696 research outputs found

    DESAIN WARNA PADA INTERIOR PANTI RAWAT TERAPI AUTIS “BETLEHEM” YAYASAN TRI ASIH JAKARTA

    No full text
    Penderita “Autis” dalam 10 tahun terakhir ini semakin banyak terdapat di Jakarta. Hingga saat ini, fasilitas yang tersedia untuk anak autis belum terpenuhi. Padahal setiap penderita autis membutuhkan fasilitas yang disesuaikan dengan usia dan perkembangannya serta membutuhkan lingkungan fisik yang dapat mendukung kegiatan mereka. Lingkungan fisik terbangun yang ada diharapkan memberikan pengaruh positif dalam perkembangan anak.Perancangan interior Panti Rawat Terapi Autis Jakarta dengan tema ‘To Be One’ dan menerapkan gaya ‘Modern’ ini bertujuan agar anak autis memperolah sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan anak autis yang disesuaikan dengan psikologi warna, bentuk. Sehingga anak bisa mencapai kesembuhan yang optimal, bisa hidup mandiri dan bisa diterima di lingkungan masyarakat.Desain adalah solusi untuk memecahkan masalah pada panti rawat terapi autis ini. Dalam perancangan interior panti rawat terapi autis ini, perancang berupaya memecahkan permasalahan yang spesifik dari faktor warna dan bentuk sehingga dapat menciptakan kenyamanan bagi pengguna. Warna yang didesain untuk ruang terapi disesuaikan dengan psikologi anak yang menyukai warna yang cerah. Dalam beberapa ruang terapi diterapkan warna cerah, dan ada yang menggunakan warna pastel tergantung tingkat kebutuhan dari ruang terapi. Bentuk ditiap elemen yang digunakan pada ruang ini menggunakan bentuk dari proses transformasi logo, yaitu daun semanggi baik dari dinding, lantai, plafon, furniture. Ruang yang dirancang dengan pendekatan interior yang tepat diharapkan akan menjadikan sebuah dampak yang lebih positif bagi kesembuhan anak, yang kebutuhan ruang terapi disesuaikan dengan kebutuhan anak autis.Kata Kunci: Perancangan, Interior, Panti Rawat Terapi, Autis, Modern, To Be One

    PERANCANGAN BUKU ESAI FOTO “ TENUN LURIK YOGYAKARTA “

    No full text
    Tenun Lurik merupakan salah satu tenun yang ada di Indonesia yang bermotifkan garis-garis. Lurik mempunyai motif yang tak kalah indah dengan motif tenun yang sudah ada, namun lurik sendiri sekarang sudah tidak banyak lagi peminatnya, dikarenakan sudah ada kain serupa yang lebih diminati. Banyak buku, majalah dan artikel yang membahas tentang tenun yang ada di Indonesia, akan tetapi tidak banyak yang membahas tentang tenun lurik secara lengkap. Sejauh ini hanya ditemukan sebuah buku yang membahas tentang tenun lurik secara lengkap, namun kurang didukung dengan adanya visual yang menarik. Penulis merasa tertarik dengan fenomena ini dan ingin mengenalkan kembali tenun lurik melalui sebuah buku foto. Buku ini mengulas sejarah singkat tentang tenun lurik, para perajin yang masih bertahan, proses pembuatan tenun lurik hingga motif tenun lurik yang ada. Sehingga dengan dibuatnya buku ini diharapkan mampu menjadi sumber informasi mengenai tenun lurik dan mampu mengenalkan kembali tenun lurik yang menjadi salah satu warisan budaya di Yogyakarta.   Kata kunci : Buku esai foto, Tenun Lurik Yogyakarta, Warisan buday

    PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, LOUNGE DAN COFFEE SHOP ASTON MADIUN HOTEL JAWA TIMUR

    No full text
    Kota Madiun adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur yang terletak sebelah barat kota Surabaya dan sebelah timur kota Surakarta. Di Kota ini terdapat Pusat Industri Kereta Api (INKA) dan dikenal memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan utama AURI. Seiring pesatnya pertumbuhan kota Madiun yang sekaligus menjadi kota transit, berkembang pula permintaan domestik untuk hotel bisnis dengan standar internasional dan fasilitas bermutu. Alasan itulah yang menjadikan pihak Aston Internasional Hotels, Resorts & Residences dan PT. Bumi Pembangunan Pertiwi bekerja sama dengan pemerintah kota Madiun untuk membangun sebuah Hotel berstandar Internasional bintang tiga pertama di Madiun.Perancangan interior Aston Madiun Hotel yang meliputi area lobby, lounge dan coffee shop menerapkan gaya post-modern dan mengangkat tema “nature forest” yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Madiun danpara pengunjung yang singgah melalui aspek desain interiornya. Pemilihan tema disertai perpaduan alam dan budaya bertujuan supaya pengunjung merasakannyaman untuk singgah sejenak. Kata Kunci: Hotel, Post-Modern, Nature Forest

    PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SOSIALISASI JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SUKOHARJO JAWA TENGAH

    No full text
    Kesehatan merupakan kebutuhan setiap orang yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidupnya. Karena dengan tubuh yang sehat manusia bisa melakukan aktifitas seperti beribadah, belajar, bekerja, dan melakukan aktifitas lainnya. Salah satu program yang pemerintah dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang memadai bagi rakyat miskin adalah Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Di Kabupaten Sukoharjo, dalam sosialisasi JAMKESMAS belum sukses, sehingga masih banyak permasalahan tentang pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin. Oleh karena itu, perlu sosialisasi yang lebih akurat dengan menggunakan media yang sesuai dengan target audience, tujuan dari peracangan ini adalah menyadarkan masyarakat miskin bahwa mengurus JAMKESMAS tidak sulit, dan memudahkan masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas atau RumahSakit.Analisa yang digunakan menggunakan metode 5W+1H yang ditambah dengan formula AIDCA. Dari data analisis tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan media-media yang tepat, untuk menajamkan hasil olah data tersebut juga menggunakan analisis Consumer Insight, Consumer Journey, dan Point of Contact.Dari hasil olah data tersebut didapatkan sebuah rangkaian perancangan iklan layanan masyarakat menjadi salah satu kampanye yang tidak hanya sekedar memberi informasi namun mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan nyata mendapatkan pelayanan kesehatan bersama.Kata kunci:Perancangan, Iklan Layanan Masyarakat, Sosialisasi, Jaminan Kesehatan Masyarakat, di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah

    PERANCANGAN INTERIOR MARCHÉ MOVENPICK RESTAURANT, PLASA SENAYAN, JAKARTA

    No full text
    Marché Movenpick Restaurant, Plasa Senayan, Jakarta merupakan salah satu restoran yang berada di dalam sebuah Mall yang mengkhususkan pada makanan dan masakan spesial dari Swiss Restoran dengan area seluas ± 1.132 m2dan berlokasi di Plaza Senayan lantai 5, Jakarta Selatan ini akan memberikan pengalaman unik bagi anak-anak dan keluarga. Pihak pengelola menyediakan fasilitas playground berupa rumah kayu khas Swiss yang disebut Pondok Heidi.Konsep perancangannya mengambil tema arsitektur tradisional Swiss yang diadaptasi dari cerita anak-anak Heidi tahun 1880 dengan cara mengekplorasi bentuk-bentuk pondok-pondok pada tahun 1880 dan suasana pedesaan dan pasardi malam hari di bawah pegunungan Alpen. Gaya  perancangannya yang dipilihadalah gaya tradisional Swiss, dimana dalam perancangan interiornya menggunakan desain-desain dengan material-material alam seperti kayu, batu alam, batu bata dan tanah liat dengan bentuk geometris sederhana mencerminkansuasana hangat dan tenang di bawah pegunungan Alpen yang dingin.Material yang sebagian besar digunakan adalah kayu pinus. Sebagian material kayu pinus digunakan pada lantai, dinding dan plafon pondok-pondok restoran. Selain itu perabotan dan furnitur yang digunakan adalah dari material kayu pinus.Kata kunci: Interior, Marché Movenpick Restaurant, arsitektur, tradisional Swis

    MEMAHAMI MAKNA KONOTASI INFOGRAFIS PRODUK TEKNOLOGI SEBAGAI PENYAMPAI BERITA INFORMASI DALAM SITUS GOPEGO.COM EDISI AGUSTUS 2011-AGUSTUS 2012

    No full text
    Penelitian “Memahami makna konotasi infografis produk teknologi sebagai penyampai berita informasi dalam situs gopego.com edisi Agustus 2011-Agustus 2012” ini berusaha untuk mengetahui proses pemahaman dan pemaknaan atas infografis yang ada di dalam situs website gopego.com sebagai penyampai berita informasi produk teknologi melalui pemaknaan dalam wilayah semiotika yakni makna konotatif dengan kode-kode sosial yang dikemukakan Rolland Barthes. Berdasarkan pengamatan infografis selain memberikan gambaran umum mengenai sebuah berita melalui tanda visual, infografis juga bisa menghasilkan sebuah informasi dan berita melalui tanda-tanda yang muncul dalam simbol gambar. Tanda-tanda yang muncul dalam infografis tersebut bukan hanya mengemukakan makna secara denotatif yang apa adanya tetapi lebih dari itu pesan yang terdapat dalam infografis tersebut bisa dibongkar dengan melakukan pengamatan lebih terhadap obyek tanda visual yang ada didalamnya sehingga menghasilkan makna konotatif yang tidak dapat disangka memberikan sebuah aspek korelasi dengan bahasa verbalnya. Kata kunci       : infografis, semiotika, makna konotatif

