Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
Todilaling
Awal mula berdirinya kerajaan Balanipa Mandar bermula dari persekutuan “Appe Banua Kayyang’’ berarti empat rumah besar yaitu Napo, Samasundu, Mosso, dan Todang-todang ke Appe banua kayyang tersebut sepakat mendirikan kerajaan Balanipa di Mandar dengan mengangkat I Mayambung. Kawasan yang di sebut “Pitu ulunna salu dan pitu babana binanga” (Rantebulahan, Aralle, Tabulahang, Mambi, Matanga, Tabang, Bambang). Sebelumnya tujuh kerajaan ini bersatu masyarakat Mandar hanya bersifat kesukuan yang biasa di pimpin oleh Maradia. Todilaling merupakan gelar Raja pertama (I Mayambung). kisah tentang I Mayambungi dan tujuh penari yang sangat setia dan bahkan rela menyertai Raja keliang lahat hal ini yang dinamakan Todilaling, dalam bahasa Mandar artinnya orang yang di angkut kedalam liang kubur. Kisah sejarah di Mandar ini menjadi inspirasi gagasan penciptaan tari. Karya tari Todilaling di tarikan oleh satu penari laki-laki sebagai Raja, tujuh penari puteri sebagai penari anak bangsawan, empat penari laki-laki sebagai pengawal Raja dan delapan penari puteri penggambaran masyarakat. Tipe tarinya adalah drama tari. Konsep geraknya merupakan perkembangan gerak dari tari Pattudu. Kata kunci : Todilaling, Mandar, Maradi
Siasat Empat Teknik: Kontrol Dinamik Jari Tangan Kanan, Artificial Harmonic, Tremolo Tiga Senar, Rasgueado Pada Repertoar Variation On A Catalan Folksong “Canco Del Lladre” Op. 25 Karya John William Duarte
Karya tulis ini Sebagai laporan Tugas Akhir dalam konsentrasi minat utama Musik Pertunjukan. Penulisan ini membahas apa saja teknik yang digunakan dan juga teknik-teknik yang sulit pada repertoar Variation on a Catalan Folk Song “Canco del Lladre” Op.25. Disamping itu penulisan ini juga membahas cara menyiasati permasalah teknik yang sulit dalam repertoar tersebut dengan menggunakan beberapa cuplikan teknik semacam etude yang telah dipertimbangkan dan disesuaikan, baik yang dibuat sendiri oleh penulis (berdasarkan referensi penulis) maupun cuplikan teknik (etude) yang diambil dari beberapa sumber. Sehingga, pada akhirnya permasalahan teknik tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Kata kunci : eknik, Menyiasati, etud
Penyutradaraan Program Dokumenter Televisi “Bumi Rafflesia” Dengan Gaya Expository
Karya Tugas Akhir Penciptaan Program Televisi Dokumenter “Bu Rafflesia” Dengan Gaya Expository, merupakan sebuah karya program televi format dokumenter. Dokumenter adalah upaya menceritakan kembali sebua kejadian atau realiatas, menggunakan fakta dan data. Program dokumenter yang berjudul “Bumi Rafflesia”. Program i memaparkan tentang Bunga Rafflesia yang dijadikan ikon dari Provinsi Bengkul sehingga Bengkulu disebut dengan nama lain Bumi Rafflesia. Akan teta Bengkulu sebagai Bumi Rafflesia kurang memperhatikan kelestarian Rafflesi sehingga Rafflesia terancam kepunahan di Buminya. Program dokumenter ini diproduksi dengan penyutradaraan menggunaka gaya expository. Gaya expository adalah gaya yang menampilkan informasi da pesan kepada penonton secara langsung. Expository menggunakan bentu wawancara yang memungkinkan orang lain (selain pembuat film) bis memberikan komentar, baik secara langsung atau dengan voice over dan ju menggunakan archival footage seperti foto, film footage, gambar, dan sebagainy Expository menjadi arus besar dalam dokumenter televisi. Gaya ini dipilih denga pertimbangan bahwa dengan gaya tersebut program dokumenter “Bumi Rafflesia akan mudah dipahami oleh penikmatnya. Kata kunci : Dokumenter, Bumi Rafflesia, Expositor
Analisis Improvisasi Vokal Dianne Revees Pada Lagu “Triste” Karya Antonio Carlos Jobim
