696 research outputs found

    Redesain Interior Pyramid Restoran Dan Karaoke Di Yogyakarta

    No full text
    Pada umumnya interior sebuah restoran memiliki tema tertentu.Tema-tema dalam interior didukung oleh berbagai faktor. Selain penataan interior yang sesuai dengan tuntutan fungsi serta aktifitas, penggunaan material dan elemen-elemen interior yang tepat akan membentuk dan memperkuat tema tersebut. Pyramid Restoran dan Karaoke merupakan industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang berkonsep informal dilengkapi dengan stage live music dan bar untuk area berkumpul yang tidak terbatas untuk semua kalangan. Dikelola secara komersial dan profesional dengan menyediakan makanan dan system penyajian khas Timur Tengah khususnya Mesir disesuaikan dengan budaya asal dan dimodifikasi dengan budaya international, Pyramid Restoran dan Karaoke ini termasuk dalam kategori specialities restaurant dikarenakan mulai dari arsitektur, elemen interior, menu makanan sarat dengan nuansa Timur Tengah. Penulis selaku desainer akan mere-desain Pyramid Restoran dan Karaoke tetap bernuansa Timur Tengah namun dengan gaya dan tema yang berbeda dari desain sebelumnya dengan mendekonstruksikan karakter dan identitas budaya Mesir menjadi image baru dengan harapan mampu menarik minat pengunjung melalui perancangan interiornya. Kata kunci : Abstract, restaurant, interior desig

    Analisis Bentuk Concerto Piano In A Minor Op. 16 Karya Edvard Grieg

    No full text
    Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah yang sangat kental dengan budaya salah satunya musik. Berbagai genre musik sudah pernah dipertunjukan di provinsi ini termasuk musik klasik. Pertunjukan musik klasik sudah banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pertunjukan resital solo, musik kamar, hingga orkestra. Para aktivis musik di Yogyakarta mulai bersaing menyuguhkan sebuah pertunjukan musik yang sebagian besar adalah pertunjukan resital solo atau musik kamar, hal ini dikarenakan gedung konser untuk pertunjukan orkestra di Yogyakarta sangat minim, oleh karena itu penulis ingin memperkenalkan pertunjukan orkestra dengan format yang sedikit berbeda yaitu piano sebagai solis dan orkestra sebagai pengiring. Repertoar yang dimainkan berjudul Concerto Piano in A minor Op. 16 karya Edvard Grieg bagian pertama. Sebelum memperkenalkan bentuk musik tersebut, seorang pemain harus mengetahui sejarah dan perkembangan concerto serta bentuk analisis dari sebuah repertoar, dengan tujuan untuk mengetahui sejarah dan perkembangan concerto piano, serta untuk mengetahui bentuk dan struktur dari concerto piano tersebut. Hal ini dilakukan agar karya ini dapat dimainkan dengan lebih baik. Selain memainkan Concerto Piano in A minor, penulis juga akan mengupas sejarah dan perkembangan concerto serta menganalisis bentuk Concerto Piano in A minor Op. 16 karya Edvard Grieg bagian pertama. Kata kunci : analisis bentuk, concerto pian

    Proses Pembelajaran Kelas Musik Biola Tingkat Satu Secondary School Di Bina Bangsa School Malang Jawa Timur

