Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
Fotografi Fashion Produk Busana Hijab Moshaict
Fashion saat ini bukan lagi menjadi kebutuhan sandang semata, tetapi melainkan sudah menjadi gaya hidup, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan. Fotografi fashion adalah satu dari sekian banyak klasifikasi dalam dunia fotografi. Fotografi fashion lebih mengarah kepada hal-hal berhubungan dengan benda-benda fashion seperti busana, aksesoris, sepatu, dan juga tas. Fotografi fashion yang digunakan adalah fotografi fashion yang menggunakan alur cerita yang melakukan kegiatan-kegiatan di beberapa kota besar di Indonesia yaitu, Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Semarang. Fotografi fashion yang menggunakan cerita bisa menjadi pilihan yang akan digunakan sebagai media promosi busana hijab, karena di dalamnya tidak sekedar pose dengan produk yang ditawarkan, melainkan ada mood yang dapat membuat foto lebih variatif. Ditambah pula dengan latar belakang foto yang menunjukkan tempat-tempat indentik dari beberapa kota di Indonesia, membuat latar belakang foto menjadi lebih beragam sesuai latar belakang foto tersebut. Metode pengumpulan data pada penciptaan karya tugas akhir ini melalui observasi, studi pustaka, dan juga wawancara. Tahapan yang dilakukan dalam penciptaan karya tugas akhir ini dimulai penjabaran brief dari perusahaan, kontemplasi, pravisualisasi, persiapan, eksekusi, hingga post-processing. Selama proses penciptaan karya fotografi komersial sangat membutuhkan kerja sama tim yang solid, karena hal tersebut akan mempengaruhi hasil yang didapatkan. Proses pemotretan sebagian besar dilakukan di luar ruangan agar mendapatkan mood secara langsung di lokasi pemotretan Hasil yang didapatkan dari karya tugas akhir yaitu sebuah rangkaian karya fotografi fashion yang menggunakan cerita yang melakukan kegiatan-kegiatan di beberapa kota besar di Indonesia yang di dalamnya selain mengenalkan produk busana hijab Moshaict juga menunjukkan keaneka ragaman tempat-tempat identik dari beberapa kota di Indonesia. Kata kunci : busana hijab, fotografi, fashio
Model Pembelajaran Piano Grade I Di Adis Musik Yogyakarta
Adis Musik adalah sebuah kursus musik dengan menggunakan sistem online. Adis Musik membuat iklan kursusnya melalui internet dengan alamat www.kursusmusikjogja.com, juga pendaftaran dilakukan dengan melalui internet dimana kemudian guru di datangkan kerumah siswa. Adis Musik Yogyakarta adalah sebuah kursus musik. Di Adis Musik terdapat berbagai macam kursus yaitu kursus piano, biola, vokal, dan gitar, dimana pengajarannya diberikan di masing-masing rumah siswa. Kursus Musik ini tidak memiliki kurikulum sendiri dalam proses pembelajarannya, hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan Model Pembelajaran Piano Grade 1 di Adis Musik, agar penulis dapat menyusun kurikulum pembelajaran di Adis Musik. Penulisan karya tulis ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Data yang didapat diamati dan dikaji secara sistematis sehingga menghasilkan karya tulis mengenai Model Pembelajaran Piano Grade I di Adis Musik Yogyakarta. Kata kunci : Model Pembelajaran, Piano, Adis Musi
Penciptaan Naskah Drama Baridin Dan Ratminah
Karya tulis dengan judul penciptaan naskah drama “Baridin dan Ratminah” ini diajukan sebagai syarat kesarjanaan setrata satu jurusan teater fakultas seni pertunjukan institut seni Indonesia Yogyakarta. Naskah Drama “Baridin dan Ratminah” bertema kekayaan seseorang yang dapat menyebabkan kesombongan dan kecongkakan ketika dilamar pemuda miskin yang tidak memiliki harta benda. Akibat kesombongan Ratminah ia membuat Baridin sakit hati dan dendam. Karya lakon ini disusun empat bagian. Bab pertama berisi pendahuluan, bab kedua berisi tentang proses kreatif penulisan naskah “Baridin dan Ratminah”, bab ketiga berisi hasil penciptaan karya lakon, bab keempat berisi kesimpulan dari seluruh pemaparan bab-bab sebelumnya. Struktur dramatik penciptaan karya lakon ini menentukan bagian-bagian penting yaitu eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi dan konklusi yang dirangkai dalam bentuk naskah drama Realis. Kata kunci : Drama, Tarling, Lako
Perancangan androidgame sebagai Alat Bantu Belajar Matematika Dasar Untuk Anak Dengan Mengadaptasi Dongeng Kancil
