696 research outputs found

    Evaluasi Kenyamanan Ruang Tidur Penumpang Di Km. Dobonsolo Pt. Pelni Ditinjau Dari Aspek Ergonomi

    No full text
    Industri transportasi terutama kapal tahun-tahun terakhir ini semakin berkembang dengan pesat. PT. PELNI sebagai salah satu perusahaan produsen kapal terbesar juga semakin gencar dalam mempromosikan produk dan fasilitas dalam kapal, salah satunya kapal KM. Dobonsolo. Mulai dari iklan dimajalah yang menampilkan fasilitas dalam kapal hingga keamanan kapal, yang terutama adalah kenyamanan ruang tidur penumpang, Ruang Tidur kapal adalah merupakan pelayanan jasa transportasi air (kapal) yang mengutamakan pelayanan sebagai factor utama yang ditawarkan sebagai upaya untuk menarik minat penumpang atau pengguna jasa. Kenyamanan sebuah ruang public tentunya tak lepas dari prinsip ergonomic, dalam penelitian ini dibahas mengenai analisis ergonomi pada ruang tidur kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian standar antropometri perabot dalam Ruang Tidur kapal KM. Dobonsolo dan aspek ergonomi. Penelitian ini sangat penting karena permasalahan kenyamanan dan kesehatan yang terjadi pada penumpang di kapal sangat kompleks. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan cara pengambilan data dengan metode “purposive sampling”, pengambilan sampel berdasarkan pada ciri-ciri atau sifat-sifat yang ada dalam populasi yang sudah diketahui sebelumnya dengan tujuan tertentu. Hasil penelitian membuktikan bahwa Ruang Tidur kapal KM Dobonsolo untuk beberapa perabot masih belum memenuhi standar antropometri sehingga berdampak pada kesehatan dan perfoma penumpang dalam kapal. Kata kunci : PT. Pelni, KM. Dobonsolo, Ruang Tidu

    Buntut Buntut Luwe

    No full text
    Buntut-Buntut Luwe ini merupakan karya tari yang berawal dari pengamatan tentang upacara pernikahan di daerah Kudus yaitu upacara Tumplak Punjen, upacara tersebut memiliki bagian yang khas dalam prosesi arak-arakan karena dibagian tersebut payung dan pecut digunakan sebagai perlengkapan upacara Tumplak Punjen. Tumplak Punjen adalah semua anak yang menjadi tanggung jawab orang tua telah dimantukan dengan cara menumpahkan pundi-pundi yang berisi peralatan Tumplak Punjen. Upacara Tumplak Punjen dilakukan untuk mantu terakhir (laki-laki atau perempuan). Biasanya dilakukan setelah dilakukannya akad nikah. Karya tari ini ditarikan oleh sembilan penari, karya ini terdiri dari 4 bagian. Properti yang digunakan dalam karya tari ini adalah pecut dan payung yang berjumlah masingmasing 1 buah. Properti tersebut digunakan karena pecut dan payung memiliki peranan yang penting dan juga mengandung makna yang besar dalam upacara Tumplak Punjen. Gerak liukan tubuh menjadi awal dari gerakan pada karya tari ini, Liukan tersebut muncul karna terinspirasi saat melihat dari bentuk pecut dimana pecut bentuknya yang melengkungan dan jika digunakan menghasilkan suara dan hentakan yang kuat sehingga gerak-gerak yang muncul lebih banyak gerakan liukan tubuh, leher, tangan dan gerakan yang menghentak. Kata kunci : Buntut-Buntut Luwe, Tumplak Punjen, Pernikaha

