696 research outputs found

    Aktivitas Memancing Sebagai Ide Penciptaan

    No full text
    Tugas akhir dengan kompetensi penyajian adalah sebuah wadah yang sesuai untuk penggalian gending-gending tradisi Gaya Yogyakarta. Bagi mahasiswa Jurusan Seni Karawitan Fakultas Seni Pertujukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Tugas akhir ini mempunyai misi untuk melestarikan karawitan Gaya Yogyakarta agar terus berkembang dan selalu dikaji dan digali oleh mahasiswa. Pada tugas akhir ini penyaji memilih karawitan Gaya Yogyakarta. Sajian karawitan yang dilakukan terdiri dari empat repertoar gending yang disajikan sebagai karawitan mandiri dan iringan. Pada sajian karawitan mandiri dan iringan, disajikan dua bentuk garap yaitu garap soran dan lirihan. Karawitan Gaya Yogyakarta dalam garap soran adalah gending yang disajikan dengan volume sora dan menonjolkan ricikan wingking. Pada penyajian gending soran penyaji memilih Gending Lonthang laras pelog patet nem kethuk 4 arang dhawah kethuk 8 Kendhangan Mawur. Gending ini terdiri dari umpak buka, buka, lamba-dados, pangkat dhawah, dhawah, dan pangkat suwuk. Pada gending Lonthang penyaji memainkan ricikan bonang barung. Selain itu terdapat garap khusus yaitu pada bagian dhawah setiap masuk irama II dan setiap pada notasi balungan 2 3 6 5, tabuhan balungan ngracik yaitu .656 .2.3 .5.6 .3.5. Garap tabuhan bonang barung yaitu 666/6. 2323 5656 3535, teknik tabuhan ini menggunakan teknik tabuhan gembyang lamba dan mipil lamba. Gending Lonthang disajikan dalam irama I dan irama II, yang diakhiri pada bagian dhawah dengan melalui pangkat suwuk sebagai salah satu ciri geding ageng. Gending Jatikusuma laras sledro patet sanga merupakan sajian gending dengan garap lirihan dengan mengutamakan ricikan ngajeng (depan) khususnya ricikan rebab yang bertugas sebagai pamurba. Ketawang Cakramardawa merupakan lanjutan dari sajian gending Jatikusuma. Ketawang ini menggunakan balungan ngracik dan gerongannya menggunakan cakepan Kinanthi. Keseluruhan penyajian pada gending ini digarap dalam beberapa irama yaitu irama I, II, III, dan IV. Bagian lamba-dados disajikan dalam irama I dan irama II, sedangkan bagian dhawah disajikan dalam irama II, III dan IV. Irama III dan IV terutama disajikan pada garap kendhangan ciblon. Gending Renyep laras slendro patet sanga merupakan gending yang disajikan sebagai gending iringan Tari Serimpi Renggawati yang penggarapannya dengan laya antal dalam irama II dan irama I. Irama I digunakan pada bagian lambadados, sedangkan irama II digunakan pada bagian dhawah. Gending yang digunakan untuk iringan Tari Serimpi Renggawati terdiri dari dua patet yaitu laras slendro patet sanga dan laras slendro patet manyura. Laras slendro patet sanga dimulai dari lagon wetah slendro sanga, Ladrang Tama, Bawa Sekar Tengahan Garjita dan Gending Renyep, sedangkan laras slendro patet manyura dimulai dari Ladrang Sumyar, Ladrang Sinom Pengrawit, Ladrang Asmarandana Kenya Tinembe, lagon jugag, dan Ladrang Sekar Tanjung. Dalam sajian ini penyaji memainkan ricikan kendhang. Ladrang Lung Gadhung merupakan salah satu gending untuk iringan pakeliran jejer II gagah. Dalam sajian iringan pakeliran, penyaji memainkan ricikan gender. Ricikan gender dalam iringan pakeliran sangat berperan penting, karena untuk mendukung suasana terutama pada saat lagon, ada-ada dan genukan. Ladrang Lung gadhung mempunyai keunikan yaitu pada sajian irama II terdapat balungan ngracik. Selain itu Ladrang Lung Gadhung juga disajikan dalam irama I dengan garap soran, dan pada saat suwuk gropak, sedangkan irama yang digunakan pada Playon Lasem yaitu irama lancar. Kata kunci : seni rupa, lukis, memancin

