696 research outputs found

    Peracangan Kampanye Audio Visual Save Street Child Sebagai Upaya Peduli Terhadap Pendidikan Anak Jalanan

    No full text
    Anak sebagai generasi penerus bangsa mempunyai hak untuk mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar baik secara rohani, jasmani, dan sosial. Namun pada kenyataannya tidak semua anak-anak di Indonesia telah mendapatkan haknya tersebut, kenyataan tersebut dapat dilihat di jalan dimana anak-anak harus rela berada di jalanan demi mencari nafkah demi membantu perekonomian keluarga dan kelangsungan hidupnya. Pemandangan yang sering kali ditemui di pusat perbelanjaan, pasar, terminal, lampu merah di jalanan, dan sebagainya, beberapa anak usia sekolah yang meminta-minta, berjualan koran, atau mengamen. Mereka inilah yang disebut anak jalanan. Sebagian atau seluruh waktu anak jalanan dihabiskan di jalan tanpa ada pengawasan dan pendidikan yang seharusnya diberikan di usia dini. Berdasarkan hal tersebut maka pembuatan video kampanye save street child dirasa perlu untuk diadakan mengingat tingkat anak putus sekolah yang tiap tahunya terus meningkat dan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang adanya organisasi save street child, dengan harapan tumbuhnya simpati dari masyarakat. Salah satunya dengan cara memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang save street child diharapkan untuk mendapatkan cara terbaik meberikan perhatian kepada anak jalanan, dan meberikan informasi bahwa pendidikan yang layak penting untuk didapatkan anak jalanan untuk merubah kualitas hidup yang lebih baik. Kata kunci : Data Save Street Child,Promosi, Iklan 

    Proses ritual seblang oleh Sari

    No full text
    Ritual Sêblang Olehsari adalah salah satu upacara yang ada di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, dimana tari memiliki fungsi penting sebagai media di dalam ritualnya. Secara etimologi kata Sêblang berasal dari bahasa Osing merupakan akronim dari kata sêbêlé ilang yang artinya membuang sial, dan diperkirakan ritual ini muncul pertama kali di daerah Bakungan sekitar tahun 1770-an. Ritual Sêblang Olehsari diselenggarakan setelah hari raya Idul Fitri dan dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Prosesi diawali dari tahap kejiman, rapat desa, macaki gênjot, selamêtan, menyiapkan sesaji, membuat Omprok dan pelaksanaan ritual. Pada hari ketujuh dilakukan prosesi Idêr bumi (mengelilingi desa) dan keesokan harinya diadakan upacara Ngêlungsur atau siraman. Penelitian ini menggunakan perspektif etnokoreologi yakni sub disiplin ilmu antropologi, yang mempelajari tarian dari berbagai suku bangsa dengan pendekatan multidisplin atau interdisiplin. Perspektif etnokoreologi menekankan pada cara pandang yang bersifat emik, perspektif emik, etik dan holistik pada etnografinya, serta perspektif komparatif dalam analisisnya. Objek materialnya adalah ritual Sêblang dan proses ritual penari Sêblang sebagai subjek ritual, sedangkan objek formalnya adalah analisis proses ritual berdasarkan teori Victor Turner. Fokus dalam penelitian ini adalah mengamati dan menganalisa bagaimana proses yang dialami oleh subjek ritual selama menjalani proses ritual Sêblang Olehsari. Dasar teori yang digunakan adalah proses ritual yang dialami subjek ritual terdiri dari tahap separasi, liminalitas, dan reagregasi. Teori tersebut disimpulkan oleh Turner berdasarkan hasil analisisnya tentang ritus yang ada di Ndembu Zambia. Dalam ritual Sêblang Olehsari ini subjek mengalami proses alih wahana atau bertransformasi menjadi ‘peran yang lain’ dalam keadaan trance. Proses separasi, liminalitas, dan transformasi dalam ritual Sêblang berputar dan berjalan terus menerus tanpa terputus selama tujuh hari, kemudian diakhiri dengan ritual Ngêlungsur sebagai tahap reagregasi. Hal ini menyebabkan tahap dan skema proses ritual yang digambarkan dalam ritual Sêblang berbeda dengan apa yang disimpulkan Turner. Kata kunci : Proses ritual, Sêblang, Separas