    No full text
    Bina Bangsa School adalah salah satu sekolah internasional yang ada di Indonesia dan telah membuka beberapa cabang salah satunya di Malang Jawa Timur. Bahasa pengantar utama di sekolah ini adalah bahasa Inggris. Musik pada umumnya menjadi pelajaran ekstrakurikuler di sekolah umum, namun Bina Bangsa School telah menjadikan musik sebagai pelajaran intrakurikuler. Hal ini dimungkinkan karena setiap siswa wajib mengikuti kelas musik dan dalam kelas musik terdiri dari 8 – 10 murid. Salah satu instrumen musik yang diajarkan adalah biola yaitu alat musik chordophone yang sumber bunyinya adalah dawai atau senar yang ditegangkan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini akan mengupas pendekatan konsep pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran kelas musik di Bina Bangsa School Malang Jawa Timur dan proses pembelajaran kelas musik biola di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kelas musik di Bina Bangsa School Malang mengkombinasikan beberapa unsur dari pendekatan konsep pembelajaran musik dari Dalcroze, Kodály, Orff dan Suzuki. Sementara itu aktifitas belajar dalam satu jam pelajaran pada kelas biola menggunakan beberapa metode untuk penyampaiannya, yaitu metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, drilling (pengulangan secara intensif), mencatat dan menggunakan iringan. Langkah – langkah proses pembelajaran biolanya dimulai dari penyeteman (tuning), latihan memegang biola dan Bow (hanya diawal pertemuan), pemanasan, dan membaca materi lagu dari buku Essential Elements For String karya John Higgins. Hasil akhir dari pembelajaran musik ini adalah berupa pementasan dalam bentuk orkestra yang diadakan 2 sampai 3 kali dalam satu tahun dan setiap tahun diadakan konser gabungan antar cabang Bina Bangsa School seluruh Indonesia. Kata kunci : Bina Bangsa School, Proses Pembelajara

    Prestasi Karawitan Lansia Ngudi Laras Di Gantiwarno Klaten

    No full text
    Karawitan lansia adalah karawitan yang anggotanya berstatus lansia. Ada banyak klasifikasi lansia, di antaranya berdasarkan usia, kemampuan beraktivitas, dan psikologi perkembangan. Terdapat dua golongan lansia yaitu lansia potensial dan lansia tidak potensial. Karawitan Lansia Ngudi Laras tergolong lansia potensial. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Pembahasan mengenai permasalahan nyata melalui pendekatan tekstual dengan fokus terhadap proses pembelajaran dan prestasi Karawitan Lansia Ngudi Laras di Gantiwarno Klaten. Keberhasilan Karawitan Lansia Ngudi Laras sangat membanggakan dengan berbagai prestasi maupun penghargaan yang telah diraih. Prestasi tersebut didukung berbagai faktor yaitu organisasi yang baik meliputi kepengurusan yang solid, manajemen yang baik, anggota yang aktif dan berbakat; Pelatih yang handal dan banyak pengalaman; Proses pembelajaran yang baik dengan metode akademik; Perhatian Pemerintah dan tokoh masyarakat sebagai penyandang dana serta fasilitator. Kata kunci : Lansia, Karawitan, Ngudi Lara

    Proses Kreatif Tari Luyung Karya Tejo Sulistyo

    No full text
    Karya Tari Luyung merupakan sebuah karya tari yang diciptakan oleh Tejo Sulistyo pada tahun 2010. Karya tari ini mencoba untuk mempromosikan potensi daerah Pedan sebagai pusat daerah produsen kain lurik dan Juwiring sebagai pusat daerah produsen payung di Kabupaten Klaten. Penelitian ini menganalisis tentang proses kreatif Tari Luyung dengan menggunakan metode deskriptif analisis melalui pendekatan koreografi.Karya tari ini lahir dari keinginan penata tari untuk turut mempromosikan potensi daerah Klaten yakni lurik dan payung, seiring dengan menggeliatnya industri-industri tersebut di Kabupaten Klaten setelah beberapa masa terpuruk. Keinginan tersebut ia kembangkan menjadi sebuah karya tari. Kegigihan para penenun dalam mempertahankan hidup dalam situasi-situasi sulit, dalam karya tari ini ia munculkan dengan semangat riang gembira para penenun yang sedang menenun. Dalam menciptakan suatu karya, seorang penata tari pastilah melewati fase-fase yang secara sadar maupun tidak sadar dilewatinya. Fase-fase tersebut yakni merasakan, menghayati, mengkhayalkan, mengejawantahkan, dan memberi bentuk. Demikian juga dengan Tejo Sulistyo juga melewati fase-fase tersebut dalam menciptakan karya Tari Luyung. Setiap fase merupakan proses kreatif penata tari yang bermakna dan menghasilkan suatu ide yang nantinya akan diwujudkan dalam suatu karya tari. Dari fase merasakan, diperoleh ide yakni penata tari ingin menampilkan sisi semangat riang gembira para penenun ketika menenun. Fase menghayati menghasilkan ketertarikan penata tari untuk menampilkan proses dari kegiatan menenun. Dari fase mengkhayalkan, penata tari memantapkan untuk menampilkan proses menenun, dari proses memintal dan menarik benang. Sedangkan hasil dari fase mengejawantahkan, penata tari menuangkan ide-ide yang telah terwujud dalam gerak kepada modelnya, geraknya terdiri atas gerak di tempat, dan gerak berpindah tempat. Hasil dari fase memberi bentuk ialah penata tari mencoba untuk memilah dan menyusun gerak sesuai dengan keinginannya. Gerak-gerak tersebut dipilih, disusun dan dikelompokkan menurut temanya dan disesuaikan dengan alur yang telah dibuat. Kemudian penata tari memilah-milah gerak tersebut menurut alur ceritanya yakni bagian eksplorasi payung, distorsi dari menenun dan merawat lurik, kemudian pada bagian eksplorasi kain lurik dan payung. Kata kunci : proses, kreativitas, Luyun