Matematika bagi sebagian anak dianggap salah satu pelajaran yang sulit dan menakutkan. Meski berbagai metode yang tepat untuk anak dalam proses belajar berhitung banyak dilakukan di sekolah, namun sebagian murid masih ada yang kurang berminat dan masih kesulitan belajar berhitung. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar berhitung adalah minat anak terhadap matematika. Media belajar dan alat peraga yang tepat dan kreatif dapat meningkatkan minat anak terhadap matematika. Di dalam era teknologi digital sekarang ini, pemanfaatan smartphone/tablet sebagai media belajar matematika adalah salah satu langkah tepat demi mendukung proses belajar mengajar yang kreatif. Media belajar melalui smartphone/tablet khususnya Android ini berbentuk aplikasi game yang menantang anak untuk dapat menjawab soal-soal matematika dasar. Android gameyang mengadaptasi dongeng kancil ini diharapkan mampu menarik minat dan membantu anak belajar berhitung matematika. Kata kunci : Game, Android, matematika, dongeng, ana
Anomali
Anomali adalah perubahan yang mengarah pada ketidaknormalan atau penyimpangan dari kebiasaan. Istilah tersebut sering terdengar di ranah meteorologi, yaitu anomali cuaca. Anomali juga terjadi dalam ranah biologi, fisika, astronomi, seni, dan budaya. Anomali dalam ranah karawitan direpresentasikan melalui penggarapan karya karawitan yang menyimpang dari kebiasaan yang terdapat pada karawitan konvensional. ‘Anomali’ merupakan karya komposisi karawitan yang ide penciptaannya mengangkat konsep anomali. Karya ini dibentuk melalui pengolahan garap dan eksperimen terhadap kebiasaan dalam karawitan konvensional meliputi fungsi instrumen dan unsur musikal, selain itu pendekatan yang digunakan dalam proses penciptaan adalah metode komposisi musik Barat terutama dalam penyusunan melodi. Metode yang digunakan antara lain retrograd, inversi melodi, harmoni kempyung gembyung, pengolahan irama, patet, embat, dan manipulasi struktur gending yang dituangkan dalam karya karawitan dengan bentuk minimalis. Kata kunci : Anomali, garap, dodekafo
Penerapan Metode Suzuki Pada Proses Pembelajaran Biola Di Sekolah Musik Purnomo Semarang
Dalam pembelajaran musik diperlukan metode yang tepat untuk mendukung proses belajar mengajar. Metode Suzuki adalah metode pembelajaran dengan pendekatan bahasa ibu atau bisa disebut ”mother tongue”. Menurut Suzuki pembelajaran bahasa ibu adalah proses belajar musik pada anak dengan pendekatan kasih sayang dan cinta kasih, seperti seorang ibu mengajarkan bahasa kepada anaknya. Dalam pembelajaran biola, pengajar menerapkan Metode Suzuki yang mencakup tentang anatomi memegang biola, cara menggesek, dan memainkan lagu. Penelitian ini membahas tentang “Penerapan metode Suzuki pada proses pembelajaran biola di Kursus Musik Purnomo Semarang. Penelitian ini menerapkan Metode Suzuki pada kursus musik Purnomo dan bagaimana meningkatkan peminat untuk belajar biola serta aktualisasi kualitas pembelajaran pada intrumen biola. Diharapkan dengan diterapkannya Metode Suzuki dapat menambah peminat yang ingin belajar instrumen biola. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif – action research. Data yang diperoleh diinterpretasikan berdasarkan kerangka teori yang sudah dibahas di dalam penelitian. Penelitian ini menyatakan bahwa Metode Suzuki tidak bisa diterapkan di Sekolah Musik Purnomo sehingga kurang terjadi peningkatan kualitas pembelajaran serta tidak mampu meningkatkan peminat instrumen biola. Kata kunci : metode, pembelajaran, musi
Soulscape Road Karya Oscar Motuloh: Kajian Aspek Ideasional Dan Teknikal Fotografi
