696 research outputs found

    Penyutradaraan Film Dokumenter Berjudul ”Catatan Kaki” dengan Pendekatan Gaya Ekspositori

    No full text
    Film Dokumenter “Catatan Kaki”merupakan hasil karya seni tugas akhir yang menerapkan pendekatan gaya ekspositori. Karya ini menceritakan tentang perjalanan perjuangan timnas junior Garuda Jaya yang dilatih oleh Indra Sjafri. Dalam perjalanan perjuangan mereka banyak hal-hal yang di luar perkiraan dalam wajah timnas sepakbola junior Indonesia. Dalam cerita meraka banyak hal-hal yang menarik dan menginspirasi. Sisi fakta yang kuat mendukung film dokumenter “Catatan Kaki”mengenai perjalanan perjuangan para pemain, pelatih dan para official dari tahun 2011 sampai tahun 2014. Dedikasi, komitmen, Semangat, Mimpi adalah hal yang selalu para objek ini pegang untuk perjuangan mereka. Demi membawa nama bangsa dan membanggakan nama negara di bidang sepakbola. Walaupun masih muda tetapi semangat mereka sangat luar biasa. Walaupun sempat dianggap remeh mereka berhasil membuktikan diri bahwa mereka dapat berbuat lebih banyak. Penerapan pendekatan gaya ekspositori bertujuan untuk memaparkan realitas yang ada dari objek secara langsung sehingga film mudah dimengerti oleh masyarakat secara umum. Menggunakan dengan menggunakan narasi secara langsung dari narasumber dapat memperjelas peristiwa yang terekam dalam video. Kata kunci : Penyutradaraan, Dokumenter Ekpositori, Catatan Kak

    Jampi

    No full text
    Jampi merupakan judul karya komposisi musik etnis dengan mantra Melayu Kalimantan Barat sebagai bahan utama dalam penggarapanya. Tujuan penggarapan komposisi ini adalah untuk mengekspresikan dualisme dari mantra tersebut. Konsep dualisme tersebut disini adalah mantra yang berguna sebagai media untuk kebaikan dan yang kedua mantra sebagai media untuk menyakiti. Kata Jampi sendiri dapat diartikan sebagai kata-kata yang bilamana diucapkan mengandung mistis/bersifat sakral. Melalui tahapan eksplorasi, improvisasi hingga proses pembentukan pada akhirnya secara ekplisit komposisi musik Jampi dapat dilihat menjadi musik yang memiliki tiga bentuk bagian. Meliputi bagian awal, bagian tengah dan bagian akhir. Komposisi ini dimainkan oleh dua idiom yang berbeda meliputi instrument etnis jawa dan instrument barat. Kata kunci : Dualisme, Jampi, Mantr

    Wajah Wanita Sebagai Tema Dalam Penciptaan Seni Lukis

    No full text
    Ketertarikan terhadap wanita merupakan wujud rasa kagum atas segala keindahan yang dimilikinya. Dari sini penulis tergugah untuk menjadikan obyek wajah wanita sebagai tema dalam penciptaan karya seni lukis untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Tema wajah wanita didapat berdasar pengalaman yang dialami dalam kehidupan bermasyarakat, peran penulis sebagai makhluk individu dan sosial. Setelah tergugah dan dilanjutkan dengan mengamati secara langsung terhadap beberapa wanita yang sedang melakukan aktivitas, didapati betapa kerasnya kehidupan dan kelembutan hati seorang wanita tergambarkan dalam setiap wajahnya, maka penulis tertarik untuk mengangkatnya kedalam karya lukisan, menghadirkan kembali sosok wanita terutama wajahnya yang tidak sekedar kecantikan, namun juga keunikan seperti wajah wanita, yang didalamnya tergurat kisah sejarah hidupnya. Kata kunci : wajah, wanita,keindahan, luki

    Persepsi Visual Pengunjung Terhadap Interior Kopi Oey Sabang, Melawai, Dan Fatmawati Jakarta

