696 research outputs found

    PERANCANGAN INTERIOR GALERI, TOKO DAN CAFE SELASAR SUNARYO ART SPACE BANDUNG

    No full text
    Kota Bandung merupakan kota yang dijadikanp royekrintisan kota berbasis ekonomi kreatif. Hal ini didasari pada pertemuan internasional di Yokohama tahun 2007. Salah satu hal yang menyebabkan tercapainya prestasi ini ialah adanya aktifitas pelaku kreatif dan apresiasi masyarakat kota Bandung sendiri terhadap aktifitas pelaku kreatif. Art space merupakan salah satu wadah bertemunya antara pelaku kreatif khususnya bidang seni dan masyarakat yang ingin mengetahui aktifitas yang terjadi didalamnya. Selasar Sunaryo Art space merupakan salah satu Art space di kota Bandung yang sudah berdiri selama kurang lebih 15 tahun dan dikelola secara mandiri. Selama perjalanannya dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan, pengelola dihadapi oleh bermacam permasalahan termasuk dari segi Interior ruang. Permasalahan utama yang dihadapi ialah faktor tat akondisi pencahayaan ruang, dan pengorganisasian penyimpanan barang dikarenakan terbatasnya area penyimpanan.Tujuan dirancangnya Interior Selasar Sunaryo Art space untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dalam melangsungkan beragam kegiatan serta para pelaku seni dapat terakomodasi kebutuhannya selama berkegiatan didalamnya.Proses perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space menggunakan metode perancangan analisis dan sintesis. Proses analisis didapat dengan cara menarik kesimpulan dari hasil survey secara langsung di Selasar Sunaryo Art Space, proses wawancara, dan permasalahan desain. Proses sintesis berupamemasukan konsep perancangan berupa program – program dan rancangan fisik yang dimasukan kedalam elemen perancangan untuk mencapai hasil perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space yang kemudian dievaluasi kembali terhadap tujuan perancangan.Hasil perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space kedalam wujud desain berupa panel – panel sirip pada bukaan di dindingr uang yang dalam penggunaanya dapat direspon oleh pengguna ruang untuk mendapatkan konfigurasi cahaya didalam ruang sesuai kebutuhan, penggunaan dinding – dinding temporer dengan sistem geser untuk mengurangi pemakaian area penyimpanan, mempermudah dalam penggunaan dinding temporer, serta diharapkan dapat meningkatkan aktifitas pelaku seni dalam merespon keadaan ruang.Dirancangnya, perabot penunjang aktifitas dengan sistem knock – down untuk mengurangi pemakaian area penyimpanan ketika tidak difungsikan.Kata Kunci : Bandung, interior Art space, SelasarSunaryo Art space, dinding temporer, perabot knock-dow

    INTERPRETASI LAGU NIGHT RHYTHM KARYA LEE RITENOUR DALAM ANSAMBEL BAND PADA RESITAL TUGAS AKHIR

    No full text
    This article refers to the one of the repertoire presented by the author's undergraduate recital of Pop-Jazz, as the concept of study in the thesis of author, that song is Night Rhythm by Lee Ritenour. Issues discussed by utilizing musicological method in this article is about how the interpretation in the presentation of this repertoire with applying the principles of ensemble band. In this study, the interpretation of Night Rhythm song is supported by the application of the principles of ensemble band.Keyword: Interpretation, Ensambel band, Night Rhythm

    Foto Dokumenter Anak–Anak Down Syndrome Di Institusi Pendidikan SLB N 1 Yogyakarta

    No full text
    Objek penciptaan karya Tugas Akhir membahas Anak-anak Down Syndrome di Lembaga Instituti SLB N 1 Yogyakarta. Membahas sebuah proses terhadap anak-anak yang memiliki kekurangan, secara fisik maupun mental. Penciptaan karya ini didasari oleh pengalaman pribadi terhadap fenomena Down Syndrome, dari melihat karakter wajah yang serupa sampai pada rasa ingin mengetahui kenapa mereka disebut Down Syndrome. Mengabadikan aktivitas keseharian mereka saat di sekolah melalui karya foto dokumenter dalam perwujudan cetak foto hitam putih. Dengan diciptakan karya ini, diharapkan masyarakat dapat melihat sebuah realita yang ada dan memberikan semangat bagi orangtua yang memiliki anak-anak spesial seperti mereka, di mana orang tua merupakan salah satu elemen terpenting dalam pembentukan karakter Down Syndrome selain lembaga intutusi pendidikan dan tenaga pendidiknya. Penciptaan karya ini menggunakan metode EDFAT yang biasa digunakan dalam fotografi dokumenter. Metode ini dipilih agar memperoleh visualisasi yang bervariasi dan memudahkan seorang fotografer untuk merangkai cerita agar rangkaian cerita melewati momen yang disampaikan. Foto dokumenter menjadi salah satu media yang tepat dalam menyampaikan realita sosial. Fotografi dokumenter merupakan gambaran dunia nyata yang divisualisasikan oleh fotografer dengan maksud untuk menyampaikan sesuatu yang penting sehingga dapat dipahami oleh kalayak umum, dengan begitu nantinya dapat menjadi arsip dan bermanfaat pada saat ini dan pada masa yang akan datang Kata kunci : Foto dokumenter, Down Syndrome, realita sosia

