Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Not a member yet
453 research outputs found
Sort by
PERMODELAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL SECARA TERPADU YANG BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS PULAU RAAS KABUPATEN SUMENEP MADURA)
Negara Indonesia adalah negara maritim yang memiliki banyak pulau baik yang bernama maupun yang belum bernama. Salah satunya adalah pulau Raas Madura, dimana pulau ini memiliki sumber daya alam yang melimpah di sepanjang garis pantainya. Dibalik melimpahnya sumber daya alam tersebut masih terdapat masyarakat yang sebagian besar prasejahtera. Pemanfaatan yang berlebih (over exploitation) dan krisis ekonomi yang menyebabkan terjadinya persaingan untuk memperoleh sumber daya alam yang tersisa sehingga mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Sistem pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang secara terpadu yang dapat mengatisipasi terjadinya degradasi sumber daya alam tersebut. Upaya ini harus didukung oleh pemerintah untuk memberikan kesejahteraan mayarakat di darah pesisir di pulau-pulau kecil. Kata kunci : sumber daya alam, Over exploitation, degradasi, pengelolaan terpadu MODELLING OF COMMUNITY BASED INTEGRATED COASTAL AND SMALL ISLAND MANAGEMENT (CASE STUDY OF RAAS ISLAND SUMENEP DISTRICT MADURA) Indonesia is a maritime nation consists of small islands. One of them is the Raas island of Madura. This island has abundant natural resources along its coastline however most of the population lives under the poverty line. Over exploitation of fisheries resources and economic crisis caused competition to obtain the remaining of natural resources resulting in the degradation of natural resources. Integrated coastal and small island management is expected to prevent the degradation. This effort should be supported by the government in order to provide prosperity for the coastal community.Key words : natural resources, over exploitation, degradation, integrated managemen
PENGARUH PERUBAHAN SALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch)
Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch) pada perubahan salinitas media hidup. Penelitian dilaksanakan bulan April- Mei 2012 di BBPPBL Gondol. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu 40 ppt (A); 34 ppt (kontrol) (B); 16 ppt (C); 0 ppt (D). Penurunan salinitas dilakukan 2 tahap, yaitu hari 1 penurunan menjadi salinitas 16 ppt dan hari ke 2 menjadi 0 ppt, tiap jam terjadi penurunan dan penaikkan salinitas sebasar 3 ppt. Analisis data menggunakan Anova (P0,05) dan diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D (0±0,5 ppt) menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, sintasan, konsumsi pakan, efisiensi pakan,dan rasio konversi pakan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan A (40±0,5 ppt), B (34±0,5 ppt (k) dan C (16±0,5 ppt). Kata kunci : salinitas, ikan kakap putih, pertumbuhan, sintasa
KAJIAN KECEPATAN KAPAL PURSE SEINER TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN PROBOLINGGO
Salah satu faktor penentu keberhasilan operasi purse seine adalah kecepatan kapal yang dapat mengimbangi kecepatan renang ikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan kapal purse seine terhadap hasil tangkapan yang maksimal. Penelitian menggunakan metode eksperimen, uji kecepatan kapal dilakukan diperairan Probolinggo. Data yang diperoleh analisis statistik selanjutnya ditampilkan dalam bentuk Tabel dan Gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan operasional kapal purse seine di Probolinggo (4 knot) yang memperoleh hasil maksimal hingga 180 kg/ setting, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil tangkapan ikan menggunakanpurse seine di perairan Probolinggo relatif rendah. Kata Kunci : kecepatan kapal, purse sein
POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA
Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat ekologi maupun sosial. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan. Kata Kunci : Mangrove, Pengelolaan Terpadu, Teluk Youtef
PENGGUNAAN ZAT ADITIF RAMSOL DALAM MENINGKATKAN MUTU GARAM RAKYAT
Garam merupakan benda yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembuatannya metode tradisional belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam nasional non industri. Oleh karena itu adanya pengembangan teknologi yang tepatguna, efektif, efisien, serta ramah lingkungan mutlak diperlukan dalam membantu proses pembuatan garam. Adapun tujuan penelitiannya yakni untuk mendapatkan teknik/metode yang tepat dalam mengaplikasikan zat aditif (ramsol) yang telah beredar di masyarakat. Penelitian ini menggunakan zat aditif (ramsol) produksi PT. Sumber Alam Niagamas Indramayu Jawa Barat dan air tua (20oBe) dengan perlakuan: tanpa zat aditif (kontrol) (R0); metode Indramayu (R1) dan metode Madura (R2) yang dilakukan pada rumah demplot beralas terpal plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat aditif garam (ramsol) memiliki pengaruh dalam proses pembentukan kristal garam. Kualitas (bau, rasa, warna) garam yang dihasilkan secara visual lebih bagus. Metode madura (colok) merupakan teknik terbaik dalam menghasilkan garam Kata kunci: zat aditif, ramsol, mutu, garam rakya
PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii YANG TERKONTAMINASI EPIFIT DI PERAIRAN SUMENEP
Peningkatan suhu musim kemarau yang relatif tinggi memicu peningkatan kontaminasi penyakit dan epifit di perairan Sumenep, sehingga mempengaruhi rata-rata pertumbuhan harian Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kontaminasi epifit, terhadap pertumbuhan K. alvarezii di perairan Sumenep. Penelitian dilakukan menggunakan metode budidaya dalam rakit apung, thallus K. alvarezii yang terkontaminasi epifit diamati serta dihitung rata-rata pertumbuhan hariannya. Hasil penelitian menunjukkan,kontaminasi epifitmenyebabkanrata-rata pertumbuhan harian K. alvareziimenurunhingga-0,07% sampai 0,92%, oleh karena itu K. alvareziiyang telah terkontaminasiharus segera dipanen.Kata Kunci: epifit, pertumbuhan, K. alvarezi
PENGARUH PENCUCIAN DAN PENAMBAHAN CRYOPROTECTAN PADA KARAKTERISTIK SURIMI IKAN PATIN (Pangasius sp.)
