696 research outputs found

    Penggunaan Tangga Nada Pelog Pada Gitar Elektrik Dalam Lagu I Want To Break Free Untuk Combo Dan Gamelan

    No full text
    Penggabungan dan penggunaan tangga nada pelog ini adalah 2 (dua) objek yang berbeda. Dalam penulisan ini mencoba menggabungkan combo dan gamelan, menggunakan tangga nada pelog ke dalam sebuah karya lagu yang berjudul I Want To Break Free karya Queen. penulisan ini bertujuan untuk mencari tahu apakah combo dan gamelan tersebut dapat dikolaborasikan dan apakah objek penelitian tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat Yogyakarta khususnya gitaris-gitaris di Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara diskriptif dengan mengumpulkan data-data secara langsung baik studi pustaka, pengamatan. Pelog adalah modus tangga nada yang ada pada instrumen musik tradisional Indonesia khususnya daerah Jawa dan Bali. Pelog yang digunakan dalam penulisan ini adalah tangga nada pelog diatonic tanpa nada re dan la. Kata kunci : Tangga nada, pelog, gamela

    Encèh

    No full text
    Karya ini berjudul Encèh. Judul ini diambil dari nama upacara ritual yang ada di Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri yaitu Nguras Encèh. Karya ini menceritakan latar belakang hingga proses dari awal sampai akhir upacara Nguras Encèh. Upacara ini diadakan setiap bulan Sura. Nguras Encèh merupakan simbolisasi pembersihan diri dari segala sesuatu yang buruk dalam diri manusia. Dalam hal ini sesuatu yang buruk digambarkan oleh sosok Bethara Kala. Air Encèh dipercaya bertuah dan berguna untuk membersihkan “hati” yang diselimuti iri, dengki, benci, murka dan berbagai emosi negatif. Lebih dari itu air Encèh ini dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kata kunci : Encèh, Nguras Encèh, Bethara Kal

    Perancangan Buku Interaktif Untuk Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan Hidup Air Kepada Anak-Anak

    No full text
    Alam dan manusia merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan serta bersifat timbal balik. Perilaku manusia mempengaruhi alam begitu pula keadaan alam juga membentuk keadaan manusia. Pada jaman dahulu manusia mengganggap hubungannya dengan alam adalah sebuah hubungan yang sakral, namun seiring perkembangan jaman serta teknologi secara tidak langsung telah merubah pola pikir dan gaya hidup manusia ke arah modern. Tujuan dari perancangan ini adalah menanamkan dan memberikan pengertian kepada anak usia 9-12 tahun tentang pentingnya sikap kepedulian untuk menjaga lingkungan, khususnya lingkungan air, dimulai dari hal-hal kecil di sekitar mereka melalui cerita dengan menggunakan media buku. Buku ini dirancang dengan membutuhkan interaksi dari pembacanya, yaitu dengan menambahkan beberapa teknik interaktif seperti pull tab, lift flap, pop up dan volvalles pada bagian-bagian tertentu. Ilustrasi dalam buku ini secara keseluruhan dibuat menggunakan gaya ilustrasi kartun dengan teknik manual dan teknik pewarnaan basah menggunakan cat air. Wujud dari perancangan ini adalah sebuah buku interaktif yang di dalamnya terdiri dari tiga cerita, antara lain “tidak ada salahnya berhemat” yang bercerita tentang pentingnya menghemat air meskipun tinggal di daerah yang berkelimpahan air, selain itu juga mengajak anak-anak untuk belajar berempati kepada sesama. Cerita ke dua dalam buku ini berjudul “Mulai dari hal kecil” yang menceritakan tentang kebiasaan kecil yang dapat memberikan dampak besar terhadap lingkungan, dan cerita terakhir berjudul “Sederhana dan bermanfaat” yang bercerita tentang peranan manusia dalam menjaga cadangan air bersih. Kata kunci : Interaktif, anak-anak, lingkunga

