Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
TITIK TITIK TITIK
Titik Titik Titik is a piece of music that inspired by “Three”. Consisting of “Three” number, “Three” pattern and triangle which found in daily life easily. Birth, life and death, the “Three” pattern, is a main theme of the composition. The meaning of Titik Titik Titik itself is an odyssey of life to reach the aim by stepping from a point to another point and then reach the last one.Composer had been through many creative process steps. Starting from exploration, improvisation, composing and then end with a performance. As the title itself, this piece of music consist of three parts. Its tempo and dynamics will trick the audience’s feeling. Titik Titik Titik tries to review the old discourse about gamelan which gets contemporary treatment without losing traditional patterns & forms and also the aesthetic values of gamelan itself. Nothing is change from gamelan, it is just need the new treatment by considering this era. Gamelan is a spirit, not an object, while the gamelan instrument is just a medium
PERANCANGAN INTERIOR CEMARA’S BOUTIQUE HOTEL DI BATU, JAWA TIMUR
Cemara’s Boutique Hotel merupakan salah satu rumah tinggal yang beralih fungsi dari rumah tinggal menjadi Homestay, kemudian menjadi sebuah Boutique Hotel. Seiring dengan perkembangan pariwisata di kota Batu dan semakin kerasnya persaingan, Cemara’s Homestay ingin mengusung konsep Hotel Butik yang jarang ditemui di Kota Batu. Konsep ini sekaligus untuk menaikkan level Cemara’s Homestay menjadi Cemara’s Boutique Hotel. Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung hotel dan kinerja karyawan, serta membuat Cemara’s Boutique Hotel mampu bersaing di bidangnya. Perancangan dilakukan pada area Lobby, Lounge, Dining Area, Room 1-14, Gallery, dan Office. Penerapan Gaya Eklektik dan tema Ornamen Nusantara dipilih atas dasar keinginan klien sendiri, selain itu untuk menciptakan nuansa etnik ditengah modernitas yang kian marak pada desain hotel. Ciri khas dari gaya Ekletik adalah memadukan berbagai macam jenis gaya, tanpa merubah karakter dari setiap gaya yang digabungkan. Ornamen Nusantara yang dipilih berasal dari kota Batu sebagai identitas lokal dan 5 daerah di Indonesia, yaitu Batak, Dayak, Toraja, Lombok, dan Papua. Gaya dan tema tersebut diterapkan secara sederhana kedalam desain sehingga memberikan kesan homey kedalam ruang.Kata Kunci : boutique hotel, eklektik, ornamen nusantara
REPRESENTASI FENOMENA WAKTU
Setiap makhluk di dunia ini memiliki waktunya sendiri-sendiri, bukan hanya terbatas pada makhluk hidup saja, namun benda matipun akan menjadi aus dimakan oleh waktu. Sadar atau tidak, waktu telah menguasai manusia, mengatur hidup sedemikian rupa, mulai dari deadline, timeline, time table, time schedule dan banyak hal tentang waktu yang kini membelenggu kebebasan manusia,. Kebebasan berekspresi, kebebasan berpikir, bahkan kebebasan bermimpi. Representasi fenomena waktu adalah gambaran pengalaman setiap saat atau gejala-gejala yang dapat disaksikan dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah pada sekalian rentetan masa lampau, sekarang dan yang akan datang. Kemudian divisualisasikan, sebagai catatan-catatan yang digunakan untuk introspeksi. Persoalan waktu dengan beragam fenomena yang terjadi di dalamnya merupakan persepsi psikologis yang dipengaruhi oleh tempat, kondisi, peristiwa sehari-hari yang terekam dalam memori. Melalui memori kisah-kisah lama tentang bencana alam, konflik sosial dan yang lain, bisa menjadi pelajaran masa lalu untuk merekonstruksi masa depan. Masa depan pun kelak akan menjadi masa silam yang akan tetap diungkap oleh memori manusia dari generasi ke generasi berikutnya. Pada konsep visual, menampilkan bentuk-bentuk figuratif yang dideformasi dengan pendekatan surealistik, yakni berupa persandingan antara bentuk-bentuk realistik dengan imajinatif sehingga menciptakan ilusi yang absurd. Kata kunci: Fenomena, Waktu, Deformasi, Surealisti
Nol
