696 research outputs found

    PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    No full text
    Sebagai rumah sakit jiwa terbesar di Yogyakarta, Rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi rujukan utama penanganan gangguan kejiwaan untuk memperoleh perawatan dan rehabilitasi penderita gangguan jiwa. Kebutuhan akan rumah sakit jiwa yang cenderung meningkat, menuntut rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas dari segi fasilitas maupun pelayanan. Interior sebagai salah satu pendukung dalam meningkatkan kualitas rumah sakit, menjadikannyapenting untuk mendapatkan perhatian khusus pada perancangannya. Perancangan interior rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta ini meliputi bangsal Bima (ICU), bangsal Arimbi (bangsal inap VIP, klas 1 dan 2) dan bangsalShinta ( bangsal inap klas 3). Mengambil tema ”Memori” dengan gaya postmodern, yaitu dimana dalam penerapan desain pada interior mampu membantu proses penyembuhan melalui keamanan, kenyamanan, suasana, dan pengalaman yang dimunculkan kembali tidak jauh dari keseharian manusianormal.Kata Kunci : perancangan, interior, Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta, postmodern

    BENTUK PENYAJIAN TOPENG IRENG TUNAS KAWEDAR DALAM ACARA PERESMIAN MASJID DI DUSUN KRAGEMAN DESA KRADENAN KECAMATAN SRUMBUNG KABUPATEN MAGELANG

    No full text
    This study focuseson the study of art froms Topeng Ireng Tunas Kawedar the inaugurationof a mosquein the hamlet village Krageman Kradenan Srumbung district Magelang regency.Art Topeng Ireng Tunas Kawedar this is dance populartraditions tug by male dancers is the group.This study aims to identify and describe the presentation of the Topeng Ireng Tunas Kawedar the inauguration of the mosque. This research presentation style approach. Presentation style approarch is an approarch by reviewing the research objects covering various aspects, amog other, aspects of dance, gesture, space and time, property used, the music, make up and costum. So that the performing arts are integrated into unity. Key words : Topeng Ireng, presentation style. koreograf

    AKTIVITAS WARIA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS

    No full text
    Waria merupakan bentuk kehidupan manusia yang cukup aneh, secara fisik mereka adalah lakilakinormal memiliki alat kelamin yang normal tetapi secara psikis mereka merasa dirinyaperempuan, waria merupakan bagian dari masyarakat yang mengalami proses sosial disosiatifyaitu proses yang ditandai adanya suatu pertentangan yang bergantung pada unsur-unsur budayayang menyangkut struktur masyarakat dan sistem nilai-nilainya. Kehadiran mereka ditengahtengahmasyarakat belum sepenuhnya diterima, keadaan mereka dianggap sebagai perilaku yangmenyimpang tidak jarang mereka diperlakukan seperti orang aneh yang patut ditertawakan,dicemooh, dikucilkan karena dianggap tidak normal hal ini yang membuat ruang gerak yangdimiliki kaum waria sangatlah sempit dalam menuntut hak-haknya. Meskipun jumlah wariatidak terlalu besar, namun dalam beberapa hal dunia mereka telah mendatangkan problem yangtidak sederhana, fakta menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pekerjaseks komersial. Penyebab dari waria transeksual masih menjadi perdebatan, apakah disebabkanoleh kesalahan dalam pertumbuhan psikis seseorang, atau karena bawaan sejak lahir, sementaradari medis disebabkan karena kromosom yang tidak seimbang. Berbagai macam perspektif yangdigunakan untuk meneliti kaum waria tidaklah cukup untuk dijadikan suatu kesimpulan.Sebagai seorang transeksual, keindahan tubuh menjadi bagian terpenting dalam penampilansehari-hari hal ini didasari atas satu realitas bahwa secara biologis tubuh mereka ditandai denganciri fisik laki-laki padahal dunia mereka adalah dunia yang dipersentasikan dalam perilakuperempuan, sehingga tentunya akan ada upaya merubah dari citra laki-laki menjadi citra sosialsebagaimana perempuan.Mengacu kepada pokok permasalahan perilaku waria, kemudian dijadikan sebagai ide dasardalam penciptaan karya lukis. Penggambaran atau visualisasi ide menerapkan teknik kerokdengan beberapa karakter tekstur yang berbeda-beda, menggunakan objek tunggal sebagai pusatperhatian dengan mengolaborasikan beberapa unsur rupa seperti simbol, gesture, dan teks secararealistis pada setiap karya tujuannya agar mempermudah maksud dan tujuan yang ingindisampaikan. Selain itu penggunaan warna-warna terang mendominasi pada setiap karyatujuannya untuk menyelaraskan karakter feminim yang dimiliki waria dengan begitu visual yangdihadirkan akan terlihat harmonis.Kata Kunci : Waria, Transeksual, Perilaku menyimpang, Permasalahan sosial, GangguanPsikologis, Seni lukis, Teknik Kerok, Objek Tunggal

