696 research outputs found

    SESER

    No full text
    Seser adalah karya tari yang terinspirasi upacara adat Rebo Pungkasan, dengan lemper raksasa bernama Boga Wiwaha sebagai iconnya. Upacara tersebut berada di dusun Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Lemper Boga Wiwaha merupakan simbol tentang bagaimana upaya manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik/kesempurnaan jiwa. Pada dasarnya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik manusia harus dapat mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa, untuk itu dalam karya tari ini dihadirkan gagasan tentang konsep hidup orang Jawa yaitu cakramanggilingan, bahwa hidup itu kadang di atas dan kadang di bawah. Hal tersebut dapat dijadikan pedoman agar manusia selalu ingat kepada Tuhan yang Maha Esa. Gagasan tersebut dituangkan menjadi sebuah koreografi yang disajikan melalui penari tunggal wanita dengan empat orang pengirit. Gerak tarinya berpijak pada tari tradisi gaya Yogyakarta yang simbolis. Konsep cakramanggilingan disimbolkan dengan empat buah trap yang apabila disatukan dapat membentuk suatu lingkaran yang “Seser” (lingkaran yang sempurna).Kata Kunci: Lemper Boga Wiwaha, upaya manusia,   cakramanggilingan

    FUNGSI DAN PERAN TRUMPET PADA COMBO BRASS BAND DALAM LAGU ADA KUASA DALAM PUJIAN KARYA JONATHAN PRAWIRA DI GEREJA BETHEL KELUARGA ALLAH YOYAKARTA

    No full text
    Trumpet is an important element in a big band arrangement, in this occasion trumpet present in any format and combo band brass section. Worship in Bethel Church Family of God in Yogyakarta using brass section format which will make worship becomes more colored and add to the solemn congregation. Function trumpet in the song arrangements "Ada Kuasa dalam Pujian" became one of the main goals for the author to review it. In this song played by 7 players and 5 players inflatable combo band, wind instruments such as saxophone soprano I, Alto Saxophone I, Alto Saxophone II, Trumpet I, Trumpet II, flugelhorn, trombone, while the band combo player Keyboard I, Keyboard II, Guitar , Bass Guitar, Drums. The song "Ada Kuasa dalam Pujian" in the form of songs categorized into two parts consisting of a number of bars A1B1B1 dengan AB 115 bars, using a fast tempo. In this arrangement organized into 9 sections which consist of the following elements: Introductions (intriduction), track (song), middle section (interlude) and the last section (coda). Allegro tempo used to form fusion-style. The analysis of the function of form this trumpet and the bridge is expected to stimulate the church musicians to be more active in managing the works of jazz in worship, especially the brass ensemble.   Key words: Trumpet, Brass Band, Arrangemen

    IDENTITAS KOTA YOGYAKARTA DALAM VERTICAL CROP PERTANGGUNGJAWABAN TERTULIS TUGAS AKHIR KARYA SENI Santo Ari Handoko NIM 0810406031 JURUSAN FOTOGRAFI FAKULTAS SENI MEDIA REKAM INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2013

    No full text
    Kota Yogyakarta merupakan ibukota dari Propinsi DIY. Sebagai tempat tujuan wisata, Yogyakarta mempunyai banyak tempat bersejarah dan bangunan-bangunan penting lainnya yang menjadi ciri khas kota Yogyakarta.Teknik vertical crop adalah sebuah teknik sederhana dalam fotografi. Tujuan pembuatan karya foto dengan teknik ini adalah untuk mendapatkan foto dari sebuah bangunan, tempat, atau objek yang mempunyai ciri khas yang membedakan dengan yang lain untuk kemudian divisualkan dalam bentuk baru.Penciptaan karya fotografi ini bertujuan untuk memunculkan foto-foto tentang Yogyakarta yang berbeda dari foto-foto yang pernah ada sebelumnya. Pada karya fotografi ini bisa dilihat bagaimana keindahan suatu objek dengan media yang sempit tapi masih bisa memunculkan kekhasan objek tersebut. Karya fotografi ini termasuk dalam ranah fotografi ekspresi.Kata-kata kunci: foto ekspresi, identitas, Yogyakarta, vertical crop, komposis

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR VILLA D’COLLINA JIMBARAN-BALI

    No full text
    Pulau Bali terkenal memiliki tempat-tempat wisata menarik yang mampu mengundang para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.Kedatangan banyaknya para wisatawan ke pulau ini menyebabkan munculnya beragam jenis akomodasi dengan berbagai penawaran yang menarik di Bali dengan berbagai macam kualitas tempat dan pelayanan yang ditawarkan untuk menarik perhatian para pengunjung.Sehingga villa d’Collina sebagaisalah satu villa yang terletak di Jimbaran harus meningkatkan daya saing agar tidak kalah menarik dengan berbagai macam jenis akomodasi yang terdapat di daerah Jimbaran tersebut. Bentuk arsitektural Villa d’Collina yang kebanyakan menggunakan garis lengkung dan melingkar menjadi salah satu daya tarik dari villa ini, namun tentu bentuk arsitektural demikianakan mempengaruhi bentuk interiornya juga dimana sebuah interior akan berhubungan langsung dengan penggunanya.Sehinggavilla ini membutuhkan perencanaan zoning, layout dan sirkulasi yang tepat agar setiap ruang berfungsi secara maksimal dan dapat memberi kenyamanan pada penggunanya, serta karena letak villa yang berada di Bali maka akan dimunculkan nuansa Bali pada interiornya sebagai nilai estetika. Oleh karena itu villa ini akan di desain dengan menggunakan tema natural dengan gaya postmodern yang akan diterapkan di keseluruhan ruang. Kata Kunci     : Bali, Akomodasi, Villa d’Collin

