696 research outputs found

    PENERAPAN KOMPOSISI WARNA PADA INTERIOR SEKOLAH PAUD AL-AZHAR 31 DAN 38 DIYOGYAKARTA

    No full text
    Schools are places of learning and teaching activities or can also be called a place that is used to study and teach about social interaction. Indonesian government, has launched at least 9 years of learning activities, or often called the FAIR 9 years, starting from the age of 6 years, ranging from elementary school to the Junior High School. This is because the government is hoping that people's lives would beimproved if supported by adequate education. Nowadays people are very concerned about the education of children. Therefore, the parents do not want to wait long to have their children at the age of 6 years. So a lot of children with early childhood isinserted into pre-primary school or often also called early childhood school (Early Childhood Education). This is because the child will more quickly learn and interact at an early age. At an early age, usually the baby will be able to learn easily from the colors seen. Both on interior and furniture color class to place the baby learn. There are many colors that  empangaruhi knowledge of child development, there is also the theory that color can affect how the child develops memory and creation when learning. Education so that children at an early age is very important, and the color is one thing that affects the child's development as well as knowledge. Therefore, researchers are very interested to study the color used on early childhood school. In this case there needs to be discussion about the composition of any color and how the application of color composition in early childhood classrooms Schools AL-AZHAR31 and 38 Yogyakarta.Issues related to the selected the right kind of research to be used is descriptive research kualiatif. Qualitative descriptive study is a way to understand the object of research in the physical and non-physical form, of understanding and frameof the perpetrators themselves about the application of color that covers the interior space in Al-Azhar Kindergarten School 31 and 38 Yogyakarta. Descriptive research is a type of research that is intended to gather information about the status of a variable or theme, symptoms or circumstances that exist according to what it is at the time the study was conducted (Arikunto, 1993:309). Color composition is applied to the interior of the Al-Azhar schools ECD 31 and 38 Yogyakarta is more likely to use a combination or merger of two colors suchas penarapan on the walls and floors that use a combination of primary colors (red, blue, yellow) and secondary colors (green, orange, pink). The merger between the primary and secondary colors, is also used in furniture and props that are in earlychildhood classrooms Al-Azhar 31 and 38 Yogyakarta.Keywords: Color, Interior Early Childhood Education Al-Azhar 31 and 38Yogyakart

    EVALUASI PASCA HUNI (EPH) RUANG RAWAT INAP KELAS I PADA INSTALASI KESEHATAN ANAK (INSKA) RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

    No full text
    Sebuah bangunan yang sudah melewati jangka waktu yang lama pasti akan melewati berbagai perubahan dan kerusakan, tidak terkecuali bangunan yang terdapat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Salah satunya adalah bangunan pada ruangInstalasi Kesehatan Anak (INSKA) ruang rawat inap kelas I. Gedung yang sudah dihuni sejak tahun 1983 yang masih digunakan sampai saat ini. Penelitian ini difokuskan pada penelitian level indikasi pada elemen teknis, elemen fungsi dan elemen perilaku sehingga dapat menidentifikasi elemen pembentuk ruang (lantai, dinding, plafon), tata kondisional (pencahayaan alami dan pencahayaan buatan), akustik ruang, fire safty, pengaruh elemen fungsional terhadap faktor manusia dan privasi pasien yang merupakan aspek psikologis dan sosial bagi kepuasan si pemakai.Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari pengambilan data adalah 48,12 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inapkelas I INSKA masih sangat baik, 42,03 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inap kelas I INSKA masih baik dan 10,73 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inap kelas I INSKA kurang baik. Sehingga diperoleh hasil bahwa darievaluasi pasca huni tentang elemen teknis, elemen fungsi, dan elemen perilaku pada ruang rawat inap kelas I INSKA secara keseluruhan masih memenuhi kriteria-kriteria yang ada.Kata Kunci: Evaluasi Pasca Huni (EPH), Rumah Sakit, ruang rawat inapanak