Nol merupakan sebuah komposisi musik etnis yang bersumber dari angka yang ada di dalam kalkulator. Ide ini berkembang menjadi sebuah proses perjalanan kehidupan seorang manusia. Memulai kehidupannya dari nol untuk mencapai nilai yang tertinggi, dan pada akhirnya seorang manusia tersebut akan mengalami nol kembali. Sebuah proses sirkulasi kehidupan manusia menuju ketiadaannya kembali. Secara proses, kelahiran manusia berawal dari bayi kemudian menjadi kanak-kanak, remaja, tumbuh dewasa, tua kemudian mati. Disepanjang perjalanan tersebut, manusia terus berproses dan menemukan makna hidup dibalik perjalanannya menuju kematian agar tidak sia-sia. Komposisi Nol diawali dengan tabuhan gong sebanyak sembilan bar yang menandakan seorang ibu yang mengandung janin. Untuk mencapai sebuah kelahiran janin tersebut, sang ibu menunggu waktu sembilan bulan. Hal tersebut disimbolkan dengan sembilan bar pada komposisi ini. Penulis menggambarkan sebuah ketiadaan, ada, dan akan kembali tiada dalam komposisi ini. Hal tersebut dimusikalisasikan dengan berbagai instrumen etnis Nusantara seperti cak, biola, contrabass, rekorder, hulusi, bedug, cymbal, cowbell, triangle, dan gong, dengan menggabungkan bentuk skema lancaran Jawa dan bentuk tradisi dambus Bangka, melalui proses eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan, sehingga tercipta komposisi baruKata kunci : sirkulasi kehidupan, lancaran, dambu
Perkembangan Rumah Adat Di Kepulauan Riau
The cultural wealth of the archipelago as the top of regional culture should be appreciated and preserved. One of the traditional heritage is Malay Traditional House which is located in Kepulauan Riau ( Riau Archipelago ) is worth to be studied its existance after passing through various conditions that afflict the region. The purpose of this research is to know the history of the establishment of the building or The Malay House, especially The Malay Traditional House in Kepulauan Riau. The changes of form that happen and the philosophy of Ornamental Style and Theme ( motifs ) that contain in it, of course have been many changes during by the challenges of the society. Those aspects is investigated, so that can obvious, and be understood for the values which is contained in art tradition for enrich the references that has been exist before, and become the basis in implement it in everyday life. The results of this research show that Kepulauan Riau’s Traditional House has experienced long way, so it is natural if the shapes is change, become a shapes like today. That shape appears because of the acculturation with others culture they are ; Europe, Arabic/Middle East, China, India, Java and Bugis. The entry of a nation or an others tribe to Malay region and then merged into the local tradition by wedding, trading or another way which is at the end, give the influences to the Malay culture itself. As well as the theme ( Motifs ) that contained in the decorations of the traditional house, have a deep meaning that indicates philpsophy values that should be upheld in its society life. The very striking thing is the prohibition or restrictions of the use of certain Ornamental Style. According to the certain of the Malay tradition motifs like Muhammad Bertangkup ( calligraphy ), Naga Berjuang ( Struggling Dragon ), Cogan, is not allowed to used by common society. Those motifs is may only use by sultan, king or the great empire. The acculturation that occured in Malay culture now contributes for the enrich of that Malay culture without losing the values or the shapes of the original culture
PENYUTRADARAAN PROGRAM DOKUMENTER EXOTIC TEMPLE ‘SUKUH’ DENGAN TIPE PEMAPARAN EXSPOSITORY
