696 research outputs found

    Lukisan Bak Truk Di Yogyakarta (Kajian Visual Terhadap Aspek Tema Dan Fungsinya)

    No full text
    Media merupakan sebuah alat komunikasi antara satu pihak dengan pihak lain. Lukisan menjadi salah satu alat penghubung ekspresi yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Khususnya lukisan pada media bak truk ini memiliki keunikan yang berbeda dari lukisan pada media lain, seperti kanvas, kertas, dan lain sebagainya. Dikarenakan lukisan ini berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang sifatnya dinamis, maka tidak terlihat eksklusif lagi. Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dilewati maupun menetapnya suatu lukisan bak truk. Visual dan tulisan yang melengkapinya, seperti tulisan „Cintamu tak sebesar punyaku‟, „Piye le? Penak jamanku toh?‟, „Gagal Sarjana‟, „Jo dumeh, nduwe muni sak karepe‟, dan lain sebagainya. Tema yang bermacam-macam memiliki fungsi yang menyertainya. Visual pada lukisan bak truk tersirat makna dan terdapat fungsi seni di dalamnya. Tidak hanya membuat orang tertawa, tersenyum, maupun kesal, tetapi kemudian dapat membentuk penafsiran yang lain. Kata kunci : lukisan, bak truk, visual, tem

    Preferensi Musik Hip Hop Pada Remaja Studi Kasus: Siswa Smp Negeri 13 Yogyakarta Dan Smp Negeri 1 Gedangsari Gunungkidul

    No full text
    Perkembangan teknologi dan media massa turut membentuk preferensi musik remaja. Kecenderungan preferensi musik terbentuk karena pengaruh dari budaya popular atau yang sedang menjadi tren di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kecenderungan preferensi musik hip hop pada remaja perkotaan dan pedesaan serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi tersebut dengan menggunakan teori Cans. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional survei. Teknik untuk menentukan sampel adalah purposive sampling, dan diperoleh 240 siswa sebagai responden. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil analisis data menggambarkan bahwa ada perbedaan preferensi musik hip hop antara remaja perkotaan dengan pedesaan. Faktor yang paling mempengaruhi preferensi musik hip hop remaja adalah media massa dan lingkungan sosial. Kata kunci : preferensi musik, hip hop, media mass

    Perancangan Buku Ilustrasi Kesenian Dongkrek Madiun

    No full text
    Madiun adalah kota kecil di Jawa Timur yang sarat dengan budaya dan kesenian yang kurang dikenal oleh masyarakat luas. Salah satu kesenian tradisional asli Madiun adalah Kesenian Dongkrek, dengan kombinasi alat musik korek yang menghasilkan suara “krek” dan gong yang mengasilkan suara “dung” maka disebut Dongkrek. Tetapi Dongkrek saat ini mulai surut popularitasnya, jika dibiarkan maka kesenian ini akan hilang termakan zaman. Sebagai upaya untuk melestarikan kesenian Dongkrek. Maka buku Ilustrasi ini dibuat. Dengan target audience yaitu anak usia remaja. Buku ini berisi tentang sejarah dari Kesenian Dongkrek itu sendiri, alat musik, serta suasana pertunjukan dongkrek masa kini. Pembuatan buku ini memakai teknik drawing manual dikombinasikan dengan digital coloring sehingga menimbulkan kesan vintage dan modern, dengan sajian layout dan gaya visual yang bervariasi akan menjadikan buku ini menarik dan mampu memperkenalkan Kesenian Dongkrek kepada khalayak luas. Kata kunci : Madiun, Kesenian tradisional, Buku Ilustras

    Perancangan Karakter, User Interface Dan Media Promosi Game Mobile Dua Dimensi Tentang Cerita Rakyat Indonesia Timun Mas Dengan Menggunakan Paltform Android

    No full text
    Cerita rakyat adalah salah satu dari kesekian banyak kekayaan budaya yang ada di Indonesia yang harus dilestarikan karena pada dasarnya, cerita rakyat Indonesia penuh dengan unsur yang mendidik dan mengajarkan budi pekerti. Salah satu cerita rakyat yang memiliki cerita yang menarik dan mudah dipahami serta memiliki unsur budi pekerti yang tinggi adalah dongeng timun mas. Pada saat ini cerita rakyat Timun Mas di Indonesia mulai dilupakan terutama pada generasi muda, hal ini tentunya berbanding terbalik dengan gencarnya masuknya budaya asing melalui media digital yang membuat budaya tersebut lebih dikenal oleh generasi muda. Sehingga untuk menyikapinya diperlukan upaya untuk mengemas dan menyampaikan cerita rakyat Timun Mas secara menarik dan sesuai dengan perkembangan teknologi pada saat ini. Melalui media game android diharapkan cerita rakyat dapat dikemas dengan menarik dan menyenangkan. Selain itu media game android dipilih karena pada saat ini device yang berbasis android sudah banyak diproduksi baik berupa smartphone maupun tablet. Kata kunci : Game, Android, Cerita Rakya