    Perancangan Origami Tentang Zaman Dinosaurus Dengan Media Diorama Kecil

    No full text
    Dimasa ini perlu diajarkan pelajaran kreativitas dalam bentuk seni karena kreativitas adalah sebuah bagian penting dalam proses pendidikan. Kreativitas perlu diajarkan sejak anak-anak. Cara untuk menumbuhkan kreativitas anak sejak dini adalah dengan mengajarkan anak pada permainan yang bersifat edukatif, dan memilih permainan sesuai dengan tahap perkembangannya seperti contohnya origami, selain mengenal kebudayaan Jepang, permainan ini juga melatih anak belajar berfikir kreatif. Salah satu objek yang menarik minat anak-anak untuk mengenal origami adalah bercerita tentang zaman Dinosaurus. Agar menjadi media pembelajaran yang efektif yang dapat menarik minat anak-anak untuk tertarik belajar kreativitas, sejarah dan kebudayaan adalah menggunakan media diorama. Diorama merupakan penggambaran tiga dimensi suatu adegan atau pemandangan yang dapat dirujuk dari keadaan sebenarnya. Desain komunikasi visual dalam perancangan ini berperan sebagai media pengenalan dan pembelajaran yang efektif dan efisien. Mengajak anak untuk berfikir rekreatif, berimajinasi seakan-akan mengajak anak untuk berwisata ke masa silam. Selain itu juga diharapkan menarik minat masyarakat khususnya generasi muda untuk mengembangkan origami tersebut menjadi sebuah barang atau jasa yang bernilai ekonomi sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian. Kata kunci : Perancangan Komunikasi Visual, Origami, Dinosauru

    Dagelan Banyumas Peyang Penjol Judul “Guyon Dadi Lakon” Tinjauan Analisis Struktur Tekstur Dan Sosial Budaya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali kesenian tradisi yang sudah lama tidak pernah terkespos dalam masyarakat khususnya di Banyumas. Penelitian Dagelan Peyang Penjol dengan judul Guyon Dadi Lakonmenggunakan teori struktur dan tekstur, kemudian dimasukan kedalam teori sosiologi teater. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, dengan mengumpulkan data dengan wawancara dan berupa CD rekaman yang berisi Dagelan Peyang Penjol judul Guyon Dadi Lakon. Hasil dari penelitian ini bisa dilihat sebagai berikut. Dagelan Banyumas Peyang Penjol merupakan salah satu kesenian tradisi yang lahir di tengah masyarakat. Dagelan Peyang Penjol pernah berjaya pada sekitar tahun 1970-1990an di Banyumas. Namun dengan seiring pertumbuhan zaman, kesenian rakyat ini pun mulai mengalami penurunan penonton. Penelitian Dagelan Peyang Penjol ini dibagi dalam penelitian struktur dan tekstur pertunjukan auditif tersebut, kemudian penelitan ini dikaitkan dengan konteks sosial budaya masyarakat Indonesia pada era 70an. Sehingga bisa dilihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terciptanya pertunjukan Dagelan peyang Penjol dan bagaimana keadaan masyarkat pada era tersebut sehingga Dagelan Peyang Penjol sangat digemari oleh seluruh orang Banyumas kala itu. Penelitian Stuktur dan Tekstur serta Konteks Sosial Budaya pada Dagelan Peyang penjol ini diharapkan mampu untuk menganalisis pertunjukan auditif rakyat yang sudah lama hilang, kiranya dengan adanya penelitian ini bisa untuk menambah wawasan serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa serta masyarakat tentang kesenian Banyumas Dagelan auditif Peyang Penjol. Kata kunci : dagelan, struktur, tekstu

    Analisis Schenkerian Pada Komposisi L’armonia Opus 148. 5 Untuk Gitar Klasik Karya Mauro Giuliani

    No full text
    Konsep tonal merupakan konsep yang sering sekali ditemui di dalam kehidupan. Namun dibalik semua itu, terutama pada kalangan mahasiswa pemahaman mengenahi konsep tersebut masih belum optimal. Analisis schenkerian merupakan salah satu cara untuk dapat mengoptimalkan pemahaman mengenahi konsep tonal. Diharapkan dari penelitian ini, setelah mempelajari analisis schenkerian pemahaman mengenahi konsep tonal dapat lebih optimal. Pada studi ini dibahas proses analisis schenkerian komposisi L’Armonia opus 148. 5 untuk gitar klasik karya Mauro Giuliani. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif yaitu upaya memahami pemetaan tonal komposisi L’Armonia opus 148. 5 melalui analisis schenkerian secara mendasar. Analisis dilakukan dengan cara membagi komposisi tersebut ke dalam tiga tahap foreground, middleground, background dan mengamati tonalitasnya. Hasil akhir penelitian ini adalah bentuk background. Dapat disimpulkan bahwa berbekal pemahaman analisis schenkerian, hal tersebut sangat membantu untuk memahami konsep musik tonal. Kata kunci : analisis schenkerian, L’Armonia opus 148. 5, tonalita

