Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
PANGGUNG KAHIRUPAN
PANGGUNG KAHIRUPAN merupakan judul yang dipilih untuk mewakili keseluruhan isi karya tari yangbertemakan realitakehidupanronggeng. Tipe dramatik digunakan untuk menghadirkan konflik batiniah dalam diri seorang ronggeng yang harus bisa menjalani dua pribadi yang berbeda ketika di atas panggung dan di luar panggung atau dalam kehidupan sehari-hari. Media gerak yang digunakan bersumber dari tari kerakyatan Sunda-Jawa Barat, yaitu ketuk tilu, ibingpencak dan Jaipongan. Gamelan Sunda dengan laras salendro yang berada di belakang area penari dimainkan oleh para nayaga untuk mengiringi karya ini. Tari Panggung Kahirupan merupakan karya yang menggunakan konsep tari pergaulan yang ditarikan oleh tujuh penari perempuan sebagai bentuk penggambaran sosok ronggeng.Penggunaan properti uang yang terjatuh di atas seorang penari pada adegan akhir menjadi klimaks dramatika dalam karya tari ini.Diharapkan karya tari ini dapat memberikan manfaat bagi setiap penikmatnya. Kata kunci: ronggeng, Panggung Kahirupan, tari pergaulan Sunda
PERANCANGAN INTERIOR KANTOR PRODUKSI PT. RAJAWALI CITRA TELEVISI INDONESIA (RCTI)
RCTI (PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia) salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, perusahaan ini bergerak di bidang entertaiment, berlokasi di JL. Raya Perjuangan, No. 1 Kebon Jeruk – Jakarta Barat 11530. RCTI mengharapkan interior ruang kantor yang baru (ReDesign) dengan menerapkan konsep dan Gaya Futuristik dan tidak melupakan motto "Kebanggan Bersama Milik Bangsa" juga visi dan misi di dalamnya. Perancangan interior kantor Produksi RCTI adalah Redesign Gedung Anex Lantai 2 "kantor produksi" dengan mengangkat tema "Rajawali" dalam gaya Futuristik. Tema Rajawali diangkat, karena rajawali merupakan logo dari RCTI tersebut dan memiliki makna yang sangat besar, burung rajawali mampu terbang tinggi, memiliki pandangan yang luas dan tajam, kesabaran, dan pantang menyerah dalam mendapatkan buruannya. RCTI juga memiliki visi dan misi seperti cerminan burung rajawali tersebut.Konsep di atas diharapkan mampu menambah semangat kinerja para staff di dalam kantor, dengan penataan ruang yang lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhan pengguna ruang di dalamnya. Kata kunci : RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), Rajawali, Futuristi
KEGIATAN KELOMPOK MUSIK PENGIRING GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN YOGYAKARTA
Accompaniment Music Group Activities of Gereja Kristen ProtestanSimalungun, firstly been implemented with the simple music instruments, that isusing by keyboard instrument. This activities in the sense of need to increase forcomplicated with the other instrument so that produce ensemble of liturgy musicaccompaniment. This research using by qualitative method, musicologist. Thisresearch considered creative and effective because the players able toaccompaniment with the songs very well, and congregations find it in worship.Keywords: Music of Church, Congregations, Accompaniment Music Group
PENGARUH GAYA DESAIN OBEY GIANT TERHADAP MUNCULNYA STREET ART BERGAYA OBEY GIANT DI YOGYAKARTA
Globalisasi telah membawa budaya-budaya baru yang berkembang di kota-kotabesar sebagai ekspresi kaum urban terhadap lingkungan sekitarnya, dan salahsatunya adalah street art. Obey Giant merupakan sebuah street art yang menjadisuatu fenomenal dan semakin dikenal sehingga banyak artis street art diYogyakarta yang terinspirasi dengan gaya desain Obey Giant sehinggamenimbulkan bentuk-bentuk atau wujud street art yang terpengaruh dengan gayaObey Giant. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpendekatan analisis fenomenologi khususnya fenomenologi Hutssel. Hasil daripenelitian ini adalah ditemukan pengaruh dari gaya Obey Giant terhadap street artdi Yogyakarta yaitu Anti Tank, dengan melakukan perbandingan denganmenggunakan 4 (empat) ciri khas yang terdapat pada karya Obey Giant yaitu;elemen propaganda sejarah, icon pop culture, parodi kekuasaan, black power.Kata kunci: Gaya desain, Obey Giant, Street art, Yogyakarta
