksidan sehingga dapat memperpanjang masa simpan produk asapan atau pun ikan. Kata Kunci  : Asap cair, Ikan Mas dan Tingkat Kesegaran ikan

    APLIKASI TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENENTUAN KONDISI DAN POTENSI KONSERVASI EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN

    No full text
    Ekosistem mangrove adalah ekosistem khas pantai tropis yang memiliki fungsi ekologis tinggi namun rentan terhadap pengrusakan. Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove sekaligus mengkaji potensi upaya pelestarian mangrove di wilayah tersebut. Penelitian ini mengkombinasikan data pengamatan lapang dan citra satelit Landsat ETM/7 akuisisi 2002, yang kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penentuan tingkat kekritisan lahan yang ditetapkan oleh Departemen Kehutanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ekosisyem mangrove di 6 lokasi pengamatan berada pada kondisi rusak.  Kata kunci : Mangrove, Kwanyar, Sistem Informasi Geografi

    PENENTUAN KAWASAN LAHAN KRITIS HUTAN MANGROVE DI PESISIR KECAMATAN MODUNG MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH

    No full text
    Fenomena konversi hutan mangrove dijadikan sebagai kawasan pertambakan dan pemukiman banyak dijumpai di kawasan pesisir Kecamatan Modung. Sayangnya, eksploitasi sumberdaya pesisir yang dilakukan selama ini, telah mengidentifikasikan fenomena kerusakan yang tidak hanya mengancam kemampuan ekosistem pesisir dalam menyediakan sumberdaya alam, tapi juga telah mereduksi kemampuannya dalam mencegah  bencana alam di wilayah pesisir. Untuk mengembalikan dan melestarikan funsi-fungsi ekosistem pesisir, maka perlu adaya upaya mengkuantifikasi nilai- nilai dari sumberdaya utama pesisir yang ada melalui Studi Penentuan Lahan Kritis Hutan Mangrove di Pesisir Kecamatan Modung Memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian menggunakan metode skoring serta analisis data. Untuk menilai Kekritisan Lahan digunakan 3 metode yaitu dengan menggunakan SIG dan Inderaja, Pengukuran langsung dilapang (terestris) dan secara sosial ekonomi. Total Nilai Skoring (TNS) tingkat kekritisan lahan mangrove di pesisir Kecamatan Modung melalui SIG dan Inderaja menunjukkan bahwa diseluruh Desa penelitian masuk kedalam kategori rusak. Sedangkan Total Nilai Skoring secara terestris (survey lapang) menunjukkan bahwa Desa yang termasuk dalam kategori rusak yaitu : Desa Karang Anyar, Suwaan, Langpanggang dan Desa Pangpajung.  Untuk kategori rusak berat terdapat di Desa Modung serta yang termasuk kategori tidak rusak yaitu Desa Patengteng.Total Nilai Skoring dari hasil wawancara terhadap responden menyatakan bahwa Desa Karang Anyar, Modung, Suwaan, Patengteng dan Desa Pangpajung termasuk dalam kategori dimana faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap kerusakan hutan mangrove. Sedangkan Desa Langpanggang termasuk dalam kategori faktor sosial ekonomi kurang berpengaruh terhadap kerusakan hutan mangrove. Kata kunci : Lahan kritis, mangrove, SIG dan Indraj

    IMPACT OF LAPINDO MUD DUMPING WATER IN MADURA STRAIT EAST JAVA

    No full text
    Warm water mud has sprayed out from craked of the earth surroundings gasses drilling by Lapindo Brantas Inc in village of Siring, Porong Subdistrict, Sidoarjo Regency, a large industrial zone and the economic backbone of East Java Province, at May 29 2006. The mud water created problems in the environment, relocation of people, conflicts, and controversies on the issue of dumping warm mud water into Porong River and Madura Strait, East Java. In this paper, I reviewed secondary literature to analyze and examine the impacts of dumping mud water in Madura Strait East Java to provide recommendations in the proper management of mud water. Literature provides that the quality of mud water was beyond the standards provided by the State Ministry of Environment Republic Indonesia and International Environment Quality Standard. Temperature is 38 - 56 0C, Hg (Mercury) is 2.5 ppm, H2S Fenol is 3.37-4.25 ppm, BOD is 38.40 mg/L, Manganese is  0.806 ppm, Pb is 0.104 ppm, Selenia is 0.0071 ppm.Water mud of Lapindo drained into the sea endangers biotic organisms. The recommendation are: Spray out of mud water should be stopped and mud water doesn't thrown to sea, Lapindo must make a permanent giant lake to keep mud water in the origin of place, If the previous recommendation cannot done, than for keep the live of man surrounding the area, the water may be trown to the river or sea after the water processing, but the mud must still remaining in the ground, not to thrown in the sea. Keywords: Mud water of Lapindo, Dumping

    WAVE CHARACTERISTICS ANALYSIS OF PERAK WATERS SURABAYA

    No full text
    This research was intended to understand the wave’s characteristics of the study area. Wave’s parameters that were observed in this research including wave period (T), wave length (L), wave height (H), wave velocity (C) and wave energy (E). Another objective of this study was also to produce a topographic map of the sea floor for the study area. Wave’s data of this study was gain from an electronic sensor called MAWS (Marine Automatic Wave Sensor). This sensor is located in a Naval Base of Surabaya. Result of this study showed that the Perak Port was located in a relatively shallow waters area, with maximum water depth approximately 27 meters. The average of observed wave length and wave period during the study was 2.005 meters and 1.0875 seconds. Moreover, this study was also observed that the average of wave height of the area 0.2375 meters, with wave velocity just about 1.6975 m/s. Key Words : wave period , wave length, wave height, wave velocity, wave energ

    ARAHAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH PESISIR UNTUK PARIWISATA DENGAN MEMANFAATAN CITRA SATELIT DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SEBAGIAN BALI SELATAN

    No full text
    Citra satelit dan SIG dapat dipergunakan untuk perencanaan pemanfaatan ruang wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah menginventarisasi  parameter fisik lahan  dan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk menyusun arahan pemanfaatan ruang sebagain wilayah pesisir pantai selatan Pulau Bali. Metode yang dipergunakan adalah metode site selection, dengan memberikan skor pada masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan Citra Landsat ETM+ dapat digunakan untuk inventarisasi tipe ekosistem pesisir dengan tingkat ketelitian 64,3%. Kesesuaian lahan untuk pariwisata menunjukkan daerah yang sangat sesuai 5,23%, sesuai 46,81% dan  tidak sesuai sebanyak 47,96%. Arahan pemanfaatan lahan daerah darat yang paling dominan untuk pemanfaatan lahan sesuai untuk pemukiman dan tidak sesuai untuk pariwisata seluas 34,13%. Kata kunci : SIG, penginderaan jauh, pemilihan lokasi

    0

    full texts

    453

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