    Perancangan Visualisasi Aplikasi Smartphone Holiday Route Video Magazine

    No full text
    Skateboard merupakan salah satu jenis olahraga ekstrim (extreme sport) dari Amerika Serikat yang kini cukup digemari oleh anak muda di Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, peminat olahraga ini semakin bertambah banyak. Beberapa ada yang mempelajarinya sebagai ajang permainan, bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai profesi. Selama ini para peminat skateboard memperoleh informasinya dapat melalui berbagai cara, baik melalui media cetak atau yang lebih sering diakses adalah melalui internet. Namun pada kenyataannya, mayoritas sumber informasi yang didapat melalui internet masih berasal dari luar negri. Maka dengan kemajuan teknologi saat ini, keterbatasan media lokal yang berfungsi sebagai sumber informasi tentang skateboard kini dapat diatasi. Sekarang tidak jadi masalah untuk mendapatkan informasi perkembangan skateboard (khususnya di Indonesia) karena dengan aplikasi "Holiday Route" dapat memudahkan pengguna untuk mengakses berita mengenai skateboard dalam kesehariannya, disertai dengan video dan artikel yang menarik. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu pengguna yang ingin mengikuti informasi seputar skateboard dengan lebih mudah, praktis, dan menyenangkan. Kata kunci : visualisasi, aplikasi, smartphon

    Penerapan Pola Ritme Kendang Jaipong Pada Instrumen Drum Set

    No full text
    Penulisan ini mengangkat tentang penerapan pola ritme kendang jaipong pada instrumen drum set sebagai sebuah komposisi solo drum untuk melakukan eksplorasi dan menghasilkan sesuatu yang baru dalam permainan drum set yaitu sebuah pola ritme kendang Jaipong. Penulisan ini menggunakan pendekatan musikologis dengan melakukan studi kasus, observasi dan wawancara. Diharapkan dari penulisan iniakan muncul pola ritme bahkant eknik permainan untuk instrumen selain drum set yang berbau tradisi sebagai usaha untuk melestarikan budaya Indonesia serta menambah apresiasi dan kreativitas dalam bermusik. Kata kunci : PolaRitme, Kendang Jaipong, Drum Set 

    Pohon Sebagai Sumber Kehidupan Dalam Keramik Seni

    No full text
    Penciptaan Karya Tugas Akhir yang berjudul “Pohon Sebagai Sumber Kehidupan Dalam Keramik Seni” ini adalah sebuah wujud pengekspresian ide atau gagasan individu dengan imajinasi pribadi yang diolah sedemikian rupa tanpa mengurangi nilai estetis yang ada. Penyampaian ekspresi pribadi dengan menangkap makna objek sebagai dorongan hasrat emosi penulis sebagai ungkapan batin yang bersifat kejiwaan dan sangat personal. Karya seni yang dibuat bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat akan pentingnya pohon sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Munculnya aktivitas manusia yang bersifat negatif, seperti pemanfaatan pohon secara berlebihan tanpa disertai dengan menjaga dan merawatnya, akan menimbulkan dampak negatif untuk ke depannya. Fenomena tersebut yang memberikan dorongan dan ketertarikan dalam menciptakan karya keramik ini. Bentuk pohon yang diciptakan dalam Tugas Akhir ini adalah bentuk pohon yang telah mengalami distorsi dan disformasi agar pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat dapat tercapai melalui visualisasi karya keramik dari tanah liat stoneware Sukabumi dengan finishing glasir. Teknik hand building yang digunakan dalam pembuatan karya ini merupakan suatu upaya komunikasi penulis dengan karya yang dibuat, sehingga dapat merasakan kedekatan pada setiap karya yang dibuat. Metode penciptaan yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Sedangkan metode pendekatan yang digunakan adalah metode kontemplasi. Penggunaan metode kontemplasi dimaksudkan untuk mendapatkan pemahaman makna pohon sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup di bumi. Karya yang dihasilkan adalah karya keramik seni dengan variasi bentuk dan warna yang menggambarkan peranan pohon dalam kehidupan sehari-hari bagi makhluk hidup di bumi. Karya yang dibuat tidak dimaksudkan untuk mencari solusi penyelesaian masalah, tetapi merupakan sebuah sentuhan ekspresi pribadi yang disampaikan kepada penikmat seni maupun masyarakat umum untuk kembali mengingatkan, memikirkan dan merenungkan manfaat apa yang telah diberikan pohon kepada makhluk hidup lainnya. Kata kunci : pohon, sumber kehidupan, keramik sen

    Fungsi Tari Tupai Begelut Dalam Upacara Sedekah Adat Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Medang, Prabumulih, Sumatera Selatan