    Penerapan Konsep Ugahari Pada Interior Bangunan Karya Yoshi Fajar

    No full text
    Ugahari dalam Kamus Besar Bahasa Indoneisa (KBBI) memiliki arti kesederhanaan. Menurut Yoshi Fajar dengan konsep ini tercipta sebuah karya perancangan dengan nilai kesederhanaan. Dimana bentuk, material, dan fungsi dikomunikasikan dengan keinginan, kebutuhan, dan kemungkinan lain sehingga terjadi sebuah timbal-balik atau dialog antara arsitek dengan penghuni, dengan tujuan untuk menciptakan karya perancangan yang memiliki keberlanjutan dan integrasi antara penghuni dengan ruang dan bangunan serta bangunan dengan lingkungan sekitar. Yoshi Fajar Kresno Murtir, merupakan seorang Architect – Researcher – Writer. Lahir pada tanggal 1 Maret 1977. Merupakan alumni Jurusan Arsitektur Universitas Atma Jaya, Yogyakarta pada tahun 2003. Yoshi Fajar mendirikan studio Ugahari Architecture. Melalui konsep Ugahari, Yoshi menciptakan bangunan dengan nilai kesederhanaan dengan estetika serta penghayatan citra arsitektur dan desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang proses desain dari konsep Ugahari oleh Yoshi Fajar. Penelitian ini menggunakan design analysis atau metode preseden (precedents) dalam desain yang memuat tiga aspek, yaitu aspek konseptual, aspek programati, dan aspek formal. Karya desain yang dikaji terdiri dari 5 karya Yoshi Fajar, yaitu Balai Warga 35 Kricak, Pendapa Hijau dan Rumah Baca LKiS, Rumah IVAA, Rumah Manggal Guest House, dan Galeri Lorong. Hasil penelitian dari kelima karya Yoshi Fajar dalam perancangan kelima karyanya, Yoshi mempertimbangkan kriteria-kriteria desain yang saling berkaitan satu sama lain. Kriteria tersebut diantarannya kriteria fungsi, kriteria ekonomi, kriteria bentuk, kriteria citra, kriteria waktu, kriteria lingkungan, serta kriteria sosial dan budaya. Kriteri-kriteria tesebut digunakan Yoshi dalam beberapa pertimbangan: (1) Pertimbangan denah dan mengelompokan serta menghubungkan ruang-ruangnya. (2) Karakter formal pada pembentukan denah dan fasad, pola-pola, serta material yang digunakan. Kata kunci : Design analysis, perancangan, Ugahar

    Spirit Kaum Difabel Dalam Penciptaan Karya Seni Grafis

    No full text
    Semangat yang ada pada kaum difabel dibalik kekurangannya merupakan bukti nyata bahwa mereka tidak mau dipandang sebelah mata, mereka tetap memperjuangkan hak – haknya dengan melakukan sesuatu yang dapat mereka lakukan, yang dimulai dari semangat dalam diri kaum difabel untuk menerima kenyataan dan bangkit untuk menjalani kehidupannya, melakukan sesuatu hal sebagai bukti bahwa mereka dapat melakukan sesuatu hingga berbagi terhadap sesama. Dalam menjalani kehidupannya, kaum difabel senantiasa dihadapkan pada situasi yang sulit, dengan spirit yang dimilikinyalah membawa mereka dapat melewati segala permasalahan – permasalahan yang dihadapinyadan menjadikan mereka sebagai pribadi yang lebih kuat. Diwakili dari temuan kreatif penulis yang melihat karakter salah satu menyandang difabel, yaitu penderita autis pada karya yang dihasilkannya tercermin semangat dalam ekspresi keluguan atau kepolosan dalam berkarya rupa, suara, gerak, dan lain-lain. menjadi inspirasi penulis dalam berkesenian. Proses kreatif yang berakhir pada terciptanya sebuah karya pasti ada yang dipandang paling maksimal dari karya-karya lain yang penulis ciptakan, seperti karya yang berjudul “Menerima Kenyataan” merupakan cermin dari sedikit semangat yang mendasar dari kaum difabel, yang dimana kaum difabel mampu mempunyai semangat untuk menerima kenyataan terlahir dengan fisik atau mental tidak seperti pada umumnya.Proses kreatif yang berakhir pada terciptanya karya yang dilakukan oleh penulis pasti juga ada karya yang dianggap kurang maksimal, seperti karya yang berjudul “Mata Hati” yang cenderung ditujukan untuk khalayak umum agar mereka melihat kaum difabel dengan mata hati, dan pada karya tidak menceritakan semangat kaum difabel.Tidak semua orang terlahir ke dunia dengan tubuh yang sempurna, ada arus menerima kenyataan bahwa anggota tubuh mereka tidak lengkap atau tidak berkembang secara normal, namun mereka tidak menyerah dan mengeluh. Mereka menjalani hidup dengan semangat, bahkan mampu meraih prestasi dan melakukan banyak hal yang mungkin diluar batas kemampuan yang dimilikinya, sudah seharusnya pengakuan atas mereka dilakukan, penghapusan stigma negatif juga dihilangkan, serta memberikan ruang publik yang sepatutnya dilakukan agar mereka merasakan hak – hak yang sepatutnya mereka dapatkan, semoga kita dapat lebih berempati terhadap sesama. Kata kunci : difabel, grafis, karya, skets