    Studi Batik Mangrove Surabaya

    No full text
    Batik sebagai karya seni tertua peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia telah menunjukkan eksistensinya baik dalam dunia fashion yang tergolong sebagai applied art namun memiliki nilai artistik yang tinggi. Khususnya karya batik mangrove yang telah mampu menembus kelas internasional. Kekhasaan dalam segi desain, nilai makna, hingga kerumitan dalam proses pembuatannya seolah menjadi magnet tersendiri bagi para penikmatnya. Khususnya bangsa Barat yang cenderung dengan pola hidup serba praktis, mereka sungguh mengagumi karya seni yang tebilang rumit ini. Batik mangrove dipelopori oleh seorang wanita yang mempunyai gagasan cemerlang. Gagasan Lulut Sri Yuliani memiliki tujuan untuk melestarikan keberadaan hutan mangrove. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan penciptaan karya yang menekankan beberapa aturan khusus sebagai berikut : Setiap lembar desain batik hanya boleh dimiliki oleh satu orang; Setiap desain batik tidak akan UPT Perpustakaan ISI Yogyakartapernah diulang pada pembuatan desain batik yang lain; Pada desain batik mengandung nilai makna berupa himbauan serta pesan yang mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kelestarian lingkungan dan memperhatikan nilai-nilai kehidupan; Sebagian hasil penjualan dari batik tersebut dipergunakan demi tujuan konservasi ekosistem mangrove yang sekarang ini sudah menjangkau hampir keseluruhan wilayah Indonesia. Penelitian ini mengutamakan pembahasan mengenai nilai makna motif batik mangrove serta analisis bentuk dari motif-motif yang terdapat pada karya batik mangrove. Hasil pengamatan dan analisis yang dilaksanakan oleh penulis diperoleh beberapa aspek keterkaitan bentuk dan nilai makna motif batik mangrove. Selain itu batik mangrove mempunyai nilai khusus yang tidak dimiliki oleh karya batik pada umumnya. Sebagian besar motif batik mangrove menstilir bentuk-bentuk tanaman mangrove dan ekosistem sekitarnya. Kata kunci : seni lukis, batik mangrove, fashion

    Proses Pembelajaran Vokal Grade I Pada Anak Usia 7-10 Tahun Di Purwacaraka Musik Studio Yogyakarta

    No full text
    Menyanyi merupakan salah satu proses pembelajaran yang sangat sederhana. Ketika seseorang menyanyi, penyanyi berusaha untuk mengkomunikasikan suatu pesan, apakah itu pesan dari sebuah melodi yang indah atau tertuang pada syair lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran, mengetahui tingkat kesulitan yang dialami siswa, dan mengetahui tingkat keberhasilan belajar menyanyi di Purwacaraka Musik Studio Yogyakarta terutama anak usia 7-10 tahun. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan memahami suatu kondisi pembelajaran vokal di Purwacaraka Musik Studio Yogyakarta melalui proses wawancara dan observasi. Adapun hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran vokal grade 1 pada anak usia 7-10 tahun di Purwacaraka Musik Studio Yogyakarta setiap pengajar tidak terikat dengan kurikulum yang telah di rancang oleh lembaga Purwacaraka Musik Studio karena kemampuan dan rasa musikalitas setiap siswa yang berbeda-beda. Selain melihat kemampuan siswa yang berbeda-beda, kurikulum yang telah dirancang oleh lembaga Purwacaraka Musik Studio terlalu sulit bagi anak usia 7-10 tahun sehingga setiap siswa merasa berat menjalankan proses latihan Kata kunci : pembelajaran, vokal, ana

    PERILAKU HOMOSEKSUAL ELTON HERCULES JOHN DAN DAVID JAMES FURNISH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA KRIYA LOGAM