Berbicara tentang musik jazz maka akan selalu berhubungan dengan improvisasi. Improvisasi merupakan seni dalam memainkan atau mengembangkan sebuah lagu tanpa adanya notasi tertulis, dengan kata lain improvisasi sering disebut mengembangkan sebuah lagu tanpa ada persiapan sebelumnya. Penyanyi jazz sering melakukan improvisasi saat bernyanyi, salah satunya adalah Dianne Reeves. Dianne Reeves melakukan improvisasi disetiap penampilannya, diantaranya pada saat menyanyikan lagu “Triste”. Lagu “Triste” merupakan karya dari seorang musisi Legend Antonio Carlos Jobim. Lagu ini berceritakan tentang sebuah kesedihan sesorang yang merasa kesepian. Dianne menyanyikan lagu “Triste” ini sangat unik. Improvisasi yang dilakukan oleh Dianne Reeves berisi unsur-unsur musik serta teknik vokal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan langkah-langkah seperti: pengumpulan data, pengolahan data, dan pembuatan laporan. Hasil penelitian ini adalah improvisasi Dianne Reeves menggunakan unsur-unsur musik yaitu pendekatan chordal, modus, serta pengembangan motif. Dianne juga menggunakan teknik vokal yang tepat seperti head and chest voice, intonasi, oktaf, aksentuasi dan ekspresi. Sebagai vokalis jazz, Dianne dapat dijadikan referensi untuk melakukan improvisasi. Kata kunci : Analisis improvisasi, Triste, Teknik voka
Perancangan Video Edukasi Pembuatan Grafis Led Content Dalam Industri Pertelevisian Untuk Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Desain Komunikasi Visual
Video Edukasi merupakan wujud cara penyampaian suatu informasi. Perancangan ini mengangkat tema edukasi tentang bagaimana cara pembuatan Grafis LED Content pada Stage Screen yang ditargetkan pada pelajar SMK yang terlahir di jurusan DKV. Perancangan ini diangkat karena dirasa belum banyak edukasi yang membahas tentang grafis LED content dan juga dapat membuka inspirasi para pelajar untuk melihat sesuatu yang baru dengan sarana animasi grafis. Dalam bab pertama akan dibahas mengenai permasalahan diatas, sehingga dapat menghasilkan sebuah rumusan masalah mengenai penyajian edukasi berupa animasi grafis secara komunikatif dan estetis. Selain itu juga berisi tujuan, manfaat dan sistematika perancangan. Pada bab selanjutnya membahas tentang sumber data dan informasi yang berkaitan dengan Video Edukasi dan grafis LED Content, mulai dari sejarah, jenis-jenis animasi, asal mula dan seluk beluk lainnya hingga berakhir dengan analisis 5W+1H yang menjadi metode analisis data. Pada bab konsep perancangan, akan diuraikan mengenai detail karya desain Video Edukasi. Edukasi ini disajikan dengan tema bernuansa sedikit hologram supaya serasi dengan tema grafis LED content ditahun 2015 ini. Bab IV merupakan visualisasi dari perancangan animasi grafis ini, yang berawal dari sebuah storyboard dan sket untuk media pendukung dan berakhir menjadi final desain animasi grafis, dan media pendukung lainnya. Pada bab terakhir berisi tentang kesimpulan yang merupakan suatu jawaban dari rumusan masalah yakni bagaimana menjadikan sarana edukasi ini menjadi komunikatif dan estetis. Dan diakhiri dengan saran mengenai proses Video Edukasi. Kata kunci : Video, Edukasi, Grafi
Ornamentasi Pada Bangsal Pancaniti Di Kraton Yogyakarta Bentuk Dan Penerapanya