Penelitian ini mengkaji aspek ideasional dan teknikal fotografi karya Oscar Motuloh dalam bukunya yang berjudul Soulscape Road yang berisikan foto-foto bencana di Indonesia. Aspek ideasional adalah bagaimana seorang fotografer menyikapi fenomena alam dengan menemukan ‘sesuatu’ dan mengungkapkannya dalam berbagai bentuk konsep, teori, dan wacana. Aspek ideasional ini juga merupakan pengimplementasian media fotografi sebagai wahana berkreasi dan menunjukkan ide serta jati diri seorang fotografer. Adapun aspek teknikal adalah hal-hal yang berkaitan dengan teknikal peralatan maupun yang bersifat teknik praksis-implementatif dalam menggunakan peralatan yang ada untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan latar belakang, peranan ide yang digunakan Oscar Motuloh, serta teknik dan alat yang digunakan Oscar Motuloh dalam penciptaan karya-karya fotografi Oscar Motuloh dalam Soulscape Road. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, di mana peran instrumen dimainkan oleh peneliti sendiri dengan bentuk penyajian deskriptif atas fakta-fakta yang ditemukan. Setelah melalui proses observasi, dokumentasi, dan penentuan sampel, foto-foto karya Oscar Motuloh akan diteliti dengan pendekatan estetika fotografi dan menggunakan kerangka pemaknaan semiotika sebagai alat interpretasi utama. Pendekatan semiotika yang digunakan adalah semiotika konotasi sehingga dihasilkan penjelasan-penjelasan yang analitis. Melalui pameran dan buku soulscape road ini, sang fotografer, Oscar Motuloh ingin membagi pengalamannya kepada publik. Oscar Motuloh ingin mempersembahkan kepada orang-orang yang masih hidup panorama bencana yang menjeritkan atmosfer penderitaan yang begitu memilukan agar manusia selalu waspada dan senantiasa bersyukur masih diberi kesempatan hidup. Itulah alasannya mengapa karya-karya foto Oscar Motuloh dalam Soulscape Road sedikit sekali memasukkan manusia ke dalam bingkainya. Oscar Motuloh juga ingin menyindir sekaligus mengingatkan kepada manusia, dengan hadirnya bencana, banyak orang-orang yang mengulurkan tangannya. Berpartisipasi saling membantu tanpa melihat perbedaan suku, agama, adat, dan budayanya. Hingga terbesit sebuah pertanyaan, apakah harus dengan datangnya bencana barulah hati terusik untuk saling membantu sesama. Kata kunci : Soulscape Road, Oscar Motuloh, aspek Ideasiona
Catatan Harian Dalam Lukisan
Sebagai makhluk dengan potensi psikologi, manusia mempunyai sesuatu yang menarik untuk disadari dan digali. Salah satu media yang dapat menjadi penggali atau “penyadar” adalah seni, dengan seni seseorang akan menggerakan bawah sadarnya menuju pada kesadaran baru tentang keindahan atau dalam karya, setidak-tidaknya bagi seorang seniman dia sadar mempunyai wilayah atau berada pada lingkup kesenian, sehingga dapat dipahami, bahwa seni juga merupakan media untuk mengenali diri dalam arti yang sebenarnya, yakni mampu menjangkau wilayah psikologi dengan pendekatan yang halus. Buku harian yang pada awalnya berangkat dari keinginan untuk menulis, berkembang dari berbagai fungsi utama hingga media mengenal diri, demkian dapat dinamakan fungsi spiritual. Adapun relevansinya dengan seni lukis yang saya kerjakan, melukis dan menulis catatan harian bagi adalah dua aktivitas yang tak terpisahkan, yang artinya, seni lukis merupakan suatu bidang yang dipilih sebelum menulis catatan harian, meskipun stimulus yang memancing untuk menulis catatan harian sudah ada ketika melukis, yaitu kesenangan membaca, dan bacaan itu pun berpengaruh bagi proses kreatif dalam melukis. Sedangkan mengenai catatan harian, pada kenyataannya sangat banyak memberi kontribusi bagi seni lukis yang dijalankan, khususnya dalam hal ide. Dengan demikian dapat dipahami, bahwa dalam seni lukis, catatan harian dan diri sendiri terdapat benang-benang merah yang saling menghubungkan, ketiga elemen tersebut saling membutuhkan dan melengkapi. Begitu kompleks materi manusia sebagai makhluk hidup sangat penting untuk ditelusuri atau dieksplor dalam suatu media yang dapat mengkomunikasikannya dengan masyarakat, salah satunya seni, bukankah ada suatu sisi hakikat seni adalah sebuah pencarian diri. Tentu dengan seni akan terjadi komunikasi yang bebas dan indah. Seburuk apapun pengalaman hidup akan menjadi indah bila diaplikasikan dalam praktik dan pengetahuan seni, se sia-sia apapun akan menjadi kebermanfaatan, seindah apapun suatu pengalaman tak perlu menjadi euphoria dalam hidup. Pemahaman-pemahaman tersebut membawa diri untuk lebih menghargai keberadaan hidup. Kata kunci : seni lukis, garis, warna, tekstu
Klantangmimis