    APOLOGIZE FOR ORCHESTRA

    No full text
    Apologize for Orchestra ini merupakan sebuah karya musik program yang menceritakan tentang  permintaan maaf seorang anak  dalam hal ini penulis kepada Mamanya karena telah menjadi anak yang nakal, tidak mengikuti segala peraturan yang telah diberikan, dan kadang sampai membuat Mamanya menangis. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode deskriptif analisis dimana menggambarkan semua peristiwa yang terjadi selama pembangkangan, perubahan pola pikir dan permintaan maaf penulis. Dengan ini penulis mampu menuangkan segala imajinasi musikal yang terbayangkan oleh penulis. Apologize ini terdiri dari 3 bagian yaitu bagian I menggambarkan semua kesalahan yang pernah dilakukan, bagian II tentang perenungan atas kehidupan yang berantakan, bagian 3 tentang permintaan maaf dan kemenangan dari keegoisan yang terjadi selama ini. Karya ini dimainkan dengan orkestra.   Kata kunci: musik program, pengalaman hidup, orchestra, apologize

    SUWUK GROPAK DALAM KARAWITAN PAKELIRAN WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA

    No full text
    Suwuk gropak adalah suwuk yang terjadi pada irama I dengan laya seseg, sehingga mengakibatkan perubahan teknik tabuhan pada instrumen bonang barung, bonang penerus, peking (saron penerus) dan kendang. Perubahan teknik tabuhan suwuk gropak terjadi pada beberapa gatra sebelum gong dengan menyederhanakan pola tabuhan. Penerapan suwuk gropak dalam karawitan pakeliran berfungsi untuk mendukung suasana adegan. Penelitian ini menggunakan metode diskripsi-analisis, yaitu mendiskripsikan tentang pengertian suwuk dan penerapan suwuk gropak, menganalisis perubahan tabuhan, serta menganalisis fungsi suwuk gropak dalam karawitan pakeliran gaya Yogyakarta lakon Suryatmaja Krama berdasarkan pemahaman alur cerita yang disampaikan dalang melalui kandha, janturan, antawacana, dan sulukan.Kata kunci: suwuk, gropak, karawitan pakelira

    Penulisan Skenario Program Cerita Dari Sudut Pandang Anak Penyandang Autisme Asperger Syndrome.

    No full text
    Pertanggungjawaban Karya Seni “Penulisan Skenario Program Cerita Dari Sudut Pandang Anak Penyandang Autisme Asperger Syndrome” dengan objek penciptaan karya seni ini adalah anak autisme asperger syndrome. Asperger Syndrome merupakan hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat serta aktifitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.Karya seni berbentuk skenario dengan format program cerita. Skenario adalah karya dalam bentuk tertulis, merupakan dasar disain atau rencana kerja pembuatan film. Kemampuan seorang penulis skenario dalam mengungkap informasi yang disampaikan melalui skenario dan pesan akan dikemas secara menarik, sehingga tercapainya sebuah skenario yang sempurna dengan penggambaran jelas dalam visualisasi dari semua gagasan atau ide-ide sehingga mendapatkan cerita yang menarik.Konsep estetik penciptaan karya seni ini menggunakan sudut pandang orang pertama, bertujuan agar lebih menguatkan tokoh utama dan membawa pembaca untuk masuk ke dalam jalannya cerita. Sudut ini akan mengambil dari kacamata tokoh utama yang berperan aktif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahannya. Dengan kata lain, tokoh utama akan keluar sebagai tokoh sentral yang akan membaca pembaca secara tidak langsung merasakan dan di bawa masuk ke dalam kesehariannya, aktifitasnya, dunia imajinasinya maupun pertualangannya.Keyword : Asperger Syndrome, Skenario, Penulis Skenario, Sudut Pandan

    PENGKAJIAN STRATEGI KOMUNIKASI VISUAL PADA EVENT PINASTHIKA CREATIVE FESTIVAL AWARD TAHUN 2012 DAN 2013

    No full text
    In a creative event planning, it is required to be able to create something different than the others, in the process a promo event design needed to attract the target audience. To achieve that requires a creative strategy that can be packaged in a visual communication strategy for the design, in which a design is not only in great demand visual displays alone, but can combine the elements to be unified visual design that has a message in it to appeal to the see it. The research methodology used was a qualitative methodology, with a descriptive approach, where the data collected is the data in the form of literature studies, interviews and visual masterpiece in design promo event Pinasthika Creative Festival in 2012 and in 2013, the entire design in each event has the character and the messages in it. The results of this study indicate that each application design promo in every event contains the messages are packaged in a creative strategy visual unity that reflects the theme of the event in each year. There is something exciting breakthrough in managing an event that is periodic in nature, where in determining a theme for each year of its implementation, especially in 2012 and 2013, it still has a red thread so that the target audience are invited to always be able to tell you about its development, all of it presented and the designs represent the promo eventnya applications. The text has a very strong influence on other message elements in an attempt to explain the strategies presented. Each design promo event delivered as a communication strategy that represents the identity of the theme of the event. Keywords: AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share), application design promo event, Event Advertising, IMC (Integrated Marketing Communication)

