Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
PENYUTRADARAAN PROGRAM DOKUMENTER “SUKU DAYAK HINDU BUDHA BUMI SEGANDU INDRAMAYU” DENGAN METODE EXPOSITORY
Objek Penciptaan Karya Seni ini adalah tentang eksistensi Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu yang merupakan kelompok masyarakat memiliki ajaran ngaji rasa, di mana mereka memiliki sebuah pakem kehidupan tentang pengabdian diri terhadap istri dan anak. Dalam mempertahankan eksistensinya, pada tahun 2007 Suku Dayak Bumi Segandu ini, mendapat pencekalan dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Indramayu. dimana dalam pencekalannya Suku Dayak Bumi Segandu diangap sebagai aliran yang sesat. Karya ini menggunakan dokumenter expository, memasukan opini-opini pro dan kontra dengan 2 tipe pembicara dari narasumber. Struktur tiga babak bertujuan untuk memaparkan tentang sejarah sampai pencekalan yang dialami oleh Suku Dayak Bumi Segandu atas idiologi kehidupan yang mereka anut. Hasil karya seni ini menunjukan bahwa fakta-fakta mengungkapkan ajaran Suku Dayak Bumi Segandu tidak meresahkan masyarakat sekitar dan tidak melanggar aturan dari pemerintahan karena mereka hanya mengasah rasa untuk dapat menyatu diri dengan alam, walupun dahulu mereka pernah dicekal, namun sekarang mereka tetap hidup dengan harmonis dan masih melakukan ritual-ritual mereka yang bertujuan untuk mendapatkan keseimbangan hidup dialam ini.Keyword : Dokumenter, Expository, Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramay
Gaya Musik Individual Komposer Budhi Ngurah Pada Karya Sukma: Fantasia For Piano And Orchestra Ditinjau Dari Aspek Gaya Abad Ke-20
SUKMA: Fantasia for Piano and Orchestra adalah sebuah komposisi karya Budhi Ngurah untuk piano dan orkestra yang bernuansa Indonesia dengan unsur-unsur tangga nada pentatonik. Bentuk dan gaya musik komposisi ini menarik untuk ditelitikarena selain merupakan salah satu favorit dari komposernya, komposisi ini bernuansa Indonesia dan menggunakan tangga nada pentatonik yang merupakan salah satu ciri khas musik di beberapa daerah, seperti Jawa dan Bali. SUKMA: Fantasia for Piano and Orchestra sebagai salah satu karya yang dapat mewakili gaya musik individual komposernya, Budhi Ngurah termasuk komposer gaya Musik Abad 20 aliran nasionalis atau orientalis. Penelitian ini bertujuan mencari gaya musik komposisi, latar belakang komposer, dan tujuan penciptaannya. Dengan menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dan koneksional dalam lingkup musikologi. Dalam karya tulis ini disimpulkan bahwa Budhi Ngurah adalah seorang komposer yang memiliki gaya musik nasionalis. Kata kunci : fantasia, bentuk bebas, kategor
UNSUR-UNSUR NARATIF PADA PROGRAM DRAMA SERIAL PRISON BREAK SEASON 1
Serial drama adalah salah satu jenis program yang sifat tayangannya berepisode. Program serial drama Prison Break bergenre aksi, mempunyai jalan cerita cukup sulit ditebak dan memberikan suguhan ketegangan disetiap episodenya. Penelitian tentang unsur-unsur naratif pada drama serial ini bermaksud untuk mengetahui penerapan elemen naratif diantaranya: alur, karakter, konflik dan setting yang merupakan unsur penting untuk membangun sebuah jalinan cerita. Berdasar hasil kajian dapat diambil kesimpulan bahwa struktur naratif drama serial “Prison Break” season 1 menggunakan struktur Hollywood klasik (struktur tiga babak) . Struktur naratif yang digunakan dalam drama serial “Prison Break” adalah menggunakan plot linear yaitu cerita berlangsung karena adanya narasi kausalitas sebagai pemicu dari rangkaian peristiwa, identifikasi tokoh ditunjukkan dengan jelas, konflik-konflik selalu dihadirkan sebagai benang merah cerita, tokoh utama dilanda krisis eksternal, cerita mengalirkan suspense, cerita menuju klimaks dan anti klimaks, plot selalu berkembang dan merupakan kronologis dari plot utama dan protagonis adalah tokoh sentral, aktif, dan motivasinya positif. Suspense-suspense dihadirkan dalam cerita pada hampir seluruh episode memberikan efek dramatik yang dapat mengangakat klimaks dan alur menjadi lebih menegangkan. Kata kunci: Serial drama, unsur naratif, struktur tiga babak
Aplikasi Teknik Single Paradiddle Pada Tifa Dalam Lagu Yamko Rambe Yamko