    Proses Kreatif H.Sataruddin Ramli Dalam Kelompok Teater Mendu Pontianak Pada Naskah Sekuntum Bunga Serai

    No full text
    Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan meneliti proses kreatif H.Sataruddin Ramli dalam penciptaan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai dalam kelompok Teater Mendu Pontianak. Untuk mengetahui hal tersebut maka perlu diuraikan terlebih dahulu tentang perkembangan Teater Mendu, H.Sataruddin Ramli dan proses kreatifnya. Teater Mendu adalah kelompok teater yang lahir dari ketiga lelaki asal Mempawah yang merantau ke Brunai Darusallam, dalam perantauannya inilah ketiga lelaki ini bergabung dalam lakon Teater Mendu bahkan ikut bermain dalam pertunjukannya. Lima tahun berlaku ketiga lelaki ini pulang melewati Sambas dan sempat bermukim di sana, ketiga lelaki ini berniat mengembangkan Teater Mendu di Sambas namun tidak mendapat sambutan masyarakat. akhirnya ketiga lelaki itu pulang kekampung halaman dan menjadi petani, namun disela-sela kesibukannya ketiga lekaki tersebut mencoba sedikit demi sedikit memperkenalkan kesenian Teater Mendu kepada masyarakat sekitar dengan menceritakan tentang Dewa Mendu. Alhasil masyarakat menerima baik tentang kesenian tersebut dan langsung diterima dikalangan masyarakat. H.Satarudddin Ramli lahir di Riau pada tanggal 21 September 1948. Ia adalah seorang pencinta seni terutama teater tradisi. Ia juga dikenal sebagai seorang yang super aktif pada kegiatan yang berhubungan dengan kesenian, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Kalimantan Barat dan ketua MABM Kalimantan Barat. Selain itu H.Sataruddin Ramli juga menjadi Ketua dalam kelompok Teater Mendu Pontianak, bersama teman-teman sebayanya ia berusaha membangkitkan kembali Teater Mendu dan memberi semangat pada para pemuda-pemudi untuk mencintai terater tradisi jangan sampai punah kembali, awal kebangkitannya ia menciptakan karya teater bertemakan tentang kecintaan pada kesenian tradisi salah satunya adalah teater yang berjudul Sekuntum Bunga Serai. Pengkaji mengambil proses kreatif H.Sataruddin Ramli pada penciptaan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai karena sangat menarik untuk dikaji. selain itu dalam penciptaan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai tujuannya memperkenalkan kembali seni tradisi Melayu pada masyarakat. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pengkaji mengetahui secara detail tentang proses kreatif H.Sataruddin Ramli pada penciptaan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai mulai dari ide, menemukan gagasan sampai pertunjukan.Pertunjukan teater berjudul Sekuntum Bunga Serai merupakan salah satu pertunjukan yang mendapatkan antusias dari masyarakat dan sudah pernah dipentaskan di Malaysia pada tahun 2003. Kata kunci : teater, H. Sataruddin Ramli, proses kreati

