Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
SUARA AKAR RUMPUT SEBAGAI INSPIRASI LUKISAN
Dalam sastra Indonesia suara rakyat jelata biasa dipersonifikasikan dengan suara akarrumput. Suara akar rumput merupakan bentuk dari pendapat, ucapan, keluhan, pernyataan,perkataan, perasaan, impian yang diceritakan, diungkapkan dan diinginkan rakyat. Hal tersebutdijadikan sebagai bahan renungan untuk memicu lahirnya sebuah karya seni. Karya seni yangdihasilkan merupakan sebuah cara untuk menyuarakan berbagai keluhan rakyat dalammenghadapi kondisi kemiskinan.Visual karya seni merupakan hasil pengungkapan batin dan perenungan ketika melihat,mendengar dan merasakan aktivitas kehidupan masyarakat. Karya seni yang dihasilkan adalahkarya dua dimensional berupa lukisan. Media seni rupa khususnya seni lukis dipilih sebagaisalah satu cara untuk menyuarakan perasaan, keluh kesah serta curahan hati rakyat miskin. Halini dilakukan sebagai bentuk pengungkapan rasa empati terhadap kondisi kehidupan rakyatmiskin.Karya seni memanifestasikan konteks masalah dalam setiap konsep penciptaan.Sehingga objek visual harus sesuai dengan isi/makna visual karya tersebut. Proses kreativitasmengacu pada pendapat Robert Pepperell, yaitu tindakan kreatif lebih baik dipahami sebagairealisasi transformasi-transformasi yang bermanfaat yang dihasilkan oleh gabungan unsur-unsuryang telah ada tapi sebelumnya dilihat sebagai terpisah atau tidak kompatibel. Merujuk padapernyataan di atas maka objek visual karya dihasilkan melalui penyusunan dan penggabunganke dalam satu rangkaian karya agar sesuai dengan isi/maknanya. Objek visual lukisanmerupakan bentuk dari figur-figur realistik. Pemilihan figur realistik dimaksudkan agar maknalukisan dapat tersampaikan dengan mudah.Keseluruhan karya seni yang dihasilkan cenderung berdasar pada ekspresi gayaketetapan objektif. Gaya ketetapan objektif oleh Edmund Burke Feldman diklasifikasikansebagai salah satu gaya seni lukis berdasarkan pada ekspresinya. Gaya ketetapan objektifberhubungan erat dengan tiruan fenomena sosial. Seniman bisa saja dengan hati-hati membuatkembali setiap detail sebuah model atau melalui seleksi terhadap detail-detail tertentu ataumenghapus bagian-bagian lain.Kata-kata kunci : Suara, rakyat, kemiskinan, seni lukis, transformasi, figur realistik, gaya,ketetapan objektif
Karakter Formal Arsitektur dan Desain Interior Karya Ridwan Kamil
Ridwan Kamil adalah arsitek dan desainer Indonesia yang cukup berpengalaman ditaraf nasional dan internasional baik dalam karya rancang bangunan maupun kawasan binaan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, melalui pendekatan Monografis-Biografis (Biographic Approach).Arsitektur dan desain interior yang dikaji terdiri atas 3 bangunan yang representatif dalam arti dapat mencerminkan sebagian besar karakter karya arsitek, difungsikan sampai saat ini dan memiliki peran besar bagi masyarakatluas. Rumah Botol Bandung, Masjid Al-Irsyad Parahyangan dan Museum Tsunami Aceh. Karya Ridwan Kamil yang diteliti, tampak adanya keterkaitan yang kuat antara aspek ruang, site, material dan pencahayaan. Penggunaan konsepruang terbuka dengan memanfaatkan ventilasi alami melalui pengolahan bentuk dan ruang yang simpel tanpa sekat pada bangunan merupakan kekuatan arsitektur dan desain interior karya Ridwan Kamil. Komposisi bentuk geometri dasar yangdisusun secara berulang ditambah aplikasi material tekstur pada elemen fasad bangunan merupakan karakteristik yang menonjol yang ditemukan di ketiga bangunan karya Ridwan Kamil. Permainan cahaya dan bentukan arsitektural yangmenghasilkan estetika ilusi bayangan adalah karakter formal yang tidak hanya dapat dilihat namun juga dirasakan sebagai output dari kreativitas Ridwan Kamil sepanjang proses perancangan
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI LAGU DOLANAN BOCAH DWI BAHASA JAWA-INDONESIA
