696 research outputs found

    Visualisasi konflik batin menggunakan keseimbangan dalam komposisi Drama televisi “selibat”

    No full text
    Inner conflict must always be experienced by everyone without anyone else can figure it out. Inner conflict is a conflict or disharmony between what is desirable with what is going on, between expectation and reality. Conflict can be defined as the inner shocks or inner conflict that resulted in him disturbed balance.Inner conflict can be understood by others by communicating the inner conflict. One way is to communicate the inner conflict is visualize in a form of picture composition. The composition of the image that emphasizes the balance is used to communicate the inner conflict of a television drama "Celibacy" . Television drama "Celibacy" is divided into three kinds of stories, the imagination, flashbacks and reality. The composition of the balance is applied in accordance with the inner conflict that occurred in the third story.Inner conflicts able to communicate through a language understood by the image by using the balance of the composition. The balance is used to illustrate the inner conflicts Events happening, like cornered, and so forth. Using equilibrium composition suitable for visualization of the inner conflict because inner conflict makes the balance disturbed.Keyword: Inner conflict, visualization, composition.Konflik batin pasti selalu dialami oleh setiap orang tanpa orang lain bisa mengetahuinya. Konflik batin merupakan pertentangan atau ketidakharmonisan antara apa yang diinginkan dengan apa yang terjadi, antara harapan dan kenyataan. Konflik batin bisa diartikan sebagai goncangan atau pertentangan dalam batin yang mengakibatkan keseimbangan dalam dirinya terganggu.Konflik batin bisa dimengerti dan dipahami oleh orang lain dengan mengkomunikasikan konflik batin tersebut. Salah satu cara mengkomunikasikan konflik batin adalah dengan memvisualkannya dalam sebuah bentuk komposisi gambar. Komposisi gambar yang menekankan keseimbangan digunakan untuk mengkomunikasikan konflik batin sebuah drama televisi “Selibat”.. Drama Televisi “Selibat” terbagi atas 3 macam cerita, yaitu imajinasi, flashback dan realita. Komposisi keseimbangan diterapkan sesuai dengan konflik batin yang terjadi pada ketiga cerita.Konflik batin mampu dimengerti dengan mengkomunikasikannya melalui bahasa gambar dengan menggunakan keseimbangan komposisi. Keseimbangan digunakan untuk memberikan gambaran kodisi konflik batin yang sedang terjadi, seperti terpojok, tersudut dan lain sebagainya. Penggunaan Komposisi keseimbangan sesuai untuk visualisasi konflik batin karena konflik batin adalah pertentangan yang membuat keseimbangan dalam diri terganggu.Kata kunci : Konflik batin, visualisasi, komposisi

    Representasi Parodi Superhero Dalam Penciptaan Seni Lukis

    No full text
    Dalam perkembangan saat ini paradigma masyarakat cendrung terkontaminasi oleh pengaruh dalam pemenuhan hasrat dan kepuasan untuk mencapai sebuah kejayaan dan kesejahteraan yang instan. Tidak dapat dipungkiri pengaruh tersebut berdampak pada kacaunya sebuah kehidupan yang berawal dari keserakahan manusia yang tidak bisa mengendalikan dirinya, ketika dihadapkan pada sebuah kesempatan yang memaksa dirinya untuk berprilaku negatif. Fenomena prilaku negatif ini mudah ditemui di media elektronik seperti perkembangan internet, TV, Radio dan media cetak. Melihat fenomena saat ini terutama di Negara Indonesia dihadapkan pada berbagai perbedaan dan persoalan yang rentan dengan guncangan atau gesekan dari luar, sehingga dengan mudah untuk dikacaukan oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Permasalahan ini lebih merujuk pada prilaku sosok pemimpin negara dalam persoalan defleksi tentang peraturan dan sistem kekuasaan pada ketatanegaraan di Negeri sendiri. Dalam catatan sejarah, Negara Indonesia sudah merdeka tetapi masih belum merdeka sepenuhnya sehingga bangsanya masih terjajah morilnya sehingga terbelenggu dari hasrat untuk mencapai hidup yang sejahtera melalui cara yang tidak benar. Tugas Akhir ini mencoba mengungkapkan sebuah permasalahan yang terjadi dimasyarakat, khususnya perilaku dari kondisi sosial saat ini. Menyangkut kehidupan seorang pemimpin negara dengan berbagai permasalahan dalam keseharian, dari perubahan sikap dan mental, serta konflik-konflik pribadi. Menangkap momen-momen tertentu yang berkaitan dengan pengalaman personal untuk dihadirkan dengan bahasa visual melalui karakter Superhero. Merepresentasikan kembali figur Superhero menjadikan versi yang berbeda dengan memparodikan permasalahan di atas, merupakan bahasa rupa yang tepat sebagai pengungkapan kegelisahan. Pada dalam kondisi sosial saat ini, seorang pahlawan tidak selalu memiliki nilai-nilai kebenaran sehingga pahlawan juga memiliki sisi-sisi negatif di dalam perilaku sehari-hari, sehingga bertolak belakang dari nilai-nilai kebenaran. Kata kunci : seni lukis, parodi, superhero