Kraton Yogyakarta juga diartikan sebagai tempat penguasa mendapatkan wewenang memerintah kerajaan berdasarkan Wahyu Tuhan, yaitu wahyuning ratu. Kraton Kasultanan Yogyakarta selain sebagai yang dipertuan pemangku tahta adat atau kepala keraton juga memiliki kedudukan yang khusus dalam bidang pemerintahan sebagai bentuk keistimewaan daerah Yogyakarta. Dari permulaan DIY berdiri (de facto 1946 dan de yure 1950) sampai tahun 1988 Sultan Yogyakarta secara otomatis diangkat sebagai Gubernur/Kepala Daerah Istimewa yang tidak terikat dengan ketentuan masa jabatan, syarat, dan cara pengangkatan Gubernur/Kepala Daerah lainnya (UU 22/1948; UU 1/1957; Pen Pres 6/1959; UU 18/1965; UU 5/1974). Antara 1988-1998 Gubernur/Kepala Daerah Istimewa dijabat oleh Wakil Gubernur/Wakil Kepala Daerah Istimewa yang juga Penguasa Paku Alaman. Setelah 1999 keturunan Sultan Yogyakarta tersebut yang memenuhi syarat mendapat prioritas untuk diangkat menjadi Gubernur/Kepala Daerah Istimewa (UU 22/1999; UU 32/2004). Saat ini yang menjadi Yang Dipertuan Pemangku Tahta adalah Sultan Hamengku Buwono X. (Chamamah Soeratno,2004:67). Kemudian Kraton Yogyakarta sebagai pusat budaya yang mengandung nilai-nilai yang berfugsi sebagai tata cara yang mengatur pelaksanaan kewajiban dan penggunaan hak seseorang di dalam suatu ikatan masyarakat. Pendalaman serta kesimpulan dari penelitian agar hasil yang diperoleh dari peneitian maksimal tentu saja memerlukan metode, karena dalam penguraian segi bentuk memerlukan teori khusus, tentang bentuk visual yang diterapkan pada Bangsal Pancaniti di Kraton Yogyakarta, karena ornamen-ornamen tersebut yang tidak lazim digunakan pada bangunan-bangunan biasa. Dalam pengambilan data dokumentasi wawancara dengan RM. Nordi Pakuningrat di Pendapa Pakuningratan, sedangkan untuk pendekatan estetika menggunakan teori Feldman Edmun Burke dan Kris Budiman serta P. Coble dan L janz untuk pendekatan semiotika. Dengan kata lain, ornamentasi pada Bangsal Pancaniti Di Kraton Yogyakarta dipandang sebagai salah satu cara pemuasan akan keindahan yang keberadaannya. Kenyataaan ini dapat dilihat melalui ditempatkannya ornamen sebagai hiasan berupa ukiran berbentuk simbol, digunakan sebagai sarana komunikasi atau penyampaian pesan kepada manusia. Kata kunci : Ornamen, Kraton Yogyakarta, wahyuning rat
Taru Tari Tara
“Taru Tari Tara” adalah judul dari karya tari yang diciptakan. Judul ini sekaligus menunjuk pada konsep dasar yang diwujudkan ke dalam sebuah koreografi kelompok. Taru dalam bahasa Bali memiliki arti kayu, kemudian Tari berarti tari atau apabila dilihat dari substansi dasarnya adalah gerak atau perilaku, selanjutnya Tara yang berasal dari kata ketara dalam bahasa Bali berarti terlihat. “Taru Tari Tara” berarti bagaimana gerak dan perilaku (Tari) yang terlihat (Tara) dalam mengolah sebuah kayu (Taru). Ide karya tari ini muncul dari ketertarikan penata terhadap gerak dan perilaku seorang maestro seniman pembuat topeng di Bali bernama I Wayan Tangguh, kakek penata sendiri. Karya tari ini secara struktural dibagi ke dalam lima adegan (introduksi, adegan satu, dua, tiga, ending) dengan lebih berfokus pada aktivitas I Wayan Tangguh sebagai seorang petani, pembuat topeng, dan pemangku. Gagasan tersebut muncul berdasarkan pengamatan yang dilakukan secara visual kemudian berkembang menjadi sebuah ide. Hasil dari pengamatan yang dilakukan terhadap proses pembuatan topeng dijadikan sebagai bahan acuan untuk melangkah pada tahap ekpslorasi, meliputi pencarian gerak, pembuatan properti, setting, kostum tari, dan musik tari. Karya tari yang disajikan dalam bentuk koreografi kelompok ini melibatkan enam orang penari laki-laki, menggunakan properti tari berupa topeng Bali, dan dipentaskan di proscenium stage. Gerak tari yang digunakan berdasar pada hasil eksplorasi gerak membuat topeng seperti menyerut kayu, memukul kayu, memegang topeng, dan menjepit topeng menggunakan kaki, serta divariasikembangkan dengan sikap serta motif gerak tari tradisi Bali seperti agem, malpal, ngaed, dan nayog. Kata kunci : Taru Tari Tara; topeng; koreografi kelompo
Analisis Bentuk Musik “Duet In D For Cello And Doublebass”