    Ekspresi Wajah Wanita Dalam Karya Batik Lukis

    No full text
    Ekspresi wajah merupakan bahasa nonverbal yang digunakan setiap orang untuk mengutarakan perasaannya tanpa harus berkata-kata. Setiap ekspresi wajah memiliki ciri dan keunikan tersendiri, terdapat perbedaan antara ekspresi satu dan lainnya terutama pada wajah wanita. Ada banyak hal yang tersembunyi di balik wajah seorang wanita, dari wajah tersebut kita dapat mengetahui perasaan dalam hatinya. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk menjadikan ekspresi wajah wanita sebagai sumber ide penciptaan karya. Ekspresi wajah ini dijadikan sebagai bahan untuk menciptakan karya seni yang bertujuan untuk mengenalkan ciri-ciri ekspresi wajah sedih, marah, dan takut, ekspresi ini yang paling sering kita lihat dalam lingkungan sehari-hari. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menganalisa apa saja penyebab munculnya ekspresi tersebut dan ciri yang terlihat pada wajah. Pembuatan sebuah karya seni memerlukan pengumpulan data, metode yang digunakan yaitu studi pustaka melalui literatur yang telah tersedia dan observasi mengenai ekspresi wajah wanita, kemudian dilakukan analisis permasalahan terhadap data yang telah dikumpulkan melalui pendekatan estetika dan semiotika. Pendekatan estetika digunakan untuk mengungkapkan nilai-nilai estetis yang terkandung dalam sebuah karya, sedangkan pendekatan semiotika digunakan untuk mengungkapkan makna simbolis yang terkandung dalam karya seni. Metode penciptaan dari SP. Gustami digunakan sebagai acuan dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini yang meliputi metode eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Ekspresi wajah wanita sebagai sumber penciptaan ini divisualisasikan ke dalam bentuk karya batik 2 dimensi yang menggunakan teknik batik lukis dalam perwujudannya guna mendapatkan bentuk wajah yang realis. Dalam perwujudannya menggunakan teknik pewarnaan colet (usap), tabur, dan celup, teknik ini berguna untuk memberikan efek yang lebih menarik pada karya. Karya yang dihasilkan berupa karya panel yang berfungsi sebagai hiasan dinding. Kata kunci : Ekspresi, Wajah, Wanit

    Respons Anak Tunagrahita Ringan Dalam Pembelajaran Musik Kreatif Studi Kasus: Slb Rela Bhakti 1 Gamping Sleman

    No full text
    Pada umumnya anak tunagrahita kurang mendapat perhatian khusus dalam pendidikan seni musik. Pendidikan seni musik sangat penting diberikan kepada anak-anak tunagrahita karena musik bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas yang sebenarnya dimiliki oleh anak tunagrahita. Menurut Djohan (2003) Musik disejajarkan dengan disiplin dasar lainnya dan penting dihadirkan dalam pendidikan karena mempunyai alasan antara lain: musik dapat merangsang kreativitas, merupakan sumber kegembiraan, mengembangkan persepsi motor dan menyediakan jalan sukses untuk anak yang mengalami kesulitan bidang lain. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan pendidik dengan tujuan peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan diri. Musik kreatif merupakan model pembelajaran berupa aktivitas-aktivitas bermain musik yang menyenangkan dengan ide atau gagasan baru. Peralatan yang dipergunakan adalah instrumen musik nonkonvensional yang berada di sekitar maupun di luar diri kita. Hasil pembelajaran musik kreatif kepada anak-anak tunagrahita ringan, yang diajarkan dengan tekun dan berulang-ulang membuat subyek mampu bermain musik kreatif. Anak-anak tunagrahita ringan di SLB Rela Bhakti 1 Gamping Sleman yang mendapat pembelajaran musik kreatif menunjukkan respons senang, tertarik, semangat, percaya diri dan bisa kerja sama dengan teman-temannya. Kata kunci : pembelajaran, musik kreatif, tunagrahit

    Penekanan aspek sosiologis pada tiga dimensi karakter tokoh utama dalam penyutradaraan drama televisi “tarian bumi”

    No full text
    Film Televisi "Tarian Bumi" merupakan hasil dari penciptaan karya seni audio visual berjudul "Penekanan Aspek Sosiologis Pada Tiga Dimensi Karakter Tokoh Utama Dalam Penyutradaraan Drama Televisi Tarian Bumi". Karya ini menceritakan tentang seorang perempuan kasta sudra yang ingin menaikan derajat hidupnya. Namun setelah berhasil dan memiliki seorang anak, sang anak malah memutuskan untuk meninggalkan segala ikatan kebangsawanannya.Beranjak dari ketertarikan dengan lekuk dan gerak gemulai tarian Oleg Tamulilingan. Kemudian dipadukan dengan sistem kasta adat yang terdapat di pulau bali. Berusaha menciptakan sebuah drama televisi yang mengangkat budaya kearifan lokal. Menonjolkan aspek sosiologis masyarakat Bali sebagai inspirasi utama pembentuk tiga dimensi karakter tokoh dalam karya drama televisi “Tarian Bumi”.Perwujudan karya menggunakan penekanan aspek sosiologis untuk memperkuat dan menonjolkan latar belakang sosial dari tokoh utama. Penekanan aspek sosiologis ditunjukan melalui setting atau lokasi, properti, make-up dan kostum serta dialog.Kata kunci : drama televisi, aspek sosiologis, tiga dimensi karakte