Karya tulis ini berjudul: Aplikasi Teknik Single Paradiddle Pada Tifa. Dalam Lagu Yamko Rambe Yamko. Dari judul di atas jelaslah bahwa uraian akan berkaitan dengan persoalan teknik paradiddle yang sengaja dibatasi pemakaiannya yaitu hanya teknik single paradiddle. Aplikasi teknik single paradiddle pada tifa merupakan masalah inti dari penulisan ini. Di dalam bermain tifa sangat penting sekali untuk memperhatikan penguasaan koordinasi antara tangan kanan dan tangan kiri bila kita belum menguasai koordinasi, kita sering mengalami kesulitan dalam bermain tifa, itulah yang sering dilupakan oleh para perkusionis etnis papua dan hanya mengutamakan tangan kanan saja. Banyak sekali pemain tifa hanya memainkan dengan otodidak/Filin tidak memperhatikan polaritme yang mengutamakan ritem yang berada satu tingkatan. Paradiddle merupakan permainan dimana terdapat pengulangan ritem pettern sebagai pengiring secara bersamaan, Terdapat ritem yang berdiri sendiri atau solo. Di dalam pembahasan karya tulis ini penulis melakukan aplikasi teknik paradiddle snare drum pada tifa Papua dengan menggunakan ritem pettern single paradiddle Kata kunci : tifa single paradiddle, Tifa, Yamko Rambe Yamk
VISUALISASI FENOMENA BUDAYA POPULER MELALUI EKSPLORASI MAINAN DALAM MONTASE FOTO
Teknologi fotografi merupakan salah satu garis depan budaya visual. Fotografi memungkinkan kita untuk menyebarluaskan sebuah gambar. Fotografi kini telah mampu menyuguhkan tidak hanya gambaran dari kenyataan, tetapi juga gambaran dari sebuah imajinasi. Berterima kasih lah kepada kemajuan teknologi digital yang memungkinkan kita untuk merekayasa sebuah foto. Kini keseharian kita tidak luput dari gambar-gambar yang disuguhkan di televisi, majalah, papan iklan, dan internet. Dari semua gambar-gambar tersebut terdapat banyak sekali gambar-gambar hasil rekayasa. Iklan-iklan yang beredarsepertinya berlomba-lomba untuk merayu kita dengan menyuguhkan visualisasi yang indah, namun sayangnya banyak dari keindahan tersebut hanyalah hasil rekayasa. Sayangnya tidak semua orang menyadarinya. Gambar realistis padasebuah foto sepertinya telah membuat banyak orang terlena. Sepertinya budaya visual kita saat ini sudah dipenuhi dengan keindahan-keindahan yang tidak nyata. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menyadarkan audiens tentang kemampuan medium fotografi digital untuk membohongi kita dengan caramenampilkan gambar-gambar hasil rekayasa, dengan menggunakan mainan sebagai subjek. Di sisi lain karya ini juga bertujuan membahas fenomenafenomena yang ada dalam budaya populer saat ini agar audiens dapat sedikit lebihbijaksana dalam menghadapi budaya populer. Penciptaan karya ini juga banyak dipengaruhi ole hide-ide yang dituangkan ke dalam film, TV, komik, ,video game,dan musik yang merupakan bagian dari budaya populer.Kata kunci: budaya populer, fotografi digital, olah digital, montase
PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER TUMIRAN DENGAN GAYA PERFORMATIF
Ritual Keboan adalah bagian dari budaya dan kesenian di Kabupaten Banyuwangi yang sangat unik dan menarik. Ritual Keboan adalah salah satu ritual yang masih dapat bertahan di era modern. Tumiran adalah salah satu dari pelaku ritual Keboan. Perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar Tumiran berikan untuk tetap melestarikan ritual Keboan.Tumiran merupakan cerminan dari masyarakat Indonesia yang hingga saat ini masih menjunjung tinggi nilai dari sebuah tradisi. Potret perjuangan Tumiran dapat menjadi cerminan tentang seberapa besar seseorang dapat menghargai sebuah warisan budaya yang telah diberkan oleh leluhur. Potret kehidupan Tumiran dikemas melalui media film dokumenter dengan gaya performatif yang mengedepankan tampilan dan alur cerita yang menarik.Kata Kunci: Tumiran, Dokumenter, Performatif, Ritual Keboa
JURNAL WISAYAWISA
Wayang menjadi gambaran dan simbol hidup juga kehidupan manusia. Wayang berdasar nilai realitas sehari-hari masyarakat. Sekian banyak tokoh wayang yang ada, penata tari sangat tertarik pada salah satu tokoh wayang dengan segi psikologi dan fisiknya yang dianggap mampu menjadi bentuk filosofi manusia saat ini. Tokoh Dasamuka yang lebih dikenal dengan Rahwana Rahwana terlahir dari pasangan Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi, Rahwana dilahirkan bukan sebagai buah cinta mereka melainkan krena godaan Bathara Guru dan Dewi Uma yang merasuki mereka. Dilahirkan dengan berupa darah yang menjadi sepuluh gumpal darah. Sepuluh gumpal darah tumbuh menjadi sepuluh wajah yang dimilikinya, dan