696 research outputs found

    PROGRAM PENYUTRADARAAN DOKUMENTER KAUN HAI HUM, HUM YAAHAN HAI (SIAPA KITA? DISINILAH KITA) DENGAN GAYA CINÉMA VÉRITÉ

    No full text
    Dokumenter “Kaun Hai Hum, Hum Yaahan Hai” menggambarkan 3 generasi keturunan Pakistan yang tinggal di Indonesia. Melalui 4 tokoh yang mewakili 3 generasi tersebut dokumenter ini membahas keseharian mereka yang sudah sama dengan masyarakat asli Indonesia dan juga keseharian mereka yang berbeda dengan masyarakat Indonesia yang masih warisan nenek moyangnya dari Pakistan. Mereka mempertahankan adat Pakistan terlihat saat terjadi pernikahan dengan sesama keturunan Pakistan. Mereka juga melakukan pembauran salah satunya juga melalui pernikahan yang terjadi dengan etnis lain, yaitu masyarakat asli Indonesia.Pengemasan dokumenter ini menggunakan gaya dokumenter cinéma vérité, dengan mengedapan realita visual untuk menggambar keluarga keturunan Pakistan tersebut. Dokumenter ini dibuat seperti orang memotret sebuah peristiwa kemudian dicetak dan dipamerkan kepada kepada khalayak sehingga respon khalayak akan beranekaragam. Menggambarkan keberadaan keluarga keturunan etnis Pakistan yang tinggal di Indonesia dalam bentuk dokumenter akan menjadi pengalaman baru bagi khalayak.Kata Kunci: Etnis Pakistan, Dokumenter, Cinéma Vérit

    ANALISIS PERAN TOKOH DALAM TAHAPAN TANGGA DRAMATIK : Tokoh Lolly pada Drama “Lolly Love” Trans TV

    No full text
    Research on "Analysis The Role Of A Figure In Stages Stepladder Saw A Dramatic: Figures Lolly It On Plays "Lolly Love" Trans TV" is aimed to know what Lolly appear, as a figure where it's advent, and how the influence of the emergence of another figure Lolly stages of the dramatic stairs. This research using use a theory of dramatic from Aristoteles namely protasis, epitasio, catastasis, and catastrophe. Besides that theory, used also theory about viewpoint and the types of a figure in the drama.An object research are chosen in this research is drama "Lolly Love" 2013 a period of january until april. This population chosen in that period because in that period is the latest period for the first time in 2012. A method of research used in this research is analysis contents. A unit of analysis used divided into three parts large, namely sampling units, recording units, listing and contextunits. Analysis of data done by observing each story in every episode on program drama "Lolly Love".This research result indicates four pattern Lolly role, namely Lolly as the main character and protagonis figures, Lolly as a close person ( friend the main character ), and utility figures Lolly, Lolly as an observer, and utility figures, Lolly as a close person ( friends or sister the main character ) and deutragonisfigures. The emergence of another figure Lolly it is always changing, in each story not everything in stages of the dramatic stairs Lolly appear. Viewpoints used in the eleventh story showing 10 story use the third person viewpoints and one story use the mix viewpoints. A figure Lolly in each story have influenceindividual in each story in any stage of the dramatic stairs. Existing or whether or not the influence of inflicted due to the emergence of another Lolly referring to a reference which will be explained in research.Keywords: figures Lolly, stepladder dramatic, television dram

    Aplikasi Pola Ritme Kuntulan Pada Drumset

    No full text
    Kuntulan Banyuwangi merupakan kesenian yang lahir dari sebuah kesenian Islam yaitu hadrah. Hadrah merupakan musik puji-pujian yang dipanjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Musik hadrah sendiri dipimpin oleh seorang yang memanjatkan puji-pujian kemudian di ikuti dengan pola ritme tertentu yang menggunakan instrumen 3 buah terbang, jidor bass, jidor pantus dan jidor penerus. Kesenian kuntulan Banyuwangi merupakan perkembangan dari kesenian hadrah. Di dalam kesenian kuntulan terdapat beberapa bagian pola ritme yaitu: tabuh buko, kejoan dan krotokan. Drumset merupakan kumpulan instrumen perkusi yang terdiri dari snare drum, tom-tom, floor tom, bass drum hi-hat, crash cymbal dan ride cymbal. Awalnya instrumen pada drumset berdiri sendiri-sendiri dan dimainkan oleh beberapa orang, karena tuntutan dan perkembangan industri musik menuntut fleksibilitas dari instrumen tersebut maka terciptalah drumset dengan bentuk yang kita kenal sampai saat ini dan dimainkan oleh satu orang. Dengan latar belakang tersebut maka akan diteliti apliksi pola ritme kuntulan pada drumset. Penelitian ini memberikan pengetahuan bentuk pola ritme kuntulan dan aplikasi pola ritme kuntulan pada drumset. Hasil dari penelitian tersebut dapat menambah perbendaharaan pola ritme pada permainan drumset, dan meningkatkan kecintaan terhadap musik tradisi budaya sendiri. Kesenian musik tradisional dapat dijadikan acuan dalam pembelajaran drumset Kata kunci : aplikasi,kuntulan,drumse

