696 research outputs found

    Kajian Bahasa Rupa Kartun Komik Benny Rachmadi Dalam Buku Pr Buat Presiden

    No full text
    Berbicara melalui kartun komik telah menjadi salah satu bagian dari interaksi sosial masyarakat. Diperlukan strategi tata bahasa visual untuk mencapai tahap komunikatif. Kartunis Benny Rachmadi telah sukses mencapai tahap tersebut. Menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada juli 2014, Benny kembali merangkum kartun komik yang pernah dibuat untuk dipublikasikan dalam buku berjudul “PR buat Presiden”. Untuk dapat memahami cara bertutur kartun komik karya Benny Rachmadi dalam buku tersebut, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori bahasa rupa. Teori bahasa rupa membagi cara analisis menjadi tiga tahap, yakni isi wimba, cara wimba, tata ungkapan dalam dan tata ungkapan luar. Sampel terpilih mewakili jenis kartun non-monolog non-dialog, kartun monolog, dan kartun dialog. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa isi wimba kartun komik Benny menggunakan perwakilan dari tokoh yang terlibat langsung dengan topik yang dibicarakan. Cara wimba atau cara penggambaran wimba diambil dari sudut paling karakteristik, dibuat dengan garis tebal tipis, komposisi padat, tata letak serta penggabungan visual dan verbal dibuat seimbang. Tata ungkapan dalam kartun komik menggunakan pendekatan gaya dramatisasi dan hiperbolis. Konsep perumpamaan diperoleh dengan cara menghubungkan pikiran utama dengan konteks lain yang relevan. Tata ungkapan luar dekat dengan tata bahasa rupa timur. Kata kunci : Kartun, Benny Rachmadi, bahasa rup

    Sinematografi Pogram Pesbukers Segmen Sketsa Komedi di ANTV Priode Januari 2015

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi sebuah tayangan televisi dengan rating yang tinggi dan sudah sangat popular di masyarakat terbukti program Pesbukers mampu memenangkan kategori komedi terbaik dalam Panasonic Award tahun 2013 dan 2014. Rumusan masalah adalah bagaimana aspek sinematografi dalam mendukung kualitas program Pesbukers, terutama pada segmen sketsa komedi sehingga banyak disukai penonton dan menjadi program komedi terbaik pada tahun 2013 dan 2014. Tujuan penelitian untuk mengetahui aspek sinematografi dalam mendukung kualitas program Pesbukers dalam hal ini pada segmen sketsa komedi. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu menyusun dan menganalisa data apa adanya dari hasil yang didapatkan dari lapangan. Proses analisa data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dukumentasi, observasi, pengamatan, dokumen pribadi, gambar atau foto dan sebagainya. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa sinematografi (penggunaan multi kamera dan aspek-aspek sinematografinya) mendukung tayangan “Pesbukers”. Kata kunci : Sinematografi, Sketsa Komedi, Multi Kamer

    Penciptaan Skenario Film “Uda” Terinspirasi Dari Tradisi Merantau Dalam Budaya Minangkabau

    No full text
    Penciptaan skenario film UDA bertujuan untuk (1) Memperkenalkan dan memberikan sisi lain dari merantau kepada masyarakat luas dalam kehidupan sosial dan budaya, khususnya budaya Minangkabau dalam bentuk karya audio visual (film) yang lebih kekinian, tanpa mengesampingkan karya sastra seperti novel / cerpen yang lebih dulu memberi gambaran merantau, (2) Menambah khazanah bentuk dan kekayaan film Indonesia. Penciptaan ini menggunakan teori reproduksi kebudayaan dan studi kultural yang dipadukan dengan teori dinamika budaya yang diperkenalkan oleh Pitirim Sorokin dan teori migrasi oleh Everett S. Lee. Karya skenario tercipta dengan menggunakan metode penciptaan karya fiksi diperkenalkan oleh Ashadi Siregar dengan menggabungkan dunia objektif (kehidupan sebagai pengalaman empiris dan intelektual) dan dunia psikis (kreativitas pengkarya). Merantau merupakan sebuah tradisi Minangkabau yang diperuntukkan kepada pemuda (laki-laki) untuk pergi meninggalkan kampung demi mencari penghidupan, nama baik keluarga, dan masa depan yang baik di negeri orang. Individu atau kelompok yang pindah dari satu lingkungan budaya ke lingkungan budaya yang lain tentu mengalami proses sosial budaya yang dapat mempengaruhi mode adaptasi dan pembentukan identitasnya, sehingga muncul reproduksi kebudayaan, sebuah pemahaman tentang proses reproduksi kultural yang menyangkut bagaimana “kebudayaan asal” direpresentasikan dalam lingkungan baru. Hal ini tentu saja akan menimbulkan gesekan, gejolak, konflik batin bagi para perantau. Penciptaan skenario film ini merupakan penggambaran konflik yang dirasakan oleh para perantau Minangkabau, dan disajikan secara bersegment atau omnibus. Kata kunci : skenario, film, omnibu