    DUNIA ANAK SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN LUKISAN

    No full text
    Dunia anak merupakan sebuah dunia yang penuh keceriaan, sebuah surga dunia yang sulit diperoleh kembali, bahkan tidak akan pernah, oleh mereka yang terlanjur dewasa. Ketika mengamati anak-anak dapat membuat terkenang akan masa kecil. Mengenang masa kecil dapat mendatangkan kebahagiaan.Segala tingkah polah anak-anak terkadang membuat ingin merasakannya kembali menjadi anak-anak yang masih dimanja, selalu diberikan kasih sayang, dituruti semua keinginannya, dan dapat bermain sesuka hati. Namun demikian, semua itu hanyalah sebuah mimpi yang sangat mustahil untuk dilakukan, karena tidak ada alat yang dapat membuat seseorang  kembali menjadi anak-anak. Dunia anak dengan ekspresi spontan yaitu ketika tertawa, menangis maupun marah karena aktivitas yang dilalui memberi sumbangan inspirasi yang dapat memberi dorongan sehingga muncul ide atau angan-angan dalam pembuatan lukisan.Dalam keseharian tingkah laku anak-anak banyak mengandung kelucuan, seperti ketika mereka bermain, berdialog, bercerita, belajar, mengemukakan pendapat, mengkhayal, dan melakukan aktivitas lainnya.Segala tingkah laku anak-anak mempunyai suatu energi untuk menarik perhatian orang di sekelilingnya, karena memang begitulah karakter anak-anak. Anak-anak melakukan berbagai hal tanpa beban dan dengan mudahnya bertindak tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jika dilakukan. Pemikiran mereka belum terpengaruh akan pemikiran yang kompleks seperti orang dewasa, sehingga anak-anak melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang. Namun demikian justru itu yang membuat anak-anak semakin menarik.Dengan spontanitas mereka tanpa disadari membuat dunia ini semakin berwarna. Dari gagasan-gagasan tersebut selanjutnya dijadikan konsep penciptaan untuk diwujudkan dalam karya seni lukis. Hal-hal yang berhubungan dengan dunia anak akan diolah dan divisualisasikan sesuai dengan apa yang dipahami dan dipikirkan, sehingga karya-karya yang dihasilkan akan bercerita bahwa dunia anak sangat menyenangkan meskipun pada saat-saat tertentu anak dapat menangis maupun marah. Namun hal-hal tersebut membuat anak-anak terlihat istimewa. Kata kunci: dunia anak, menyenangkan, ekspresi spontan, seni lukis

    PERHIASAN PAES AGENG YOGYAKARTA DALAM TEKNIK FOTOGRAFI KOMERSIAL

    No full text
    Pada awalnya Paes Ageng merupakan istilah untuk tatacara merias pengantin dalam upacara pernikahan yangdilaksanakan Keraton Yogyakarta. Namun padaperkembangannya, Paes Ageng merupakan upacara pernikahanyang dilaksanakan Keraton Yogyakarta.Dalam upacara Paes Ageng, pengantin menggunakanperhiasan yang sangat mewah yang terbuat dari emas asli yangmemberikan kesan agung dalam prosesi pernikahan tersebut.Perhiasan tersebut meliputi gelang, kalung, anting, ikat pinggang,dan lain sebagianya.Penulis bermaksud untuk membuat karya-karya fotografiyang menggambarkan secara detail dan makna simbolik darimasing-masing perhiasan yang dikenakan atau dipakai pengantinPaes Ageng. Ketertarikan penulis lebih pada nilai-nilai budayayang adiluhung, karena terdapat filosofi yang begitu tinggiterkandung dalam rangkaian tata cara upacara adat Jawa khususnyaYogyakarta, yaitu Paes Ageng.Teknik pemotretan yang digunakan untuk menampilkanperhiasan dalam upacara Paes Ageng ini adalah fotografikomersial. Foto komersial adalah foto yang dibuat untukmenunjang penjualan produk, jasa, atau konsep. Pengerjaandengan teknik ini akan memberikan bentuk visual yang menarikmeskipun hanya menampilkan perhiasan tanpa adanya latarbelakang tambahan.Kata Kunci: fotografi komersial, perhiasan, Paes Ageng,Yogyakarta