    No full text
    Gaya hidup masyarakat urban berkembang dan meningkat setiap tahunnya. Jakarta, kota metropolis memiliki populasi dengan tingkat konsumtif yang tinggi menyebabkan pertumbuhan ruang publik seperti kafe dan restoran. Kopitiam adalah tradisional kedai kopi yang muncul di Asia Tenggara, menyediakan makanan dan minuman menu sarapan. Salah satu kopitiam yang terkenal di Indonesia adalah Kopi Oey, milik ahli kuliner Indonesia, Bondan Winarno. Kopi Oey memiliki konsep djadoel yang unik dengan sentuhan Cina Peranakan. Kekuatan konsep djadoel yang namun keseluruhan total hingga ejaan pada daftar menu dibuat dengan tulisan djadoel. Kopi Oey saat ini memiliki 29 cabang, dengan cabang terbanyak di Jakarta. Kopi Oey Sabang, Melawai, dan Fatmawati Jakarta adalah Kopi Oey yang memiliki pasar dan desain ruang yang berbeda. Penelitian ini untuk mengetahui persepsi visual pengunjung terhadap variabel ruang (warna, pencahayaan, bentuk, dan lain-lain). Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif yang mengkorelasikan data wawancara dengan data fisik ruang. Tinjauan pustaka berasal dari beberapa literature buku, baik elektronik maupun non elektronik, data internet dll. Persepsi visual pengunjung pada interior Kopi Oey Sabang, Melawai, dan Fatmawati adalah menarik, santai, hangat, dan unik. Kata kunci : Persepsi visual, interior, kaf

    Unsur Sensualitas Dalam Seni Pertunjukan Angguk Sripanglaras Pripih, Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo

    No full text
    Tulisan ini mengupas Tari Angguk Sripanglaras dari Kabupaten Kulonprogo. Kesenian ini merupakan transformasi Angguk putra yang awalnya berfungsi sebagai bagian dari ritual agama, kini berfungsi menjadi hiburan. Perubahan fungsi Angguk sebagai hiburan ditandai dengan perubahan pada pelaku pertunjukan dan bentuk pertunjukan. Dengan ditarikan oleh penari perempuan, Angguk Putri Sripanglaras menjadi sebuah pertunjukan yang populer dan diminati oleh penonton yang didominasi oleh kaum laki-laki. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah pendekatan gender. Dari perubahan bentuk pertunjukan, daya tarik Angguk Sripanglaras sangat kuat pada unsur sensualitas penari. Unsur sensualitas berkaitan dengan perempuan, pencitraan secara kultural ditunjukkan melalui tubuh perempuan. Angguk Sripanglaras sebagai sebuah pertunjukan mampu menyajikan tontonan yang “memanjakan” mata penonton terutama laki-laki namun juga sekaligus dipercaya oleh sebagian masyarakat berperan sebagai sarana ritual. Pencitraan perempuan di panggung pertunjukan mampu menyajikan pertunjukan yang mampu memikat penonton melalui unsur-unsur tari baik itu gerak, ekspresi, musik, dan kostum. Dari pendekatan di atas diperoleh kesimpulan bahwa Angguk berfokus pada sensualitas yang berkaitan langsung dengan inderawi, wanita erat kaitannya dengan sensualitas, entah melalui lekuk tubuh, ekspresi, gaya busana, aksesori, maupun wewangian yang digunakan. Ketika pertunjukan Angguk berlangsung, penari Angguk menjadi pusat perhatian dalam pertunjukan. Penampilan utuh hasil paduan wajah cantik dengan ekspresi penuh senyum, lirikan mata, dengan balutan busana celana pendek ketat (hot-pants) ditambah gerak-gerak kekirig, goyang ngebor, megol, maka lengkaplah sudah sensualitas dalam sajian Angguk putri Sripanglaras. Melalui penelitian ini diperoleh pula tentang nilai-nilai estetis Angguk yang nantinya bisa dikembangkan baik oleh grup Sripanglaras maupun masyarakat Kulonprogo pada umumnya. Kata kunci : Gender, Sensualitas, Tar