Exotic Temple ‘Sukuh’ adalah sebuah program televisi yang dikemas dalam format dokumenter. Program ini memaparkan fakta-fakta pada bangunan komplek candi Sukuh dengan menerapkan tipe pemaparan exspository. Tipe pemaparan exspository adalah salah satu gaya pada program dokumenter yang memakai penutur tunggal sebagai penutur cerita.Candi Sukuh sebuah bangunan cagar budaya yang masih tergolong muda yang memiliki banyak perbedaan dengan bangunan percandian lainnya. Karya dokumenter Exotic Temple ‘Sukuh’ disajikan dengan mendeskripsikan sejarah, bentuk dan kaitan dengan ajaran pada masanya. Konsep estetik pada karya dokumenter ini disajikan dengan pengambilan gambar yang indah dan penyajian alur cerita yang bertingkat.Dokumenter ini memunculkan fakta-fakta yang lebih informatif untuk dapat diketahui masyarakat luas pada sebuah bangunan suci. Fakta-fakta disajikan dengan penuturan dari narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga informasi yang lebih jelas untuk menilai peninggalan cagar budaya, dalam tanda kutip candi Sukuh dapat terbuka dan mengedukasi penonton dalam melihat fenomena keindahan dalam sebuah banguan suci.Kata Kunci : Dokumenter, Exspository, Candi Suku
INTERPRETASI TEOREMA PERMAINAN TANDA PADA LAGU THIS IS WAR OLEH “30 SECONDS TO MARS”
This Is War is a song popularized By 30 Seconds To Mars. This Is War is a progressive rock genre songs that lasted 5 minutes 27 seconds. Music can not be separated from elements outside the musical elements. lyrics of 30 Seconds To Mars talk about humanism and global social by using the concept of the philosophical literature. The song This Is War presented the semiotic signs, which is interesting to be correlated with the music in a study. Interpretation is the content of the science of hermeneutics. Interpretation of signs studied in the field of semiotics. Semiotic theory are used in the interpretation of the song This Is War is the theory of Charles Sanders Peirce Three Trichotomy. During the study of music and semiotics in Indonesia is still not prevalent. This study is a musicological study using descriptive analysis qualitative-interpretative through the lens of semiotics-hermeneutical. The purpose of this thesis describes the analysis and interpretation of the song transforms This Is War to be a reference study of semiotics-hermeneutical and musicologist who has been there, as well as opportunities for music outside the academic context has feasibility. The results of this study stated that the interpretation of the music is composed of the signs that are relevant in the context of the relevant musical and narrative life. By interpreting the signs, the music Keyword: This Is War, Interpretation, Semioti
PERSEPSI BAHASA VISUAL ANGKA KONSUMEN PADA IKLAN TELEVISI DETERJEN TERHADAP PREFERENSI KAUM IBU DI KELURAHAN PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL
Televisi merupakan salah satu media yang digunakan dalam penyampaian berbagai informasi kepada masyarakat. Penyampaian informasi yang tidak hanya melalui verbal namun juga melalui visual membuat televisi menjadi media yang diunnggulkan karena kemudahannya dalam menyampaikan pesan. Melalui visual pada televisi, iklan dapat ‘menarik’ penonton agar dapat tertarik dengan produk yang mereka tawarkan. Berbagai cara atau kreasi dilakukan oleh pengiklan agar iklan mereka mudah diingat oleh penonton, salah satunya iklan deterjen. Kaum ibu merupakan sasaran konsumen yang dianggap sebagai pemegang keputusan penting dalam pembelian suatu produk dalam rumah tangganya. Pertimbangan seperti pengalaman, kebutuhan rumah tangga, akan mempengaruhi terhadap keputusan pembelian suatu barang. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi apa yang timbul dari bahasa visual tersebut dan bagaimana preferensi konsumen kaum ibu terhadap produk sabun deterjen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dimana peneliti menguji teori tertentu dan meneliti hubungan antarvariabel didalam penelitian ini. Strategi yang digunakan yaitu dengan survei dimana peneliti terjun langsung mengumpulkan data melalui angket dari kaum ibu selain itu juga dengan menggunakan wawancara terhadap ahli periklanan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teori persepsi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, para kaum ibu tidak terpengaruh dengan visual yang ditampilkan di televisi. Para kaum ibu lebih mengutamakan hasil dari paroduk yang dipakai, serta pengalaman baik dari diri sendiri maupun dari luar menjadi referensi dalam menggunakan produk tersebut. Kata Kunci : Iklan, Persepsi, Preferensi, Konsumen.