    No full text
    Homosexuality is a condition where human behavior is abnormal. In the past, it is regarded as taboo but today it comes back and becomes a common phenomenon among societies. Many people get braver in showing their identity as homosexual in public consciously. The phenomenon then triggers several countries to make a policy legalizing homosexual marriage. The world is heading to the era of Sodom and Gomorrah again. Elton John, the British famous musician who is also an aristocrat of United Kingdom, does a homosexual marriage with his lover, David Furnish. His social stratum is potential in giving an inspiration and suggestion to the other homosexuals. In this Terminal Project, the behavior of both of them becomes the source of idea which is transformed into an artwork. The visual idea of the artwork is influenced by the objects around the living environment. This theme then becomes interesting for it is rarely explored.Through exploration, design, and realization as the main processes in creating the artwork, homosexuality is packaged with wires as the main material and knitting as the main technique. The combination of the material and the technique is a craftsmanship implementation which is closely connected with Craft. The working process is emphasizing on the carefulness in knitting the wires which become the main material. This creation is also using semiotic approach as the postmodern aesthetic characteristic which is constructed by signs.The creation of this Terminal Project produces five works. Through the artworks, the writer is aimed to express a rejection toward homosexual behavior subtly and elegantly. The artworks are the writer’s concrete contribution in giving refreshment in the form of either an idea or a visual artwork of metal to the writer’s academic environment. Obviously, these artworks will be a stimulant for the writer himself and the readers in creating an artwork in the future.Keywords: Homosexual, Elton John, David Furnish, Craft, Wir

    Identitas Musik Dalam Indie Label Studi Kasus Band White Shoes And The Couples Company

    No full text
    Identitas merupakan suatu hal yang penting dimiliki seseorang atau kelompok. Melalui identitas seseorang atau kelompok mampu membedakan dirinya dari orang lain dan kelompok lain. Identitas ini ditunjukan melalui tanda-tanda yang mampu menandai seseorang atau kelompok sehingga mampu menunjukan siapa seseorang atau kelompok tersebut. Subyektifitas pun harus dihadirkan dalam proses pembentukan jati diri atau identitas tersebut. Identitas ini juga tentunya diperlukan bagi seorang pelaku pertunjukan, agar masyarakat mampu mengenali pelaku pertunjukan tersebut. Tanda-tanda yang ditawarkan oleh seorang pelaku pertunjukan ini, secara sadar atau tidak akan diikuti oleh masyarakat penikmatnya, dan tanda tersebut akhirnya mampu menjadi identitas fans atau kelompok yang membedakan kelompok tersebut dengan kelompok yang lain. White Shoes and The Couples Company yang memilih jalur indie sebagai proses pendistribusiannya mampu hadir dengan identitas dan subyektifitasnya dalam industri musik. Melalui konsep retro dan musik jazz/ pop/ funk yang mereka mainkan, White Shoes and The Couples Company mampu memberikan warna baru yang berbeda dalam dunia industri musik di tanah air. Melalui fashion retro yang ditawarkan, White Shoes and The Couples Company mampu menjadikan fansnya menjadi penonton aktif dalam performativitas. Musik jazz/ pop/ funk yang mereka mainkan pun mampu dikemas dengan konsep retro yang mereka usung sehingga mampu membedakan kelompok White Shoes and The Couples Company dengan kelompok musik yang lainKata kunci : identitas, indie labe

    Perancangan Kampanye Sosial Pelestarian Taman Kota Di Jakarta

    No full text
    Taman Kota merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang penting bagi sebuah kota karena merupakan penyeimbang ekosistem perkotaan yang penuh polusi. Selain fungsinya sebagai penyeimbang ekosistem perkotaan Taman Kota juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat perkotaan guna berekreasi, bersantai dan berinteraksi sosial menikmati udara segar yang menjadikan kota lebih manusiawi. Jakarta memiliki beberapa Taman Kota sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) di antaranya Taman Suropati, Taman Menteng, Taman Situ Lembang, Taman Medan Merdeka dan Taman Langsat. Sayangnya tidak semua Taman Kota di Jakarta diketahui oleh masyarakat luas, masyarakat kota lebih terbiasa bermain atau bertemu teman, keluarga, dan relasi bisnis di mal karena dianggap lebih menawarkan banyak hal dari pada Taman Kota. Kurangnya ketertarikan terhadap Taman Kota ini menyebabkan kurangnya kepedulian masyarakat kota terhadap Taman Kota. Jika suatu saat ada taman tergusur atau dialih fungsikan, maka tidak heran jika tidak ada reaksi keras dari masyarakat padahal Taman Kota seharusnya memiliki hubungan erat secara emosional dengan masyarakat di sekitarnya.Perancangan Kampanye Sosial ini mencoba memberi alternatif solusi melalui media kreatif guna meningkatkan ketertarikan dan kesadaran masyarakat kota terhadap Taman Kota. Perancangan ini menggunakan analisis 5W + 1H (What, Who, Why, Where, When dan How) yang diperdalam melalui metode analisis Target Audiance yang terdiri dari Personifikasi Target Audiance, Consumer Insight, Consumer Insight dan pada strategi media menggunakan metode AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) untuk mewujudkan impact yang positif pada Perancangan Kampanye Sosial ini.Konsep Perancangan Kampanye Sosial ini disesuaikan dengan karakteristik Target Audiance. Dalam hal ini comsumer insight Target Audiance benar-benar didalami agar insight utama yang menjadi acuan konsep kreatif dan strategi media tepat sasaran.Perkembangan ilmu Disain Komunikasi Visual (DKV) tidak lepas dari pengaruh kebutuhan dan life style masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu seorang Desainer Komunikasi Visual harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan up to date dengan perkembangan teknologi sehingga dapat memberi alternatif solusi kreatif bagi setiap permasalahan komersial maupun sosial.Kata Kunci : Taman Kota, Ruang Terbuka Hijau, Kampanye, Sosia