    PENGARUH FILM TIM BURTON DALAM LUKISAN

    No full text
    Tugas akhir ini mengangkat tentang pengaruh fantasi film Tim Burtonterhadap penonton, yang diwujudkan dalam visualisasi karya lukisan. Berangkatdari kegemaran pribadi dalam menikmati film-film Tim Burton membuat penulisterinspirasi untuk mengangkatnya sebagai gagasan berkarya.Tim Burton merupakan seorang sutradara dan animator yangmenghasilkan aliran film tertentu secara kontinyu. Karya-karyanya dipengaruhioleh gaya ekspresionis Jerman, yang sebenarnya memajukan tradisi seni Gothicdengan meneruskannya sebagai sebuah aliran film.Pada film, pemakaian bayangan, kontras yang keras, serta warna hitam danputih, menghasilkan efek Gothic yang mampu membangkitkan perasaan terortanpa benar-benar menunjukkan sesuatu yang mengerikan. Unsur tersebut terlihatjelas pada film Tim yang identik dengan visualisasi karakter dan setting yanggelap, serta tema-tema kematian yang membuat filmnya dianggap kurang sesuaibagi penonton di bawah umur.Film Tim memang kaya efek visual yang menyajikan sebuah tontonanunik sehingga mampu membuat penonton ikut bermain dan berfantasi layaknyaanak kecil. Sehingga setelah melihat filmnya terkadang kita akan takut danberandai-andai bahwa apa yang dilihat adalah sebuah kenyataan. Hal ini pun dapatmengakibatkan perubahan sifat dan tingkah laku penonton, serta sulitnyaberadaptasi dengan realitas yang ada karena terciptanya imajinasi baru yangmengaburkan batasan antara kenyataan dan fantasi.Imajinasi baru yang dirasakan penulis mendorong penciptaan bentukkarakter baru yang bersumber dari dunia nyata atau fantasi, serta penggambaransuasana baru yang bersifat nyata dan fantasi. Ide tersebutlah yang dipakai sebagaikonsep awal bentuknya, sampai akhirnya memunculkan gagasan kritis tentangpengaruh menonton tayangan film secara berlebihan sebagai konsep penciptaan.Berbagai pengaruh tersebut diolah dan dikaitkan dengan pengalamanpribadi penulis. Sehingga karya yang diciptakan bercerita mengenai pengaruhfantasi yang dirasakan setelah melihat film Tim Burton yang divisualisasikandalam bentuk karakter baru yang sesuai dengan interpretasi penulis.Kata kunci: Tim Burton, Seni Gothic, aliran Ekspresionis Jerman, film,penonton, fantas

    PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN DAN AUDITORIUM KOMPLEKS WISATA PABRIK GULA GONDANG BARU KLATEN JAWA TENGAH

    No full text
    Kompleks Wisata Pabrik Gula Gondang Baru merupakan sebuah kawasan wisata disekitar pabrik gula yang memiliki bangunan bersejarah dilindungi pemerintah yang terletak di lokasi yang strategis sehingga mampu menyedotperhatian orang-orang untuk berwisata dan menggunakan seluruh fasilitas yang disediakan.Renovasi fasilitas yang telah dilakukan membuat bangunan tidak menggunakan gaya kolonial Belanda, menjadi salah satu permasalahan yang mendapat perhatian khusus mengingat pabrik gula Gondang Baru merupakan sebuah pabrik yang penuh dengan nilai historis yang masih tetap mempertahankankeaslian arsitektur kolonialnya.Perancangan interior restoran dan auditorium kompleks wisata PG Gondang Baru Klaten ini mengangkat tema i amsterdam dalam gaya kolonial Belanda. Perancangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai serta fungsi dari fasilitas restoran maupun auditorium agar lebih memaksimalkanpemberdayaan seluruh sumber daya perusahaan Kata Kunci : perancangan, interior, Kompleks Wisata Pabrik Gula GondangBaru Klaten, i amsterda

    PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL EVENT INTERNATIONAL ISLAMIC ARTS FESTIVAL 2013

    No full text
    Datang 1400 tahun yang lalu untuk menjadi rahmat seluruh alam, Islammenjadi agama terkahir dan penyempurna. Salah satu rahmat Allah Subhanahu WaTa’ala adalah keindahan dalam bentuk seni.Seni dalam Islam selalu berbicara tentang infinitas, dan memiliki konsep tauhidbahwa setiap keindahan datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sehingga berbagaikarya harus ditujukan untuk-Nya. Dengan konsep tersebut, seni Islam berusaha untukselalu menjadikan manusia tidak lupa dengan Sang Penciptanya. Dan selalu bersyukuratas keindahan yang selalu diberikan setiap waktu.Akan tetapi, masa-masa kejayaan seni Islam semakin memudar di zaman yangorang-orang menyebut sudah modern ini. International Islamic Arts Festivaldihadirkan sebagai upaya untuk mempertahankan seni dan budaya Islam tersebut, danmempertahankan peradaban Islam yang besar ini. Generasi muda sekarangmenganggap event yang berlatarbelakang agama selalu kaku dan tidak membuatmereka terhibur. Oleh karena itu, diperlukan banyak inovasi dalam mengemas event inilebih menarik sehingga generasi sekarang terlibat dan berpartisipasai dalam event yangbesar ini. Media yang dipakai dibuat lebih bersahabat dan melibatkan banyak orang,yang menjadikan mereka memiliki andil dalam event ini. Desain dan media yangbekerja dengan baik tidak hanya mengutamakan tampilan menjadi ujung tombak dalammenyebarkan pesan seni dan budaya Islam. International Islamic Arts Festival 2013semakin menunjukkan jati dirinya dengan berusaha melibatkan masyarakat dalamevent ini, bahwa seni dan budaya Islam mampu menjadikan hidup mereka lebih berartidan selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Keyword : International, Islamic, Arts, Festival, Desai

    Perancangan permainan edukatif tentang pengenalan bencana alam dan cara menghadapinya untuk anak-anak.