    SISTEM WAYFINDING DITINJAU DARI ASPEK MENTAL MAP PENGUNJUNG PADA TUJUAN AREA RAWAT INAP DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA

    No full text
    Salah satu hal yang dapat mengatasi permasalahan wayfinding dalam rumah sakit adalah dengan memiliki imageability rumah sakit yang baik. Imageability rumah sakit ini dapat diidentifikasi dengan mental map. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui obyek-obyek elemen mental map yang terdiri dari landmarks (tengaran), paths (jalur), nodes (titik pertemuan antar jalur), edges (batas-batas wilayah), dan district (kawasan/zona) pada wayfinding pengunjung menuju area rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi imageability obyek tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus mengenai sistem wayfinding yang ditinjau dari aspek mental map pengunjung untuk mengidentifikasi obyek-obyek yang bersifat imageability di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian menggunakan sumber sketsa peta mental, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel tujuan wayfinding dipilih secara purposive sampling, yaitu IRNA I (rawat inap dewasa), IRNA II (rawat inap anak), dan IRNA III (bangsal VIP). Responden adalah sepuluh pengunjung yang dipilih dengan ketentuan umur dewasa muda (20-40 tahun). Responden berpatisipasi dalam penelitian ini dengan melakukan kegiatan wayfinding menuju lokasi tujuan yang telah ditentukan sebanyak tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat obyek elemen mental map yang membantu pengunjung dalam menemukan area rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Obyek tersebut merupakan elemen landmark, paths, edges, nodes, dan satu informasi lingkungan yang mendukung yaitu elemen penanda. Obyek elemen mental map pada tujuan area rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta secara keseluruhan dipengaruhi oleh karakter visual, karakter fisik, dan lokasi. Penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa karakter fisik dan lokasi dari elemen acuan visual rumah sakit mempengaruhi lingkungan tersebut sehingga mudah diidentifikasi dan dibedakan. Kata Kunci : wayfinding, mental map, lanskap, imageability, rumah sakit

    PERANCANGAN INTERIOR KANTOR PT. JASA RAHARJA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    No full text
    PT Jasa Raharja merupakan perusahaan asuransi jiwa milik pemerintah mempunyai beberapa program yang melibatkan masyarakat seperti penyuluhan tentang tata tertib lalu lintas dan pengembangan usaha kecil, hal ini dilakukan untuk ajang promosi dan juga sebagai ajang publikasi PT Jasa Raharja kepada masyarakat. Dari segi desain interior gedung juga sangat berpengaruh dalam pencitraan perusahaan, hal ini harus diperhatikan karena perusahaan ini bergerak di bidang jasa pelayanan yang butuh ruang nyaman, suasana nyaman, dan tentunya pelayanan yang baik. Perancangan ini mengambil tema “Tree Of Life” yaitu dimana dalam penerapan desain pada interior menggambarkan bahwa PT Jasa Raharja sebagai pohon yang mengayomi masyarakat sesuai dengan visi dan misi perusahaan, serta didukung dengan gaya posmodern, dengan begitu memperkuat citra PT. Jasa Raharja sebagai perusahaan terkemuka di bidang asuransi.Kata kunci : perancangan, interior, kantor PT Jasa Raharja  Yogyakarta,postmodern