    Goresan Anak-Anak Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

    No full text
    Kenangan pada masa kanak-kanak seringkali muncul mengganggu pikiran, bahkan terkadang menjadi tekanan didalam batin. Ada semacam kerinduan didalam diri tentang permainan pada masa lalu, dalam hal ini berkaitan dengan permainan psikomotorik yang imajinatif yaitu permainan menggores, mencoret-coret atau menggaris pada sebuah bidang. Menyadari bahwa tidak mungkin kembali lagi pada masa itu, maka salah satu cara penyelesaikan pesoalan kerinduan pada masa lalu adalah dengan cara bermain-main lagi dengan goresan seperti pada masa kanak-kanak tersebut. Goresan anak-anak yang selama ini dianggap hal yang biasa saja karena bentuk atau goresannya yang sederhana ternyata ketika diaplikasikan kedalam sebuah karya seni lukis sangatlah menarik, ini dikarenakan sifat goresan anak-anak yang spontan, lugu dan eksperimental sehingga menghadirkan hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Goresan anak-anak ini kemudian dipakai sebagai tema dalam tugas akhir ini dengan cara mengeksplorasi kembali keragaman goresan anak-anak sehingga dapat menyampaikan isi pikiran maupun perasan yang terkandung didalam batin sehingga menjadi sarana terapi psikologis dalam menghadapi persoalan dewasa ini yang semakin komplit. Lukisan diciptakan dengan cara menggerak-gerakan garis seperti pada masa kanak-kanak sehingga menghadirkan bentuk sederhana yang disebabkan adanya perbedaan intensitas dalam menggaris atau mencorat-coret meskipun terkadang adakalanya goresan itu terlihat hanya sebagai goresan yang artistik. Kata kunci : seni lukis, goresan anak-anak, terapi psikologi

    9. Penyutradaraan program feature “extreme” Episode “parkour” Dengan gaya penyajian performative

    No full text
    “Penyutradaraan Program Feature Extreme Episode Parkour dengan Gaya Penyajian Performative”, ini berisi tentang berbagai hal yang berkaitan denganpenciptaan karya seni program feature yang mengangkat objek olahraga parkourdengan gaya penyajian performative. Objek olahraga parkour dipilih karenaolahraga ini belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Maksud dan tujuan daripenciptaan karya seni ini adalah membuat program feature dengan gaya penyajianperformative dengan objek olahraga parkour serta memberikan informasimengenai sejarah sampai dengan eksistensi olahraga parkour yang belum pernahdibuat di Indonesia, dan mengenalkan olahraga parkour kepada masyarakat luas.Konsep estetik penciptaan Karya Seni ini menggunakan Gaya PenyajianPerformative. Gaya Penyajian ini dapat menarik perhatian penonton pada aspek ekspresi dari film itu sendiri. Aspek penciptaan tersebut bertujuan untuk menggambarkan subjek atau peristiwanya secara lebih subjektif menurutpandangan dari masing-masing penontonnya, lebih ekspresif dalam aktivitas objek yang diangkat, lebih stylistik dalam visualnya. Kata kunci: Penyutradaraan, Olahraga ekstrem, Parkour, Program Feature, Performative

    DUA TIPE PEMBICARA DAN STRUKTUR TIGA BABAK PADA DOKUMENTER EXPOSITORY “BIS KOTA YOGYAKARTA, HIDUP SEGAN MATI TAK MAU!”