    No full text
    Tulisan ini mengupas “Fungsi Tari Tupai Begelut dalam Upacara Sedekat Adat Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Medang, Prabumulih Sumatera Selatan”. Tari Tupai Begelut adalah salah satu tarian yang tumbuh dan berkembang di Sungai Medang. Tari Tupai Begelut selalu ada disetiap upacara sedekah adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Sungai Medang. Tari Tupai Begelut sangat penting dalam pelaksanaan upacara sedekah adat, karena tanpa adanya tari ini maka upacara tersebut tidak akan berlangsung. Untuk memecahkan permasalahan penelitian, digunakan teori fungsi dari Malinowski. Malinowksi mencoba menangkap dan memahami sudut pandang penduduk asli, hubungan dengan kehidupannya, dan untuk mendapatkan pandangan mereka tentang dunia mereka.Penyajian tari Tupai Begelut dalam upacara sedekah adat mempunyai fungsi yang berbeda-beda pada setiap unsur tersebut. Malinowski menyebutkan bahwa budaya yang terjadi dalam masyarakat memiliki beberapa unsur yaitu magis, ilmu pengetahuan dan religi. Religi dapat diartikan sebagai satu rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan upacara sedekah adat, religi bukan dimaksudkan sebagai agama tetapi lebih pada kegiatan upacara itu sendiri. Unsur magis terdapat di dalam religi. Hal tersebut terlihat bahwasannya masyarakat menyelenggarakan upacara sedekah adat bertujuan untuk berkomunikasi kepada roh-roh nenek moyang yang ada di Sungai Medang, mengucap syukur dengan mengadakan selamatan atas hasil dari perkebunan karet, meminta pertolongan untuk menjauhkan malapetaka dan meminta agar panen di tahun berikutnya akan lebih baik lagi. Hal tersebut menggambarkan bahwa adanya ketergantungan masyarakat kelurahan Sungai Medang dengan roh-roh ghaib yang dipercayai mereka sebagai pelindung desa. Upacara sedekah adat ini merupakan wujud dari kebutuhan masyarakat akan pemuasan hasrat seluruh warga masyarakat. Unsur pengetahuan dalam tari Tupai Begelut tewujud pada fungsi tari sebagai lambang atau simbol penghormatan, sebagai penanda siklus panen dan sebagai identitas (wujud solidaritas) masyarakat Sungai Medang. Kata kunci : Tupai Begelut, Sedekah Adat, Sungai Medan

    Unsur Dangdut dalam Kesenian Berjanjen. Studi Kasus: Grup Budaya Campur Laras di dusun Sedogan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta

    No full text
    Kesenian berjanjen merupakan kesenian pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji yang berisi sejarah Nabi Muhammad S.A.W dari mulai lahir, perjalanan hidupnya, hingga akhir hayatnya. Pada awalnya kesenian ini hanya menggunakan suara vokal manusia saja, namun pada perkembangannya kesenian ini muncul dengan musik pengiring dan beberapa alat musik sederhana seperti alat musik terbang. Dusun Sedogan merupakan sebuah dusun yang terletak di pedukuhan Ngabean Wetan, desa Sinduharjo, kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dusun ini termasuk dalam wilayah desakota atau sub urban, yang menggambarkan perkembangan daerah-daerah di sekitar kota-kota besar, di mana bentuk-bentuk perkotaan dan penggunaan lahan pertanian dan pemukiman hidup berdampingan dan tercampur. Di dusun ini hidup sebuah kesenian yang hidup dari masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam yang bernama berjanjen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian berjanjen di dusun Sedogan, desa Sinduharjo, kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman, Yogyakarta, telah terjadi perubahan format musik pengiringnya dengan menggunakan instrumen musik dangdut. Hal ini terjadi disebabkan kreatifitas dari beberapa anggota yang masih muda dan gemar dengan musik dangdut, mencoba memasukkan unsur musik dangdut ke dalam kesenian berjanjen ini. Kata kunci : berjanjen, unsur dangdu

