Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Not a member yet
453 research outputs found
Sort by
ANALISIS KONSENTRASI MERKURI (Hg) DAN CADMIUM (Cd) DI MUARA SUNGAI PORONG SEBAGAI AREA BUANGAN LIMBAH LUMPUR LAPINDO
Tujuan riset ini adalah untuk meneliti konsentrasi Merkuri ( Hg) dan Cadmium ( Cd) di muara Sungai Porong serta menentukan tingkat pencemaran logam berat di area tersebut. Analisa statistic yang digunakan adalah ANOVA dan analisis regresi yang digunakan untuk menguji hubungan logam berat yang terdeteksi dengan parameter penunjang. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cd telah melewati batasan normal di area muara. Disamping itu, Merkuri (Hg) tidak terdeteksi. Rata-Rata konsentrasi Cd dari 9 stasiun adalah 0,025 - 0,075 mg/liter. Hasil ANOVA menunjukkan rata-rata konsentrasi Cadmium (Cd) dari seluruh stasiun pengamatan adalah berbeda nyata (p 0,05). Selanjutnya, analisis regresi menunjukkan bahwa model regresi dapat menjelaskan hubungan konsentrasi logam berat Cadmium (Cd) dengan beberapa parameter kualitas air ( R2 70%). Kata Kunci : Cadmium, Merkuri, muara Sungai Poron
LIMBAH IKAN SEBAGAI ALTERNATIF UMPAN BUATAN UNTUK ALAT TANGKAP PANCING TONDA
Masalah yang dihadapi alat tangkap pancing adalah ketersediaan umpan yang tidak kontinyu. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan limbah ikan agar mempunyai nilai tambah, mengetahui kemampuan dan kemanfaatan teknologi umpan buatan. Metode yang digunakan eksperimen, dengan uji anova dan analisa usaha. Daerah uji di perairan desa Pangeranan Kabupaten Bangkalan perairan Laut Jawa. dengan koordinat 060.59’.734” LS dan 1120.42’.827” BT. Hasil dari uji coba lapangan mendapatkan ikan Karapu Lumpur, Kerapu Toke, Pari, Keting. Rata-rata penangkapan 38 ekor dengan berat 11,4 kg tiap trip, dengan rata-rata hasil umpan alami sebanyak 51,5%, limbah rajungan 19,9%, limbah pemindangan 17,3% dan limbah udang 11,3%. Perlakuan terbaik menggunakan umpan alami (ikan belanak). Sedangkan perbandingan antara umpan buatan menunjukkan hasil yang sama (tidak berbeda nyata). Perhitungan analisis ekonomi mendapatkan hasil nilai NPV0 (Rp. 30.655.975), Gros B/C rasio1 (1,57), nilai Net B/C1 (5,2). Nilai pay back period 3,69 tahun, Sedangkan rentabilitas 27,07%. Kata Kunci : Pancing Tonda, Umpan Buatan, Bangkala
KEGIATAN SURVEY LAPANGAN UNTUK INVENTARISASI PERMASALAHAN KERUSAKAN PESISIR PANTAI DI KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
This paper addresses engineering coastal problems in estuarine and coastal environments based on the results of field measurements. The field survey was conducted on the beach of District of Tegal, Middle East of Java. The practical solutions for these problem are: (1) try to understand the physical system based on available field data; perform new field measurements if the existing field data set is not sufficient; and (2) try to estimate the morphological effects of engineering works based on simple methods (rules of thumb, simplified models, analogy models, i.e. comparison with similar cases elsewhere). The result indicated that engineering coastal works should be designed and constructed along the coastline of District of Tegal, especially at two fisheries ports located at Surodadi village and Kramat village to support and to maintenance economy activity at both areas. Key Words : Coastal problems, Tegal District
CONFLICT OF AQUATIC RESOURCES AND ITS UNDERLYING CAUSES: A CASE STUDY FROM DONAN RIVER AREA, SEGARA ANAKAN REGION, CILACAP, CENTRAL JAVA
This research aimed to know internally conflict on the use of aquatic resources at around Donan River, Segara Anakan region Cilacap. Using on fisheries resources was not free against potential conflict among the user or with its interest’s one related to that resources. The lack on capability of identified conflict would be a limiting factor for the implementation on the fisheries resources management program. The research was hold in the region of Segara Anakan, Donan River from August until October 2005. The data collection techniques applied in this survey included questionnaire; observation; in-depth interview with leaders of fisherman organizations; and focus group discussion. Quantitative data was analyzed by descriptive statistics. The research showed that fisherman’s community along Donan River line were not out of inside potentially conflict among inter micro-micro, intra micro-micro and intra micro-macro. This potential conflict were appeared because of presence on the different perception belong to its authority access against Donan River and their open system on the fisheries resources management.Keywords : Conflict, Donan River, Aquatic Resources, Fisherman Communit
EFEKTIVITAS ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE MENGGUNAKAN SUMBER CAHAYA BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAP IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.)