    No full text
    Bis kota Yogyakarta sebagai salah satumoda transportasi masal pada saatini mulai tersingkir keberadaannya. Kultur masyarakat dalam menggunakan jasatransportasi mulai bergeser dengan kehadiran kendaran pribadi yang kian marakseperti mobil dan sepeda motor. Haltersebut semakin diperburuk dengankemudahan dalam kepemilikan kendaran-kendaran pribadi. Kondisi itu berjalanterus menerus dan tanpa disadari olehsemua pihak, bahwa pada kenyataannya biskota Yogyakarta saat ini sedang bertarung dengan masalah yang menyelimutinya.Kondisi dan keberadaan bis kota Yogyakarta pada saat ini menjadi temayang menarik untuk dibahas dan disajikan melalui sebuah program dokumenterexpository, yaitu dokumenter yang memaparkansecara persuasif tentang materibahasannya. Agar lebih menarik dalampenyajian dan penyampaian infomasimaupun pesannya, maka digunakan konsep ‘dua tipe pembicara’ dan ‘strukturtiga babak’. Dua tipe pembicara merupakan agen pencerita yang menyampaikanisi cerita, yaitu narator dan aktor. Narator sebagai pembicara fiktif diluar visualdan aktor adalah pembicara yang juga sebagai aktor di dalam visual, dimanakeduanya saling mengisi dalam menyampaikan isi cerita. Alur penceritaannyamenggunakan struktur tiga babak, yaitu babak I sebagai pengenalan subjek, babakke II konflik permasalahan, dan babak III merupakan solusi dari permasalahan.Dengan menggunakan konsep-konsep diatas, dokumenter expository iniakan semakin menarik; lebih mudah diterima pesan dan informasinya sehinggamasyarakat dapat memberikan pandangan dan simpulan atas tema yang disajikan.Nowadays, the presence of city busone of mass transportation inYogyakarta has been eliminating. Thecommunity culture to utilize masstransportation began to shift to private transportation such as private car andmotorcycle. It is getting worse with aneasiness of obtaining ownership permits.That condition is running constantly withoutnoticed by all parties. In fact, citybuses currently fighting withit is overwhelming problems.This condition and the presence of citybuses becoming topic of interest tobe discussed and presented by Documentary Expository Program, documentarythat explain the material persuasively to make it more interesting in presentingand delivering the information. Then we used two concept : ‘two type of speaker’and ‘three round structure’. Twi type of speaker is storyteller who present plot ofstory, namely narrator and actor. Narrator asfictitious speaker is beyond visualrange and actor as speaker and also as actor in plot. The plot ofstoryline is using2three round structure; 1stround as subjectintroduction, 2ndround as conflict issuesand 3rdround as problem solving.Documentary Expository will be moreinteresting by using the aboveconcept, since the information and the message more easily to be accepted bysocieties, so that the society have their own point of view and conclusion of thethemes presented

    Studi Pengaruh Gaya Hidup Modern Masyarakat Indonesia Terhadap Visualisasi Iklan Televisi Tri Indie+ Versi “Anak Cowok” dan “Anak Cewek”

    No full text
    Gaya hidup bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah tergantung jaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. Gaya hidup sebagai referensi kebudayaan modern memberikan pengaruhnya terhadap visualisasi iklan televisi Tri Indie+ versi “Anak Cowok” dan “Anak Cewek”. Penampilan visual iklan yang didominasi oleh gemerlap kota metropolitan mengacu pada modernitas gaya hidup masyarakat Indonesia. Faktor konsumtivisme dalam gaya hidup modern masyarakat Indonesia, dimunculkan dalam gaya fashion, pemilihan setting, properti dan tentu saja, talent yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana gaya hidup modern masyarakat Indonesia memberikan pengaruhnya terhadap visualisasi iklan televisi Tri Indie+ versi “Anak Cowok” dan “Anak Cewek” melalui objek-objek yang dapat merepresentasikan konsumtivisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan realita gaya hidup modern pada anak muda Indonesia, dan kemudian mencari pengaruhnya terhadap visualisasi iklan. Kajian penelitian ini akan menggunakan pendekatan sosiologi desain untuk mencari makna di balik objek-objek gaya hidup modern dalam iklan. Dengan memahami makna sosial objek-objek tersebut, peneliti akan menjelaskan bagaimana visualisasi iklan terbentuk mengikuti realita gaya hidup dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya pengaruh gaya hidup modern masyarakat Indonesia terhadap visualisasi iklan televisi Tri Indie+ versi “Anak Cowok” dan “Anak Cewek”. Visualisasi iklan yang muncul dipengaruhi oleh berbagai gaya fashion, gemerlap perkotaan, pusat perbelanjaan, alat transportasi, dan realita sosial kemasyarakatan di Indonesia. Gaya desain dalam iklan memberikan kesan dan mendeskripsikan kehidupan masyarakat yang sedang berlangsungKata kunci : Iklan Televisi, Gaya Hidup, sosiologi desain