    Imajinasi Alat Televisi Dan Radio Kuno Dalam Lukisan

    No full text
    Penciptaan karya seni lukis adalah salah satu cara untuk mengungkapkan dan mengekspresikan pengalaman batin manusia sekaligus untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Dalam mewujudkannya perlu adanya pemikiran, ketajaman perasaan, dan bakat yang dimiliki oleh seniman. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi perwujudan lukisan yaitu faktor latar belakang lingkungan dan pendidikan, yang juga tidak bisa terpisahkan adalah pengaruh perkembangan teknologi seperti televisi dan radio, yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan. Kata kunci : imajinasi, televisi, radio kun

    Lara Jiwa

    No full text
    Lara Jiwa merupakan karya tari yang diawali dengan mendengarkan cerita tentang Suminten edan dari cerita itu muncullah ide untuk mengangkat kedalam karya tari dengan mengambil tema tentang sebuah konflik kisah percintaan yang tak terbalaskan dan akhirnya menyebabkan depresi atau gangguan jiwa.Dalam karya ini kegilaan tersebut di kemas dengan lebih modern, Dimana kegilaan tersebut bisa terjadi karena peristiwa kehilangan atau punputus cinta dengan sesama gender yang membuat rasa trauma yang akhirnya pada sebagian orang memutuskan untuk menyukai sesama jenis. Karya tari lara jiwa merupakan jenis koreografi kelompok yang ditarikan oleh empat penari laki – laki dan tiga penari perempuan. Properti yang digunakan yaitu enam rantai yang dililitkan pada dua penari putri dan tiga penari laki–laki rantai tersebut digunakan untuk membuat desain dalam penciptaan suasana yang mengandung arti yaitu rantai adalah sebuah masalah, rantai adalah alat pelampiasan rasa kesedihan. Lara Jiwa menggunakan musik iringan secara langsung dengan suasana musik gamelan Jawa berlaraskanslendro dengan tambahan beberapa alat musik seperti kendang reog, slompret, dan maracas. Gending yang digunakan adalah gending yang sudah mengalami pengembangan sesuai dengan kreativitas pemusik. Lara Jiwa diharapkan dapat memberikan gambaran atau pembelajaran untuk kita bahwacinta tidak selalu berakhir bahagia tetapi melalui karya ini dapat dilihat bahwa cinta juga bisa memberi dampak buruk sehingga menyebabkan kegilaan pada orang yang merasa sakit karena perjalanan cintanya yang tidak berakhir bahagia. Kata kunci : Lara Jiwa, cinta segi tiga, ranta