    Perancangan Typeface Terinspirasi Dari Album Lost Forever // Lost Together

    No full text
    Perancangan typeface yang terinspirasi dari karya musik bukanlah hal yang baru tetapi masih jarang dilakukan oleh desainer. Salah satu band dengan karya yang cukup hebat namun memiliki kekurangan dari sisi tipografi sebagai salah satu identitas visual adalah band Architects. Band ini hanya mempunyai sebuah logogram sederhana. Padahal karya mereka, album Lost Forever // Lost Together, adalah album terbaik 2014 versi Kerrang! Awards yang banyak mengandung inspirasi perancangan typeface.Perancangan ini menggunakan metode sederhana yaitu menggunakan ide visual sebagai ide utama perancangan. Ide visual didapat adalah konsep mandala modern dari proses penerjemahan album Lost Forever // Lost Together. Mandala modern dengan gaya line art design yang geometris adalah mandala versi baru hasil interpretasi bangsa barat. Mandala jenis ini tidak terikat kepada satu agama tertentu meskipun pada awalnya mandala identik sebagai simbol spiritual umat Hindu dan Buddha. Konsep mandala as typeface sebagai bagian dari Cosmic Idea merupakan sebuah solusi kreatif bagaimana menciptakan huruf lewat proses mendesain mandala. Hasil akhir perancangan ini adalah huruf bergaya display dengan pengaruh huruf geometric sans serif sebagai representasi musik band Architects yang keras, lugas, tegas, kritis, namun tetap harmonis. Kata kunci : typeface, musik, metalcor

    Analisis Koreografi Tari Reog Dhodhog Kasmaran Di Dusun Pedes Argomulyo Sedayu Bantul Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini difokuskan pada struktur koreografi tari Tari Reog Dhodhog Kasmaran. Tari Reog Dhodhog mulai dikenal oleh masyarakat di Yogyakarta sekitar tahun 1986, melalui karya tari yang disusun oleh Untung Muljono dan disajikan dalam ujian Tugas Akhir di Program Studi S1 Komposisi Tari, Fakultas Kesenian, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kesenian rakyat ini perngembangan dari Reog Kendang Tulungagung yang menggunakan kendang dhodhog, selain sebagai properti juga digunakan sebagai identitas, pengembangan gerak maupun iringan tarian tersebut. Tarian ini ditarikan oleh duabelas penari berpasangan yang terdiri dari enam penari putra dan enam penari putri. Penelitian kali ini penulis menggunakan pendekatan koreografi yang dikemukakan oleh Y. Sumandiyo Hadi, meliputi aspek bentuk, teknik, dan isi, serta elemen dasar koreografi yang terdiri dari gerak, ruang, dan waktu yang memunculkan sebuah gaya khas dalam tarian ini. Penggunaan pendekatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui teks koreografi tari Reog Dhodhog Kasmaran secara keseluruhan. Motif gerak dengan pengembangan dan variasi gerak menggunakan properti kendang dhodhog yang dilakukan secara rampak. Desain pola lantai, motif gerak, iringan, serta elemen-elemen koreografi yang distrukturkan menjadi satu keutuhan bentuk koreografi tari Reog Dhodhog Kasmaran. Tarian ini mempunyai gaya atau style yang berbeda dengan tari kerakyatan yang lain. Pola tabuhan serta akulturasi budaya membentuk menjadi garapan koreografi tari tradisi kerakyatan yang menggunakan kendang dhodhog sebagai ciri khasnya. Kata kunci : Reog Dhodhog, Koreografi, Gay

    Penerapan Teknik Dasar Ghost Notes Pada Bass Elektrik Dan Double Bass

    No full text
    Uraian yang akan penulis sampaikan adalahmengenai penerapan teknik ghost notes kedalam pola permainan bass gitar dan Double bass. Inti dari penulisan karya tulis ini adalah bagaimana cara berlatih teknik ghost notes serta aplikasinya. Disini akan membahas. Kata kunci : Ghost notes, aplikasi, bas