    Laut Bak Ghindu

    No full text
    Laut Bak adalah nama sebuah dermaga di Sungai Kayu Ara, tempat menyimpan segala saksi kehidupan ayah. Sebagai seorang nelayan, ayah sering meniti jembatan di laut Bak menuju pompong yang digunakan untuk pergi menangkap ikan (menyagheng). Melihat kegiatan nelayan di laut Bak mengingatkan pada kegiatan meniti jembatan dan memompa air di dalam pompong yang sering ayah lakukan. Jaring yang sering ayah gunakan untuk menangkap ikan masih membekas di ingatan. Kegiatan belajar menggambar pompong pada masa kecil teringatkan dengan melihat deretan pompong yang ditambatkan di jembatan. Suara air dan angin yang tenang di laut Bak membawa suasana hati damai yang mengingatkan sifat tenang ayah. Berada di laut Bak senantiasa membangkitkan kerinduan, dan mengingatkan tentang ayah serta masa kecil bersamanya. Laut Bak memberikan inspirasi untuk membuat sebuah karya tari yang berbicara tentang kerinduan anak terhadap ayahnya yang telah meninggal dunia dengan konsep kehidupan nelayan sebagai potret kehidupan ayah dahulu. Ayah yang pergi tanpa pesan sedikitpun ketika mencari ikan di laut lepas untuk syukuran menyambut bulan suci Ramadhan membuat rasa rindu ini menjadi dalam dan menjadi kegelisahan batin. Kegelisahan batin ini harus diantisipasi agar tidak membuat patah semangat. Kerinduan ini diceritakan untuk menunjukkan bagaimana keteguhan penata dalam menghadapi hidup tanpa seorang ayah yang mendampingi serta menunjukkan rasa rindu yang dijadikan motivasi penata untuk tetap melangkah maju dan tegar menghadapi rintangan hidup. Karya Tari yang berjudul Laut Bak Ghindu merupakan koreografi kelompok tujuh orang penari. Baju kurung teluk belanga yang merupakan busana Melayu harian dijadikan kostum yang menunjukkan kesederhanaan para nelayan melakukan kegiatan harian di laut Bak. Laut Bak Ghindu diiringi dengan rentak Melayu yang diolah dan dikembangkan hingga terdengar lebih syahdu. Setting panggung memberikan keterangan latar tempat cerita yang diangkat. Unsur dramatik hadir memberi warna untuk menyampaikan kerinduan dengan pengolahan gerak dari kegiatan nelayan meniti jembatan dan memompa air di pompong serta pengolahan unsur garis. Laut Bak Ghindu merupakan wujud dedikasi untuk ayah tercinta. Kata kunci : Laut Bak, Kerinduan, Melay

    Kepalsuan Perilaku Manusia

    No full text
    Karya yang dicipta merupakan ekspresi kegelisahan dari pengalaman dan pemahaman terhadap berbagai masalah yang seringkali dihadapi penulis. Selama ini penulis melihat dan mengetahui berbagai persoalan kehidupan manusia diantaranya kepalsuan sehingga timbul reaksi dan kegelisahan. Penulis mencoba menyikapi dan bereaksi, kegelisahan dan reaksi yang timbul tersebut menginspirasi lahirnya ide penciptaan karya yang mengangkat tema kepalsuan. Kepalsuan yang dimaksud penulis adalah ketika seseorang memberikan tanggapan terhadap sesama atau lingkungan yang menutupi atau menyembunyikan perilaku aslinya. Karena menyembunyikan perilaku aslinya maka dari itulah terjadi ketidakjelasan atau kebingungan dari orang lain untuk mengidentifikasi perilaku orang tersebut. Penulis memanfaatkan idiom yang dekat dengan aspek kepalsuan perilaku manusia. Konsep visual penulis antara lain meminjam figur manusia dan binatang yang bersifat ilustratif. Penulis tidak mengacu pada realisme, tetapi ada penyederhanaan (simplifikasi) dari figur-figur yang ditampilkan. Tujuan penulis menggunakan teknik simplifikasi adalah untuk lebih menonjolkan adegan. Figur manusia penulis visualkan berupa adegan atau perilaku manusia yang kontradiktif dalam satu frame. Sedangkan figur hewan penulis akan memvisualkan dengan sesosok binatang yang terlihat lemah lembut atau kalem akan tetapi memiliki sifat yang kontradiktif dari wajah atau perilaku aslinya. Ataupun bisa juga dari sosok yang ganas lalu penulis kombinasikan dengan perilaku yang kontradiktif. Intinya, dalam konsep perwujudan penulis ingin mempertentangkan kebaikan di depan/muka dan kejahatan yang disamarkan/disembunyikan/di belakang. Perilaku manusia bukanlah hal yang remeh-temeh. Karena banyak orang yang langsung memberikan pernyataan-pernyataan prematur atau langsung menjustifikasi tanpa memberikan argumentasi yang jelas. Kebanyakan orang berpikir tanpa dasar dan argumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk ketika membahas kepalsuan dalam perilaku manusia. Penulis berkeinginan supaya masalah kepalsuan ini tidak untuk dianggap remeh. Memahami perilaku seseorang itu tidak mudah, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam. Kata kunci : kebaikan, kejahatan, kepalsua

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