In fish catching activity, the fishermen in Banyuanyar district use mini tools for catching fish (purse seine) and use light assist tools for an operation in the night day. The light, that is used, is kerosene pressure lantern and mercury lights or lamp that is used on water surface (surface lamp). This kind of light is used to collect “pelagic” fish that has positive phototaxis characteristic. Puffer fish’s response towards different sourse of light, that’s kerosene pressure lantern and mercury light is needed to be known. Therefore, we can know the source of light that is more effective in order to collect the fish. It is hoped that the productivity of puffer fish will be developed for the fishermen. During the research with ten times repeating, the total account of puffer fish’s haul that is resulted with two different treatment by using kerosene pressure lantern and mercury light is that 810 kg and 1.460 kg. The data of puffer fish’s haul that is gotten after using Mann-Whitney test shows that the kerosene pressure lantern and mercury light not to really different, especially in the haul of puffer fish in significant standart (0,05) is 2,262, while in Mann-Whitney test account is 0,171. That means the fishermans in Banyuanyar can use kerosene pressure lantern and mercury light for catching fish as the light assist tools for an operation in the night day. Keywords : Purse Seine, Mercury Light and Kerosene Pressure Lantern, Puffer Fish (Rastrellinger sp.)
DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL RUMPUT LAUT (Euchema spinosum) TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila
Rumput laut secara tradisional telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan, kosmetik dan obat-obatan, karena kaya akan mineral, elemen makro dan elemen mikro lainnya, disamping itu rumput laut juga berfungsi sebagai bahan antimikroba seperti penyakit bakteri Aeromonas hydrophila yang sering menginfeksi ikan pada budidaya air tawar sehingga banyak merugikan petani. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan penelitian tentang konsentrasi ekstrak metanol rumput laut yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak metanol rumput laut Eucheuma spinosum yang tepat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophyla. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, Pertama menggunakan Uji MIC konsentrasi sebagai berikut : 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; 1,56%; 0,78%; 0,39%; 0,195%; 0,098%; 0,049%; 0,025%; dan 0,0125%. Kedua menggunakan Uji Cakram konsentrasi 3%, 6%, 9%, 12%, dan 0% sebagai kontrol. Hasil uji MIC setelah dibandingkan dengan kontrol positif sangat rendah yaitu sebesar 0,049%, hasil ini menunjukkan bahwa konsentrasi tersebut menghambat pertumbuhan bakteri Aeromnas hydrophila. Pada hasil uji cakram kemampuan ekstrak rumput laut pada konsentrasi 3%, 6% dan 9% dalam menghambat bakteri Aeromons hydrophila bersifat bakteriostatik, sedangkan pada konsentrasi 12% bersifat bakteriosidal. Kata Kunci : Eucheuma spinosum, Polifenol, Aeromonas hydrophil
PENGARUH PEMBERIAN FeCl3 TERHADAP PERTUMBUHAN Chaetoceros calcitrans
Besi termasuk unsur yang esensial bagi makhluk hidup. Pada tumbuhan termasuk algae, besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil. Selain itu, besi juga berperan dalam sistem enzim dan transfer elektron pada proses fotosintesis. Namun, belum diketahui konsentrasi yang tepat untuk pengunaannya oleh algae sehingga diperlukan penelitian yang dapat mengetahui konsentrasi pemakaian FeCl3 untuk perkembangan algae terutama untuk C. calcitrans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian FeCl3 terhadap kepadatan C. calcitran sehingga dapat mengetahui konsentrasi FeCl3 yang paling baik terhadap kepadatan C. calcitran. Serta untuk Mengetahui kepadatan C. calcitran berdasarkan hari. Penelitian ini diawali dengan menyetock C. calcitran hingga kepadatan 400 ribu sel/ml kemudian dilanjutkan dengan mengkultur C. calcitran pada toples yang telah dibuat sama parameternya kecuali pemberian FeCl3 sesuai dengan perlakuan. Untuk menganalisa pengaruh pemberian FeCl3 pada konsentrasi yang bebeda terhadap kepadatan C. calcitrans digunakan analisa sidik ragam (ANOVA) dua langkah dengan bantuan software SPSS 12 dan dilakukan uji lanjut Tukey (Multiple Comparisons) untuk melihat perlakuan yang berbeda dengan membandingkan berbagai hasil perlakuan. Pada konsentrasi FeCl3 0 mg/l berbeda nyata (P0,05) sedangkan konsentrai FeCl3 0,02 mg/l, 0,2 mg/l, 2 mg/l berbeda signifikan terhadap kepadatan C. calcitrans sehingga hanya konsentrasi FeCl3 0 mg/l yang mempengaruhi kepadatan C. calcitrans. Ini disebabkan karena pemberian konsentrasi terlalu sedikit dan selisih konsentrasi yang kecil sehingga tidak mempengaruhi kepadatan C. calcitrans. Sedangkan untuk hari diperoleh hari ke-1 dan ke-7 merupakan hari yang signifikan terhadap kepadatan C. calcitrans. Kata Kunci : Chaetoceros calcitrans, FeCl3 dan kepadata
PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA DAN PEMANFAATAN RUANG PESISIR DAN LAUTAN
Pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan secara terpadu mencakup banyak aspek didalamnya, bersifat kompleks dan dinamis sesuai dengan perubahan waktu. Untuk mengatasi masalah tersebut suatu pendekatan dan cara ilmu sistem dapat dipergunakan, sehingga keputusan yang diambil dalam pegelolaan sumberdaya pesisir dan lautan terpadu lebih baik, tepat waktu dan operasional.Dengan begitu akan dihasilkan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan secara terpadu yang kuat untuk pencapaian pembangunan sumberdaya dimaksud secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. Pendekatan sistem dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan secara terpadu adalah penerapan kaidah sistem dalam pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, pengaktualisasian dan pengontrolan) sumberdaya pesisir dan lautan yang dilakukan secara terpadu dan terintegrasi terhadap keseluruhan proses pengelolaannya dan keseluruhan sumberdaya pesisir dan lautan dimaksud. Pendekatan sistem ini dimaksudkan untuk mencari keterpaduan antar bagian melalui pemahaman yang utuh dengan memperhatikan berbagai kendala yang ada. Kata Kunci : Sumberdaya Pesisir, Pengelolaan, Sistem
STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN
Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan strategi nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan miskin berdasarkan dua basis nafkah, yaitu sektor perikanan dan sektor non perikanan. Strategi nafkah yang merupakan kombinasi antara modal dan sumberdaya manusia tersebut dipengaruhi oleh sistem sosial masyarakat yang berlaku. Penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis sistem sosial yang mempengaruhi rumah tangga nelayan miskin dalam mengkombinasikan modal dan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di wilayah Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di Kecamatan Kwanyar terdapat beberapa desa yang termasuk wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Persepsi dan kondisi kemiskinan di perdesaan (rural) ditunjukkan dengan ciri atau indikator yakni kepemilikan aset baik natura, rumah, ternak, emas maupun simpanan uang. Selain itu kemiskinan ditandai oleh ketiadaan akses terhadap pendidikan dan kesehatan yang layak. Strategi nafkah yang dilakukan selama ini dapat dibedakan menjadi strategi ekonomi dan strategi sosial. Strategi ekonomi meliputi sektor perikanan dan sektor non perikanan. Pada sektor perikanan, nelayan miskin berusaha meningkatkan jumlah tangkapan dengan cara memperpanjang waktu tangkap dan memperluas wilayah tangkapan. Sedangkan upayah penghematan biaya dilakukan dengan mengoplos bahan bakar mesin yang seharusnya solar menjadi solar dan minyak tanah. Pola perpindahan ke sektor non perikanan juga mulai menggejala terutama pada generasi muda. Sedangkan strategi sosial yang dilakukan adalah dengan berhutang, menabung dan menggadaikan perhiasan. Kata kunci : rumah tangga, kemiskinan,nelayan, pesisir, strategi nafkah.
KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN SOCAH DAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN
Logam berat sangat berbahaya bagi biota laut maupun trofik level diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat di perairan Socah dan Kwanyar kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan. Pengambilan sampel air menggunakan botol sampel, sedangkan pengambilan sampel sedimen menggunakan grab sampler. Sampel kemudian dianalisa dengan spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil menunjukkan bahwa kandungan logam berat Cd, Cu, Pb, dan Hg pada air di perairan Socah dan Kwanyar masih dibawah ambang batas baku mutu air laut, sedangkan kandungan logam berat di sedimen melebihi ambang batas baku mutu air laut untuk biota laut. Secara umum, kandungan logam berat di sedimen lebih tinggi dari pada kandungan logam berat di air. Kata Kunci : Logam berat, Pencemaran, Spektrophotometer HEAVY METALS CONTENTS IN WATER AND SEDIMENT IN KWANYAR AND SOCAH WATER, BANGKALANHeavy metals are very dangerous for marine life as well as the trophic level above. This study aims to determine the content of heavy metals in the waters Socah and Kwanyar Bangkalan. This study was conducted over 3 months. Water sampled using a sample bottle, while sediment samples was taken using a grab sampler. The sample was then analyzed by atomic absorption spectrophotometer (AAS). Results showed that the content of heavy metals Cd, Cu, Pb and Hg in the water in the Socah and Kwanyar waters still below the seawater quality standard limits, whereas the heavy metal content in sediments exceeded the water quality standard for marine sea. In general, the content of heavy metals in sediment is higher than on the water.Keywords: Heavy metals, Pollution, AA