    No full text
    Perancangan ini diaplikasi untuk menghasilkan media bantu dalam proses pengenalan dan pembelajaran tentang Bencana Alam dan cara menghadapinya untuk anak-anak. Permainan edukatif pengenalan bencana alam dan cara menghadapinya untuk anak-anak ini adalah sebuah permainan yang berisi tentang pengetahuan tentang bencana alam yang sering terjadi di negara Indonesia.Dalam permainan ini pula di beritahukan secara sederhana bagaimana menghadapi bencana alam jika terjadi di sekitar anak-anak.Dalam permainan ini dibutuhkan sebuah papan permainan, 4 orang pemain dengan begitu membutuhkan 4 bidak pemain, satu buah dadu, kartu aksi dan pertanyaandan kartu penjelasan, dan sebuah buku petunjuk permainan. Dengan bidak karakter menggunakan metode gunting dan tempel diharapkan anak-anak dapat lebih kreatif membuat mainannya sendiri. Terdapat pula kartu penjelasan dimana terdapat ilustrasi dan dilengkapi dengan penjelasan tentang tanda-tanda dan bagaimana cara menghadapi bencana alam, selain itu terdapat pula kartu aksi dan pertanyaan dimana dalam kartu aksi terdapat perintah-perintah. Terdapat pula kartu penjelasan dimana terdapat ilustrasi dan dilengkapi dengan penjelasan tentang tanda-tanda dan bagaimana cara menghadapi bencana alam, selain itu terdapat pula kartu aksi dan pertanyaan dimana dalam kartu aksi terdapat perintah-perintah yang mengharuskan anak-anak meniru dan menaati perintah yang tertera dalam kartu, untuk kartu pertanyaan berisikan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang ada dalam kartu penjelasan. Tujuan utama dari perancangan ini yaitu memberikan informasi serta pengetahuan pada anak dan orang tua dalam mengenal bencana alam yang sering terjadi di negara kita dan juga bagaimana cara yang paling sederhana yang dapat di lakukan anak-anak dalam menghadapi keadaan itu jika terjadi di sekitar mereka.Dimana orang tua masih belum menyadari betapa pentingnya pengetahuan tentang bencana alam dan penanggulangannya bagi anak-anak mereka.Situasi ini mungkin terjadi karena kurangnya informasi dan perhatian dari generasi yang lebih tua. Penyampaian pesan pembelajaran ini melalui media permainan board game untuk lebih dapat mengedukasi anak dalam memahami Bencana alam dan bagaimana cara menghadapinya.  

    IKONOGRAFI ORNAMEN PADA INTERIOR KLENTENG CU AN KIONG DI LASEM

    No full text
    Klenteng Cu An Kiong merupakan klenteng tertua dan terindah di Lasem. Ornamen klenteng Cu An Kiong berumur ratusan tahun dan keadaannya masih terawat dengan baik hingga kini. Pasang surut yang terjadi di Lasem tidak membuat klenteng Cu An Kiong kehilangan daya tariknya. Keberagaman dan keaslian ornamennya menjadi daya tarik tersendiri untuk diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ornamen yang terdapat pada interior klenteng Cu An Kiong dan apa saja makna yang terkandung di dalam ornamen tersebut berdasarkan pendekatan ikonografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ornamen pada Klenteng Cu An Kiong lebih cenderung pada kepercayaan Tao. Hal ini dapat diketahui dari beberapa hal yaitu nama klenteng Cu An Kiong atau Ci An Gong. Gong merupakan salah satu ciri nama dari tempat ibadah Tao. Kemudian, bila dilihat dari orientasinya, klenteng Cu An Kiong yang menghadap ke sungai juga merupakan salah satu ciri dari orientasi tempat ibadah Tao. Dewi utama yang berada di Klenteng Cu An Kiong adalah Mak Co yang merupakan Dewi Pelindung Laut dari kepercayaan Tao. Pada ornamennya seperti dewi Xiwangmu yang merupakan salah satu dewi terpenting dalam kepercayaan Tao. Dewi Xiwangmu di klenteng ini tidak disakralkan lagi tetapi justru diletakkan di bagian bawah panil dinding teras yang tidak terlihat dengan mudah. Ornamen lain yang menunjukkan klenteng ini cenderung pada kepercayaan Tao antara lain Yin Yang, Delapan Trigram, Botol Labu, Seruling, serta Han Zhong Li dan Cao Guo Jiu yang merupakan perwakilan dari delapan dewa dari kepercayaan Taois. Ornamen pada klenteng Cu An Kiong juga mendapat sedikit pengaruh dari era Kolonial, hal ini dapat dilihat dari berbagai ornamen seperti, motif zig zag, motif lantai, dan patung singa di depan gerbang klenteng. Kata Kunci : makna, ornamen, klenten