    Penyutradaraan Video Musik ‘Rannisakustik’ Dengan Menggunakan Gerak Tari Sebagai Pendukung Penuturan

    No full text
    Video musik saat ini telah mengalami banyak perkembangan khususnya dalam hal pengemasan. Video musik dibuat semenarik mungkin untuk semakin menambah daya jual lagu maupun musisinya. Video musik Rannisakustik yang berjudul “Tot Namanya”, “Ibu”, dan “Putri Mencari” merupakan video musik yang dikemas menggunakan gerak tari sebagai pendukung penuturan ceritanya. Melalui pengemasan adegan menggunakan gerak tari, penonton akan disuguhkan dengan kemasan video musik yang segar. Objek penciptaan video musik ini adalah sebuah komunitas seni bernama Rannisakustik. Rannisakustik merupakan sebuah komunitas seni di Yogyakarta yang rutin mengkampanyekan isu anti kekerasan terhadap perempuan. Konsep estetis video musik Rannisakustik adalah pemvisualan lirik lagu ke dalam sebuah cerita yang berkesinambungan dari lagu pertama “Tot Namanya”, kedua “Ibu”, dan terakhir “Putri Mencari”. Perwujudan karya video musik Rannisakustik adalah isi dari lagu diterjemahkan ke dalam bentuk visual dengan didukung pengadeganan yang berwujud gerak tari dan ditambah beberapa simbolisasi sebagai pendukung jalan ceritanya. Pengadeganan menggunakan gerak tari diwujudkan pada ketiga lagu Rannisakustik tersebut. Adegan tari pada lagu “Tot Namanya” ditempatkan saat adegan Putri berdandan di kamar, adegan tari pada lagu “Ibu” ada pada keseluruhan cerita dari awal hingga akhir lagu, dan pada lagu “Putri Mencari” adegan tarian ada pada scene perjalanan Putri menuju konser musik. Adanya video musik Rannisakustik dengan kolaborasi seni tari dan audio visual ini diharapkan akan menjadi sebuah karya yang fresh dan menginspirasi pembuat video musik lain untuk terus menggali ide kreatif dalam pembuatan video musik. Kata kunci : Video Musik, Gerak Tari, Penyutradaraa

    Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta

    No full text
    Ditengah modernisasi seperti dewasa ini keberadaan museum mulai terabaikan. Hal ini disayangkan karena museum memiliki peranan yang teramat penting dalam pertumbuhan unsur sosial, bisnis dan budaya. Dapat dikatakan demikian karena museum memiliki koleksi yang mampu menunjukan bagaimana proses dari unsur-unsur tersebut tumbuh hingga menjadi seperti sekarang ini, contohnya dengan melihat koleksi museum kita dapat membayangkan apa yang dilakukan masyarakat pada masa lampau hingga saat ini. Maka perlu dilakukan upaya sebagai wujud apresiasi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai filosofi ditengah persaingan budaya global masa kini. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menciptakan museum yang menarik untuk dikunjungi oleh masyarakat luas sehingga mereka lebih mengenal budaya bangsa Indonesia. Museum Wayang Jakarta dipilih sebagai proyek pada perencanaan dan perancangan ini berdasarkan pertimbangan lokasinya yang merupakan salah satu tujuan wisata di Ibukota Negara Indonesia yaitu kota tua, Jakarta. Perencanaan dan perancangan interior Museum Wayang Jakarta yang meliputi ruang lobby, ruang pameran, ruang audiovisual (pertunjukan), dan ruang cenderamata ini akan mengangkat tema desain “Industrial” yang dipilih karena dianggap mampu merepresentasikan penataan interior yang menunjukan keselarasan unsur postmodernitas (melalui hal-hal yang berkesan industrial) sebagai gaya perancangan dengan koleksi museum itu sendiri. Gaya “postmodern” sendiri dipilih agar tercapai perpaduan antara apa yang ada dan elemen baru tanpa menghilangkan bentuk asli dari bangunan yang perlu dijaga kelestariannya. Hasil perencanaan dan perancangan desain interior museum ini diharapkan dapat bermanfaat dan mampu memecahkan berbagai permasalahan yang ada sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan penggunanya baik pengelola maupun pengunjung. Selain itu perancangan ini diharapkan mampu merubah persepsi masyarakat akan bangunan-bangunan cagar budaya yang sering dianggap bersifat konvensional dan formal. Kata kunci : wayang, museum, bangunan cagar buday