    Komposisi Musik “Romantika Kehidupan” Untuk Ansambel Campuran

    No full text
    Karya musik Romantika Kehidupan ini adalah musik program. Musik Program adalah karya musik yang dibuat dengan menggunakan unsur-unsur ide ekstra musikal. Ide ekstra musikal penulis adalah ketika manusia menghadapi masalah. Masalah yang dihadapi oleh manusia adalah sebuah proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika manusia menghadapi masalah tersebut ada yang berhasil dan tidak. Manusia yang tidak berhasil menghadapi masalah tesebut karena kehilangan hubungan karib, sedangkan yang behasil meghadapi masalah terebut memilIki hubungan karib, dan ikhlas menghadapi masalah tesebut. Dengan ide musikal ini penulis membagi kejadian tersebut menjadi empat bagian yang berjudul Bahagia, Berjuang, Bebas, dan Semangat. Karya musik ini dimainkan dengan ansambel campuran, yaitu flute, oboe, horn, biola, biola alto, cello, kontra bas, snare drum, vibrapone, dan timpani. Dengan menggunakan ansambel campuran penulis dapat merealisaikan idenya dengan efektif. Kata kunci : Musik Program, Romantika Kehidupan, Ansambel Campura

    Analisis Konsep Tata Artistik Program “Pangkur Jenggleng” TVRI Stasiun Yogyakarta

    No full text
    Keberhasilan program di sebuah stasiun televisi publik lokal tentunya didukung oleh berbagai aspek. Salah satu diantaranya adalah aspek mise-en-scene. Dalam mise-en-scene terdapat elemen tata artistik yang dapat menggiring persepsi penonton memasuki gambaran kenyataan sesuai dengan tuntutan naskahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep tata artistik, perubahan dan unsur lokal yang terdapat dalam konsep tata artistik program Pangkur Jenggleng TVRI Stasiun Yogyakarta tahun 2003 hingga tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan narasumber yang berkompeten, observasi dan dokumentasi. Sampel dipilih dengan metode purposive sampel. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa Pangkur Jenggleng yang tayang pada tahun 2003 hingga tahun 2013 telah mengalami tiga kali perubahan setting. Perubahan tersebut disebabkan putusnya sponsor setting periode pertama sehingga mengharuskan TVRI membuat konsep desain baru. Tidak terjadi perubahan konsep tata busana dan tata rias dalam program Pangkur Jenggleng, pada semua episode busana yang digunakan mengacu pada busana Jawa dan menggunakan jenis tata rias cantik dan korektif. Unsur lokal yang terdapat dalam setting dapat dilihat dari bentuk bangunan, bentuk ornamen, cara penataan panggung dan jenis properti yang digunakan. Unsur lokal yang terdapat dalam tata busana dapat dilihat dari pakaian yang digunakan pengisi acara diantaranya kebaya, surjan, jarit, penutup kepala, dan penggunaan keris. Unsur lokal yang terdapat dalam tata rias dapat dilihat dari jenis sanggul yang digunakan pengisi acara wanita. Konsep tata artistik Pangkur Jenggleng sesuai dengan visi TVRI yaitu “melestarikan nilai budaya yang berkembang di DIY” serta misi TVRI yang berbunyi “TVRI Stasiun D.I.Yogyakarta menjadi pusat layanan informasi yang utama serta menyajikan hiburan yang sehat dengan mengoptimalkan potensi daerah dan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di DIY”. Kata kunci : tata artistik, unsur lokal, settin

    Penyutradaraan Program Magazine “Musicology” Episode Musik Jazz Dengan Gaya Visual Pop