    Jogja Noise Bombing: Komunitas Experimental-Noise Di Jogjakarta

    No full text
    Jogja Noise Bombing: Komunitas Experimental-Noise di Jogjakarta merupakan karya tulis ilmiah yang membahas tentang bagaimana satu-satunya komunitas noise di kota Jogjakarta memaknai musik sehingga terjadi aksi-aksi yang dianggap mengganggu bagi sebagian masyarakat kota Jogja. Musik yang umumnya dikenal indah karena terdapat keteraturan nada-nada, irama, dan harmoni justru membuat komunitas ini jenuh akan hal tersebut karena keteraturan dari unsur-unsur tersebut justru membelenggu mereka dalam berkarya, sehingga mereka memutuskan untuk keluar jalur agar dapat lebih bebas berekspresi dalam membuat karya yakni lewat musiknya yang ber-genre experimental-noise. Berawal dari sekedar wacana untuk membuat sebuah acara spontan noise bombing yang akhirnya dapat terealisasikan pada awal tahun 2012, nama komunitas Jogja Noise Bombing semakin dikenal oleh forum-forum kesenian Jogjakarta hingga akhirnya mereka saling bekerja sama dalam membuat event-event musik yang kemudian membuat nama komunitas ini semakin berkembang dan eksis hingga ke luar kota bahkan luar negeri. Tidak hanya keluar dari patron-patron dalam musik konvensional, komunitas ini menggunakan noise sebagai ide pokok dalam pembuatan komposisinya. Noise yang umumnya dikenal sebagai suara bising yang mengganggu diolah menjadi musik dengan sumber-sumber suara yang musikal maupun non-musikal. Bebunyian absurd yang ditimbulkan dapat dimengerti dengan hadirnya tanda literal berupa judul sehingga maksud beserta maknanya dapat dipahami oleh para penonton yang mendengarkan karya-karya dari masing-masing grup dalam komunitas Jogja Noise BombingKata kunci : Jogja Noise Bombing, experimental-noise

    PERANCANGAN INTERIOR LOBI, GALERI DAN KAFE LAWANGWANGI BANDUNG

    No full text
    Lawangwangi adalah galeri seniyang terletak di kota Bandung, Jawa Barat. Pada awalnya Lawangwangi diresmikan sebagai Art & Science Estate, sebuah infrastruktur yang menyerupai model Taman Seni dan Sains. Lawangwangi memiliki dari tiga fondasi utama perusahaan yang bergerak di bidang Art Gallery, Design Space dan kafe. Lawangwangi menyadari bahwa kota Bandung membutuhkan ruang kreatif yang dapat dinikmati kapan saja dan siapa saja, maka Lawangwangi membentuk sebuah kafe yang terletak pada lantai dua. Tujuan perancangan Lawangwangi adalah merancang interior yang merepresentasikan sebuah bangunan yang berintegrasi dengan kebudayaan lokal (sunda) pada desain interiornya. Dengan hadirnya desain interior yang mengusung kebudayaan lokal, sehingga dapat memberikan perasaan nyaman bagi para penggunanya serta memperkenalkan budaya sunda. Perancangan interior Lawangwangi meliputi area lobi, galeri dan kafe, menerapkan gaya modern vintage dan mengangkat tema urban nature. Tema yang digunakan pada perancangan interior lobi, galeri dan kafe Lawangwangi Bandung adalah urban nature. Maksud dari kata urban mengacu kepada bangunan dan perilaku masyarakat perkotaan sekarang ini yang gemar melakukan relaksasi atau hang out bersama kerabat disebuah kafe. Sedangkan maksud dari nature yaitu kehidupan masyarakat yang saling berdampingan dengan alam. Penggunaan material kayumerupakan cara menghadirkan suasana hangat, selain itu juga pengaplikasian kayu pada lantai berfungsi sebagai penanda arah sirkulasi. Selain kayu, terrazzo untuk lantai berfungsi baik untuk menahan beban yang berat, warna yang gelap dan bertekstur berguna untuk membiaskan sinar matahari yang masuk. Merespon lingkungan sekitar melalui aspek arsitektural dengan banyaknya penggunaan dinding kaca dimaksudkan agar mendapatkan suasana tanpa batas sehingga pengguna merasakan kedekatan diri dengan lingkungan sekitar. Sedangkan material yang diaplikasikan pada plafon adalah PVC putih yang dikombinasikan dengan material lokal yaitu bambu.  Kata Kunci: Kesenian, galeri seni, Bandun

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