Klantangmimis merupakan judul karya tari yang diambil dari nama Klantang yang berarti di barisan depan, mempunyai makna seorang pimpinan pasukan, Mimis yang berarti tajam jadi Klantangmimis berarti pimpinan pasukan berada di barisan paling depan yang mempunyai ketrampilan yang sangat tangkas. Nama ini juga diambil dari karakter tokoh Cakil yang merupakan sosok penjaga hutan, mempunyai ketrampilan yang sangat unik dan hebat dalam melakukan ketrampilan mengolah senjata dalam berperang. Tema garapan ini adalah tari cakilan yang ada pada tradisi tari surakarta dan yang diwujudkan dan dikembangkan dari motif-motif gerak ngasak atau asakan yang berarti menerkam atau menyergap secara tiba-tiba, ceklekan yang berarti nyeklek atau patah, jadi artinya gerakan tangan yang ditonjolkan dengan ciri khas gerakan patah-patahnya, kelitan (Ngelit) atau berkelit yang berarti berputar sambil menghindar dan ngancap yang berarti berputar atau berbalik arah 160 derajad dengan tumpuan satu kaki dan menghentikan gerak secara tiba-tiba. Dari dasar gerakan tersebut juga akan di kombinasikan dengan gerakan gymnastic atau akrobatik dan capoeira dengan dasar konsep gerak Fall and recovery yang artinya jatuh kemudian bangkit dengan cepat. Karya tari Klantangmimis disajikan dalam bentuk koreografi kelompok yang ditarikan oleh empat orang penari laki-laki dan tiga orang penari perempuan menggunakan iringan gamelan jawa. Menggunakan busana yang berwarna merah sebagai simbol berani dan warna emas menjadi simbol strata sosial dengan pangkat yang tinggi. Karya tari ini akan menggunakan tipe studi dan dramatik. Karena penata ingin menonjolkan gerak-gerak akrobatik atau gymnastic, capoeira dan tari modern yang didasari dengan gerak tari tradisi jawa gaya surakarta dan yogyakarta, serta dramatik yang berarti bahwa gagasan yang hendak dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat (menarik), dinamis dan banyak ketegangan. Tipe dramatik memusatkan pada sebuah kejadian atau suasana dengan tidak menggelar cerita, namun dalam tipe ini tetap menonjolkan tokoh Cakil sebagai sosok penjaga hutan. Walau dalam penampilannya karya tari ini tidak ada alur dan cerita. Kata kunci : Cakil, Klantangmimis, Akrobati
Tanaman Kedelai Sebagai Sumber Ide Dalam Penciptaan Motif Batik Untuk Kain Panjang
Tanaman kedelai sebagai sarana pengungkapan ekspresi, baik dari segi bentuk tanaman yang terlihat unik dengan karakternya, melalui pergerakan bunga menjadi polong, terisi biji bersusun hingga polong mulai membuka. Selanjutnya ketika masih berwarna hijau atau ketika usia muda jika mendapat penyinaran lebih dari dua belas jam maka visual tanaman kedelai tidak berubah warna dan tidak menghasilkan bunga sehingga tidak berbuah sampai layu hingga akhirnya mati. Hal ini mengusik pesona penulis untuk mewujudkannya melalui karya batik. Keunikan dan karakter tanaman kedelai menjadi inspirasi penciptaan karya batik berupa kain panjang. Motif-motif yang tercipta mengandung konsep berupa penghargaan terhadap alam dan ajakan kepada masyarakat untuk memperbaiki pola pikir serta sikap terhadap alam, memulai dari rasa cinta, mencintai, menjaga, menanam dan membudidayakan tanaman kedelai sebagai tanaman pangan yang hidup berdampingan dengan manusia, di sepanjang musim dengan sikap saling beradaptasi untuk menciptakan pertahanan hidup bersama, sehingga tercipta kemanfaatan di antara manusia dengan alam dan muncullah sikap kekeluargaan. Penciptaan karya kain panjang ini menggunakan media kain primisima dengan teknik batik tulis. Warna-warna yang digunakan adalah napthol dan indigosol. Hasil pewarnaan indigosol terlihat cerah yang memberi kesan ceria dan semangat, serta warna napthol yang cenderung berwarna gelap, terlihat berat dan memberi kesan kuat. Pewarnaan tentunya menyesuaikan konsep dan berdasarkan berbagai percobaan. Karya penulis merupakan wujud dari pengamatan lingkungan sekitar, hasil alam dan perenungan tentang pengalaman untuk selalu diperbaiki, dengan berbagai inovasi dan kreativitas diharapkan mampu berbicara kepada para penikmat seni, memberi wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat luas mengenai apa yang ingin disampaikan penulis. Memberi wacana baru, kontribusi dan alternatif perkembangan mengenai berkarya seni kriya berkarakter yang bernilai kreatif dan inovatif. Karya penulis merupakan wujud dari pengamatan lingkungan sekitar, hasil alam dan perenungan tentang pengalaman untuk selalu diperbaiki. Kata kunci : Tanaman Kedelai, Batik, Kain Panjan