    Pameran Seni Rupa Di Malioboro Antara 2005-2012

    No full text
    Malioboro sebagai ruang pamer menjadi catatan penting untuk melihat fenomena, untuk menunjukkan arah perkembangan seni rupa Yogyakarta, adanya pergeseran nilai yang terjadi dari “ruang privat” menuju “ruang publik”. Dalam hal ini, ruang publik dipandang sebagai ruang untuk menyalurkan ekspresi dan mengukuhkan eksistensi diri sebagai seniman. Kajian ini mengarahkan penelitian untuk memahami apa yang melatarbelakangi, pendekatan seperti apa dan apa fakta objektif dari pameran seni rupa di Malioboro. Metode pendekatan yang digunakan oleh penulis untuk melakukan penelitian adalah pendekatan multidisiplin dengan mengembangkan analisis melalui perpaduan dua atau lebih disiplin ilmu. Pendekatan ini sangat mungkin diterapkan, karena objek penelitian berhubungan langsung dengan budaya masyarakat yang berkaitan dengan pameran seni rupa di Malioboro periode 2005-2012. Dengan demikian, pendekatan yang dipakai adalah pendekatan sosial, budaya, dan sejarah. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa karya-karya yang dipamerkan di Malioboro tidak berdiri sendiri, tetapi menyatu dengan berbagai aspek yang ada di ruang tersebut. Dengan demikian karya tersebut tidak mempersempit ruang dengan tanda-tanda baru, tetapi membuat ruang harmonis dan lebih bermakna. Pameran di ruang publik khususnya jalan Malioboro memiliki sifat dan watak tersendiri dengan ruang-ruang lain (galeri dan museum). Dengan sifat dan watak yang berbeda dengan ruang konvensional sebagai ruang pamer pelaku seni memiliki alasan tersendiri, cara pendekatan berbeda, serta memiliki fakta objektif yang dicapai dalam memanfaatkan Malioboro sebagai ruang alternatif pameran seni rupa. Penelitian ini sebagai bentuk evaluasi penyelenggaraan pameran seni rupa di Malioboro, membandingkan berbagai kebijakan pemerintah sebagai pengelola kawasan Malioboro, dan sebagai rujukan perkembangan seni rupa di ruang publik. Kata kunci : pameran,seni rupa, malioboro  

    8. PenciptaanProgram Televisi Magazine “MIC BUZZ” Dengan Penyajian Gaya Visual Pop

    No full text
    Pertanggungjawaban karya seni penciptaan program televisi “Mic Buzz” dengan penyajian gaya visual pop ini bertujuan memberikan informasi terbaru mengenai masalah kesehatan dan solusinya melalui media audio visual televisi dengan format magazine. Program acara magazine ini menghadirkan 3 rubrik yaitu : “Mic News”, “Hallo Dokter”, dan “Mic Spot” yang masing-masing mengangkat topic seputar kesehatan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Objek penciptaan karya magazine ini adalah kesehatan dengan pengemasan berbeda dari format program dengan tema kesehatan yang lainnya.Perbedaan tersebut terletak pada penggabungan unsur audio visual dengan unsur pop yang modern yaitu penggabungan grafis dalam tiap liputannya.Konsep estetik penggunaan unsure grafis tersebut merupakan salah satu bentuk penyajian gaya visual pop. Konsep estetik gaya pop diaplikasikan dalam bentuk audio visual mampu member nilai tambah pada daya tarik serta kemudahan program dalam penyampaian informasi kepada audien.Kata kunci : Magazine, Kesehatan, Visual po

    PERANCANGAN INTERIOR GEREJA PAROKI SANTA MARIA ASSUMPTA GAMPING

    No full text
    Pentingnya gereja sebagai sarana ibadah, kegiatan, serta pelayanan keagamaan maka gereja Paroki Santa Maria Assumpta Gamping diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut bagi kehidupan berjemaat. Perancangan interior ini adalah bertujuan untuk memaksimalkan fungsi gereja sebagai rumah ibadah yang mampu memberikan suasana hikmat bagi kegiatan peribadatan jemaatnya.Konsep dari perancangan ini adalah menggunakan tema Maria Assumpta yang diterapkan dengan gaya postmodern. Penggunaan tema ini adalah diharapkan menjadi ciri khas pencitraan gereja ini.Kata kunci : perancangan gereja, Maria Assumpta, postmodern

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