    Pangkur Jenggleng Ayom-Ayem Di Tvri Yogyakarta: Suatu Tinjauan Penyajian Karawitan

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pangkur Jenggleng Ayom-ayem di TVRI Yogyakarta: Suatu Tinjauan Penyajian Karawitan” ini membahas tentang struktur dan garap penyajian Pangkur Jenggleng Ayom-ayem di TVRI Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan estetika dan musikalitas. Pangkur Jenggleng Ayom-ayem secara umum mempunyai struktur penyajian, yaitu pambuka, fragmen, dan panutup yang terdiri dari introduksi, permasalahan, konflik, dan penyelesaian. Pada saat penyajian fragmen terdiri beberapa adegan, dan setiap pergantian adegan disajikan selingan iklan serta tune program Pangkur Jenggleng Ayom-ayem. Sajian Ladrang Pangkur garap jenggleng dalam Pangkur Jenggleng Ayom-ayem tidak dimulai dari buka dan tidak diakhiri dengan suwuk. Penyajian dilakukan dari irama I, II, dan satu gatra pertama pada irama III yang merupakan lintasan untuk masuk garap jengglengan. Sajian tersebut terkesan menyimpang dari pakem yang ada, dikarenakan penyajiannya dibatasi oleh waktu penayangan sehingga konsep yang diutamakan adalah penyesuaian waktu dan garap. Berdasarkan hasil penelitian, istilah Pangkur Jenggleng dalam acara Pangkur Jenggleng Ayom-ayem memiliki dua pengertian yaitu Pangkur Jenggleng sebagai garap gending Jawa dan Pangkur Jenggleng sebagai icon pertunjukan. Kata kunci : Pangkur, Jenggleng, Ayom-aye

    Perancangan Interior Pepito Resto Di Nusa Dua Bali

    No full text
    Nusa Dua merupakan sebuah daerah pariwisata berisi restoran, hotel, dan resort besar internasional berbintang 5 di tenggara pulau Bali. Terletak 40 kilometer dari Denpasar, ibukota provinsi Bali. Nusa Dua yang sudah terkenal sebagai daerah industri pariwisatanya dimata dunia tentu memiliki sejuta pesona yang sangat diminati para wisatawan khususnya kulinernya. Salah satu sarana wisata kuliner di Bali yang berpotensi dikembangkan adalah restoran. Oleh karena itu, Pepito Resto akan mencoba menghadirkan atmosphere yang berbeda dengan restoran-restoran tropis pada umumnya, merancang bangunan yang harmonis dengan sifat-sifat dan sumber alam yang ada di sekelilingnya. Penggunaan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan alam dan bahan bangunan yang dapat diperbaharui. Perancangan interior Pepito Resto di Nusa Dua Bali meliputi area Receptionist, restaurant indoor, restaurant outdoor, bar ,dan Restaurant VIP. Pada Perancangan Interior Pepito Resto, konsep ‘Natural Splash’ diterapkan pada rancangan desain yang dibuat agar pengunjung merasakan kesegaran secara menyeluruh dan dapat mengubah suatu kebiasaan masyarakat yang saat ini kurang baik dalam merawat dan memanfaatkan sumber daya alam. Diharapkan dengan pengaplikasian konsep ‘Natural Splash’ dapat menimbulkan artikulasi desain interior restoran yang sustainable dengan estetika yang unik. Kata kunci : Nusa Dua, Desain Interior, Restora

    Perancangan Grafis “Hirukpikuk Jogja Dengan Elemen Keraton Yogyakarta Sebagai Inspirasi

    No full text
    Masih banyak khalayak umum yang belum mengetahui kekayaan yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta. Pengetahuan akan nilai-nilai budaya dan filosofi pada setiap elemen yang ada di Keraton Yogyakarta sebenarnya banyak yang bisa dipelajari untuk diaplikasikan dikehidupan nyata. Fungsi dari perancangan grafis ini adalah untuk memberikan gambaran tentang kekayaan serta keunikan Keraton Yogyakarta lewat cinderamata, dimana dalam setiap perancangan grafis yang diaplikasikan di media kreatif berupa cinderamata yang tak hanya bermanfaat untuk perusahaan tetapi juga bermanfaat untuk industri pariwisata khususnya kota Yogyakarta. Perancang juga berharap bisa memberikan kontribusi dalam misi pelestarian budaya lokal. Studi mengenai dasar teori yang terkait dalam perancangan ini meliputi teori tentang perancangan grafis, teori tentang tipografi, dan teori tentang filosofi Keraton Yogyakarta yang diperoleh dari studi pustaka. Data mengenai target audience diperoleh dari visi misi “Hirukpikuk Jogja” kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik SWOT dengan menganilisa permasalahan dari Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (Peluang), Threats (ancaman) Perancangan grafis Hirukpikuk Jogja ini tidak hanya sekedar untuk mencari keuntungan dari penjualan cinderamata saja, melainkan juga untuk membantu melestarikan keraifan lokal yang sudah ada sejak dulu agar nilai-nilai luhur yang ada tidak tergeser oleh perkembangan zaman yang nantinya dapat merusak moral bangsa. Kata kunci : Jogja, Keraton Yogyakart