Studi analisis bentuk musik berfungsi sebagai media untuk mengetahui struktur musikal sebuah komposisi musik, hal ini berguna dalam memahami setiap frasering musik untuk diinterpretasikan. Repertoar yang akan dianalisis adalah Duet in D for Cello and Doublebass karya Gioacchino Rossini. Komposisi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pertama allegro, bagian kedua andante molto, dan bagian ketiga allegro yang akan dianalisis secara terpisah. Duet in D for Cello and Doublebass diciptakan oleh Gioacchino Rossini pada tahun 1824 pada zaman romantik. Repertoar tersebut merupakan format duet, format terkecil dari chamber music yang dimainkan oleh dua orang untuk karya instrumental. Repertoar yang telah dianalisis, akan dipentaskan pada ajang resital Tugas Akhir minat Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kata kunci : Analisis Bentuk Musik, Duet in D for Cello, Doublebas
Perancangan Buku Ilustrasi Legenda Kandibata: Sebuah Kisah Yang Disesali Dari Tanah Karo
Wisata Legenda merupakan istilah yang belum umum dipakai, namun sudah banyak diterapkan di berbagai penjuru dunia. Wisata legenda memanfaatkan kisah-kisah yang dipercaya memiliki hubungan dengan objek wisata yang disediakan, dan kisah-kisah tersebut menjadi daya tarik utama sang objek wisata. Terdapat banyak legenda di Indonesia, seperti Malin Kundang dan Tangkuban Perahu, yang saat ini lokasi yang berhubungan dengan cerita-cerita tersebut dijadikan objek wisata, namun saat ini kisah-kisah tersebut hanya sebagai sebuah pelengkap yang tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk mempromosikan nilai objek wisata tersebut. Buku ilustrasi dengan panduan wisata dipilih agar mampu memberikan gambaran bagi target audience tentang kisah yang melatari objek wisata Doulu di Kabupaten Karo secara lebih jelas sehingga memunculkan rasa penasaran dan diharapkan mampu memunculkan antusiasme pembaca untuk berkunjung. Kata kunci : Ilustrasi, Wisata Legenda, Karo, perancanga
Perancangan Interior Perpustakaan Daerah Jawa Tengah Semarang
Perpustakaan Daerah Jawa Tengah merupakan Perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah .Perpustakaan Daerah Jawa Tengah pada awalnya merupakan Perpustakaan Negara Semarang yang didirikan pada tanggal 1 Agustus 1951 yang sampai sekarang dikenal dengan Perpusda. Sebagai perpustakaan yang mengelola arsip penting di daerah jawa tengah, perpustakaan ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mengumpulkan dan menambah wawasan. Pengunjung yang datang pun berasal dari berbagai usia dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Mereka memiliki kepentingan yang berbeda saat mengunjungi perpustakaan. Seperti kepentingan untuk pendidikan, pelestarian, penelitian, informasi dan rekreasi. Perpustakaan ini diharapkan bisa menjadi pusat pencarian informasi dan pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan jaman dan menjadi agen perubahan dan agen kebudayaan dari masa lalu dan masa yang akan datang. Pengunjung merasa nyaman dan ter adiksi untuk terus mencari informasi dan menggali pengetahuan di perpustakaan, sehingga akan menaikkan citra perpustakaan di mata masyarakat. Harapan ini diwujudkan dengan re-design dalam konsep “Timeless Flare, The Knowledge Spirit”. Konsep tersebut diambil dari tema lampu teplok yang memiliki filosofi mengenai sebuah perjuangan dan pencerahan. Pada perancangan ini menggunakan pendekatan tema combined metaphor. Dari pendekatan tema ini diharapkan tema lampu teplok tidak hanya dapat dilihat dan dirasakan oleh pengunjung perpustakaan melalui pola dan bentuk tetapi juga melalui suasana interiornya. Kata kunci : Perancangan, Perpustakaan, Semaran