    METAFOR PENGALAMAN TENTANG DIRI

    No full text
    Pada dinamika kehidupan sehari-hari akan dijumpai berbagai persoalan. Melalui sekianpersoalan tersebut, terkadang penulis merasa kesulitan dan tidak dapat untuk mengatasinya.Pengalaman akan persoalan-persoalan dalam diri yang tidak dapat teratasi, mengakibatkan rasatidak percaya diri untuk menghadapi persoalan tersebut ataupun persoalan-persoalan lain.Pengalaman kegelisahan tersebut, kemudian dirasakan mempengaruhi kehidupan penulis,terutama pada aspek psikologis dan hubungannya dengan interaksi sosial di sekitar penulis. Sifatmaupun sikap dalam diri penulis dewasa ini disadari dipengaruhi oleh pengalaman semenjakmasa kecil. Sifat tertutup dan kurang percaya diri mempengaruhi perilaku dan interaksi denganlingkungan sekitar. Hal tersebut sangat mengganggu dan memiliki pengaruh tidak baik jika teruspenulis pelihara.Metafor pengalaman tentang diri adalah ungkapan perasaan gelisah yang selama inidialami penulis, khususnya kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar, misalnya dengankeluarga, teman, pekerjaa/ pendidikan dan lain-lain. Kemudian pengalaman-pengalamantersebut berusaha divisualisasikan, sebagai upaya mencurahkan perasaan yang terpendam dandigunakan sebagai catatan –catatan yang dapat dipergunakan untuk tolok ukur introspeksi danmemperbaiki sikap maupun sifat, sehingga lebih baik dikemudian hari.Berbagai pengalaman tentang diri yang dialami tercermin dari sikap dan ekspresi yangkemudian diungkapkan atau digambarkan dengan bahasa metafor. Metafor digunakan penulisuntuk menyampaikan ungkapan perasaan dalam karya, dimaksudkan untuk mengatasivisualisasi yang bersifat verbal (langsung), mengungkapkan persoalan apa adanya. Banyakdimensi-dimensi kehidupan yang tidak dapat diungkapkan secar simbolik, sehingga penulistertarik untuk mengungkapkannya dengan bahasa metaforyang beragam dan kaya. Selain itupenulis juga ingin mengajak para apresian untuk mengintepretasikan sendiri makna dari simbolsimbolyang terdapat pada karya-karya yang disajikan. Sehingga karya terlihat lebih menarikdengan berbagai pemaknaan yang beragam.Pada konsep visual, secara kuat menampilkan figur utama, tidak lain adalah simbolisasidiri penulis. Penggambaran figur mengadaptasi sosok aktor pantomim, yang memberikan fokuspada ekspresi wajah dengan make up tebal berwarna putih. Figur pantomim digunakan sebagaisimbolisasi penulis, karena ungkapan yang divisualisasikan dalam karya bersifat memparodikanpengalaman diri penulis yang dapat dilihat dari ekspresi wajah yang penulis olah. Secara teknik,karya tersebut menggunakan teknik cetak dalam (intaglio); mengkombinasikan etsa, aquatint,dan drypoint. Teknik tersebut digunakan untuk lebih menggambarkan suasana suram dan gelapdari pengalaman pahit yang dialami penulis secara lebih dramatis. Karena melalui tekniktersebut efek gelap dan terang yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Selain itu penulisjuga memiliki kecintaan dan menikmati proses kerja teknik tersebut, sehingga berusaha untukmenghasilkan karya melalui teknik tersebut.Kata kunci: Pengalaman diri, metafor, kegelisahan tentang diri, intaglio

    PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL WONG JAWA ILANG JAWANE UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA JAWA DI YOGYAKARTA

    No full text
    In this modern era, development of technology doesn’t come together with positive foreign culture. And nowadays, any foreign culture can come without filtering. However, it cannot be denied that local ethics and positive manners are still needed, especially when socializing with other people. The prominent evident of the lack of Javanese ethics and manners is only few people say “Excuse me” or “Nderek langkung” when passing elder people. Even the youngsters are too lazy to bow their heads when passing elders. The social campaign of javanese people loose their culture aimed to preserve the javanese culture in yogyakarta aims to restore the uniqueness of Javanese culture, which nowadays being forgotten. The campaign is held by projecting Mural as the outdoor medium of Visual Communication Design. This Mural is expected to communicate the main message of the campaign.Keywords : Social Campaign , javanese culture, Manner