    Perancangan Promosi Pembiakan Anjing “Jogja Town Kennel” Melalui Media Online

    No full text
    Saat ini banyak orang yang memilih anjing sebagai hewan peliharaan, mereka tertarik memelihara anjing karena dianggap hewan yang paling setia. Salah satu jenis anjing yang popular dan banyak dipelihara baik di dunia maupun Indonesia saat ini adalah jenis Golden Retriever. Kepopuleran Golden Retriever ini disebabkan karena sifatnya yang bersahabat dan penampilannya yang menarik serta Golden Retriever memiliki kecerdasan yang cukup tinggi. Kepopuleran anjing ini juga nampak jelas dengan semakin banyaknya kontes untuk anjing jenis Golden Retriever. Semakin populernya anjing Golden Retriever menyebaban peminatnya pun bertambah banyak dan memunculkan kennel atau peternakan anjing yang membiakkan anjing jenis ini. Salah satu peternakan anjing Golden Retriever yang ada di Yogyakarta saat ini adalah Jogja Town Kennel. Jogja Town Kennel didirikan atas kecintaan pemiliknya yakni Liza Virgi dan Rizky Adhi terhadap anjing ras Golden Retriever. Untuk mengenalkan/ mempromosikan Jogja Town Kennel perlu adanya sebuah perancangan media promosi yang efektif dan efisien. Media yang digunakan dalam hal ini adalah media online. Perancangan media promosi ini akan dirancang dengan berbagai konsep yang kreatif dan menarik sehingga pesan dan informasi yang ingin disampaikan dapat berjalan dengan sukses. Kata kunci : Perancangan Promosi, Perancangan, Promos

    Cipratan Air Pada Model Perempuan Dalam Karya Fotografi Ekspresi

    No full text
    Penciptaan karya fotografi yang dibuat ialah “Cipratan Air Pada Model Perempuan Dalam Fotografi Ekspresi”. Pencipataan ini mempunyai tujuan yaitu :Pertama, untuk mendeskripsikan visualisasi respon cipratan air dengan foto model perempuan dalam karya fotografi ekspresi. Kedua, untuk mengetahui faktor yang mendukung sehingga karya cipratan air dan foto model perempuan menarik jika divisualisasikan menjadi karya fotografi ekspresi. Ketiga, untuk mengetahui alasan cipratan air dan foto model perempuan menjadi daya tarik bila dijadikan karya fotografi ekspresi. Maka untuk karya fotografi tersebut harus benar-benar memiliki konsep yang matang. Mulai dari persiapan sampai dengan perwujudannya diperlukan proses kreatif yang membutuhkan tantangan dan mempertimbang segi artistik. Dimulai dari persiapan memilih model perempuan, eksperimen air dengan pewarna, sampai dengan teknis cipratan air, maupun teknis kamera didalam studio maupun luar studio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis ini dilakukan dengan menyusun data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis. Metode ini dilakukan dengan menjabarkan apa yang ingin disampaikan disertai dengan analisis dari berbagai sumber antara lain buku dan artikel yang berhubungan dengan fotografi tentang water splash. Hasil dari peciptaan karya fotografi ini adalah penulis secara detail menjadi tau tentang proses kreatif membuat sebuah karya fotografi seni. Selain matang secara konsep, penulis dapat memiliki pengalaman seni tentang air, ketertarikannya dengan pilihan model perempuan yang akhirnya menghasilkan gambar sesuai yang diinginkan. Bahwa cipratan air yang berwarna dan didukung oleh model perempuan mampu menghasilkan foto yang bernilai artistik sekaligus menjadi pengalaman seni yang baru.Kata kunci : cipratan air, model perempuan, fotografi ekspres

    Peran Musik Dalam Game Run Princess Run

    No full text
    Run Princess Run merupakan salah satu game buatan developer Indonesia bernama “Qajoo”. Game Run Princess Run merupakan game berjenis endless run. Penggunaan musik dalam game Run Princess Run memiliki daya tarik tersendiri. Terdapat empat buah musik dalam keseluruhan game Run Princess Run yang berada pada bagian opening, bagian splash screen dan main menu, bagian info dan bagian gameplay. Penulis akan meneliti peran dan proses pembuatan musik dalan game Run Princess Run. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, analisis data dan pembuatan laporan. Tahapan pengumpulan data akan dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dalam game Run Princess Run memiliki peran dalam merepresentasikan konsep dasar game. Pembuatan musik dalam game Run Princess Run melalui proses deskripsi yang disampaikan oleh pihak developer kepada para arranger. Proses deskriptif ini menjadi penentu peran musik dalam game Run Princess Run. Kata kunci : musik game, peran, Run Princess Ru

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