    PENCIPTAAN ARTISTIK NASKAH “KAPAI-KAPAI” KARYA ARIFIN C. NOER

    No full text
    Naskah Kapai-kapaikarya Arifin C. Noer, dapat di transformasi dalam bentuk pementasan teaterkhususnya tata cahaya, sedikitnya adalah sebuah ekspresi untuk menjadikan bentuk surealis sebagai landasan dalam mewujudkan tata cahaya yang berlandaskan mimpi dan khayalan-khayalan alam bawah sadar. Mewujudkan visualisasi tata cahaya dalam pementasan naskah drama Kapai-kapai, dengan awal proses mengadakan berbagai percobaan dan pencarian yang akhirnya mendesain lampu dengan tambahan lampu non konfensional, yang nantinya akan di terapkan atau di visualisasikan dalam pementasan Kata Kunci : tata cahaya, teater, lampu non konfensional

    STUDI KOMPARASI INTERIOR RUMAH TINGGAL TRADISIONAL SUKU SASAK PESISIR DAN SUKU SASAK PEDALAMAN LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT

    No full text
    Suku Sasak merupakan suku yang mendiami Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Salah satu hasil kebudayaan Suku Sasak dapat dilihat pada rumah tradisionalnya baik pada bangunan maupun interiornya. Perbedaan lokasi yaitu di pesisir dan pedalaman mengakibatkan adanya perbedaan budaya, pola hidup, dan rumah tinggalnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasikan dan mengetahui perbedaan dan persamaan dari rumah tinggal Suku Sasak di pesisir dan pedalaman serta makna pada rumah tradisionalnya. Sampel di daerah pesisir meliputi rumah di Desa Repuq Gapuq, Desa Tanjung Luar, dan Desa Mandar, sedangkan di pedalaman diambil dari rumah di Desa Rembitan, Desa Segenter, dan Desa Sembalun Bumbung.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara penelitian deskripsi yang mengambil jenis kegiatan komparasi rumah tinggal di pesisir dan pedalaman Pulau Lombok. Data sampel diperoleh dari observasi langsung ke lapangan, wawancara kepada narasumber terkait yaitu pemilik rumah, kepala desa dan budayawan, serta mengambil dokumentasi dari setiap sampel rumah berupa foto, gambar layout, dan potongan.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dan persamaan antara rumah di pesisir dan pedalaman. Rumah di pesisir menggunakan sistem panggung yang berfungsi untuk menghindari pasang air laut dan banjir dari dataran tinggi sedangkan rumah di pedalaman dibangun langsung di tanah. Ruang-ruang pada rumah di pesisir dibangun dalam satu massa bangunan, sedangkan ruang-ruang pada rumah di pedalaman dibangun dalam beberapa massa bangunan. Rumah di pesisir menggunakan konstruksi plafon dan jendela sedangkan rumah di pedalaman tidak menggunakan konstruksi plafon dan jendela, sehingga udara dan cahaya masuk melalui anyaman bambu yang dibuat renggang. Persamaan rumah di pesisir dan pedalaman adalah material diambil dari alam sekitar. Rumah di pesisir tidak memiliki banyak makna karena merupakan hasil proses peniruan sedangkan di pedalaman terdapat banyak makna pada rumah tinggalnya sesuai dengan aturan adat yang berlaku di daerah pedalaman.Kata Kunci : Interior Rumah Tinggal, Suku Sasak, Pesisir, Pedalaman, Komparas

    SURUP SURYANING TAYUB

    No full text
    Surup Suryaning tayub is the title of the final dance work is motivated by tayub performances. Words have meaning Surup Suryaning is twilight, twilight symbolized in this work as a parent. This dance works depict dancers tayub about parents     who     still     have     the     spirit      and     soul     of     high     art. Cultivation of this dance work inspired by Physical tayub old dancer who worked as a farmer, so his physical hunchback. But the hunchback physical and twilight age is not a reason for them to be weak, and sickly. Identical to the old one's sickly, weak and no longer fit to dance again. Thus the stylist wants to show that it is not like the old dancers who think and imagine all the people. Coreografer  trying  to  build  image  through  dance  work  titled  Surup Suryaning Tayub to build character tayub tough old dancer who will be shown by combining    the    style    and    nuances    of    the    type    of    rock    music. This dance piece danced  by six women dancers and two sons dancers. three dancers tayub daughter as a young dancer. While three other young dancers and two dancers would imitate men wearing make-up and dressed in old characters and  extra  costumes  property  stooped  to  strengthen  competition  between old dancers. This dance tell the story abaout beattle  character tayub old and young dancers. Keywords: Tayub, Old, Rocke