    Teknik Double Tounging dalam Sonata for Flute and Piano Karya Francis Poulenc

    No full text
    Double tounging is one of playing techniques on the flute which emphasizes on the use of a double tongue which have meaning movement of the tongue interchangeably between the front and back of the tongue. Setting the tongue movement which stable and orderly between the front and back of the tongue when blowing the flute be a key principal to produce a good quality of double tounging in producing sound. This technique is a technique commonly used in the flute especially in playing staccato articulation that fast-paced so as a flute player with a standard skilled of the intermediate level should be able to lord those techniques. Not a bit of repertoire can apply double tounging in play with it, such as the Sonata for flute and piano works of Francis Poulenc. In these works there are parts using the technique double tounging in play when mastering single tonguing have segregated to the maximum speed of the tongue movement. With patience, accuracy, use a good method and practicing regularly and effective be the primary key in mastering technique of double tounging correctly and well. Key words : Double tounging technique, sonata, Francis Poulenc

    PERANCANGAN KOMIK PERANG PASIFIK (1941-1945)

    No full text
    Menurut pakar komik Scott McCloud, komik adalah gambar-gambar serta lambang-lambang lain yang terjukstaposisi dalam turutan tertentu untuk menyampaikan informasi dan atau mencapai tanggapan estetis dari pembacanya. Disamping memiliki nilai estetika di dalamnya, komik juga mampu menyampaikan gagasan secara aktual. Penciptaan buku komik Perang Pasifik (1941-1945) ini dimaksudkan untuk menyampaikan sejarah secara aktual tentang Perang Dunia II yang terjadi di Kawasan Pasifik. Penciptaan Komik Perang Pasifik (1941-1945) merupakan komik sejarah bersifat dokumenter yang dapat memberikan pengetahuan berupa visualisasi sejarah secara kronologis terjadinya Perang Pasifik kepada pembaca bermula dari penyebab pecahnya Perang, hingga berakhirnya Perang Pasifik dengan  menyerahnya Jepang kepada Tentara Sekutu. Komik dipilih karena komik merupakan salah satu media komunikasi visual yang paling efektif dan populer, dan merupakan salah satu media yang paling mampu menggabungkan dua bahasa sekaligus, yakni bahasa gambar, dan bahasa teks. Kata Kunci: Komik, Perang Pasifik, Komunikasi Visual

    EVALUASI PASCAHUNI TINGKAT INVESTIGATIF PADA ASKPEK FUNGSIONAL RUMAH SAKIT MATA Dr. YAP YOGYAKARTA

    No full text
    Penelitian Evaluasi Pascahuni ini berjudul “Evaluasi Pascahuni Tingkat Investigatif Pada Aspek Fungsional Interior Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara kinerja interior bangunan Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta dengan aktivitas yang dilakukan oleh penghuni atau pengguna ruang. Manfaat dari Evaluasi Pascahuni ini adalah untuk mengidentifikasi segi baik dan buruk dari kinerja bangunan sehingga dapat memberikan masukan yang lebih baik yang dapat dipakai sebagai dasar untuk desain bangunan atau sejenis dimasa datang atau perbaikannya.Penelitian Evaluasi Pascahuni ini dilakukan sampai dengan level investigatif dengan pertimbangan terbatasnya waktu, alat dan dana yang tersedia. Elemen-elemen fungsional yang diteliti diantaranya yang berhubungan dengan human factors (faktor-faktor manusia, storage (penyimpanan), komunikasi serta fleksibilitas dan perubahan. Pada penelitian ini, mengingat keterbatasan yang ada, penulis hanya menguraikan hasil temuan secara singkat dan rekomendasi berupa konsep pemikiran bagaimana seharusnya kondisi kinerja fungsional yang baik.Hasil penelitian Evaluasi Pascahuni aspek fungsional pada Rumah Sakit Mata Dr. Yap menunjukkan bahwa kinerja dari beberapa elemen fungsional interior bangunan yang diuji belum sesuai dengan aktivitas yang dilakukan pengguna ruang di dalam ruang. Sebagian besar kinerja aspek fungsional pada beberapa ruang tersebut berjalan kurang baik, namun sebagian besar pengguna ruang tidak merasakan kekurangan kinerja tersebut sebagai gangguan, dan masih bisa menjalankan aktivitas mereka, khususnya bagi penghuni internal yang sudah mengalami adaptasi dengan kinerja fungsional ruangan tersebut.Kata Kunci: Evaluasi Pascahuni, Investigatif, Aspek Fungsional, Rumah Sakit Mata

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