BENTUK PENYAJIAN TARI SATYA BRASTHA SEBAGAI PERTUNJUKAN PARIWISATA DI UBUD BALI
Penelitian dan pengkajian yang dilakukan berfokus pada bentuk penyajian tari Satya Brastha sebagai pertunjukan pariwisata di Ubud Bali. Tari Satya Brastha adalah tari kreasi baru karya I Nyoman Cerita yang semula diciptakan sebagai Tugas Akhir di STSI Denpasar, dan saat ini mengalami perkembangan menjadi pertunjukan pariwisata. Sebagai pertunjukan pariwisata tentunya tari Satya Brastha mengalami beberapa perubahan yang disesuaikan dengan konsep pertunjukan pariwisata di antaranya berdurasi singkat, tidak termasuk tari sakral, dan memiliki keunikan sebagai daya pikat wisatawan. Konsep struktur digunakan untuk memahami tatahubungan yang membentuk keutuhan bentuk penyajian tari Satya Brastha, selanjutnya untuk mengurai masing-masing elemen tersebut digunakan pemahaman konsep koreogafi meliputi isi, bentuk, dan teknik. Kata kunci: Satya Brastha, pertunjukan pariwisata, perubaha
SIALANG
Sialang is an ethnical music performance inspired by honey bees collecting nectars. The idea evolved into a concept of life that comprises three elements of the interacting and interdependent creatures. Sialang is a tree that shelters the bees until they produce honey; from early life into adulthood, they are persistent to deal with natural selection and to survive amidst the challenges they are facing such as bad weather, attacks from other animals, and uncertain climate. From the life they had never live before until the life with full of threats to their survival. Therefore, human, plant and animal should establish a mutually beneficial life in order to realize a harmonious life. Such phenomenon is manifested because of the tangle of three elements that play a major role in fostering a mutually beneficial relationship. The one and the other elements are welded together to form a unified whole. This phenomenon can be expressed in the form of intertwining circles as the food chain that works on a cyclical basis in an ecosystem. Keywords: honey, concept of life, Sialang
NYIRIH
Tepak sirih selalu hadir dalam setiap acara dan upacara Melayu, baik instansi pemerintahan, lingkungan adat, maupun masyarakat umum sebagai silaturahmi masyarakat hingga saat ini. Namun sesungguhnya tidak banyak yang benar-benar memahami filosofi yang terkandung di dalamnya. Penata tari berusaha untuk merevitalisasi filosofi tersebut dalam sebuah karya tari yang akan ditampilkan dalam panggung prosenium. Penata meneliti makna dari setiap unsur penting yang terkandung dalam Tepak Sirih, yaitu sirih, artinya melambangkan sifat rendah hati, serta senantiasa memuliakan orang lain, kapur, artinya melambangkan hati yang putih bersih serta tulus, tetapi jika keadaan memaksa akan lebih agresif dan marah, gambir, artinya melambangkan kecekalan/ keteguhan hati, pinang, merupakan lambang keturunan orang yang baik budi pekerti, jujur, serta memiliki derajat tinggi, dan tembakau, artinya melambangkan hati yang tabah dan bersedia berkorban dalam segala hal. Karya tari ini menceritakan berbagai sifat manusia yang terwujud dalam unsur-unsur dalam tepak sirih. Bagaimana unsur-unsur tersebut terevitalisasi dan saling berinteraksi satu sama lain, hingga timbul konflik dan harmonisasi di antaranya. Pada akhir karya tari ini, ke lima unsur yang disimbolkan oleh lima orang penari dan lima warna kain yaitu merah, hijau, biru, kuning, dan putih tersebut terkemas menjadi satu dalam sebuah tepak sirih besar yang muncul di atas panggung. Kata kunci : Koreografi, Harmonisasi, Tepak Sirih, dan Melayu.