dikenal dengan Dasamuka. Dasamuka berarti Dasa = sepuluh, muka = wajah. Sepuluh wajah yang dimiliki Rahwana, tertanam sembilan sifat negatif dan satu sifat positif. Rahwana menjadi enggambaran manusia yang menjalani kehidupannya dengan berbagai nafsu, namun dalam setiap manusia ditanamkan satu sifat istimewa yang berbeda-beda untuk saling melengkapi. Penata tari menguraikan kisahnya dalam karya tari dengan gerak tari klasik gaya Yogyakarta yang telah dimodifikasi. Beragam gerak yang terinspirasi dari ragam kalangkinanthang raja, mampu mewakili karakter keras seorang Rahwana. Didukung dengan aspek koreografi seperti tema, tipe tari, rias busana, mode penyajian yang dipilih penata, dikemas dalam tugas akhir pada karya tari dengan judul Wisayawisa.Kata kunci: Wisayawisa, karakter, Sifa
GAYA MUSIK GRUP DEBU DALAM LAGU MACAN HUTAN
Debu merupakan grup musik yang beranggotakan orang-orang Amerika di Indonesia yang memainkan musik bernuansa Arab dengan cara mengkolaborasikan musik yang sudah ada sebelumnya di Indonesia yakni Dangdut, Pop, Country dan Jazz. Grup musik Debu memainkan musik dengan menggunakan formasi ansambel yang terdiri dari biola, tambur, mandolin, harpa, rebana, jembe, kannon, bansri flute, mazhar, oud, bamboo sax, dumbek, seruling, gitar, bass dan drum. Grup ini diteliti karena untuk mengetahui gaya musik grupDebu dalam lagu Macan Hutan dan untuk diketahui sebagai fenomena baru dengan judul Gaya Musik Grup Debu Dalam Lagu Macan Hutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yakni menjelaskan danmenerangkan mengenai gaya bermusik grup Debu dengan teknik pengumpulan data antara lain: wawancara, studi pustaka dan studi diskografi. Sampel penelitian diambil secara pasti yaitu lagu Macan Hutan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lagu Macan Hutan secara analisis bentuk musik terdiri dari tiga bagian dan analisis lirik menceritakan tentang spiritualitas keberagamaan.Kata Kunci : Grup Debu, Gaya Musik, Lagu Macan Hutan
Penyutradaraan program feature “alam sekitar” episode sumber air tanah Dengan gaya expository
Pertanggungjawaban Karya Seni ini “ Penyutradaraan program feature Alam Sekitar Episode Sumber Air tanah dengan Gaya Expository” ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengelolaan air untuk mendapat pasokan air bersih yang terbagi dalam pembahasan air secara umum, kebutuhan terhadap pasokan air bersih, pengolahan air tanah dangkal (sumur) dan mata air. Objek yang diangkat adalah sumber air tanah karena berada disekitar masyarakat dan kebutuhan terhadap air cukup besar. Karya seni berbentuk program feature dimana mempunyai beberapa format didalamnya namun tetap membahas satu pokok bahasan. Format tersebut antara lain dokumenter, vox pop, animasi dan wawancara.Konsep estetik penciptaan Karya Seni ini menggunakan gaya expository yaitu gaya penyajian yang memaparkan informasi melalui narasi, narator menjadi penutur tunggal dalam program ini, statement narasumber hanya menjadi pendukung informasi. Gaya penyajian sebagai pendukung visual menggunakan animasi dua dimensi sebagai alat peragaan dari narasi dimana shot tidak bisa diambil gambar secara live shot.Kata kunci : Penyutradaraan Program Feature, Sumber Air Tanah, Expository, Animasi 2D
GAYA PERFORMATIF DALAM FEATURE “KAPAN KE JOGJA LAGI?”
Television is the most effective one way communication media to deliver a message. A television is not only a communication tool, but also as an entertainment, education, and information‘s media. In this case, much of television station offering an interest program for the audiences, but not all of the programs has an education value.The creation of program ―Kapan Ke Jogja Lagi?‖ have a purpose to give an alternative choices‘s program for audiences which have an education value, information, and entertainment. This program is not only offering a narative concept but also an interesting visual concept at the same time.The object creation of this artwork is Dagadu, by taking it‘s style and characteristic, which in a design‘s context, have a pop art and modern style and use ‗plesetan ‘ language at the same time, this object then, packaged on a feature form. The aesthetic‘s concept of this artwork creation is performative style, that delivered with videography technic, editing, artistic layout, and script.Keywords: Feature, Dagadu, Pop art, Plesetan , Performativ