TUMBUHAN SEBAGAI TANDA DALAM FOTOGRAFI JALANAN
The creation of works of art about the human and the plant, see the definition of the new form will sign from plants, found in streets is present as a result of the pattern of human behaviour, with the construction of different every day. by construction into the street photography.See the results of the construction of the plant as a marker in a street photography is not just as a silent picture.With no sign of man cannot communicate, study of the coat of arms (including sign) that represents the object (objects, ideas, feelings, situations, circumstances) out of him. This concept is integrated in many theories related to the language, discourse, and non verbal activities. The meaning arises from the triangular relationship (triad of meaning): object (referent), mind (reference), and the coat of arms semantic knowledge , about the direct relationship between symbol and its object. A dictionary is a book reference sematic. Sintaktika, about the relationship between coat of arms. Coat of arms does not stand alone, but rather with other symbols, in a larger symbol system called code. Here, the symbol can be verbal or non-verbal. Pragmatics, about the practical usefulness of the human in the midst of a particular culture. From the perspective of semiotics, for successful communication is not enough to understand the symbols separately, but also grammar (Syntax) which regulates the relationships between patterns-coat of arms, as well as culturalPhotography was present to record the memories of the incident or the memory of its history in a particular space that never experienced and known or he believes at a given time. street photography is a portrait of a social community of the city. Messages that it contains also have social mission and invite others to ponder the meaning behind such works. Nevertheless, it is precisely not a few of the perpetrators of street photography is thus viewed it as their personal papers make it for personal ambitions for the sake of satisfaction in creating the work.Keywords: human, plants, signs and street photograph
KONTINUITAS DAN PERUBAHAN KELOMPOK MUSIK RIAU RHYTHM CHAMBERS INDONESIA DI PEKANBARU RIAU
Kelompok musik Riau Rhythm Chambers Indonesia merupakan sebuah kelompok musik yang konsisten menjadikan musik tradisi Melayu sebagai genre musik mereka. Riau Rhythm Chambers Indonesia lahir dan terbentuk di kota Pekanbaru pada tanggal 17 Juni tahun 2001. Tujuan didirikannya kelompok musik ini adalah untuk mengembangkan musik tradisi Melayu, serta sebagai wadah bagi generasi muda untuk turut serta dalam upaya-upaya mengembangkan seni tradisi, khususnya musik tradisi Melayu. Dalam proses perjalanannya, kelompok musik Riau Rhythm Chambers Indonesia telah mengalami kontinuitas yang meliputi warna musik, Penggunaan instrumen gambus Melayu, dan nuansa musik tradisi yang selalu ada dalam setiap fase perubahannya. Kelompok musik Riau Rhythm Chambers Indonesia juga mengalami perubahan.Perubahan tersebut meliputi perubahan konsep musik, formasi personil dan instrumen, serta perubahan aransemen dalam karya-karyanya. Perubahan yang terjadi pada tubuh kelompok musik Riau Rhythm Chambers Indonesia dibagi menjadi tiga fase. Pada fase pertama Riau Rhythm Chambers Indonesia hanya terdiri dari tiga orang personil yang bermain multi instrumen menggunakan konsep yang diberi namaethnotronica. Pada fase kedua, Riau Rhythm Chambers Indonesia merubah formatnya menjadi combo band dengan menggunakan konsep world music. Dan pada fase ketiga, Riau Rhythm Chambers Indonesia kembali melakukan perubahan pada formasi personil, instrumen dan format bermusik yang lebih cenderung kepada musik tradisi, hingga perubahan pada konsep musik yang diberi namaethno contempo. Perubahan yang terjadi pada kelompok musik Riau Rhythm Chambers Indonesia terdiri dari beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Faktor internal yang mempengaruhi terjadinya perubahan pada kelompok musik Riau Rhythm Chambers Indonesia ditandai dengan adanya perubahan pada formasi personil, sehingga memicu terjadinya regenerasi di dalam tubuh kelompok musik Riau Rhythm Chambers Indonesia. Faktor eksternal yang mempengaruhi terjadinya perubahan pada kelompok musik Riau Rhythm Chambers Indonesia adalah faktor ekonomi sebagai penunjang keberlangsungan kelompok ini, serta semakin terbatasnya lahan sebagai media ekssistensi dari musik tradisi, khususnya seni musik tradisi Melayu. Kata kunci: kontinuitas, perubahan, Riau Rhythm Chambers Indonesia