    Model Pengajaran Drum Band Di TK ABA Kenaji, Tamanmartani, Kalasan, Yogyakarta Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014

    No full text
    Ekstrakulikuler Drum band mulai digemari di masyarakat dan dijadikan suatu ajang dalam melatih kedisiplinan, kemandirian dan rasa percaya diri murid. Sekolah-sekolah mulai berlomba untuk memiliki kelompok drum band yang berprestasi dan pelatih drum band yang bisa melatih kelompok drum band menjadi berpestasi. Pelatih drum band berasal dari kelompok marching band dari angkatan bersenjata atau kampus-kampus yang memiliki kegiatan marching band yang berprestasi. Beberapa pelatih tidak memiliki latar pendidikan formal musik dan pengalaman ikut drum band, tetapi bisa melatih hingga kelompok drum band menjadi kelompok drum band yang berprestasi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara pengajaran drum band di TK ABA Kenaji yang di latih oleh pelatih yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan formal musik dan mengikuti kelompok drum band tetapi bisa menghasilkan kelompok drum band yang berprestasi. Setelah melalui penelitian kualitatif, hasil yang didapat adalah pelatih mengajar drum band dengan cara yang mudah diingat oleh anak yaitu dengan mengelompokkan ke dalam 4 teknik yaitu Teknik A, Teknik B, Teknik O dan Teknik tik. Pelatih juga aktif bertanya kepada pelatih-pelatih kelompok drum band lain dan mencari informasi sebanyak-banyaknya dengan sharing antar pelatih. Kata kunci : pelatih drum band, model pengajaran,TK AB

    Perancangan Interior Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta

    No full text
    Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta merupakan auditorium pertunjukkan seni yang dimiliki oleh pemerintah daerah Yogyakarta. Auditorium tersebut sebagai tempat pentasnya seniman dengan segudang pertunjukkan baik pertunjukkan daerah dan pertunjukkan kontemporer. Perancangan kembali interior Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta dimaksudkan untuk mengoptimalkan kegiatan seni pertunjukkan di dalamnya melalui peningkatan kualitas dan fasilitas ruang. Taman Budaya Yogyakarta mempunyai fasilitas yang memadai, walaupun perlu adanya perbaikan. Misalnya di lantai dua sebagai ruang pertunjukkan perlu adanya perbaikan akustik, penambahan fasilitas ruang, furnitur, dan perubahan gaya atau tema interiornya yang bertujuan menambah jumlah pengunjung. Tema dan gaya interior yang baru dapat meningkatkan daya tarik pengunjung. Mengangkat ciri khas rumah tradisional Yogyakarta ke dalam interior bangunan yang telah bergaya indis dapat membuat citra positif, mengingat gedung pertunjukkan tersebut mempunyai misi mengembangkan seni dan budaya lokal. Kata kunci : Perancangan, Interior, Concert Hal

    Hubungan Karakter Musik Klasik Dan Pop-Jazz Dengan Kecerdasan Emosi (Eq) Mahasiswa Jurusan Musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara karakter musik klasik dan pop-jazz dengan perbedaan kecerdasan emosi, atau dikenal sebagai emotional quotient (EQ) pada mahasiswa pemain musik klasik dan pop-jazz. EQ ialah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam kehidupan sosial, yang terdiri dari kemampuan intrapersonal yaitu kemampuan untuk memahami diri sendiri dan juga bertanggung jawab atas kehidupan diri sendiri, serta interpersonal yaitu Suatu kemampuan individu untuk berhubungan dengan individu yang lain dan lingkungan sekitarnya. Kecakapan tersebut meliputi, kemampuann memotivasi diri, pengendalian diri, empati, memahami dan menjaga perasaan orang lain, dan lain sebagainya. Objek pada penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2012 yang minimal sudah bermain musik selama dua tahun. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 mahasiswa pemain musik klasik dan 30 mahasiswa pop-jazz. Alat ukur yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional yang telah diuji validitasnya pada penelitan Hermasanti (2009) dengan aitem valid sebanyak 38 aitem dari 45 aitem. Hasil validitas aitem adalah bergerak dari 0,195 – 0,624 dengan hasil reabilitasnya adalah 0,888. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui program SPSS dengan menggunakan perhitungan statistik independent sample t-test. Dari analisis terhadap data pada uji perbedaan diperoleh skor t-test sebesar 2,987 dan nilai signifikansi 0,004. Karena nilai signifikansi < 0.05 (5%) maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan antara karakter musik klasik dan pop-jazz dengan EQ mahasiswa, dibuktikan dengan perbedaan yang signifikan antara nilai EQ pemain musik klasik dan nilai EQ pemain musik pop-jazz pada mahasiswa Jurusan Musik ISI Yogyakarta. Kata kunci : EQ, musik klasik, pop-jaz