    Penyutradaraan Dokumenter “Teluk Kiluan” Dengan Genre Potret

    No full text
    Televisi merupakan media komunikasi satu arah yang paling efektif untuk menyalurkan sebuah pesan. Kehadiran televisi tidak hanya sebatas sebagai alat komunikasi semata, namun juga sebagai media hiburan, pendidikan, dan informasi. Sehingga banyak stasiun televisi yang menawarkan program-program yang menarik bagi penontonnya, namun tidak semua program-program tersebut memiliki nilai edukasi. Penciptaan karya dokumenter “Teluk Kiluan” ini bertujuan untuk memberikan alternatif tayangan bagi pemirsa yang memiliki nilai edukasi, informasi dan hiburan. Dokumenter ini tidak hanya menawarkan konsep naratif akan tetapi juga konsep visual yang menarik. Objek penciptaan karya seni ini adalah Teluk Kiluan dengan mengambil bentuk potret, yang menggunakan gaya performatif. Karya dokumenter ini akan menjelaskan tentang sebuah lokasi yang berada di Lampung yaitu Teluk Kiluan, objek ini kemudian dikemas dalam bentuk Dokumenter. Konsep estetika penciptaan Karya Seni ini menggunakan gaya performatif, yang akan disampaikan melalui teknis videografi, editing, penataan artistik dan naskah. Penggunaan gaya performatif dirasa dapat lebih menonjolkan keindahan gambar pada dokumenter ini agar terlihat lebih cinematic dan stylistik. Kata kunci : Dokumenter, Teluk Kiluan, Potre

    Introvert’s View Stasiun Kereta Api Sebagai Ruang Imajinasi

    No full text
    Kepribadian oleh Carl Jung dibagi menjadi ekstrovert dan introvert. Dua bentuk kepribadian yang bertolak belakang dan memiliki kekhasannya masing-masing. Kepribadian introvert adalah bentuk kepribadian dimana seseorang cenderung berfikir subjektif dan memiliki dunia sendiri. Seorang yang introvert akan cenderung pemalu dan lebih mencurahkan pikirannya melalui tulisan. Seseorang dengan kepriobadian ini akan memilih untuk menghindari interaksi dengan sekelompok orang. Dalam karya fotografi ekspresi ini akan dinampilkan sudut pandang seorang yang introvert yang sedang melakukan perjalanan dengan kereta api. Dengan berusaha menampilkan sudut pandang introvert yang sedang menunggu di stasiun kereta api akan dijelaskan bagaimana seorang yang introvert menghadapi tekanan keramaian. Selain itu berusaha ditampilkan imajinasi pola pikir seorang yang introvert terhadap detail-detail yang ada di stasiun kereta api seperti jendela, tong sampah, tangga, lorong, dan lain-lain. Pendekatan foto dokumenter digunakan untuk mendapatkan gambaran keramaian dan menggabungkan ciri-ciri introvert sehingga menghasilkan gambar yang unik. Karya tugas akhir ini berdasarkan pengalaman empiris dari penulis. Kata kunci : introvert ,imajinasi, stasiun kereta ap

    Penyutradaraan Program Dokumenter Televisi “Travel Wonders” Dengan Gaya Performative Episode: Konservasi Elang Bondol Di Pulau Kotok Besar

    No full text
    Televisi merupakan media komunikasi satu arah yang paling efektif untuk menyalurkan sebuah pesan. Kehadiran televisi tidak hanya sebatas sebagai alat komunikasi semata, namun juga sebagai media hiburan, pendidikan, dan informasi, sehingga banyak stasiun televisi yang menawarkan program-program yang menarik bagi penontonnya, namun tidak semua program-program tersebut memiliki nilai edukasi. Penciptaan program dokumenter televisi “Travel Wonders” ini bertujuan untuk memberikan alternatif pilihan program untuk pemirsa dengan menjunjung nilai edukasi, informasi dan hiburan. Program ini akan memaparkan konflik dengan visual yang menarik dan alur cerita yang terstruktur. Objek penciptaan karya seni ini adalah Elang Bondol dan menekankan kepada sebuah lokasi di Pulau Kotok Besar yang dijadikan sebagai Konservasi Elang Bondol. Program dokumenter televisi ini akan menjelaskan tentang Elang Bondol yang direhabilitasi di Konservasi tersebut. Konsep estetika penciptaan Karya Seni ini menggunakan gaya performative untuk menampilkan fakta dengan cara yang berbeda. Gaya performative akan diaplikasikan melalui sinematik, motion graphic, dan musik. Desain visual bergaya petualangan dipadukan dengan gaya modern khas anak muda. Kata kunci : Dokumenter, Elang Bondol, Konservas

    Penerapan Teknik Comping Piano Jazz Herbie Hancock Pada Lagu Cantaloupe Island.