    Peran Pengarah Acara Untuk Mendukung Penghayatan Karakter Pada Program Angkringan Di TVRI Yogyakarta Tahun 2014

    No full text
    Pengarah Acara merupakan seorang yang bertugas dalam sebuah produksi, Tugas seorang Pengarah Acara adalah menjalankan sebuah program Televisi,Penelitian ini membahas tentang peranan Pengarah Acara untuk mendukung penghayatan karakter pemeran. Penelitian yang mengambil tentang program Angkringan di TVRI Yogyakarta, Dimana program Angkringa merupakan perpaduan antara pertunjukan panggung dan Televisi. Penelitian ini ingin melihat sejauh mana peran pengarah acara dalam mendukung penghayatan karakter pemain, Sehingga fungsi pengarah acara dapat terlihat ketika proses produksi berlangsung. Pemeran / Artis dalam Program Angkringan merupakan pemain yang sudah mempunyai banyak pengalaman di bidangnya.   Kata Kunci : Pengarah Acara, Penghayatan Karakte

    PERANCANGAN VISUAL BOOK SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DENIM DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KOLASE

    No full text
    Denim merupakan salah satu jenis bahan busana yang popular di dunia. Setiap orang di seluruh dunia mengenakannya, baik pria maupun wanita, dari anak-anak hingga orang dewasa maupun orang tua. Dengan berjalannya waktu, denim lebih dikenal dengan sebutan jeans, begitu juga untuk setiap produk olahan yang terbuat dari denim. Sehingga, saat ini orang-orang lebih akrab dengan sebutan jeans dan banyak yang tidak mengetahui tentang denim. Berbagai pendapat yang muncul mengatakan hal yang berbeda mengenai sejarah awal kemunculan denim. Hal ini membuat bingung, karena tidak ada penjelasan secara pasti mengenai kemunculannya.Visual book ini dirancang untuk menambah wawasan mengenai sejarah dan perkembangan denim di Indonesia, serta menambah koleksi bagi mereka para pecinta fashion. Perancangan visual book ini menggunakan teknik kolase dalam penyampaian isi materinya. Kolase dalam perancangan ini menggunakan potongan gambar pada majalah, bahan denim, dan material lainnya. Teknik kolase yang digunakan dalam buku ini, menjadikannya sebagai buku yang menarik, unik, dan berbeda dengan buku-buku lainnnya.Buku sebagai media utama membutuhkan media pendukung dan media promosi sebagai daya tarik. Media pendukung berupa pembatas buku dan packaging, dan media promosi berupa poster, sebagai media informasi mengenai launching-nya sebuah visual book yang mengulas mengenai denim.Kata kunci : Visual book, Denim, Fashion, Kolas

    KREATIVITAS SAMBASUNDA DI BANDUNG: STUDI KASUS BAJIDOR KAHOT

    No full text
    Keberadaan Sambasunda memiliki daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai objek penelitian tersendiri. Di tengah sulitnya generasi sekarang yang akan tertarik terhadap kesenian tradisi, kehadiran kesenian tradisi di tengah masyarakat Bandung yang hampir dilupakan dan mengalami transisi ke arah modern. Banyaknya bermunculan grup-grup musik  yang mengusung konsep grup Sambasunda sebagai arah utama kreativitasnya, menjadikan Sambasunda semakin dikenal di masyarakat Bandung. Kreativitas Sambasunda merupakan perkembanggan dari kesenian tradisi sebagai tumpuan berkreativitas, dalam kreativitas yang dilakukan oleh Sambasunda pada lagu Bajidor Kahot ini berbeda dengan grup-grup musik lainnya dikarenakan pada lagu Bajidor Kahot adanya campuran dua unsur elmen musik yang berbeda budayanya, yaitu memadukan Gamelan Bali dengan instrumen Sunda. Selain itu juga adanya tepak Kendang Jaipong gaya Jugala dan Bajidoran dengan menonjolkan gending Bali yang sangat khas yaitu teknik Ubit-ubitan. Stuktur pola lagu Bajidor Kahot secara keseluruhan merupakan bentuk transformasi dari lagu Tokecang dalam ketuk tilu.Keywords: Sambasunda, Creativity Bajidor Kaho

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