    Perancangan Buku Visual Sarwaboga: Kuliner Dalam Serat Centhini

    No full text
    Serat Centhini merupakan salah satu karya dari Paku Buwana V yang mulai ditulis pada tahun 1814 M dan selesai pada tahun 1823 M. Naskah tersebut berisi tentang pendidikan, sejarah, arsitektur, pengetahuan alam, falsafah, agama, tasawuf, adat-istiadat, psikologi, ramalan, mistik, seni, fauna, flora, ramuan jamu atau obat tradisional, kuliner tradisional dan sebagainya. Berbagai jenis makanan yang disebutkan dalam Serat Centhini meliputi makanan pokok, lauk pauk, dan minuman. Makanan pokok lebih banyak berasal dari bahan dasar dari pala kependhem (umbi-umbian), pala gumantung (buah-buahan), dan pala kesimpar (buah di atas permukaan tanah). Makanan-makanan tersebut diceritakan menurut lokasi dan fungsinya masing-masing seperti brongkos, bothok, gudheg, tumpeng, pindang, jadah, besengek, megana dan lain sebagainya. Beberapa jenis makanan masih dapat ditemui di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY namun beberapa diantaranya sudah tidak dikonsumsi lagi. Perancangan buku visual ini sebagai bentuk pelestarian terhadap karya budaya bangsa dalam hal makanan tradisional. Buku visual ini diharapkan dapat melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya tentang kuliner tradisional dalam Serat Centhini yang sebagian besar berupa kajian dalam bentuk tulisan. Kata kunci : Serat Centhini, Makanan tradisional, Buku visua

    Perkembangan Musik Saluang Dan Musik Rabab Dalam Pertunjukan Sirompak Di Nagari Taeh Baruah, Sumatera Barat

    No full text
    Sirompak adalah salah satu kesenian yang terdapat di Nagari Taeh Baruah,Kecamatan Payakumbuh,Kabupaten Lima puluh Kota.Sirompak berarti dobrak,hancurkan,rampas,rampok, berasal dari kegiatan ritual yang disebut dengan Basirompak.Kegiatan basirompak, kini telah menjadi suatu kesenian pertunjukan di Nagari Taeh Baruah. Basirompak yang telah berkembang menuju seni pertunjukan tidak lagi memperlihatkan sosoknya yang mistis, dalam perkembangannya setiap sarana-sarana yang ada pada kegiatan ritual terdahulu seperti Gasing Tengkorak, Syarat-syarat dan sesaji lainnya kini telah dihilangkan karena semakin berkembangnya manusia. Dalam basirompak juga tidak terlepas dari unsur musik, dendang serta instrumen pendukung pada kesenian basirompakyang menjadi sebuah pertujukan hiburan. Musik Sirompak sebagai salah satu kesenian tradisi akan lebih bisa diterima oleh masyarakat luas khususnya masyarakat taeh baruah. Dimana masyarakat kuhusunya masyarakat taeh baruah akan lebih memberikan kontribusi dalam menjaga dan melestarikannya karena menjadi salah satu warisan kesenian yang berasal dari daerah mereka. Selain itu juga bias menjadi sebagai bahan garapan bagi seniman non literatur atau pun seniman literatur yang selalu memberikan inovasi dan kreatifitas didalam setiap pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengetahui perkembangan musikSaluang dan rabab dalam lagu Sirompak serta dendang Sirompak yang telah menjadi suatu seni pertunjukan, 2) mengetahui struktur perkembangan musik dan dendang jika ditinjau secara kajian musikologis. Kata kunci : Basirompak,Sirompak,DendangSirompa

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