    KAJIAN SEMIOTIKA TANDA DAN SIMBOL PADA DESAIN T-SHIRT OUVAL RESEARCH TAHUN 2011

    No full text
    Tahun 90-an industri fesyen di Indonesia menjelma menjadi sebuahfenomena, dimana saat itu banyak bermunculan lokal clothing company yangdiolah oleh tenaga muda yang kreatif dan inovatif. Salah satu diantara brand lokalclothing company yang berkembang di Indonesia adalah Ouval Research, dengant-shirt sebagai produk unggulannya.Didalam disain t-shirt terdapat elemen tanda berupa tanda verbal dan tandavisual. Tanda tersebut mengandung aneka intepretasi makna konotasi. Haldemikian kiranya perlu dilakukan sebuah penelitian yang meneliti lebih jauhmengenai tanda dan simbol yang muncul pada desain t-shirt Ouval Researchtahun 2011, serta makna konotasi dibalik tanda dan simbol yang merupakanidentitas bagi kalangan anak muda di Indonesia, ditinjau dengan pendekatan teorisemiotika.Tanda dianalisis dengan pendekatan teori Semiotika Pierce untuk melihatikon, indeks, dan simbol. Sedangkan teori Semiotika Roland Barthes membantumemunculkan makna konotasi dengan memanfaatkan pengelompokan kodeseperti yang ada didalam bukunya berjudul S/Z, meliputi kode narasi, kodesimbolik, kode hermeunetik, kode semantik, dan kode kebudayaan. Metodepenelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif secaradeskriptif.Hasil analisis menyimpulkan bahwa disain t-shirt dapat merepresentasikanidealisme Ouval Research dan menjadi identitas gaya hidup anak muda yangmengedepankan kebebasan berekspresi kedalam wujud visual sebagai bentukrespon dan opini terhadap kondisi sosial kalangan muda di Indonesia yangsekaligus menjadi target audience Ouval Research. Disamping itu semiotikaPierce (ikon, indeks, dan simbol) dan semiotika Roland Barthes (kodehermeneutik, kode simbolik, kode semantik, kode narasi, dan kode kebudayaan)mampu menguraikan relasi yang terbangun untuk memunculkan makna konotasiterkait dengan tanda verbal dan tanda visual pada disain t-shirt Ouval Researchtahun 2011 secara terstruktur dan sistematisKata kunci: Disain T-shirt, Makna Konotasi, Ouval Research, SemiotikaKomunikasi Visual, Tanda dan Simbol

    SOKO TUNGGAL DAN MASJID MARGOYUWONO DALAM BENTENG KERATON YOGYAKARTA

    No full text
    Dalam Benteng Keraton terdapat enam bangunan masjid di antaranya adalah bangunan Masjid Soko Tunggal, Masjid Penapen, Masjid Selo, Masjid Sumur Gemuling, Masjid Rotowijayan dan Masjid Morgoyuwono, dari enam masjid tersebut hanya ada dua masjid yang kaya akan ornamen yaitu Masjid Morgoyuwono dan Masjid Soko Tunggal, pada interior Masjid Soko Tunggal ornamen banyak terdapat pada tiang yang berfungsi sebagai penopang atap yang memayungi bangunan masjid sehingga menyerupai payung yang sedang terbuka, sedangkan pada interior Masjid Margoyuwono ornamen banyak ditemukan sebagai konstruksi dan juga sebagai elemen hias saja sehingga menarik untuk diteliti dengan metode ikonografi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ikonografi ornamen yang terdapat pada Masjid Soko Tunggal dan Masjid Margoyuwono Yogyakarta dari aspek preikonografi, aspek ikonografi dan aspek ikonologi. Ikonografi adalah pembahasan tentang makna, data diperoleh melalui proses observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode ikonografi menurut Erwin Panofsky dengan tiga tahapan yaitu; tahap preikonografi, tahap ikonografi dan tahap ikonologi. Ornamen interior pada Masjid Soko Tunggal Yogyakarta dan Masjid Margoyuwono Yogyakarta adalah ornamen tradisional Yogyakarta yang mendapat pengaruh Islam, Hindu dan Budha, Walaupun kedua masjid merupakan perpaduan dari berbagai budaya yang berbeda, budaya yang berasal dari Indonesia dalam hal ini adalah budaya Jawa merupakan yang dominan sehingga kedua masjid tersebut merupakan ikon Jawa. Keyword: Ikonografi, Interior,ornamen, Masjid Soko Tunggal, Masjid Margoyuwon

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