    Metode Penerapan Pembelajaran Gitar Elektrik Tangan Kidal Pada Tangan N0rmal (Kanan)

    No full text
    Dalam masyarakat yang dihuni oleh orang-orang non kidal, orang kidal terkenal dengan kemampuan beradaptasi terhadap barang-barang yang diperuntukkan bagi orang non-kidal, seperti salah satunya alat musik gitar. Sedikitnya penelitian yang pernah dilakukan dalam penulisan ini yaitu tentang “metode penerapan pembelajaran gitar kidal” memicu pada penelitian yang lebih jauh tentang kemampuan adaptasi orang kidal. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi perilaku orang kidal terutama mengenai permainan gitar kidal pada permainan gitar kanan, kemampuan adaptasi, orientasi gerak dan tingkat kenyamanan selama bermain gitar kidal. Dilakukan observasi visual yang lebih mendalam untuk memperhatikan gerakan tertentu pada setiap permainan gitar yang dilakukan di panggung pertunjukan. Penelitian ini dilakukan pada 14 responden yang terdiri dari 7 responden kidal dan 7 responden non kidal. Semua responden merupakan murid les privat gitar. Berdasarkan data observasi hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kemampuan adaptasi penerapan pembelajaran gitar orang non kidal dalam kasus perubahan situasi permainan. Hasil dari penelitian ini dirumuskan sebagai referensi pengembangan penerapan metode pembelajaran gitar bagi orang kidal terhadap permainan gitar non-kidal agar sesuai dengan ketentuan permainan gitar non-kidal. Kata kunci : Kidal, non kidal, metod

    Perancangan Animasi 2D Diorama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

    No full text
    Museum Benteng Vredeburg adalah salah satu museum yang dikelola dengan baik. Tetapi pengunjung tidak banyak yang mengamati dengan sekasama diorama yang ada, mereka justru lebih banyak memilih mengahabiskan waktunya berfoto untuk diupload ke media jejaring sosial dan menikmati kenyamanan lokasi museum bersama pasangannya. Hal ini dikarenakan diorama yang ada bersifat statis dan menjemukan. Media pendamping diorama yang ada juga mengaharuskan pengunjung membaca paragraf yang begitu panjang untuk memahaminya. Untuk mangatasi masalah diatas, pihak museum merasa perlu untuk membuat media baru yang dapat menyampaikan informasi tentang sejarah tanpa mengharuskan pengunjung untuk membaca paragraf yang begitu banyak, yaitu dengan pembuatan animasi 2D yang dapat mewakili cerita setiap diorama. Dalam perancangan animasi 2D ini diperlukan beberapa proses dalam pembuatannya, meliputi pra produksi, produksi dan paska produksi. Museum Vredeburg memiliki 55 diorama, namun pada edisi pertama ini akan digarap diorama yang bercerita tentang “Serangan Umum 1 Maret 1949” yaitu no.34 dan no.40 sebagai pengenalan dan promosi. Tema ini dipilih karena serangan ini adalah sejarah penting di Kota Yogyakarta yang perlu di pahami oleh mayarakat luas, khususnya masyarakat Yogyakarta sendiri. Animasi ini dibuat untuk ditayangkan perdana pada “Peringatan HUT ke 67 Serangan Umum 1 Maret” yaitu pada tanggal 1 Maret 2016 yang akan datang. Selanjutnya akan diputar secara permanen di Museum Benteng Vredeburg pada ruang diorama III dan juga pada pameran temporer. Kata kunci : Perancangan, animasi, Dioram

    Eksistensi Kesenian Drumblek di Kampung Pancuran Kota Salatiga

    No full text
    Kesenian drumblek merupakan bentuk kesenian yang mengadopsi orkes harmoni ( musik lapangan-drum band ). Hal tersebut dapat dilihat dari setiap pementasannya yang selalu di ruang terbuka, baik di tanah lapang maupun di jalan raya ( pawai ). Apabila orkes harmoni ( musik lapangan-drum band ), alat musik yang digunakan adalah instrument musik Barat, namun dalam kesenian drumblek, alat musik yang dipakai adalah barang-barang bekas. Walaupun kesenian drumblek ini dalam setiap pementasannya hanya menggunakan barang bekas tetapi dari tahunketahun semakin menjamur kelompok kesenian drumblek di Salatiga. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui mengapa kesenian drumblek sangat diminati oleh masyarakat Salatiga, dan juga ingin mengetahui bentuk penyajian kesenian drumblek Gempar yang berada di kampung Pancuran Salatiga. Untuk kepentingan tersebut, maka penulis menggunakan metode deskriptif analitis sebagai alatnya, dan dengan perpekstif Etnomusikologis sebagai pendekatannya. Setelah melalui proses pembahasan, maka dapat dikatakan bahwa kesenian drumblek yang memiliki prinsip, mudah, murah, dan meriah, Ternyata sangat diminati warga masyarakat Salatiga. Kata kunci : Kesenian, drumblek, eksistens

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