    KISAH CINTAKU DALAM LUKISAN

    No full text
    Ide penciptaan Tugas Akhir ini adalah suatu gagasan atau pemikiran yangmenjadi dasar atau pijakan dalam berkarya seni. Proses penciptaan karya berlangsungsetalah adanya Pengalaman secara langsung maupun tidak langsung yangberpengaruh terhadap perasaan, kemudian diekspresikan melalui media seni dalamhal ini adalah dalam bentuk karya seni lukis.Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikanpribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semuakebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang, pengorbanan diri, empati, perhatian,kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukanapapun yang diinginkan objek tersebut.Ide penciptaan yang akan coba dijelaskan dalam Tugas Akhir ini adalahtentang upaya menghadirkan representasi visual tentang moment dalam pengalamanhidup baik dan buruk, penulis yang mungkin berisi tentang kisah cintaku dankejadian-kejadian masa lalu , saat sekarang dan yang akan datang menjadi sumberkehidupan untuk memperoleh kebahagiaan yang lebih baik.Dengan demikian, konsep utama dan karya seni lukis Tugas Akhir ini adalahusaha untuk menggali pemikiran, perasaan, dan interpretasi terhadap cinta yangpernah atau sedang dialami penulis, dengan segala suka dan duka, keindahannya yangdimanifestasikan melalui simbol-simbol istilah dalam karya seni lukis.Selanjutnyamengenai perwujudan bentuk yang ingin divisualisasikan dalam karya menampilkanbeberapa bentuk-bentuk figuratif melalui berbagai macam teknik penggunaan yangdibuat berdasarkan foto figur laki-laki dan perempuan atas dasar gaya realistik danromantik. Objek figur laki-laki dan perempuan tidak lain adalah penulis dan mantankekasih dalam bentuk foto atau model.Konsep perwujudan dalam unsur-unsur senirupa: Garis adalah perpaduansejumlah titik-titik yang sejajar dan sama besar. Garis merupakan elemen mendasaruntuk membuat sketsa-sketsa awal yang nantinya akan dibloking dengan warna dandipakai jalan untuk mewujudkan lukisan. Bidang merupakan akibat dari beberapagaris yang kita tarik, disengaja ataupun tidak, bidang akan terbentuk ketika kitamembuat sketsa. Warna adalah kesan yang diperoleh mata dari cahaya yangdipantulkan benda-benda yang dikenainya. Warna merupakan elemen penting yangdigunakan sebagai latar belakang dengan warna cerah; senang, bahagia. Gelap atauhitam; kebahagiaan yang tidak menyenangkan yaitu hampa dan tidak ceria.Kata kunci: Kisah cinta, pengalaman pribadi, lukisan relistik, romantik, figuratif.Garis, bidang, dan warna

    Perancangan Interior Lobby, Lounge dan Restaurant Apartemen Grand Asia Afrika Residence Bandung

    No full text
    Grand Asia Afrika Residence ini merupakan salah satu apartemen yang memiliki keunggulan jika di bandingkan dengan apartemen-apartemen lain yang berada di kota Bandung karena memiliki unit paling banyak dan fasilitas publik terlengkap seperti fitness center, kolam renang, jogging track, taman bermain, minimarket, restoran, cafe, dan fasilitas lainnya sehingga akan membuat penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhannya. Seiringdengan perkembangan kehidupan masyarakat perkotaan dengan mobilitas yang sibuk dan cepat membuat pilihan untuk tinggal di apartemen dianggap lebih praktis.Perancangan interior apartemen Grand Asia Afrika Residence meliputilobby, lounge, dan restaurant yang mengangkat tema budaya Melayu serta dipadukan dengan gaya post-modern.Kata kunci: Grand Asia Afrika Residence Bandung, apartemen, interior lobby

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