Perancangan Buku Ilustrasi Novel Fiksi Fantasi Eurgava
Karya fiksi merupakan suatu karya sastra yang mengungkap realitaskehidupan berdasarkan hasil pengembangan daya imajinasi dan merupakan suatuhasil rekaan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya dalam kehidupan sehari-hari.Di Indonesia sendiri tema fiksi fantasi sudah bisa diterima dan banyak diadaptasisebagai tema pembuatan karya novel, seperti novel fiksi fantasi Eurgava karya I TsuBaskara.Perhatian dan minat baca masyarakat yang masih kurang terutama anak anakdan remaja, membuat novel ini kurang terlihat di permukaan, padahal bila ditelaahlagi, novel ini mempunyai potensi nilai nilai yang dapat diambil dan diperlukan bagikehidupan, perkembangan anak dan remaja di jaman sekarang. Nilai moral yangdimaksud seperti persahabatan, tanggung jawab, tentang balas dendam,persengkongkolan, kecerdikan, inovasi, strategi, yang muncul melalui kiash-kisahfantasi dalam buku tersebut.Media visual yang dipilih untuk mengangkat novel ini supaya lebih dikenaladalah melalui buku ilustrasi.Ilustrasi dibutuhkan sebagai sarana mengkomunikasikansebuah informasi secara visual dengan gaya medieval untuk mendekatkan pada kisahaslinya. Perancangan ini mewujudkan naskah novel menjadi sebuah buku ilustrasiyang disajikan secara menarik dan sederhana, sehingga sebuah novel tidak tampilsecara monoton dan nilai-nilai, pesan atau gambaran ide pada novel tersebut bisasampai pada pembaca dengan cara yang menyenangkan.Kata kunci : Novel, Ilustrasi, Fiksi
RIOH BALAK
The writing with title “Rioh Balak dance” meaning frenzied people who are doing illegal logging. The writing tells us about story of illegal logging is now often the case in every area of Indonesia. Rampant illegal logging going on, especially in Riau inspired to create a work of dance with theme illegal logging. Starting from the view of a paper mill with the raw material is natural wood, that’s make the writer asked if a factory used employment system illegal logging or not. With what has been experienced the writer because of the impact of illegal logging is burning of forest that’s make smoke so thick that cause illness, respiratory distress. The selection of the theme of illegal logging in this dance work certainly has some important goals for both writer, society and environment. One of those goals is to invite, to bring people to always preserve the environment, preservation of forests because forests provide a very useful source of life for us. Indonesian forest area vast stretches from Sabang to Marauke often referred to as the emerald equator which has an important role on the global ecological balance, and even Indonesia's tropical forests are considered as the lungs of the world that have a central role to life and living beings in the world.
GARAP GENDING-GENDING TRADISI PENGAWE,JANGGA KUSUMA, GANDRUNG MANIS DAN GLEBAG
Pada umumnya di dalam karawitan terdapat dua macam garap yaitu, garap lirihan dan garap soran. Garap lirihan adalah gending yang lebih mengedapankan instrumen “ngajeng” atau depan, garap soran yaitu gending yang disajikan dengan volume sero/keras yang lebih menonjolkan garap instrumen balungan dan bonang. Penggarapan dan penulisan ini merupakan salah satu upaya untuk menggali dan melestarikan gending-gending gaya Yogyakarta. Gending Pengawe dengan garap soran, Jangga Kusuma garap lirihan, Gandrung manis digunakan untuk iringan bedaya Gandrung Manis dan Glebag difungsikan sebagai patalon pergelaran wayang kulit gaya Yogyakarta. Kata kunci: garap, gending, tradis