    No full text
    Televisi merupakan media komunikasi satu arah yang paling efektif untuk menyalurkan sebuah pesan. Kehadiran televisi tidak hanya sebatas sebagai alat komunikasi semata, namun juga sebagai media hiburan, pendidikan, dan informasi. Sehingga banyak stasiun televisi yang menawarkan program-program yang menarik bagi penontonnya, namun tidak semua program-program tersebut memiliki nilai edukasi. Penciptaan program magazine “Musicology” episode musik jazz ini bertujuan untuk memberikan alternatif pilihan program bagi pemirsa yang memiliki nilai edukasi, informasi dan hiburan. Program ini tidak hanya menawarkan konsep naratif akan tetapi juga konsep visual yang menarik. Penyajian program ini menggunakan gaya visual pop sesuai dengan target audiens para remaja dan generasi muda, antara lain pola grafis yang menggunakan warna-warna cerah, tipografi yang menonjol, musik yang memiliki tempo yang cepat untuk mendapatkan kesan enerjik dan ceria, dinamis, namun tanpa mengabaikan pesan dan informasinya. Kata kunci : Magazine, Musik, Jaz

    Perancangan Branding Lokananta Sebagai Digital Library Pertama Museum Di Indonesia

    No full text
    Lokananta adalah sebuah pabrik piringan hitam pertama milik negara yang berdiri tahun 1956 di kota Solo, yang dibangun dengan mengemban tugas membantu Radio Republik Indonesia untuk menyebar luaskan karya musik budaya bangsa Indonesia ke seluruh penjuru tanah air. Lokananta yang duhulu tidak seperti Lokananta yang sekarang; hanya dikenal sebagai bangunan tua yang renta dan tidak produktif. Padahal di dalam bangunan bergaya Art Deco tersebut masih banyak bukti peninggalan karya-karya anak bangsa yang mempunyai pengaruh terhadap perjalanan sejarah industri musik Indonesia. Menghadirkan perpustakaan digital atau digital library untuk mendokumentasikan seluruh data Lokananta ke dalam bentuk digital dan menyebarluaskannya ke pada masyarakat adalah salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membangun citra Lokananta baru, yakni sebuah museum Indonesia yang peduli akan pengembangan budaya bangsa dan peka akan pemanfaatan teknologi. Kata kunci : Digilib, Digital Library, Musi

    Analisis Teknik Vokal Scream Melissa Cross

    No full text
    Perkembangan musik sangatlah pesat begitu juga dengan perkembangan vokal. Teknik vokal scream pada dasarnya sama seperti bernyanyi. Hanya saja warna suara yang di hasilkan berbeda dengan teknik vokal yang banyak dikenal di masyarakat. Saat ini banyak kesalah pahaman terhadap teknik vokal scream, bahkan jenis vokal ini sering dianggap tidak berteknik atau bukan bernyanyi. Kurangnya referensi dan informasi yang memadai tentang teknik vokal scream juga menjadi penyebab utama dalam memicu kesalah pahaman tersebut. Seorang guru vokal asal New York, Melissa Cross mulai mengajarkan secara sistematis dan serius mengenai teknik vokal scream. Dengan meninjau latar belakang kurangnya reverensi teknik vokal scream ini, maka diperlukan adanya analisis terhadap teknik vokal scream untuk menjadi acuan tentang bagaimana melakukan teknik vokal scream Setelah melalui penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analisis, teknik vokal scream merupakan keterampilan yang membutuhkan totalitas berlatih seperti olah vokal klasik. Teknik vokal scream memiliki perbedaan dalam proses memproduksinya. Perbedaannya terdapat pada suara yang dihasilkan oleh pita suara. Pada saat berbicara, bernyanyi dan scream mekanisme pita suara bekerja sesuai kebutuhan. Melissa Cross mengelompokkan teknik vokal scream menjadi 3 macam yaitu false cord, fry dan death. Teknik vokal tersebut dibuat berdasarkan pengamatan terhadap cara kerja dan karakter suara yang dihasilkan dari unsur-unsur vokal yang terlibat dalam proses pembentukan suara. Mekanisme pembentukan suara tersebut memiliki kemiripan dengan mekanisme produksi suara pada olah vokal klasik, karena aspek-aspek vokal yang terlibat seperti motor (pernafasan), vibrator, resonator, articulator, pitch dan intonasi hampir semuanya sama. Kecuali dalam cara menghasilkan suara yang menjadi kasar dan menggeram namun tetap bernada. Kata kunci : teknik vokal, scream, analisis Melissa Cros

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