Catfish are traded in the form of whole fish and fillet products. Catfish are still notwidely used or processed into value added products. The purposeof this study was to determine the effect off requency of washing and frozen storage of catfish surimi characteristics. The research was conducted with several stages, they were to determined the characteristics of raw materials and to made with indWerence of washing frequencies to determined the best surimi; second, this study also to determined the effect of storage duration on physical and chemical characteristics of catfish surimi. The best of catfish surimi production due with once washing. It was based on test of fold, teeth cutting and water content. Storage treatments and cryoprotectan additional give different results on the value of TVB, pH and water content catfish surimi. The value of TV13, pH dan water content also increased. Hidoniktest (folding and teeth cutting test) also shows the different results between different treatment of both storage and cryoprotect an addition. During storage, the folding and teeth cutting test remains in good value which indicates deterioration in the quality of catfish surimi occurred slowly.Keywords: catfish, surimi, TVB, fillet product
HUBUNGAN ANTARA KELIMPAHAN FITOPLANKTON DENGAN ZOOPLANKTON DI PERAIRAN SEKITAR JEMBATAN SURAMADU KECAMATAN LABANG KABUPATEN BANGKALAN
Fitoplankton (plankton tumbuhan) merupakan produsen dalam rantai makanan sehingga sangat penting untuk mendukung kehidupan biota laut, sedangkan zooplankton (plankton hewan) merupakan konsumen pertama sehingga sangat penting sebagai penghubung antara produsen dengan hewan – hewan pada tingkat tropik yang lebih tinggi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan zooplankton di perairan sekitar Jembatan Suramadu. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan zooplankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kelimpahan fitoplankton tinggi pada saat nilai kelimpahan zooplankton rendah dan nilai kelimpahan zooplankton tinggi pada saat nilai kelimpahan fitoplankton rendah. Hasil analisis regresi linear sederhana bahwa diketahui nilai R2 = 0.307 yang artinya bahwa kelimpahan zooplankton dipengaruhi 30.7 % oleh kelimpahan makanan yang dalam hal ini adalah fitoplankton, sedangkan 69.3 % dipengaruhi oleh faktor lain yaitu dapat berupa parameter perairan dan faktor ekologis seperti terjadi pemangsaan oleh predator. Kata kunci : Fitoplankton, zooplankton, Jembatan Suramad
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR BANGKALAN TERHADAP DAMPAK BANJIR ROB AKIBAT PERUBAHAN IKLIM
Perubahan iklim berpotensi memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan. Fenomena ini ditunjukkan dengan adanya pencairan es di kutub dan kenaikan permukaan air laut. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan air laut adalah banjir di wilayah pesisir atau yang dikenal dalam istilah Indonesia sebagai rob. Dibutuhkan suatu upaya adaptasi sebagai bentuk tindakan responsif yang dilakukan untuk meminimalisir dan mengantisipasi dampak yang diterima. Tulisan ini mengkaji tentang banjir rob akibat perubahan iklim dan upaya adaptasi fisik masyarakat Bangkalan melalui pendekatan lingkungan. Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten yang sebagian besar wilayahnya terletak di wilayah pesisir dan juga mengalami rob. Oleh karena itu masyarakat pesisir Bangkalan melakukan berbagai macam upaya adaptasi misalnya dengan dibangunnya revetment berupa tembok dan ada pula dari konstruksi batu bertumpuk, pembuatan tanggul, pembangunan jembatan yang melengkung dan ada juga dengan meninggikan lantai rumah guna menghindari masuknya air laut ke dalam rumah. Kata kunci: adaptasi, banjir rob, masyarakat pesisi