ABSTRACTThe decline in the creation of children’s song in the last few years it feels so apprehensive due to the negative impact on children. Impressions on television increasingly support the tunes are lively reply romance for consumption of children.Children are more focused on lucrative television show less beneficial for a child, because television shows prefer viewing events which have a high rating. While the event weakned children with teen romance events. Not only with event movies, children’s songs ever seeming to disappear are covered with love songs. Even children emerged with the duplication of the adult song. With anunprecedented spectacle deserved to children, psychological child forced to live mature more quickly, to be seen from talk, behavior style to the thinking of child. Its different from 10 years ago where kids play more often and gathered outside the house by singing and playing children’s games, espessially on the island of Java,various dolanan bocah songs imaginable on Java island invites kids to socialize as well as divert from the monitor’s hypnotic to the nature’s playground.Keyword : Monitor’s Hypnotic, Dolanan Bocah songs, illustration book song
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI ETOS KERJA PENJUAL JAJAN PASAR KELILING DI YOGYAKARTA
Paper ini sebagian membahas tentang aspek psikologis dan sosiologis pekerja sektor informal yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari dengan berjualan jajan pasar selama puluhan tahun. Pesatnya perkembangan media massa seharusnya dijadikan alat untuk mengenalkan perjuangan para penjual jajan pasar tradisional ini.. Buku ilustrasi merupakan media yang cocok untuk mengenalkan perjuangan para penjual jajan pasar tradisional ini. Ilustrasi digunakan sebagai penjelas narasi yang ada dalam buku. Kekuatan ilustrasi adalah: memberikan nilai tambah secara estetis dan artistik, dapat direkayasa sesuai keinginan penggambar, unik karena mengandung ciri khas dari pembuat ilustrasi. Dengan melihat ilustrasi, pembaca semakin menangkap inti dari pesan yang ada. Oleh karena itu buku ilustrasiKata Kunci: Aspek psikologis dan sosiologis, penjual jajan pasar, media massa, buku ilustras
KAJIAN ORNAMEN DAN TATA RUANG RESTORAN DAE JANG GEUM YOGYAKARTA
Restoran Dae Jang Geum adalah restoran pertama di Yogyakarta yang menerapkan konsep Istana Korea. Restoran Dae Jang Geum digolongkan dalam specialty restaurant di mana suasana dan dekorasi disesuaikan dengan masakankhas Korea. Penelitian ini mengkaji ornamen Korea beserta makna filosofinya dan tata ruang restoran, menggunakan metode pendekatan studi kasus. Hasil penelitianmenunjukkan ornamen yang terdapat pada restoran Dae Jang Geum baik dari bentuk, penempatan dan ukuran mendekati dengan ornamen asli Korea tetapi terdapat beberapa ornamen dari luar Korea yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari ornamen Korea. Warna ornamen pada restoran lebih cerahdibandingkan dengan aslinya. Dari segi fungsi ornamen tersebut hanya sebagai hiasan yang mendukung konsep Korea. Tata ruang restoran mengadopsi tata ruang Korea dan Jepang akan tetapi dimodifikasi seperti pada ruang tatami. Tradis duduk dengan posisi bersimpuh pada tatami diganti menggunakan lantai papan kayu yang didesain untuk pengunjung agar merasa nyaman seperti duduk dikursi.Kata kunci : Restoran, Ornamen, Tata ruang, Kore
STUDI MAKNA KONOTASI IKLAN LUAR RUANG ROKOK PRODUK PT. DJARUM
Setiap pesan iklan memiliki tanda verbal dan tanda visual yang memiliki maknakonotasi. Sehingga dalam hal inilah kiranya perlu dilakukan sebuah penelitianyang meneliti lebih jauh mengenai makna konotasi dalam pesan iklan yangdisampaikan PT. Djarum pada target audience-nya. Teori yang digunakan dalamanalisis ini adalah teori Semiotika Komunikasi Visual didukung dengan teoriDesain Komunikasi Visual, teori Periklanan, teori Billboard dan Copywriting.Melalui deskripsi dan analisis hasil penelitian ini akhirnya diketahui bahwaterdapat berbagai makna konotasi yang terkandung pada tanda verbal dan tandavisual pesan iklan media billboard produk PT. Djarum. Terdapat hubungan yangerat dan tidak terpisahkan antara tanda verbal, tanda visual dan maknakonotasinya.Kata Kunci :Makna konotasi, Semiotika, Billboard, RokokPT. Djarum
SHE’S