    EKSPLORASI PERGERAKAN KAMERA UNTUK MENINGKATKAN DRAMATISASI DALAM FILM ACTION “PASSENGER”

    No full text
    EKSPLORASI PERGERAKAN KAMERA UNTUK MENINGKATKANDRAMATISASI DALAM FILM ACTION “PASSENGER”Skripsi ini berjudul EKSPLORASI PERGERAKAN KAMERAUNTUK MENINGKATKAN DRAMATISASI DALAM FILMACTION “PASSENGER”. Film ini menggambarkan keadaan politik,sosial, ekonomi dan hukum saat ini di Indonesia. Disini digambarkankondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang mengalami kesusahan,tetapi para pemimpinnya sibuk dengan pencitraan di televisi.  Selain itu,banyak kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara.Eksplorasi pergerakan kamera dalam film ini memberikan kesantersendiri bagi penonton, seperti menambah daya tarik visual,meningkatkan ketegangan, memberikan perubahan sudut pandang, danmeningkatkan efek dramatisasi. Pergerakan objek yang cepat dalamsebuah aksi, menuntut pergerakan kamera yang cepat pula untukmemberikan efek kejutan kepada penonton. Pergerakan kamera yangdisuguhkan dalam setiap adegan perkelahian dalam film ini, mampumenciptakan kesan kedalaman dan melibatkan penonton secara tidaklangsung ke dalam adegan.Pada film ini, pergerakan kamera menjadi faktor pendukung utamadalam membangun suasana dan membangun look dan mood penonton.Eksplorasi pergerakan kamera pada film ini bertujuan untukmenyampaikan pesan dengan bahasa visual yang memiliki unsursinematik yang baik dan menarik.Kata Kunci : Eksplorasi Pergerakan Kamera, Dramatisasi, Actio

    MUCAK PENDAK

    No full text
    Mucak Pendak sebagai judul yang telah dipilih pada karya tari ini, agar dapat menggambarkan isi garapan. KataMucak Pendakberasaldaribahasadaerah Bangka.Mucak berarti memperbaiki diri dan Pendak berarti jangka waktu. Mucak Pendak bermaksud memperbaiki diri dan menamatkan ilmu setiap jangka waktu 4 tahun sekali pada pembelajaran pencak silat. Penciptaan karya tari ini merupakan penuangan ide serta kreativitas yang dilatarbelakangi oleh tindakan kekerasan seperti penganiayaan, pelecehan seksual dan lain-lain, yang dilakukan para penjajah (perompak/lanon dari China, Arab dan Persia)  terhadap perempuan-perempuan Bangka zaman dahulu. Oleh karena sejak peristiwa silam, perempuan-perempuan Bangka selalu dibekali senjata rahasia sebagai penjaga diri oleh tetua zaman dahulu (abuk atau guru). Sebutan akrab bagi masyarakat Bangka untuk menyebutkan senjata rahasia adalah Pegamen.  Pegamen sebagai alat untuk melindungi diri yang digunakan adalah tusuk konde sebagai hiasan kepala para gadis Bangka. Selain dibekali Pegamen, gadis-gadis Bangka juga dibekali ilmu bela diri pencak silat. Karya tari ini ditarikan oleh 7 penari perempuan, dengan maksud memberikan gambaran kepada perempuan khususnya, bahwa betapa pentingnya mempelajari ilmu bela diri. Oleh karena itu, penata memvisualisasikan semangat dan kegigihan para perempuan-perempuan yang sedang berlatih pencak silat, untuk melindungi diri. Kata kunci : Mucak Pendak, Pegamen, Abuk, Lano

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