    SEKARANKENDHANGANJOGED PANAKAWAN PADA ADEGAN GARA-GARA VERSI HABIRANDHA

    No full text
    Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis bertujuan untuk mendeskripsikan kendhangan Joged panakawan dalam adegan gara-gara pakeliran wayang purwa gaya Yogyakarta di Habirandha dengan pendekatan musikal karawitan. Sebagai objek penelitian ini ialah Pusat Pedalangan Habirandha. Fokus penelitian ini ada pada permasalahan struktur sekaran kendangan Joged panakawan di dalam gending yang telah dibakukan dan menjadi ciri khas pakeliran gaya Yogyakarta di Habirandha, yakni dalam adegan gara-gara. Keabsahan data diperoleh melalui studi pustaka, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk Joged dan sekarankendhangan panakawan di Habirandha memiliki ketentuan khusus dan berbeda dari versi dan gaya pakeliran yang lain. Rangkaian sekaran kendhangan dalam jenis gending ladrang dan lancaran yang digunakan untuk iringan Joged panakawan berbeda dengan rangkaian struktur kendhangan dalam karawitan yang difungsikan untuk uyon-oyon. Struktur penyajian Joged panakawan dalam adegan gara-gara di Habirandha berbeda dengan pakeliran yang lain. Penelitian ini menunjukkan bentuk sekaran kendhangan yang digunakan untuk iringan Joged panakawan dalam adegan gara-gara di Habirandha, nampak pada analisis kendhangan Joged panakawan.   Kata kunci: Sekaran kendhangan, gara-gara, panakawan

    Pengolahan Surprise pada Skenario Program Cerita Listen to Me yang Menggunakan Penceritaan Terbatas (Restricted Narration)

    No full text
    Gejala seseorang mengidap Skizofrenia adalah ketika ia mulai tidak bisa membedakan imajinasinya dan kenyataan sebenarnya. perilaku penderita seperti ini yang menjadi objek perciptaan dalam penciptaan karya seni ini. Objek penciptaan Skizofrenia ini akan diwujudkan dalam skenario yang menonjolkan unsur dramatik surprise yang dengan menggunakan penceritaan terbatas (Restricted Narration)Pengolahan surprise menggunakan penceritaan terbatas ini dikarenakan dengan teknik ini akan mampu memberikan efek kejutan yang maksimal pada penonton nantinya. Skenario yang menggunakan teknik penceritaan terbatas bila telah diwujudkan dalam sebuah film penonton hanya akan melihat dan mendengar apa yang dilihat dan didengar oleh tokoh utamanya saja.Kata Kunci : Skizofrenia, Skenario, Surprise, Penceritaan Terbata

    Relasi-Kuasa Dalam Dangdut (Studi Kasus Dangdut Sebagai Media Kampanye Politik)