    Perancangan Buku Ilustrasi Sejarah Dan Panduan Pramuka Di Indonesia

    No full text
    Sejarah perkembangan Pramuka di Indonesia berkembang cukup pesat. Zaman penjajahan Belanda menjadi cikal bakal masuknya Gerakan Pramuka. Belanda mengadopsi Kepanduan Inggris yang digagas oleh Baden Powell, kepanduan dinilai Belanda merupakan gerakan yang dapat menjadikan karang taruna Indonesia menjadi pribadi yang cakap dan tanggap, dalam menghadapi segala kondisi. Padvinderj atau Padvindery itulah nama Gerakan Pandu Belanda. Dalam perkembangan Padvinderj di Indonesia, pada masa penjajahan Belanda penyebarannya meluas diberbagai pelosok nusantara. Di masa ini lah Padvinderj diubah menjadi Kepanduan. Pada Masa penjajahan Jepang perkembangan kepanduan redup, dikarenakan anggotanya masuk ke organisasi Seinendan, Keibodan dan PETA. Setelah zaman kemerdekaan kepanduan kita terpecah belah, melalui keputusan presiden yang pada waktu diwakili Ir. H. Djuanda menyatukan seluruh kepanduan dibawah naungan gerakan Pramuka. Perancangan ini kemudian dibuat untuk mengenalkan kembali kepada masyarakat tentang sejarah Pramuka di Indonesia, lewat media buku ilustrasi. Eksekusi buku ini berupa Ilustrasi yang dikerjakan dengan proses digital dibantu dengan perangkat komputer. Perancangan buku ini diharapkan dapat menjadi pengingat kembali akan pentingnya gerakan Pramuka serta dapat menjadi solusi untuk pengajaran menggunakan media buku ilustrasi dalam kegiatan Pramuka di sekolah. Kata kunci : Buku, Ilustrasi, Pramuka Indonesi

    Perancangan Publikasi Festival Memedi Sawah Museum Tani Jawa Indonesia

    No full text
    Festival Memedi Sawah adalah event yang diselenggarakan oleh Musum Tani Jawa Indonesia, dimana dalam event tersebut memamerkan Memedi Sawah atau orang-orangan sawah dari para petani dan para pelaku seni yang menjadi peserta dalam event tersebut. Festival Memedi Sawah merupakan salah satu dari sekian banyak event-event bertajuk budaya yang ada di Yogyakarta. Namun festival ini memiliki kekuatan tersendiri dengan keunikan yang dimilikinya sekaligus menjadi pembeda dari eventyang lain, yakni Dalam Festival Memedi Sawah menuntut atau menonjolkan unsur kreatifitasnya, dengan pembuatan Memedi Sawah tersebut. Pada event kali ini mengangkat tema “Ora Ubed.Ora Ngliwet” yang secara garis besar berarti “jika ingin berhasil, harus kreatif atau kerja keras”.Dari tema tersebut, mempertegas kekuatan yang dimiliki oleh event tersebut, yakni unsur “ubed” atau Kreatif. Maka bagaimana cara mempublikasikan Festival tersebut kepada khalayak sasaran? Strategi seperti apakah yang hendak dibangun agar media yang digunakan akan mampu menyampaikan pesan dengan efektif dan efisien? Perancanga publikasi Festival ini menggunakan strategi branding dengan menonjolkan warna dan gaya desain yang modern. Sebab dalam perancangan ini image yang hendak dibangun adalah kreatif yang kekinian, meskipun bertajuk budaya, namun budaya menanam atau agraris bukanlah nostalgia masa lalu, tetapi tetap bertahan di jaman sekarang hingga yang akan datang. Itulah mengapa dalam perancangan ini menggunakan gaya yang cenderung modern. Target sasaran utama dalam perancangan ini adalah kalangan muda, para pelaku seni, dan para penikmat seni, untuk menjadi peserta dalam festival tersebut. Media yang digunakan dalam perancangan ini dibagi menjadi dua, yakni media utama dan pendukung.Media utama dari perancangan ini yakni Poster, Performing art, dan Instalasi.Sementara media pendukungnya adalah Baliho, Mural, Sign system, X banner, iklan Koran, internet, dan merchandise. Kata kunci : Publikasi, Memedi Sawah, even

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