She’s is a dance work inspired by personal experience that seeing from a mother figure. Gentleness, have high fighting spirit, and have a responsibility beyond the weakness of woman seen from the figure of mother. This work is a dance piece performed by two young dancers with different roles, the portrayal of a mother by a dancer, and describe a child by another dancer. Excitatory idesional is the beginning of making this work. Dramatic dance type used in this work with the presentatin of symbolic representational mode. Issue that are closest to life stylist of choice in making this work. Interest and admiration inthe eyes of a mother figure to inspire artist to create and dedicate this work to formidable mother in their daily lives. Keywords: mother, woman, fighting spiri
TEKNIK TABUHAN INSTRUMEN SLENTEM DALAM PENYAJIAN KARAWITAN GAYA NGAYOGYAKARTA
“Teknik Tabuhan Instrumen Slentem dalam Penyajian Karawitan Gaya Yogyakarta” berisi tentang bagaimana teknik atau cara menabuh instrumen slentem dan unsur lain yang berpengaruh terhadap teknik tabuhan dalam sajian karawitan gaya Yogyakarta. Penelitian ini berbentuk deskriptif analisis, dengan menggunakan pendekatan musikologis. Teknik tabuhan instrumen slentem dalam karawitan gaya Yogyakarta memiliki beberapa macam, yaitu teknik nggemaki atau ngenyut, mbandhul dan nibani. Tabuhan-tabuhan tersebut masing-masing memiliki unsur yang saling berkaitan dengan irama, jenis balungan, dan pola tabuhan demung imbal, saron pancer, dan peking miraga. Adapun pengaruh musikal teknik tabuhan slentem yaitu mengisi kekosongan di sela tabuhan balungan dan sebagai penghias lagu. Kata kunci: Instrumen slentem, teknik tabuhan, karawitan
Designing Comics of Joko Sambang Folklore
Folktale is a part of folklore, which is defined as a form of storytelling that basically spread orally and handed down for generations among the supporters community traditionally. While folklore can be subdivided into three categories, namely: myths, legends and fairy tales. Folklore usually tells about the ancestors or the origins of a place in Indonesia. Folklore is full of moral values and wisdom that can be a means of communication to teach life values to children. The rapid development of technology makes folklore increasingly marginalized, so it is impact to many kids that do not know the folklore in Indonesia. One of the stories that should be retold to the children is the folklore of Joko Sambang. This folklore is a story that comes from Pasuruan, East Java. The values contained are like heroism and nationalism that really strong. The media which is fit to the children is a comic book. Comic is an effective media because it is the combination between image and text, so the children can easily get the message that will be delivered in the comic. With the designing this comic of Joko Sambang, is expected to foster the spirit of nationalism as early as possible in children and help to preserve the local culture especially the folklore oral culture through the media of comic.Keywords: Comic, Folklore, Pasuruan, Children, Joko Samban
Gadih Batanduak
“Gadih Batanduak” derived from Minangkabau language which means the horned girl. A dance work which grew out of the ideational stimulation on empirical experience of the choreographer as a Minang girl who lives in a country town. In Minangkabau view, woman is the cornerstone of the existence of the mores that embrace the matrilineal system. Minangkabau women have the right of marriage, tribal, or inheritance. Regulations and limitations as applied by the Minang woman prepares the heir of the family to be proud of Alam Minangkabau. Choreographer, as Minangkabau descent girl inherits the limitations of the situation with all the regulations that have been invested by the family since childhood. This regulation is considered archaic and unreasonable to city life, and lead to the inconvenience. The prejudice was finally changed when the choreographer returned to her hometown in Lintau, Tanah Datar, West Sumatra. The limitation is even more evident when the process of adaptation to neighborhood and surrounding communities. However, the inconveniences gradually turned into an impressive admiration and homesick after returned to the city.