    No full text
    Dangdut adalah salah satu musik yang paling populer dan paling digemari masyarakat Indonesia. Namun sejak tahun 70-an hingga sekarang dangdut tetap mendapatkan stigma sebagai musiknya rakyat atau musik kalangan menengah kebawah. Stigma yang melekat ini yang menjadikan dangdut kemudian dimanfaatkan oleh politisi maupun partai politik untuk menjadi media kampanye politik. Dangdut digunakan sebagai alat mobilisasi massa, untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang ke sebuah titik kemudian para politisi akan menyampaikan orasi politiknya. Penelitian ini bertujuan mencari deskripsi bagaimana relasi-kuasa yang terjadi dalam penggunaan musik dangdut sebagai media kampanye politik. Locus atau lokasi penelitian berada di Yogyakarta dengan focus sebuah grup dangdut bernama Gilas OBB yang disewa oleh salah satu parpol untuk bermain di kampanye terbuka mereka. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ternyata relasi-kuasa yang terjadi dalam kasus ini persis seperti yang diungkapkan Michel Foucault bahwa kuasa berjalan dalam dua arah, setiap ada kuasa pasti ada perlawanan. Bahwa musik dangdut sebagai sebuah musik dengan bentuk yang sederhana dan mudah dipahami penikmatnya ternyata hanya sebatas sebuah alat mobilisasi massa dalam kampanye politik, tidak serta merta memengaruhi ideologi masyarakat. Ini terbukti saat kuasa (partai politik) mengadakan kampanye, masyarakat yang hadir dalam kampanye (para penikmat dangdut) tidak serta merta mengikuti ideologi partai dan menganggap musik dangdut yang dihadirkan sebatas sebagai hiburan. Begitu juga dengan Gilas OBB yang tidak serta merta mengikuti ideologi partai yang menyewanya, mereka melawan dengan menyatakan diri sebagai netral dan apatis. Kata kunci : dangdut,politik, relasi-kuas

    INTERIOR RUMAH MARGA THJIA DI KAWASANBUDAYA SINGKAWANG BARAT

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Interior Rumah Marga Thjia (peranakan Tiong Hoa) yang berada di Kawasan Budaya tepatnya di Jalan Budi Utomo bernomor 37 bangunan ini adalah bangunan tua warisan arsitektur tionghoa yang dibangun bergaya Tiongkok Utara dengan konsep bangunan “四合院” (sì hé yuàn), yang berarti halaman/courtyard yang dikelilingi oleh empat rumah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktifitas yang terjadi di masing masing rumah berbeda-beda yang mengakibatkan penataan rumah menjadi berbeda, hal ini dikarenakan adanya aktifitas  produksi dan aktifitas non produksi atau aktifitas harian yang ada pada rumah biasa umumnya. perbedaan aktifitas ini mengakibatkan terjadinya kebutuhan fungsi dan bentuk ruang yang berbeda beda dari masing masing rumah, sedangkan untuk aktifitas ritual peribadatan tidak dilakukan dimasing masing rumah namun dilakukan di satu tempat yaitu Wihara yang terletak di tengah tengah Kawasan Marga Thjia. Dari sejak awal dibangun sampai sekarang masing masing penghuni rumah masih mempertahankan material kayu sebagai element pembentuk ruang walaupun sudah mengalami beberapa perbaikan atau perenovasian karena kerusakan maupun perkembangan zaman akan tetapi material yang diganti juga masih berunsur kayu. Simbol atau identitas yang umumnya tidak terdapat pada rumah cina lain namun terdapat pada rumah di Kawasan Marga Thjia ini adalah adanya plang kayu yang bertuliskan kalimat kalimat mutiara yang mengandung arti yang berbeda pada masing masing rumah di Kawasan Marga Thjia serta padasetiap rumah di Kawasan Marga Thjia ini tidak di temukan aturan aturan yang jelas dalam menata rumah baik yang diturunkan dari nenek moyang maupun aturan yang baru di buat oleh penghuni rumah saat ini. Kata kunci : Permukiman, Interior, Tiongho

    14. Penyutradaraan program documenter “membongkar layar tancap” Dengan gaya exspository

    No full text
    Documentary art work entitles “Demolish Stuck Screen Movie” arranges stuck screen movie entertainment that represent watching movie entertainment at open place. This entertainment can emerge many social interactions for people who participate to enliven, so that the existence of this stuck screen movie bring positive effect for whole people. By defending its existence in modern era, the small of public areas and digital video disk and video compact disk plagiarism circulations that increasingly lead electronic industry make stuck screen movie entertainment beingignored. At the middle of entertainment attack, stuck screen movie starting to ignore, but stuck screen movie still become wanted entertainment and still become idol at capital side.This documentary work includes statement of journalist, show art observer, betawi artist and stuck screen movie entertainment businessman. In this art work creation, it applies three stages structure aimed to explain history of stuck screen movie till it does not success anymore and finally become nostalgia of film watching at open place. The using of expository style to make documentary program watcher easy to conclude message from all of demolish stuck screen movie story that aided by narration.This art work tries to give facts on problem that make stuck screen movie being aside. Modernism cannot be fought, but how we behave to keep surviving with all of ability and keeping innovation. Keyword: documentary, expository, stuck screen movi