    No full text
    Comping adalah sebuah cara atau teknik mengiringi sebuah permainan ansambel atau grup dalam jazz. Bentuk comping bisa berupa pola ritme, harmoni/voicing, serta counter melody. Pada umumnya comping dimainkan oleh instrumen piano, keyboard, dan gitar untuk mengiringi instrumen lain ketika berimprovisasi atau ketika salah satu instrumen atau vokal memainkan melodi tema dari lagu yang dinyanyikan. Dalam penulisan ini penulis akan membahas tentang apa pengertian teknik comping, serta penerapannya pada lagu Cantaloupe Island. Ada beberapa aspek yang dibahas sebagai pendukung dari pembahasan tentang teknik comping di antaranya sejarah Herbie Hancock, lagu Cantaloupe Island, jazz style, serta harmoni dasar jazz. Kemudian penulis menjabarkan bagaimana menerapkan teknik comping piano jazz Herbie Hancock pada lagu Cantaloupe Island. Kata kunci : Comping, Herbie Hancock, Cantaloupe Islan

    Analisis Tangga Nada Dan Modus Improvisasi Gitar Elektrik Pada Lagu Blues 12 Bar Progresi I-Iv-V

    No full text
    Berbicara tentang musik jazz maka akan selalu berhubungan dengan improvisasi. Improvisasi merupakan seni dalam memainkan atau mengembangkan sebuah lagu tanpa adanya notasi tertulis, dengan kata lain improvisasi sering disebut mengembangkan sebuah lagu tanpa ada persiapan sebelumnya. Penyanyi jazz sering melakukan improvisasi saat bernyanyi, salah satunya adalah Dianne Reeves. Dianne Reeves melakukan improvisasi disetiap penampilannya, diantaranya pada saat menyanyikan lagu “Triste”. Lagu “Triste” merupakan karya dari seorang musisi Legend Antonio Carlos Jobim. Lagu ini berceritakan tentang sebuah kesedihan sesorang yang merasa kesepian. Dianne menyanyikan lagu “Triste” ini sangat unik. Improvisasi yang dilakukan oleh Dianne Reeves berisi unsur-unsur musik serta teknik vokal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan langkah-langkah seperti: pengumpulan data, pengolahan data, dan pembuatan laporan. Hasil penelitian ini adalah improvisasi Dianne Reeves menggunakan unsur-unsur musik yaitu pendekatan chordal, modus, serta pengembangan motif. Dianne juga menggunakan teknik vokal yang tepat seperti head and chest voice, intonasi, oktaf, aksentuasi dan ekspresi. Sebagai vokalis jazz, Dianne dapat dijadikan referensi untuk melakukan improvisasi. Kata kunci : Analisis improvisasi, Triste, Teknik voka

    Perancangan Multimedia Interaktif Aplikasi Android “Moody Meidy” Sebagai Pengenalan Manajemen Stres Untuk Remaja Putri

    No full text
    Salah satu dampak transisi masa remaja dari anak-anak menuju dewasa ini adalah remaja mudah merasa stres, khususnya remaja perempuan yang lebih peka dan ekspresif terhadap lingkungannya. Stres dalam skala ringan dapat diatasi dengan manajemen stres, yaitu memonitor suasana hati dan tetap menjalankan kehidupan secara aktif. Sehingga dirumuskan sebuah solusi yaitu merancang multimedia interaktif aplikasi Android mengelola suasana hati “Moody Meidy” sebagai pengenalan manajemen stres untuk remaja putri di Indonesia. Tujuannya adalah memberikan artikel yang menarik bagaimana mengatasi pikiran-pikiran negatif dan rasa cemas akibat stres yang dialami, agar tidak menjadi stres berat hingga depresi dan berperilaku membahayakan diri. Melalui multimedia interaktif diharapkan proses pemahaman akan terasa lebih menyenangkan karena dapat mencakup deskripsi, gambar, animasi, musik, dan tombol navigasi. Penggunaan media aplikasi Android juga akan memudahkan dalam akses dan penyebaran dengan target audience yaitu remaja yang peka terhadap kemajuan teknologi, serta dapat terintegrasi dengan aplikasi lain. Diharapkan dengan strategi yang unik, tepat, dan komunikatif diharapkan remaja dapat memahami dengan baik. Kata kunci : Multimedia Interaktif, Aplikasi, Androi

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