    JURNAL PRANATA

    No full text
    Pranata merupakan nama belakang dari inspirasi karya tari ini. Prana berarti nafas dan ta berarti tata, Pranata mempunyai makna mengatur nafas. Mengatur nafas diartikan sebagai kesabaran. Dio Pranata terlahir dalam keadaan tidak sempurna, beberapa indra seperti mata, telinga, dan mulut tidak berfungsisecara normal. Dio menyukai cahaya, berjalan menggunakan tumit sebagai tumpuan dan tangan kanan selalu bergetar. Dio terlihat sibuk dengan dunianya sendiri yang merupakan salah satu ciri anak autis. Kondisi yang dialami Dio dan tiga sosok yang mempunyai konflik batin paling kuat menginspirasi terbentuknya karya tari ini.Gerak dasar dalam karya tari ini banyak terinspirasi dari peristiwa tertabraknya kucing dan tingkah laku Dio yang dieksplorasi berdasarkan kemampuan dan ketubuhan penata. Keterkurungan merupakan tema dalam karyatari ini yang diungkapkan melalui konsep nine point dari Horoyuki Miuraa tetapi dari sudut pandang kubus dalam matematika disadari sebagai kesadaran ruang dangerak yang diungkapkan dinamis dan penuh ketegangan. Dirangkai dalam lima adegan yaitu sekilas sosok Dio dan Ayah, rasa bersalah dan kelahiran, bahasa isyarat, perbedaan dimensi antara sosok Ayah, Dio, dan Penata, lalu keterkurungan.Karya tari Pranata disajikan dalam bentuk koreografi kelompok yang ditarikan oleh tiga orang penari laki-laki dan menggunakan iringan musik MIDI (Musical Instrument Digital Interface). Menggunakan busana yang berwarna abuabusebagai simbol diantara hitam dan putih juga dihiasi sentuhan kotak-kotak sebagai dimensi. Masing-masing busana berbeda menyimbolkan sosok Ayah, Dio, dan Penata.Kata Kunci : Dio, Keterkurungan, Pranat

    Penciptaan Naskah Drama Bacakak Terinspirasi Konflik Adat Minangkabau Sumatera Barat

    No full text
    Bacakak plays is a realist plays against a backdrop of indigenous conflict that occurred in Minangkabau of West Sumatra . Bacakak is a term in the language of Minangkabau which means fighting . The battle over land occurred in the Ervan’s family caused by inherited land which falls on the sister neglected and abandoned . Until Aaron intends sold and it is one form of customs violations , because to sell a customary land must be with the permission of the heir is female .Bacakak plays wealth was created to fill a play realist backdrop of conflict with indigenous Minangkabau culture . Realist is the one who in every respect rests on the fact , rather than thinking . According to the RMA . Harymawan realism in general is the art of trying to achieve a flow of illusion over the depiction of reality .The end result plays Bacakak creation has a deep message in it . Therefore the nomads should not forget his hometown and also as a reflection of the traditional rules that should not be violated.Keywords : Indigenous , realist , messag

    MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN “SURYA VISTA ORCHESTRA” DI SEMARANG

    No full text
    An orchestral performance management is very important to note the activist music. Where the orchestra is the incorporation of a wide range of instruments that include the type of string instruments, wind instruments, and percussion. In this case, the author raised about management performance of Surya Vista Orchestra. Surya Vista Orchestra stands on 23 January 1999 lead by Paulus Surya in Semarang. The background underlying the formation of a group of Surya Vista Orchestra is as pop music entertainment that can run in the music industry in Indonesia. But in practice the Surya Vista Orchestra can run its business properly and orderly. Writing this paper aims to provide knowledge for students or people who read this paper to find out how to manage a music performance. Management and structure in Surya Vista Orchestra is very simple because the orchestra leader had no formal education about management. In writing this paper is a descriptive study using the method of analysis is qualitative in which describes all valid data and then analyze the performance management of Surya Vista Orchestra. Keywords: orchestra, performance management, Surya Vista Orchestra

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